PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Tuesday, 10 June 2014

Sempat Tembus $105 per Barrel, Minyak WTI Melemah Akibat Profit Taking

Harga minyak mentah di Bursa NYMEX pada penutupan perdagangan Selasa 10 Juni 2014 di Bursa NYMEX dini hari tadi terpantau ditutup melemah. Pelemahan harga minyak pada penutupan dini hari tadi dipicu oleh aksi profit taking sebagai kelanjutan rally harga minyak mentah sejak Jumat lalu.
Kenaikan harga minyak mentah di Bursa NYMEX secara signifikan dalam dua perdagangan terakhir mulai berdampak pada aksi profit taking pada perdagangan Selasa 10 Juni. Harga minyak Brent yang sejak Kamis telah menguat 1,1% dan WTI yang juga naik hingga 1,88% memicu investor untuk segera mencairkan keuntungan dari investasinya.
Walaupun ditutup melemah, posisi minyak mentah dari pergerakan harga sepanjang perdagangan Selasa terpantau masih cukup kuat. Berdasarkan pergerakan harga sepanjang perdagangan lalu, minyak WTI bahkan sempat menembus tingkat harga $105 dan $110 pada minyak Brent.
Sebelumnya, harga minyak mentah sedang berada dalam trend menguat akibat sentimen positif dari data pekerja AS dan juga neraca perdagangan Tiongkok. Berdasarkan rilis data tersebut yang berada di kondisi positif, memicu indikasi akan adanya potensi peningkatan demand minyak mentah dari kedua negara. Namun, Sentimen positif tersebut diduga sedikit berkurang akibat data inflasi Tiongkok yang meningkat sehingga berpotensi untuk melemahkan daya beli investor asal Tiongkok.
Pada penutupan perdagangan Selasa 10 Juni 2014 di Bursa NYMEX dini hari tadi, harga minyak WTI ditutup melemah. Harga minyak WTI berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 0,06% ke tingkat harga $104,35/barrel atau melemah $0,06/barrel.
Sedangkan untuk harga minyak jenis Brent, pada dini hari tadi terpantau juga ditutup melemah cukup signifikan. Harga minyak Brent berjangka NYMEX untuk kontrak Juli 2014 turun hingga 0,43% ke tingkat harga $109,5/barrel atau melemah $0,47/barrel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga minyak mentah berpotensi kembali menguat tipis pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh masih adanya sentimen positif dari data pekerja AS dan neraca perdagangan Tiongkok. Namun penguatan dari sentimen tersebut, diduga akan tertahan oleh posisi tunggu data persediaan minyak mentah AS oleh Departemen Energi AS dan keputusan pertemuan anggota OPEC pada Rabu ini. Terkait pergerakan harga, diprediksi minyak mentah di Bursa NYMEX akan berada di kisaran $108-$111 untuk Brent dan  $103,75-$105,5 untuk WTI.

Sumber : Vibiznews

Indeks Topix Rebound Dari Penurunan Tiga Pekan Terbesarnya

BESTPROFIT FUTURES (11/06) - Indeks Topix Jepang naik pasca turun tajam dalam tiga pekan kemarin seiring saham asuransi dan foodmakers pimpin penguatan.
Indeks Topix naik sebesar 0,2 persen ke level 1,231.13 pukul 09:02 pagi di Tokyo pasca jatuh sebesar 0,5 persen kemarin, terbesar sejak 19 Mei lalu. 24 saham dari 33 saham sub industri naik hari ini. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,2 persen ke level 15,017.86. Yen Jepang mendatar pada level 102.31 per dolar.
Sementara indeks Topix naik sebesar 6,8 persen dari level terendahnya baru-baru ini pada tanggal 21 Mei lalu hingga kemarin, performa terburuk tahun ini di antara 24 pasar negara maju yang dilacak oleh Bloomberg. Indeks menghentikan relinya tahun lalu karena Bank of Japan (BOJ) ditekan untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Bank sentral dijadwalkan bertemu 12-13 Juni mendatang.
Pemerintah Jepang kemarin merilis sebuah rancangan untuk meringkas tema utama dari strategi pertumbuhan tanpa memberikan rincian tentang perubahan yang direncanakan. DPR Jepang akan mendorong "reformasi pajak perusahaan yang berorientasi pertumbuhan," menurut draft. Pemotongan pajak perusahaan akan mulai dari tahun fiskal yang dimulai pada April 2015, Menteri Ekonomi Akira Amari mengatakan kemarin, dengan keterangan masih dalam negosiasi.
Bank Dunia memangkas proyeksi ekspansi ekonomi global di tengah prospek pelemahan untuk pertumbuhan ekonomi AS, Rusia dan China, sementara Bank Dunia menyerukan pasar negara berkembang untuk memperkuat ekonomi mereka sebelum Federal Reserve menaikkan suku bunga. Ekonomi dunia akan memperluas sebesar 2,8 persen tahun ini, turun dari proyeksi Januari yang sebesae 3,2 persen, kata pejabat bank. Perkiraan untuk Jepang dipangkas menjadi sebesar 1,3 persen dari 1,4 persen.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 turun sebesar 0,1 persen hari ini. Indeks ekuitas turun kurang dari 0,1 persen kemarin, menghentikan penguatan beruntun selama empat hari terakhir dari rekor penutupan tertingginya, karena para investor menimbang valuasi ekuitas. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup pada level tertinggi sepanjang masa. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Memperpanjang Penguatan ke Level Satu Tahun Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES (10/06) - Saham Asia menguat mengirim indeks acuan regional ditransaksikan di level satu tahun tertingginya, seiring saham konsumen dan perawatan kesehatan naik.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,1 persen ke level 143,98 pukul 09:05 pagi di Tokyo. Indeks rally sebesar 11 persen hingga kemarin dari level terendahnya tahun ini pada bulan Februari lalu di tengah tanda-tanda stabilisasi ekonomi di China dan karena pemerintah China melonggarkan aturan agunan bagi sektor perbankan, sedangkan data AS mengisyaratkan pemulihan utuh.
Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,2 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan kehilangan sebesar 0,1 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik sebesar 0,1 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru tergelincir sebesar 0,1 persen. Pasar finansial di China dan Hong Kong belum dibuka.
Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan global di tengah prospek pelemahan pertumbuhan ekonomi AS, Rusia dan China. Bank kreditur yang berbasis di Washington memprediksikan ekonomi dunia akan memperluas sebesar 2,8 persen tahun ini, dibandingkan dengan proyeksi pertumbuhan Januari sebesar 3,2 persen. Prediksi AS dikurangi menjadi sebesar 2,1 persen dari 2,8 persen, sedangkan perkiraan untuk ekonomi Brasil, Rusia, India dan China juga diturunkan. Perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 pada level 3,4 persen. (izr)
Sumber: Bloomberg

Emas bertahan di atas US$ 1.260 untuk pertama kalinya dalam 2 minggu

BESTPROFIT FUTURES (11/06) - San Francisco - Emas berjangka naik pada Selasa untuk menetap kembali di atas US$ 1.260 per ons untuk pertama kalinya dalam dua minggu, menemukan dukungan dari beberapa kelemahan dalam ekuitas AS karena para pedagang menunggu data ekonomi akhir pekan ini.

Emas untuk pengiriman Agustus naik US$ 6,20, atau 0,5%, untuk menetap di US$ 1,260.10 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange, memperpanjang kenaikan moderat Senin. Harga emas, pelacakan kontrak paling aktif, ditutup pada level tertinggi sejak 27 Mei.

Silver Juli naik 10 sen, atau 0,5%, menjadi berakhir pada level US$ 19,17 per ons.

Angka penjualan ritel AS untuk bulan Mei yang dirilis pada hari Kamis dan indeks harga produsen AS Mei akan dirilis Jumat.

Kamis pekan lalu, emas berjangka melihat gain sesi mereka tunggal terbesar sejak 14 Mei, emas melonjak US$ 9, atau 0,7% setelah Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga dan mengumumkan pelonggaran lainnya.(frk)

Sumber: MarketWatch

Monday, 9 June 2014

Diperkenalkan Bulan September, iWatch Hadir dengan Layar OLED Melengkung dan iOS 8?

