PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Thursday, 14 January 2021

Best Profit | Wall Street Merosot Imbas Investor Tunggu Rincian Paket Stimulus Joe Biden

 


Best Profit (15/1) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah tipis pada perdagangan Kamis waktu setempat didorong saham teknologi yang tertekan. Wall street merosot karena pelaku pasar menunggu rincian paket stimulus ekonomi yang besar oleh Presiden Terpilih AS Joe Biden.

Pada perdagangan Kamis, 14 Januari 2021, wall street tertekan seiring indeks saham Dow Jones yang tergelincir 68,95 poin atau 0,2 persen ke posisi 30.991,52. Indeks saham Nasdaq merosot 0,1 persen menjadi 13.112,64 setelah mencapai level tertinggi sepanjang masa di awal sesi. Indeks saham S&P 500  susut 0,4 persen ke posisi 3.795,54.

Saham Facebook susut 2,4 persen. Sementara itu, saham Amazon, Netflix, Microsoft, Apple kompak turun lebih dari satu persen. Saham Alfabet melemah 0,9 persen. best profit

Presiden terpilih AS Joe Biden diharapkan mengungkap rencana stimulus yang akan mencakup dorongan untuk pembayaran langsung USD 600, perpanjangan asuransi pengangguran yang meningkat, dan dukungan untuk pemerintah negara bagian dan lokal. CNN melaporkan, stimulus dapat mencapai USD 2 triliun. Sedangkan New York Times ungkap dapat mencapai USD 1,9 triliun.

Pendiri Vital Knowledge Adam Crisafulli dalam catatannya paket stimulus USD 2 triliun sejalan dengan ekspektasi pasar sehingga mengangkat wall street.

Sentimen lainnya pada awal sesi perdagangan yaitu data uji coba menunjukkan vaksin COVID-19 Johnson&Johnson dengan satu dosis aman dan menghasilkan respons kekebalan yang menjanjikan. Saham Johnson&Johnson naik 1,8 persen. best profit

Namun, investor juga mencerna data klaim pengangguran yang lebih buruk dari perkiraan. Klaim pertama kali untuk asuransi pengangguran melonjak menjadi 965 ribu pada pekan lalu. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan klaim baru sebanyak 800 ribu.

Pasar saham cenderung bertahan di sesi sebelumnya bahkan ketika anggota DPR memilih untuk memakzulkan Presiden Donald AS kedua kalinya. Donald Trump pun menjadi presiden AS pertama yang pernah dimakzulkan dua kali. Hal ini seiring mayoritas bipartisan menuduh Trump menghasut kerusuhan di Capitol AS pada pekan lalu. best profit

Di sisi lain,tingkat suku bunga telah naik pada 2021 di tengah prospek peningkatan stimulus fiskal Amerika Serikat (AS) setelah Demokrat mengamankan mayoritas di DPR dan Senat. Harapan inflasi juga meningkat baru-baru ini. Namun, pejabat the Federal Reserve telah mencatat kebijakan moneter akan tetap mudah di masa mendatang.

"Ketika saatnya tiba untuk menaikkan suku bunga, kami pasti akan melakukannya, dan saat itu, tidak ada waktu lagi,” ujar Ketua The Federal Reserve Jerome Powell, demikian dilansir dari CNBC, Jumat, (15/1/2021).

Kepala AmeriVet Securities, Gregory Faranello menuturkan, the Federal Reserve akan terus meransang ekonomi . “Jika mereka akan meruncing, dunia akan mengetahuinya, tapi untuk saat ini, semua pembicaraan tentang pengurangan pada dasarnya telah dihentikan,” ujar Gregory. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 13 January 2021

Best Profit | Wall Street Bervariasi, Indeks Saham Nasdaq dan S&P 500 Kompak Menguat

 


Best Profit (14/1) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi dengan indeks saham S&P dan Nasdaq menguat pada perdagangan saham Rabu waktu setempat.

Indeks saham acuan tersebut menguat di wall street dipicu kenaikan saham teknologi seiring pelaku pasar mengawasi tingkat suku bunga, ketidakpastian politik yang muncul dari Washington dan pandemi COVID-19 yang masih berkecamuk.

Indeks saham S&P 500 naik 0,2 persen ke posisi 3.809,84. Indeks saham Nasdaq menguat 0,4 persen ke posisi 13.128,95. Sementara itu, indeks saham Dow Jones melemah 8,22 poin atau 0,03 persen ke posisi 31.060,47.