Setelah batal hadir di ajang WWDC 2014, perangkat wearable besutan Apple yaitu iWatch memang diperkirakan baru akan diperkenalkan bulan September mendatang sebelum dilepas ke publik satu bulan kemudian. Hal tersebut jelas membuat beberapa pihak memanfaatkan untuk kembali membocorkan spesifikasi dari jam tangan pintar besutan Apple ini.
Dan benar saja, seperti yang dilansir dari Phone Arena, sebuah kabar terbaru menyebutkan bahwa iWatch besutan Apple ini akan hadir dengan layar OLED melengkung. Meskipun bukan kabar baru namun setidaknya itu bisa menjadi kemungkinan yang akan menjadi nyata mengingat banyaknya bocoran mengenai hal itu.
Selain itu juga, perangkat jam tangan pintar besutan Apple ini akan hadir dengan sistem operasi terbaaru Apple yaitu iOS 8 yang akan dilengkapi dengan fitur kesehatan seperti adanya sebuah sensor yang dapat mendeteksi tingkat gula darah, kadar oksigen dalam darah, konsumsi kalori, dan aktivitas tidur.
Dan seperti Samsung yang menghubungkan jam tangan pintarnya Galaxy Gear ke perangkat smartphone, Apple juga kabarnya akan menerapkan hal serupa dengan menghubungkan perangkat iWatch dengan iPhone yang nantinya dengan adanya hubungan tersebut iWatch dapat mengambil data biometrik dengan menggunakan fitur Touch ID yang ada di perangkat iPhone.

Sumber : Vibiznews

Saham HK Gain Pasca Rilis Data Inflasi China

BESTPROFIT FUTURES (10/06) - Saham-saham Hong Kong menguat mengirim indeks acuan Hong Kong menguat untuk hari kedua pasca saham AS naik ke level baru tertingginya dan laporan menunjukkan inflasi China lebih dipercepat pada bulan Mei melebihi perkiranaan ekonom.
Indeks Hang Seng naik sebesar 0,1 persen ke level 23,149.30 pukul 9:33 pagi di Hong Kong. Indeks Hang Seng China Enterprises yang juga dikenal sebagai indeks H-share, naik sebesar 0,4 persen ke level 10,444.60. Saham SJM Holdings Ltd turun sebesar 2,2 persen setelah operator kasino terbesar Macau tersebut mengatakan regulator yang mengawasi dengan ketat atas penggunaan kartu China UnionPay Co 's di lantai game.
Indeks Hang Seng rebound sebesar 9,1 persen dari level terendahnya tahun ini pada bulan Maret lalu hingga kemarin seiring otoritas China menambahkan stimulus untuk melawan perlambatan ekonomi. Indeks ekuitas ditransaksikan pada 10,7 kali estimasi laba kemarin, dibandingkan dengan 7,3 untuk indeks H-saham dan 16,5 untuk indeks Standard & Poor  500.
Indeks harga konsumen China naik sebesar 2,5 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya, Biro Statistik Nasional mengatakan pagi ini, dibandingkan dengan proyeksi ekonom sebesar 2,4 persen dalam survei Bloomberg. Harga produsen tergelincir sebesar 1,4 persen. Ekonomi terbesar di Asia itu juga dijadwalkan untuk merilis laporan pinjaman baru, uang beredar, penjualan ritel dan produksi industri.pekan ini. (izr)
Sumber: Bloomberg

Saham Asia Menguat Jelang Rilis Data CPI China

BESTPROFIT FUTURES (10/06) - Saham Asia menguat mengirim indeks acuan regional naik untuk hari keempat pasca saham AS naik ke rekor baru tertingginya di tengah optimisme tentang prospek dua ekonomi terbesar di dunia.
Indeks MSCI Asia Pacific naik sebesar 0,1 persen ke level 143,71 pukul 09:01 pagi di Tokyo, akibat saham produsen bahan naik tajam di antara 10 kelompok sub industri indeks tersebut. Indeks rally sebesar 10 persen pada perdagangan kemarin dari level terendahnya tahun ini pada bulan Februari lalu di tengah tanda-tanda menguatnya sektor manufaktur di China dan seiring pemerintah China melonggarkan aturan agunan perbankan, sedangkan data AS mengisyaratkan pemulihan pertumbuhan secara utuh. Inflasi di China dipercepat pada bulan Mei, menurut perkiraan ekonom menjelang rilis laporan hari ini.
Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,1 persen dan indeks Kospi Korea Selatan melonjak sebesar 0,5 persen. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik sebesar 0,3 persen, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru turun sebesar 0,2 persen. Pasar finansial China dan Hong Kong belum dibuka ketika berita ini diturunkan.
Data yang akan dirilis hari ini akan menunjukkan harga konsumen naik sebesar 2,4 persen bulan lalu di China pasca meningkat sebesar 1,8 persen pada April lalu, terendah sejak Oktober 2012, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Harga produsen kemungkinan turun sebesar 1,5 persen setelah terkoreksi sebesar 2 persen di bulan sebelumnya. (izr)
Sumber: Bloomberg

Tingkat Volatilitas Mendekati Rekor Terendahnya Jelang Rilis Data Pengeluaran AS, BOJ

BESTPROFIT FUTURES (10/06) - Sebuah indeks perubahan harga yang diharapkan dalam dolar terhadap yen tetap mendekati rekor terendahnya karena para pelaku pasar menunggu rilis data pekan ini terkait belanja konsumen AS dan keputusan kebijakan dari Bank of Japan (BOJ).
Indeks Dollar Spot Bloomberg, yang mengukur greenback terhadap 10 mata uang utama, naik untuk hari kedua kemarin pasca Presiden Federal Reserve Bank of Boston Eric Rosengren mengatakan pertumbuhan ekonomi akan meningkat pada paruh kedua ditengah "cukup kuat" konsumsi. Dolar Aussie berada di dekat level tiga pekan tertingginya seiring langkah bank sentral China (PBOC) yang mengumumkan untuk mendukung perusahaan-perusahaan kecil dan pertanian, memperkuat prospek pertumbuhan mitra dagang terbesar Australia tersebut.
Dolar bergerak mendatar pada level 102,47 yen pada pukul 9:03 pagi di Tokyo. tingkat volatilitas pasangan mata uang tersebut berada di 5.36 persen setelah menyentuh rekor terendah di 5.25 persen kemarin
Euro dibeli di level $1,3592 dari level $1,3594, setelah menyentuh level $1,3503 pada tanggal 5 Juni, terendah sejak 6 Februari lalu dan berada di level 139,29 yen pasca melemah sebesar 0,3 persen menjadi 139,37 yen kemarin.
Penjualan ritel di AS meningkat sebesar 0,6 persen pada Mei lalu pasca sebelumnya naik sebesar 0,1 persen pada bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan diperkirakan akan merilis pada 12 Juni mendatang, menurut perkiraan median ekonom yang disurvei Bloomberg News. (izr)
Sumber: Bloomberg

Emas Naik Terkait Meningkatnya Permintaan Safe Heaven

BESTPROFIT FUTURES (10/06) - Emas berjangka naik untuk kedua kalinya dalam tiga sesi sejalan kepercayaan investor yang lebih rendah di eropa mendorong permintaan untuk logam mulia sebagai aset safe haven.
Optimisme investor Jerman untuk zona euro pada bulan Juni turun ke level 8,5, membuntuti 13,3 perkiraan ekonom yang disurvei oleh Bloomberg dan bulan May 12,8 menurut Sentix di Limburg, Jerman. Mata uang bersama 18-negara di zona tersebut melemah terhadap 13 dari 16 mata uang utama.
Emas naik sebanyak 6,8% pada kuartal pertama tekait kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Logam mulia turun 28% tahun lalu pada ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan laju pembelian obligasi sejalan dengan melonjaknya ekuitas.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik 0,1% untuk menetap di level $ 1,253.90 per ons pada pukul 1:38 siang di New York Comex. Pada tanggal 3 Juni lalu, harga jatuh ke level terendah empat bulan di level $ 1,240.20.
Perdagangan adalah 64% di bawah rata-rata untuk 100 hari, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg. 60 hari volatilitas historis Bullion jatuh ke level terendah sejak April tahun lalu.
Holdings pada produk yang diperdagangkan di bursa emas turun 2,1 metrik ton menjadi 1,715.7 ton pada tanggal 6 Juni, level  terendah sejak Oktober 2009 silam, data yang dihimpun oleh Bloomberg menunjukkan.(yds)

Sumber: Bloomberg

Sunday, 8 June 2014

Cadangan Devisa Indonesia Capai Level Tertinggi

Tren positif terjadi pada indikator makroekonomi Indonesia yang pada periode Mei 2014, otoritas moneter membukukan cadangan devisa sebesar US$107,0 miliar, meningkat dari posisi akhir April 2014 sebesar US$105,6 miliar. Pertumbuhan cadangan devisa tersebut merupakan yang  tertinggi dalam setahun terakhir.
Dengan begitu posisi cadangan devisa akhir April tersebut dapat membiayai 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Angka itu tentu cukup aman karena berada di atas standar kecukupan internasional yakni sekitar tiga bulan impor.
Dengan meningkatnya cadangan devisa yang menembus 105 miliar dollar AS, mendukung ketahanan sektor eksternal serta kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting menilai kenaikkan cadangan devisa ini tidak lepas dari pengaruh penerimaan devisa hasil ekspor migas pemerintah dan aliran masuk modal portofolio asing yang mencerminkan persepsi positif investor terhadap kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
Bank Indonesia menilai kenaikan cadangan devisa berdampak positif terhadap upaya memperkuat ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Bank sentral masih optimistis terhadap fundamental ekonomi tanah air. Pengetatan moneter yang konsisten justru mendorong masuk aliran dana asing ke berbagai instrumen investasi di dalam negeri. Selain itu membaiknya fundamental perekonomian Indonesia saat ini akan menjadi bahasan penting pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam menentukan tingkat suku bunga BI hari Kamis (12/6) nanti.

Sumber : Vibiznews

Persediaan Karet Tiongkok Angkat Harga Karet Tocom

Harga karet di Bursa Tocom pada awal sesi perdagangan pagi hari ini terpantau kembali sedang bergerak menguat. Penguatan harga karet Tocom pada perdagangan pagi ini diduga dipicu oleh penguatan harga minyak mentah dan data persediaan karet Tiongkok.
Pergerakan harga minyak yang mulai menguat pada akhir pekan lalu akibat data pekerja AS yang positif, turut berdampak pada penguatan harga karet Tocom. Karet Tocom terpantau juga bergerak menguat mengikuti pergerakan harga minyak mentah karena lemahnya sentimen pasar.
Namun sejak akhir pekan lalu, beberapa faktor fundamental juga turut berpengaruh pada pergerakan harga karet Tocom. Persediaan karet Tiongkok yang menurun hingga level 160.000 ton dalam beberapa pekan terakhir dan penangguhan rencana peningkatan penjualan karet oleh Pemerintah Thailand turut mendukung penguatan harga karet di Bursa Tocom.
Pada awal sesi pagi hari ini di Bursa Tocom, harga karet terpantau sedang mengalami pergerakan menguat. Harga karet Tocom berjangka untuk kontrak November 2014 naik 0,88% ke tingkat harga 194,7 Yen/kg atau menguat 1,7 Yen/kg.
Sedangka dari Bursa SHFE, harga karet juga terpantau sedang bergerak menguat. Harga karet berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 naik 0,53% ke tingkat harga 14.275 Yuan/ton atau menguat 75 Yuan/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga karet akan cenderung bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh dorongan fundamental positif dari pergerakan harga minyak mentah dan data persediaan Tiongkok yang diikuti oleh kondisi menguat pada neraca perdagangan Tiongkok. Terkait pergerakan harga, karet Tocom diprediksi akan bergerak di kisaran 191-195 Yen.

Sumber : Vibiznews

Payrolls AS menguat ke Level Tertinggi Sebelum Masa Resesi, Bursa Saham Jepang Meningkat

BESTPROFIT FUTURES (09/06) - Saham Jepang naik mengirim indeks Topix menuju penutupan tertingginya dalam lebih dari empat bulan terakhir pasca data menunjukkan payrolls AS melampaui level puncaknya sebelum  masa resesi mereka untuk pertama kalinya pada bulan Mei lalu.
Indeks Topix naik sebesar 0,5 persen ke level 1,240.45 pukul 09:22 pagi di Tokyo, bersiap menuju penutupan tertingginya sejak 29 Januari lalu, pasca menguat sebesar 2,8 persen pekan lalu. Indeks Nikkei 225 Stock Average melonjak sebesar 0,7 persen pagi ini ke level 15,180.84. Data revisi yang menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Jepang meningkat lebih dari yang diperkirakan pada kuartal pertama.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 mendatar. Indeks saham naik sebesar 0,5 persen pada jumat kemarin. Payrolls AS naik menjadi 217.000 pekerja terbesar dan mengikuti gain sebesar 282.000 pada bulan April lalu, data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan hari ini di Washington. Ini menandai kenaikan pekerja selama empat bulan berturut-turut, Kenaikan lebih dari 200.000 pekerja, pertama kali yang terjadi sejak awal tahun 2000 lalu. Tingkat pengangguran pada Mei tidak berubah pada level 6,3 persen, level terendah hampir enam tahun terakhir.
Ekspor China naik sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya, pihak Pabean yang berbasis di Beijing kemarin melaporkan. melebihi estimasi analis dari 6,7 persen dalam survei Bloomberg. Impor secara tak terduga turun sebesar 1,6 persen. Surplus perdagangan melebar menjadi $35.92 miliar. (izr)
Sumber: Bloomberg

Perekonomian Jepang Tumbuh Melebihi Perkiraan Awal pada Q1

BESTPROFIT FUTURES (09/06) - Ekonomi Jepang berkembang lebih dari yang diperkirakan pada kuartal pertama terkait menguatnya investasi bisnis dari perkiraan.
Produk domestik bruto tumbuh sebesar 6,7 persen secara tahunan dari kuartal sebelumnya, Kantor Kabinet mengatakan pagi ini di Tokyo. Hal ini dibandingkan dengan perhitungan sementara sebesar 5,9 persen dan perkiraan 21 analis sebesar 5,6 persen yang disurvei Bloomberg News.
Sementara ekonomi bersiap untuk kontrak kuartal ini pasca kenaikan pajak penjualan pada bulan April lalu, tugas Perdana Menteri Shinzo Abe adalah untuk memastikan pemulihan yang cukup kuat untuk menghadapi rencana kenaikan lebih lanjut dalam retribusi. Strategi ekonomi yang dia lakukan mendetil bulan, ini bisa membantu menentukan keberhasilan jangka panjang Abenomics dalam memacu pertumbuhan yang berkelanjutan.
Perekonomian akan berkontraksi sebesar 3,5 persen pada periode April-Juni sebelum berkembang sebesar 2 persen kuartal berikutnya, menurut survei Bloomberg News terpisah dilakukan sebelum rilis data pada pagi ini. (izr)
Sumber: Bloomberg

Emas Menguat diatas Level $1.250; Reli Saham Rendam Permintaan

BESTPROFIT FUTURES (09/06) - Emas menguat di atas level $1.250 per ons pada hari Senin pasca data pekerjaan AS cocok dengan ekspektasi, sementara reli saham menahan daya tarik logam sebagai lindung nilai investasi.
Spot emas ditransaksikan mendatar di level $1,252.51 per ons pukul 07:21 di Singapura, pasca turun kurang dari 0,1 persen pada hari Jumat kemarin.
Pekerja AS kembali ke level puncaknya  sebelum masa resesi pada bulan Mei lalu, dengan kecepatan yang solid dari perekrutan yang ditawarkan mengkonfirmasi ekonomi telah kembali pulih dari kemerosotan pada musim dingin lalu. Nonfarm payrolls meningkat sebanyak 217.000 pekerja bulan lalu, Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada hari Jumat kemarin.
Hedge fund dan manajer uang memotong taruhan bullish mereka di emas berjangka dan opsi dalam seminggu hingga 3 Juni ke level terendahnya sejak pertengahan Januari lalu, menurut data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi, Jumat.
Di antara logam mulia lainnya, platinum dan paladium naik. (izr)
Sumber: Reuters

Thursday, 5 June 2014

Bursa Sydney Bergerak Naik Signifikan, Rebound dari 2 Minggu Terendah

Perdagangan di bursa Korea Selatan pagi ini kembali ditutup untuk perayaan hari libur nasional sementara itu bursa saham Australia tampak membukukan kenaikan yang signifikan (6/6). Sentiment positif yang dibawa oleh Wall Street tadi malam tampaknya membuat para investor di bursa Sydney juga berbahagia.
Para investor di Wall Street bergembira setelah ECB mengungkapkan langkah-langkah untuk menggenjot ekonomi. Bank sentral Eropa tersebut memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan menjadi 0.15 persen, suku bunga acuan paling rendah di antara negara-negara maju setelah suku bunga BOJ.
Hari ini saham-saham pertambangan masih kurang bersemangat. BHP Billiton tampak membukukan pelemahan tipis sebesar 0.1 persen setelah CEO Andrew MacKenzie mengatakan bahwa pasar bijih besi sedang mengalami overkapasitas.
Sementara itu dari sektor asuransi Insurance Australia Group tampak mengalami kenaikan sebesar 0.3 persen. Perusahaan mengatakan bahwa mereka telah menerima persetujuan dari pemerintah Selandia Baru untuk mengakuisisi Lumley Insurance.
Hari ini indeks benchmark di Sydney bergerak rebound signifikan setelah kemarin ditutup pada posisi paling rendah dalam dua minggu belakangan. Indeks S&P ASX 200 mengalami kenaikan sebesar 24.62 poin atau 0.45 persen dan berada di level 5461.50.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham Australia pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami pergerakan yang menguat meskipun terbatas. Indeks ASX 200 tersebut akan mengalami pergerakan pada kisaran 5430 – 5490 poin.

Sumber : Vibiznews

Harga Karet TOCOM Terangkat Karet Shanghai

Harga karet pada awal sesi perdagangan pagi ini terpantau sedang bergerak menguat. Pergerakan menguat pada harga karet di Bursa Tocom sesi pagi ini diduga dipicu oleh kenaikan harga karet pada penutupan di Bursa SHFE kemarin.
Penguatan harga karet yang terjadi di Bursa SHFE pada perdagangan Kamis 5 Juni 2014, diduga menjadi penyebab naiknya harga karet Tocom pada awal sesi perdagangan pagi hari ini. Posisi karet Tocom yang masih lemah dalam beberapa hari terakhir akibat potensi over supply karet global, terpantau mengalami penguatan meskipun belum ada sentimen yang terlalu kuat.
Sebelumnya, pada perdagangan Kamis kemarin, harga karet Tocom akhirnya ditutup melemah cukup signifikan meskipun Pemerintah Militer Thailand menangguhkan wacana peningkatan penjualan karet. Namun, karet Shanghai yang ditutup naik pada perdagangan Kamis berpotensi menjadi indikasi adanya penguatan permintaan karet di Tiongkok.
Pada awal perdagangan sesi pagi ini, harga karet di Bursa Tocom terpantau sedang bergerak menguat. Hingga berita ini dibuat, karet berjangka Tocom untuk kontrak November 2014 sedang bergerak naik sebesar 0,68% ke tingkat harga 192,7 Yen/kg atau menguat 1,3 Yen/kg.
Sedangkan dari Bursa SHFE, pada awal pembukaan pagi ini harga karet SHFE juga terpantau sedang mengalami penguatan. Harga karet berjangka SHFE untuk kontrak September 2014 sedang bergerak menguat 0,78% ke tingkat harga 14.200 Yuan/ton atau naik 110 Yuan/ton.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga karet masih akan berada dalam trend lemah. Hal tersebut dilandasi oleh masih lemahnya permintaan karet dan potensi over supply karet global. Terkait pergerakan harga hari ini, karet Tocom diperkirakan akan bergerak di kisaran 189,5-195,5.

Sumber : Vibiznews

Bursa Saham Jepang Dibuka Menguat Ditengah Optimisme Dana Pensiun

BESTPROFIT FUTURES (06/06) - Bursa Saham Jepang menguat, Indeks Topix menuju kenaikan pekan ke-3, akibat saham-saham perusahaan keuangan pimpin gain dan ditengah optimisme dana pensiun terbesar di negara tersebut yang akan menyalurkan uang ke dalam saham-saham.

Indeks Topix menguat 0.4% ke level 1,237.20 pukul 9:03 pagi waktu Tokyo. Pekan ini acuan saham tersebut menuju kenaikan sebesar 3%. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0.2% ke level 15,107.43. Yen berada pada level 102.40 per dollar setelah kemarin catat gain 0.3%.

Perdana Menteri Shinzo Abe meminta Norihisa Tamura, menteri yang mengelola dana sebesar 128.6 triliun ($1.26 miliar) yen pada Government Pension Investment Fund, untuk melakukan evaluasi terhadap portfolionya, hal itu menurut Tamura yang menyatakan hari ini di Tokyo. (bgs)

Sumber : Bloomberg

WTI Menuju Penurunan Mingguan Ke-2 Jelang Rilis Data Payroll AS

BESTPROFIT FUTURES (06/06) - Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) berayun diantara gain dan loss akibat para investor menunggu rilis data yang diperkirakan akan memberikan sinyal ekonomi AS sedang mengalami pemulihan.

Kontrak berjangka flat di New York, menuju penurunan 0.2% dalam sepekan terakhir. Payroll (daftar gaji) Mei lalu diperkirakan naik 215,000, menurut survei Bloomberg News menjelang rilis data dari Departemen Tenaga Kerja AS hari ini. Hal itu dibandingkan dengan kenaikan April lalu sebesar 288,000. Kemarin minyak acuan Brent lebih tinggi dibanding WTI setelah sebelumnya selisih acuan kedua minyak tersebut mencatat penurunan pada 4 Juni lalu.

WTI untuk pengiriman bulan Juli berada pada level $102.46 per barel, turun 2 sen pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange pukul 9:41 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak turun 16 sen ke level $102.48. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 83% dibawah 100 hari rata-rata.

Kemarin Brent untuk penyelesaian Juli naik 39 sen atau 0.45 ke level $108.79 per barel di ICE Futures Europe exchange, London. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $6.31 dibanding WTI. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Emas Reli Terkait Stimulus ECB yang Kurang Membuat Pasar Bergairah

BESTPROFIT FUTURES (06/06) - Prospek stimulus Eropa belum pernah terjadi sebelumnya yang mengirim harga emas naik tajam dalam tiga pekan terakhir namun masih tidak cukup untuk menyelamatkan bullion dari lesu tingkat volatilitas.
Bank Sentral Eropa (ECB) menjadi bank sentral utama menjadi yang pertama dalam mengambil langkah memangkas tingkat suku utama deposito negatif hal ini di sampaikan oleh Presiden Mario Draghi yang meluncurkan langkah-langkah bersejarah tersebut untuk melawan deflasi. Emas naik lebih dari 40 persen sejak akhir tahun 2008 lalu pasca pihak otoritas mencetak uang pada kecepatan tertingginya untuk meningkatkan ekspansi. Emas  berjangka naik kurang dari 1 persen hari ini.
Tingkat historis volatilitas Bullion 60 - hari berada pada level terendah sejak April 2013 lalu, dan nilai dana yang diperdagangkan di bursa terbesar berbasis emas menyusut sebesar $2,6 miliar pada Mei lalu, paling terendah tahun ini. Daya tarik logam sebagai haven berkurang seiring melonjak ekuitas AS dan meredanya ketegangan antara Ukraina dan Rusia. Lebih dari $1,1 triliun mengalir ke nilai pasar saham global bulan lalu.
Emas berjangka untuk pengiriman Agustus naik sebesar 0,7 persen menjadi $1,253.30 per ons pukul 1:40 di Comex New York, kenaikan terbesar sejak 14 Mei lalu. Harga naik sebesar 4,2 persen pada tahun 2014.
ECB hari ini menurunkan tingkat suku bunga deposito yang menjadi minus 0,1 persen. Draghi mengatakan ECB akan memperkenalkan "target" baru untuk menwarkan likuiditas kepada bank untuk mendorong pinjaman mereka. (izr)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, 4 June 2014

Pemogokan Buruh Tambang Di Afsel Perlu Intervensi Kuat Dari Pemerintah

Produsen platinum yang lumpuh oleh pemogokan selama empat bulan di Afrika Selatan meminta waktu untuk mempertimbangkan usulan upah dari serikat buruh sebelum pembicaraan lanjutan yang ditengahi pemerintah hari ini.
Menteri Sumber Daya Mineral Ngoako Ramatlhodi bertemu dengan chief executive officer dari produsen platinum di Pretoria kemarin,”di mana usulan dari Asosiasi penambang dan Konstruksi Union dipaparkan,” demikian pernyataan dari kementrian tesebut.
Pemogokan oleh lebih dari 70.000 anggota AMCU di Anglo American Platinum Ltd (AMS), Impala Platinum Holdings Ltd (IMP) dan Lonmin Plc (LMI), tiga produsen terkemuka di dunia, telah mengganggu tambang mereka sejak 23 Januari. Menteri mendorong upaya untuk mengatasi penyumbatan dan membatasi kerusakan lebih lanjut bagi perekonomian terbesar kedua di Afrika.
Ekonomi Afrika Selatan mengalami kontraksi pada kuartal pertama untuk pertama kalinya sejak resesi 2009 akibat pemogokan buruh tambang yang menyebabkan produksi tambang terjun paling dalam 47 tahun. Perusahaan-perusahaan mengatakan pemogokan tersebut telah menimbulkan kerugian sebesar 21 miliar rand ($ 2 miliar), sementara jumlah upah pekerja telah dikorbankan  lebih dari 9 miliar rand.
Pemogokan “mungkin akan berakhir dalam waktu 10 hari,” Mark Rosenberg, direktur Eurasia Group di New York, mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien kemarin. Sebuah intervensi oleh Ramatlhodi  sangat diharapkan.
Sebuah pengadilan tenaga kerja di Afrika Selatan minggu ini menolak aplikasi yang diajukan oleh AMCU dan melarang perusahaan berkomunikasi langsung dengan para pekerja tentang tawaran gaji terbaru mereka.
Serikat mogok menuntut pembayaran bulanan dasar tidak termasuk keuntungan bagi karyawan yang bekerja di bawah tanah menjadi lebih dari dua kali lipat menjadi 12.500 rand pada 2017. Inflasi Afrika Selatan 6,1 persen pada April. Tawaran terakhir yang dipublikasikan oleh produsen sebesar kenaikan sebanyak 10 persen per tahun.

Sumber : Vibiznews

Jumlah Pekerjaan Sektor Swasta di AS Merosot

Setelah melaporkan peningkatan  pekerjaan sektor swasta pada bulan April lalu melewati  musim dingin yang kuat, ADP melaporkan  laju pertumbuhan lapangan kerja melambat lebih dari yang diharapkan pada bulan Mei lalu.
Laporan ADP tersebut  pekerjaan sektor swasta meningkat sebesar 179.000 pekerjaan pada bulan Mei menyusul kenaikan revisi turun 215.000 pekerjaan di bulan April. Para ekonom telah memperkirakan kenaikan sekitar 210.000 pekerjaan dibandingkan dengan penambahan 220.000 pekerjaan awalnya dilaporkan untuk bulan sebelumnya.
Laporan itu mengatakan pekerjaan di sektor jasa meningkat dengan 150.000 pekerjaan pada bulan Mei dibandingkan dengan penambahan 194.000 pekerjaan di bulan April. Industri jasa profesional / bisnis memberikan kontribusi terbesar terhadap jumlah keseluruhan yang lebih rendah yang menambahkan 46.000 pekerjaan pada bulan Mei dibandingkan kenaikan 75.000 pekerjaan di bulan April.
Sementara itu, tenaga kerja di sektor produksi barang menunjukkan  pertumbuhan yang lebih cepat , naik 29.000 pekerjaan pada bulan Mei setelah naik sebesar 21.000 pekerjaan di bulan April.
Sementara industri konstruksi menunjukkan  kecepatan yang sedikit lebih lambat dari pertumbuhan pekerjaan, industri manufaktur menambahkan 10.000 pekerjaan pada Mei dibandingkan 2.000 pekerjaan pada bulan April.
Laporan ini juga menunjukkan bahwa pekerjaan di perusahaan besar meningkat sebesar 37.000 pekerjaan pada bulan Mei setelah naik sebesar 56.000 pekerjaan pada bulan April, dengan perlambatan mencerminkan hilangnya 3.000 pekerjaan di perusahaan-perusahaan dengan 500-999 karyawan .
Pekerjaan di usaha kecil melonjak 82.000 pekerjaan pada bulan Mei setelah naik oleh 76.000 pekerjaan pada bulan April, sementara pekerjaan di perusahaan menengah naik sebesar 61.000 pekerjaan pada Mei setelah meningkat 82.000 pekerjaan di bulan April. Pertumbuhan pekerjaan sektor swasta lebih lambat dibulan yang Mei menunjukkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja telah melemah sedikit.

Sumber : Vibiznews

Data Ekonomi AS Picu Optimisme, Bursa Saham Jepang Dibuka Menguat

BESTPROFIT FUTURES (05/06) - Bursa Saham Jepang menguat, Indeks Topix menuju 11 hari kenaikan, setelah sebelumnya yen masih diderita pelemahan pada hari ke-3 dan ditengah data sektor jasa AS yang melampaui dari perkiraan sebelumnya.

Indeks Topix menguat 0.2% ke level 1,235.95 pukul 9:01 pagi waktu Tokyo, dengan hampir 2 saham naik untuk setiap 1 yang turun. Acuan saham tersebut bersiap memperpanjang gain tertinggi secara berturut-turut sejak Agustus 2009 silam.

Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0.3% ke level 15,110.88. Yen menguat 0.1% ke level 102.65 per dollar setelah kemarin tergelincir sebesar 0.2% pada hari ke-3.

Hari ini kontrak berjangka pada Indeks Standard & Poor 500 flat setelah kemarin acuan kontrak tersebut menguat pada rekornya. Industri sektor jasa AS Mei lalu naik pada laju tertingginya dalam 9 bulan terakhir akibat kenaikan pesanan barang, menurut indeks non manufaktur dari Institute for Supply Management.

Data Departemen Pekerjaan AS mengenai tenaga kerja AS Mei lalu yang akan dirilis besok diperkirakan akan menunjukkan daftar gaji sektor swasta naik 210,000 setelah bulan sebelumnya naik sebesar 273,000, menurut perkiraan rata-rata pada survei Bloomberg.

Para investor juga sedang mengkaji data dari Eropa menjelang pertemuan para pembuat kebijakan bank sentral. Pertumbuhan ekonomi zona Eropa kuartal pertama melambat, sementara dari hasil survey terpisah menunjukkan sektor jasa Eropa bulan lalu berada pada laju tertingginya dalam 3 tahun terakhir. (bgs)

Sumber : Bloomberg

WTI Merosot Pada Hari Ke-2 Pasca Gap Dengan Brent Turun

BESTPROFIT FUTURES (05/06) - Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) turun pada hari ke-2. Selisih WTI terhadap Brent di London berkurang ke gap teredah dalam 7 pekan terakhir.

Kontrak berjangka turun sebesar 0.4% di New York. Pekan lalu pasokan minyak mentah AS turun sebesar 3.43 juta barel setelah pasokan minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik pengiriman bagi WTI, turun sebesar 17 kali dalam 18 pekan, menurut EIA (Energy Information Administration) kemarin. Kemarin minyak mentah Brent ditutup pada level terendahnya dalam hampir sebulan terakhir akibat produksi Libya kembali naik setelah unjuk rasa berakhir pada lading minyak di wilayah utara.

WTI untuk pengiriman bulan Juli turun sebesar 45 sen ke level $102.19 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada pada level $102.30 pukul 9:24 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak turun sebesar 2 sen ke level $102.64. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 22% dibawah 100 hari rata-rata. Sepanjang tahun 2014 ini harga telah alami kenaikan sebesar 3.9%.

Kemarin Brent untuk penyelesaian bulan Juli turun sebesar 42 sen atau 0.4% ke level $108.40 per barel di ICE Futures Europe exchange, London. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $5.76 dibanding WTI, gap terendah sejak 15 April lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Emas Nyaris Tidak Bergerak Menjelang Rilis Data Pekerjaan AS

BESTPROFIT FUTURES (05/06) - Harga emas nyaris tidak beranjak pada Rabu, menetap dengan turun tipis karena para pedagang sedang mencermati menjelang rilis data pekerjaan bulanan AS dan hasil dari pertemuan Bank Sentral Eropa (ECB) sebagai petunjuk.
Emas untuk pengiriman Agustus turun sebesar 20 sen untuk menetap di level $1,244.30 per ons di divisi Comex New York mercantile Exchange, pasca naik sebesar 50 sen pada hari Selasa kemarin, yang merupakan sesi pertama yang positif dalam tujuh sesi terakhir. Silver Juli naik 3 sen, atau sebesar 0,2%, menjadi $18,79 per ons.
Emas telah naik lebih tinggi pasca data ekonomi AS Rabu menunjukkan pekerjaan disektor swasta mengalami sedikit kenaikan dalam empat bulan terakhir. Pengusaha menambahkan 179.000 pekerjaan pada Mei lalu, turun dari 215.000 pekerjaan pada bulan April dan di bawah perkiraan untuk 220.000 pekerjaan baru. (izr)
Sumber: MarketWatch

Tuesday, 3 June 2014

Pasar Properti Tiongkok Lesu, Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terancam

Pasar properti di negeri Tiongkok sedang menguap dari pasar yang panas dalam beberapa tahun terakhir yang membuat para developer mengurangi pembangunan rumah pasca jatuhnya harga perumahan disemua kota di negeri ini. Hal ini ditunjukkan pada laporan dari sektor perumahan yang terbaru untuk harga rumah baru untuk bulan Mei mengalami penurunan untuk yang pertama kalinya.
Harga perumahan China jatuh pada bulan Mei untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, menurut sebuah survei swasta (China Real Estate Index Academy) yang menunjukkan lebih banyak penurunan harga di perkotaan dengan lemahnya  penjualan. Rata-rata harga rumah baru secara bulan ke bulan turun 0,3 % pada Mei dari April, penurunan pertama sejak Juni 2012.
Harga turun di 62 kota sedang harga yang tidak berubah dan mengalami kenaikan hanya 2 kota yaitu Beijing dan Tianjin, penurunan bulanan terbesar adalah di Shantou , Provinsi Guangdong , di mana harga merosot 3,64 persen dibandingkan dengan April. Namun , di 31 dari 100 kota , harga turun secara tahunan , dengan orang-orang di Wenzhou – pusat perusahaan swasta dan pinjaman di provinsi timur Zhejiang turun 8,30 persen.
Di antara 10 kota terbesar di China , Nanjing , di provinsi Jiangsu , melihat penurunan yang terbesar pada bulan Mei, dengan harga menurun 1,36 persen bulan ke bulan. Sehingga biaya rata-rata di ibukota Cina naik 0,69 persen dari bulan April sampai 33.472 yuan per meter persegi.
Meningkatnya pasokan pasar dan penurunan tajam dalam transaksi telah menempatkan tekanan yang relatif berat pada penjualan pengembang properti , namun sekalipun demikian dari tahun ke tahun biaya rumah baru di Tiongkok naik 7,84 persen pada Mei , 1,22 persen lebih rendah dari April dan bulan kelima berturut-turut kenaikan telah melambat.
Menurunnya kinerja sektor perumahan ini menganggu  pertumbuhan ekonomi yang ada, dan memang pada kuartal pertama tahun 2014 ini Tiongkok mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 7,4 % year on year yang  turun dari 7,7 % pada kuartal terakhir tahun lalu.

Sumber : Vibiznews

Kondisi Gandum Musim Dingin Relatif Buruk, Trend Bearish Tetap Berlanjut

Harga gandum di Bursa CBOT pada perdagangan Selasa 3 Juni 2014 terpantau kembali ditutup melemah. Pelemahan harga gandum dipicu oleh potensi lonjakan output global meskipun terdapat dorongan penguatan dari data USDA.
Data USDA yang melaporkan bahwa perbaikan tanaman gandum musim dingin pasca curah masih berada di bawah ekspektasi, belum mampu untuk menguatkan harga gandum. Perbaikan tanaman gandum musim dingin AS berdasarkan data masih berada di 30% atau lebih rendah 2% dari ekspektasi untuk gandum kualitas baik.
Sentimen positif dari tingkat perbaikan tanaman gandum yang masih berada di bawah ekspektasi tersebut, tertahan oleh potensi lonjakan output global.  Potensi lonjakan output global pada komoditas gandum diduga akan terjadi imbas kondisi cuaca yang kondusif di wilayah Australia, Ukraina, dan Rusia.
Pada perdagangan Selasa 3 Juni 2014 harga gandum di Bursa CBOT ditutup melemah. Gandum CBOT berjangka untuk kontrak Juli 2014 turun 1,35% ke tingkat harga $6,124/bushel atau melemah $0,084/bushel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memprediksi harga gandum masih akan bergerak cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Hal tersebut dilandasi oleh potensi output global yang berpotensi kuat melemahkan harga jagung dari sisi supply. Terkait pergerakan harga pada perdagangan hari ini, diprediksi gandum CBOT akan bergerak di kisaran $6,02-$6,25.

Sumber : Vibiznews

Bursa Saham HK Dibuka Melemah Dari Level 5 Bln Tertingginya

BESTPROFIT FUTURES (04/06) - Bursa Saham Hong Kong melemah, setelah kemarin Indeks acuan tersebut menguat ke level 5 bulan tertingginya, hal tersebut akibat saham-saham toko perhiasan turun setelah penjualan barang-barang mewah merosot pada kota tersebut dan saham casino perpanjang penurunan.

Indeks Hang Seng melemah 0.4% ke level 23,207.55 pukul 9:35 pagi waktu Hong Kong, dengan hampir 3 saham melemah untuk setiap satu yang menguat. Indeks Hang Seng China Enterprises  atau Indeks H-share melemah 0.2% ke level 10,345.28.

Indeks Hang Seng pangkas penurunan kurang dari 0.1% sepanjang tahun 2014 ini hingga kemarin setelah sebelumnya melemah 9.1%. Saham-saham telah rebound terkait tanda-tanda manufaktur catat kenaikan dan pelonggaran property ditengah optimisme bahwa pemerintah akan berupaya guna mencapai target pertumbuhan ekonomi.

Hari ini kontrak berjangka pada Indeks S&P 500 turun kurang dari 0.1%. Kemarin acuan indeks tersebut stagnan akibat para investor menunggu laporan dari pihak swasta mengenai pasar tenaga kerja AS dan keputusan dari ECB (European Central Bank) terkait apakah akan memangkas acuan suku bunga.

Penjualan ritel di Hong Kong April turun 9.8% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya, menurut rilis data pemerintah kemarin. Penurunan lebih dari dua kali perkiraan oleh para analis setelah direvisi bahwa Maret lalu turun 1.5%. Penjualan barang-barang mewah bulan April turun 40% dari awal tahun, penurunan tajam sejak Oktober 2004 silam. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Uni Eropa : Pemimpin G-7 Mungkin Akan Mendiskusikan Mengintensifkan Sanksi Rusia

BESTPROFIT FUTURES (04/06) - Para Pemimpin industri dunia mungkin akan mendiskusikan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia saat mereka bertemu di Brussels besok ditengah berlanjutnya pertempuran di timur Ukraina.

Presiden Barack Obama akan berbicara dengan mitranya di G-7, termasuk pemimpin Perancis, Jerman, Inggris dan Jepang, tentang prospek memperluas sanksi terhadap individu dan perusahaan Rusia serta sanksi ekonomi yang lebih luas, menurut Uni Eropa.

Para pemimpin G-7 akan " membahas pekerjaan lanjutan untuk terus mendukung reformasi ekonomi dan politik Ukraina serta kesiapan mereka dalam terus mengintensifkan sanksi yang ditargetkan dan untuk membebankan biaya lebih lanjut tentang peristiwa yang mengharuskan Rusia demikian, " kata Uni Eropa hari ini dalam sebuah pernyataannya.

Menyoroti ketegangan yang dipicu oleh pencaplokan Rusia atas Crimea pada bulan Maret lalu, pertemuan minggu ini menggantikan pertemuan puncak yang dijadwalkan pemimpin G-8 - termasuk Vladimir Putin - yang dijadwalkan berlangsung di Sochi, lokasi Olimpiade Musim Dingin Rusia.

AS dan Uni Eropa, yang telah memberlakukan pembekuan aset dan larangan perjalanan pada 98 orang dan 20 perusahaan, mengatakan bahwa Rusia berada di belakang berkelanjutannya kerusuhan di timur Ukraina yang telah membuat 181 orang tewas sejak kerusuhan tersebut pecah, menurut Jaksa Agung Oleh Makhnitsky di Kiev.

Pertemuan ini " akan menjadi momen penting untuk menginventarisasi perkembangan terbaru di dalam dan di sekitar Ukraina serta untuk terus bekerja sama untuk memenuhinya dan tantangan lainnya dari zaman kita, " kata Presiden Uni Eropa Herman Van Rompuy dalam sebuah pernyataannya hari ini.(frk)

Sumber : Bloomberg

Emas Dekati Level 4 Bln Terendahnya Jelang Rilis Data Pekerjaan AS

BESTPROFIT FUTURES (04/06) - Emas mencatat penurunan pada Rabu ini, bergerak mendekati level 4 bulan terendahnya yang tercapai pada sesi sebelumnya, akibat para investor menunggu rilis data ekonomi ditengah meningkatnya optimisme mengenai pertumbuhan ekonomi dan menurunnya permintaan emas bullion di Asia.
   
Spot emas flat pada level $1,244.50 per ounce pukul 08:32 waktu Singapura. Pada hari Selasa lalu emas mencapai level 4 bulan terendahnya $1,240.61, sebelum ditutup flat dan memangkas penurunan selama 5 hari berturut-turut.

Permintaan emas fisik di Asia telah turun, Asia yang biasanya cenderung menyediakan harga dasar selama penurunan tajam, setelah banyak yang memperkirakan emas menurun. Asia merupakan rumah bagi mayoritas konsumen emas, seperti China dan India.

SPDR Gold Trust, reksadana berbasis emas terbesar di dunia, menyatakan bahwa kepemilikan naik 1.8 ton menjadi 787.08 ton pada hari Selasa lalu.

Pasar sedang fokus pada data tenaga kerja AS yang akan dirilis pada hari Rabu ini dan daftar gaji sektor non pertanian yang diirlis hari Jumat mendatang guna menilai penguatan ekonomi. Emas sering terlihat sebagai tempat lindung investasi saat ekonomi berada pada ketidakpastian.

Pembangunan pabrik Centerra Gold pada pertambangan emas Kumtor di Kyrgyzstan dapat merusak gletser dekat Davydov, hal tersebut menurut EPA (Environment Protection Agency) Central Asian, menambah ketidakpastian mengenai pertambangan di masa mendatang.

Diantara logam mulia lainnya, platinum stabil setelah sebelumnya turun selama 3 hari akibat himpunan tenaga kerja pada perusahaan papan atas penghasil emas di Afrika Selatan mempertimbangkan pengajuan pemerintah guna menyelesaikan kembali pemogokan tambang platinum yang telah berlangsung selama 5 bulan. (bgs)

Sumber : Reuters

Monday, 2 June 2014

HSBC : Indeks Manufaktur China Naik Ke Level 4 Bln Tertingginya


BESTPROFIT FUTURES (03/06) - Indeks acuan manufaktur China naik ke level 4 bulan tertingginya, menambah tanda-tanda bahwa ekonomi sedang stabili terkait kebijakan stimulus yang meliputi pembangunan rel kereta api dan pengurangan pajak.

Indeks PMI dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics bulan Mei sebesar 49.4, naik dari 48.1 di April lalu. Pada waktu yang sama, analis memperkirakan sebesar 49.7 pada survei Bloomberg News.

Pemerintah China akan menurunkan persyaratan cadangan kas bagi beberapa perbankan, sehingga memberikan dukungan bagi para bisnis skala kecil dan meningkatkan alokasi dana anggaran, hal tersebut menuurt Perdana Menteri Li Keqiang ketika perteuan dan menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 7.5%. Para otoritas dihadapkan dengan penurunan pasar property yang mengancam pertumbuhan ekonomi selagi mereka berupaya untuk mempertahankan pertumbuhan dengan adanya shadow banking, polusi dan korupsi.

PMI China naik bulan lalu naik sebesar 50.8, kenaikan tertinggi dalam 5 bulan terakhir, menurut rilis laporan tanggal 1 Juni lalu. Angka dibawah 50 memberikan sinyal adanya kontraksi. Angka pembacaan awal PMI dari HSBC sebesar 49.7.

Perkiraan pada angka pembacaan akhir dari 16 ekonom berkisar dari 49.5 hingga 49.9. Laporan HSBC-Markit berdasarkan pada survei dari lebih dari 420 perusahaan, sementara PMI dari pemerintah berdasar 3,000 perusahaan.

Pekan ini pemerintah pusat telah mengintensifkan upaya-upaya guna mempertahankan pertumbuhan ekonomi, meskipun setelah Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa negaranya membutuhkan adaptasi ┼ôkebijakan baru pada laju pertumbuhan ekonominya. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Sentimen Manufaktur China, Bursa Saham HK Dibuka Menguat

BESTPROFIT FUTURES (03/06) - Bursa Saham Hong Kong melonjak, indeks acuan tersebut hampir menghapus penurunan sepanjang tahun 2014 ini setelah perdagangan saham dimulai kembali dari libur kemarin, selain itu rilis laporan yang menunjukkan manufaktur China naik pada laju tertingginya dalam 5 bulan terakhir.

Indeks Hang Seng menguat 0.9% ke level 23,280.21 pukul 9:31 pagi waktu Hong Kong, memangkas penurunan di tahun 2014 ini sebesar 0.1%. Indeks Hang Seng China Enterprises atau Indeks H-share naik 1.3% ke level 10,381.20.

Indeks manufaktur China Mei lalu naik 50.8, berdasar rilis tanggal 1 Juni lalu, tertinggi sejak Desember tahun lalu dan melampaui dari perkiraan para analis. Angka pembacaan akhir PMI dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics akan dirilis hari ini, setelah pemerintah merilis laporan sektor jasa bulan Mei yang juga catat kenaikan tertingginya. China akan menurunkan persyaratan cadangan kas bagi beberapa perbankan, hal itu menurut pemerintah setelah penutupan bursa pada tanggal 30 Mei lalu. (bgs)

Sumber : Bloomberg

Ekspor Nonmigas Tujuan Australia Meningkat

Perkembangan ekspor nonmigas ke negara tujuan Australia menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) terkini menunjukkan kenaikan yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan pada nilai ekspor ke negara tersebut. Nilai ekspor pada bulan Maret dilaporkan dapat mencapai nilai 283.7 juta Dollar AS .
Sementara itu pada bulan sebelumnya ekspor nonmigas ke negara tersebut hanya mencapai nilai 252.1 juta Dollar AS. Dengan demikian kinerja ekspor nonmigas pada periode tersebut mengalami kenaikan sebesar + 31.6 juta Dollar AS, atau mengalami penambahan sebesar + 12.53 %.
Laporan terkini dari Badan Pusat Statistik juga menunjukkan bahwa ekspor nonmigas dari awal tahun ini sampai bulan Maret secara total mencapai nilai 1020.7 juta Dollar AS. Data tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar + 356.6 juta Dollar AS atau menguat sekitar + 53.69 %, dimana pada periode yang sama tahun lalu hanya mencapai nilai 664.1 juta Dollar AS.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa pada analisa kurs BI hari ini Dollar Australia terpantau bergerak terangkat sekitar 5.28 % terhadap mata uang Rupiah pada perdagangan valas dari awal Maret hingga pekan ini.

Sumber : Vibiznews

Harga Kopi Arabika Turun 2,9 Persen Di ICE Futures US, New York

Harga kopi Arabika untuk pengiriman Juli turun 2,9 persen ke level $ 1,7235 per pon pada kemarin di ICE Futures US di New York.
Petani di Brasil akan memanen 50,5 juta kantong kopi pada musim yang dimulai tahun ini setelah hujan yang turun pada bulan Maret dan April membantu memulihkan tanaman dari musim kering yang terjadi pada kuartal pertama, demikian pernyataan Mercon Group. Jumlah target hasil panen tersebut lebih tinggi dari perkiraan sebesar 49,5 juta kantong yang diperkirakan oleh Departemen Pertanian AS bulan lalu.
Harga kopi di bursa berjangkan jatuh 21 persen dari level tertinggi dua tahun pada bulan April lalu dikarenakan meningkatnya stok Amerika yang membantu menutup kekurangan produksi akibat kekeringan di Brasil. Para ahli tanaman di Mercon Group mengatakan dalam sebuah laporan kepada klien mereka, bahwa mereka ” terkejut ” kalau tanaman di daerah-daerah yang paling parah dilanda cuaca kering akhirnya dapat pulih.
Ipanema Coffees, pemasok biji kopi ke Starbucks Corp, memperkirakan hasil panen akan anjlok sebanyak 40 persen. Harga kopi sudah merosot 14 persen bulan lalu, terbesar sejak 2011.
Untuk bulan April, stok biji kopi yang sudah digongseng di AS, konsumen dan importir terbesar di dunia, naik 7,6 persen dibandingkan stock bulan April tahun sebelumnya, demikian data yang dikumpulkan oleh Green Coffee Association yang berbasis di New York.

Sumber : Vibiznews

Emas Turun Terhadap Major Currencies

Emas di pasar spot dini hari ini ( 03 Juni) terpantau turun setelah dibuka pada kisaran 1246.99 USD/oz t di awal perdagangan (00.00 GMT). Emas telah melemah sekitar -2.84 USD/oz t atau sekitar -0.22 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 1244.14 USD/oz t.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting mengemukakan bahwa sentimen positif terhadap Dollar AS nampak menguat dan menekan turun harga emas spot, setelah Institute for Supply Management melaporkan kepada publik bahwa kinerja sektor manufaktur di Amerika Serikat mengalami peningkatan.
Perkembangan tersebut ditunjukkan dengan kenaikan pada indikator fundamental ISM Manufacturing PMI yang menguat ke angka 55.4 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu 54.9. Laporan yang menguntungkan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih rendah dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat naik ke angka 55.7.
Terhadap Poundsterling emas juga melemah dan harga pembukaan berada pada 744.15 GBP/oz t di awal perdagangan (00.00 GMT). Emas telah turun sekitar -2.44 GBP /oz t atau sekitar -0.32 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 741.7 GBP /oz t.
Terhadap Euro emas spot juga melemah dan harga pembukaan berada pada 915.6 EUR /oz t di awal perdagangan (00.00 GMT). Emas telah turun sekitar -1.64 EUR/oz t atau sekitar -0.18 % dan pada saat berita ini diturunkan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 913.95 EUR /oz t.

Sumber : Vibiznews

Sunday, 1 June 2014

Bursa Korea Selatan Rebound, Saham Teknologi Pimpin Penguatan

Bursa saham Korea Selatan akhirnya dibuka menguat dan menembus level 2000 setelah diakhir perdagangan bulan Mei lalu indeks Kospi kehilangan 22,21 poin dari minggu sebelumnya pasca aksi profit taking setelah perdagangan sebelumnya rally. 
Menanjaknya indeks bursa Seoul ini disebabkan sentimen pasar akan rilis data Tiongkok yang menunjukkan aktivitas pabrik China tumbuh di laju tercepat dalam lima bulan. Saham teknologi indeks KOSDAQ, sementara itu, naik 0,24 poin, 0,04 persen, dan berdiri di 546,77 unit.
Kenaikan indeks Nikkei awal perdagangan pagi ini (2/6) dipimpin oleh penguatan saham-saham teknologi dan logistik seperti saham LG Electronics yang rally 2 persen dan juga saham Posco yang naik 1 persen. Terpantau juga indeks saham teknologi KOSDAQ naik 0,24 poin atau  0,04 persen ke posisi 546,77 .
Indeks Kospi di bursa seoul pagi ini naik 0,5 persen atau 5,47 poin ke posisi 2.000,39, demikian juga dengan indeks Kospi berjangka naik 0,60 poin dari akhir perdagangan pekan lalu ke posisi 261,10 dan kini indeks sedang bergerak positif ke level resistance di 262,10 dan analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan indeks ini akan menguat kembali namun dengan beberapa koreksi di kisaran 260, 80 – 263,00.

Sumber : Vibiznews

Nikkei Melompat Ke Level Tertinggi 2 Bulan

Perdagangan bursa saham Jepang pagi ini dibuka menguat cukup signifikan dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan yang disebabkan sentimen pasar dari data ekonomi yang menunjukkan bahwa perusahaan domestik mengangkat belanja modal sebesar  7,4 persen tahunan pada periode Januari-Maret selain dukungan keuntungan di Wall Street akhir pekan lalu.
Akhir pekan lalu bursa Tokyo ini menutup perdagangan sepanjang bulan Mei dengan kenaikan bulanan pertama Nikkei dalam lima bulan meskipun secara harian Nikkei ditutup melemah oleh sentimen data tenaga kerja Jepang yang menurun. Kenaikan indeks Nikkei pagi ini didorong juga oleh naiknya saham Toyota Motor yang naik 0,8 persen setelah berita yang melaporkan akan menginvestasikan sekitar $ 4,8 miliar pada fasilitas domestik tahun fiskal ini.
Namun ada saham yang anjlok cukup tajam dari sektor finance khususnya saham Dai- Ichi Life Insurance turun lebih dari 4 persen di  tengah berita bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan membeli asuransi jiwa dari AS sekitar $ 4870000000.
Indeks Nikkei pagi ini dibuka menguat 1,5% yang naik 235.40 ke posisi 14867.78, demikian juga dengan indeks bursa berjangka Nikkei dibuka di posisi 14735 yang telah menguat 15 poin dari penutupan bursa akhir pekan lalu dan sebelum berita ini disampaikan indeks sedang bergerak menguat tajam ke 15875.
Dan analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan indeks bursa berjangka ini akan terus bergerak cepat mencapai level resistancenya di 14890 dan diperkirakan juga bisa mencapai level supportnya di 14700, sehingga sepanjang hari ini Nikkei akan ditutup menguat cukup signifikan seiring melemahnya kurs Yen terhadap dolar AS.

Sumber : Vibiznews

Rupiah Terpantau Lesu Jelang Rilis Data Neraca Perdagangan

BESTPROFIT FUTURES (02/06) - Pada perdagangan hari ini mata uang rupiah terpantau mengalami pergerakan yang cenderung melemah terhadap dollar AS (2/6). Nilai tukar rupiah melemah 0,42% ke Rp11.725/US$, dibandingkan saat penutupan Jumat (30/5/2014) yang bertengger di Rp11.676 atau melemah sebesar 0,37%.
Dari dalam negeri sendiri Rupiah terus tertekan imbas dari sentimen data makro ekonomi. Rencananya, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini, Senin (2/6/2014) akan merilis sejumlah data makro ekonomi dalam negeri, di antaranya neraca perdagangan dan inflasi.
Diprediksi neraca perdagangan akan mengalami defisit yang disebabkan meningkatnya impor komoditi pangan menjelang puasa dan lebaran. Apalagi harga komoditi unggulan Indonesia (CPO, Batubara, dan Karet) yang tak kunjung stabil. Pelemahan tajam rupiah akan terjadi jika surplus berganti defisit, seperti perkiraan Bank Indonesia (BI).
Pada perdagangan hari ini analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bakal terjadi penurunan lanjutan untuk nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Mata uang dalam negeri ini ada kemungkinan bergerak menguat terbatas. Untuk hari ini mata uang tersebut diperkirakan akan mengalami pergerakan pada kisaran 11650 – 11690 per dollar.

Emas Turun Tajam Secara Berturut-turut Dalam Hampir 7 Bln Terakhir

BESTPROFIT FUTURES (02/06) - Emas tergelincir pada sesi ke-5 secara berturut-turut di Senin ini, penurunan tertajamnya secara berturut-turut sejak November tahun lalu, akibat sentiment para investor dipengaruhi oleh penguatan ekuitas global dan permintaan emas yang turun di Asia.

Spot gold turun 0.3% ke level $1,247.20 per ounce pukul 08:28 waktu Singapura. Level ini sangat jauh dari level 4 bulan terendahnya $1,241.99 yang tercapai pada hari Jumat lalu.

Penurunan selama 5 hari merupakan penurunan logam tertajam secara berturut-turut sejak Oktober-November tahun lalu saat logam turun selama 7 hari berturut-turut.

Emas terlihat sebagai nilai lindung investasi daripada aset yang terlalu beresiko seperti ekuitas. Mayoritas pasar ekuitas global diperdagangkan flat pada hari Jumat lalu, akan tetapi Dow dan S&P 500 mencatat rekor pada level penutupan.

Pekan lalu perusahaan investasi dan manajer keuangan menurunkan spekulasi bullish pada emas berjangka dan opsi ke level terendahnya dalam hampir 4 bulan terakhir, menurut data dari Commodity Futures Trading Commission hari Jumat lalu.

Penjualan koin emas AS Mei lalu turun ditengah kelesuan ritel, hal itu menurut rilis data dari Mint AS, meskipun demikian investor memperkirakan penurunan pekan ini pada spot emas memicu penawaran oleh para kolektor.

The U.S. Mint menyatakan akan menghentikan pendistribusian investasi koin perak American Eagle, akibat permintaan investasi ritel yang telah berkurang.

Pekan lalu emas premium di India hampir menurun terkait perkiraan bahwa pemerintah baru akan melonggarkan pembatasan impor logam mulia, ketika permintaan di sebagian Asia gagal capai kenaikan meski harga sedang turun.

Bursa Saham Hong Kong dan China Senin ini tutup karena hari libur nasional.

Dalam pekan ini, bursa saham sedang fokus pada data ekonomi seperti U.S. non-farm payrolls. (bgs)

Sumber: Reuters

Pengaruh Data PMI China, Angkat Bursa Saham Jepang Menguat Dalam 8 Hari

BESTPROFIT FUTURES (02/06) - Bursa Saham Jepang menguat, Indeks Topix menuju gain 8 hari terakhir, hal itu akibat pekan lalu Bursa Saham AS ditutup pada rekornya dan manufaktur China catat kenaikan pada laju tertingginya dalam 5 bulan terakhir.

Indeks Topix catat gain 1% ke level 1,213.12 pukul 9:03 pagi waktu Tokyo. Indeks acuan saham tersebut meningkat sebesar 3.4% di bulan Mei lalu, hal itu merupakan kenaikan bulanan pertamanya sepanjang tahun 2014 ini. Hari ini Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 1.2% ke level 14,805.38.

Indeks PMI (Purchasing Managers Index) China bulan Mei lalu naik 50.8, menurut rilis data dari National Bureau of Statistics dan China Federation of Logistics & Purchasing kemarin di Beijing, dibandingkan dengan 50.7 pada perkiraan rata-rata oleh para analis di Bloomberg News. Angka pembacaan tersebut tertinggi sejak Desember tahun lalu, angka diatas 50 mengindikasikan kenaikan. Sementara itu secara terpisah, Para otoritas China mengurangi rasio persyaratan cadangan kas bagi beberapa perbankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi. (bgs)

Sumber : Bloomberg