Intel melonjak hampir tujuh persen di tengah berita CEO Bob Swan akan mundur, dan efektif pada 15 Februari 2021. Kenaikan saham Intel mendorong saham teknologi lainnya antara lain Netflix naik 2,7 persen, Amazon menguat 1,4 persen, dan Apple naik lebih dari satu persen. best profit

Pergerakan saham di wall street juga dipengaruhi  tingkat bunga surat utang AS turun dari level tertinggi pada Maret. Tingkat bunga untuk obligasi bertenor 10 tahun turun lebih dari lima basis poin menjadi 1,092 persen.

Imbal hasil obligasi 30 tahun juga merosot menjadi 1,823 persen. Pada Selasa, suku bunga acuan diperdagangkan 1,187 persen. Di sisi lain, tingkat suku bunga tetap 10 tahun tetap lebih dari 15 basis poin di atas penutupan pada 2000 sebesar 0,92 persen.

Mengingat kenaikan suku bunga pada 2021, Credit Suisse merekomendasikan agar investor menyukai sektor yang pro siklus termasuk keuangan dan energi. Namun, kenaikan suku bunga dapat menganggu pertumbuhan saham yang menjadi pendukung pasar selama pandemi COVID-19. best profit

"Secara keseluruhan, kami yakin suku bunga akan stabil karena investor menyesuaikan diri dengan pergeseran ekspektasi inflasi. Kami terus mengharapkan kenaikan moderat pada 2021,” ujar UBS Credit Strategist Frank Sileo, seperti dilansir dari CNBC, Kamis, (14/1/2021).

Harapan untuk stimulus fiskal tambahan juga menjadi alasan dibalik pergerakan stabil yang lebih tinggi untuk imbal hasil.

"Reli pasar telah berhenti pada pekan ini. Sentimen dan indikator risiko terus mencerminkan optimism investor, dengan penyebaran kredit pada tingkat paling ketat sejak sebelum pandemi. Indikator kekhawatiran di tingkat tinggi, dan rasio put/call mendekati posisi terendah dalam sejarah,” ujar Chief of Investment Research Nationwide, Mark Hackett. best profit

Di sisi lain, kekacauan di Washington terus berlanjut. Wakil Presiden AS Mike Pence menyatakan tidak akan mencopot Presiden AS Donald Trump dari jabatannya.

Itu terjadi sebelum DPR yang dikuasai Demokrat menyetujui resolusi yang mendesak Pence dan kabinet untuk mendorong Trump keluar dari Gedung Putih setelah dia menghasut kerusuhan pekan lalu di Capitol.

DPR juga memberikan suara untuk mendakwa Trump untuk kedua kalinya. Trump meminta semua orang AS untuk membantu meredakan ketegangan politik.

Sementara itu, kasus COVID-19 juga terus meningkat di AS dan luar negeri. AS mencatat setidaknya 247.600 kasus COVID-19 baru dan setidaknya 3.340 kematian terkait COVID-19 setiap hari. Hal itu berdasarkan data Universitas John Hopkins.

Selain itu, ekonomi AS pun diprediksi kembali tumbuh pada akhir 2021. “Pada 2021, ekonomi AS akan mengalami penurunan yang kuat dari stimulus fiskal dan moneter tambahan ditambah dengan diakhirinya dampak pandemi terhadap ekonomi. Permintaan yang terputus-putus di industri yang terkena dampak COVID-19, dan inventaris yang dibutuhkan untuk kembali membangun akan semakin memacu pertumbuhan pekerjaan,” kata  Kepala Penelitian Investasi NationWide Mark Hackett. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 12 January 2021

Best Profit | Investor Fokus Pemulihan Ekonomi Topang Penguatan Wall Street

 


Best Profit (13/1) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street ditutup menguat tipis pada perdagangan saham Selasa waktu setempat. Pelaku pasar mempertimbangkan suku bunga lebih tinggi, kemungkinan stimulus dan kekacauan politik sehingga mempengaruhi bursa saham AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa, 12 Januari 2021, indeks saham Dow Jones naik 60 poin atau 0,2 persen ke posisi 31.068,69. Indeks saham Nasdaq menguat 0,3 persen ke posisi 13.072. Indeks saham S&P 500 naik terbatas menjadi 3.801,19.

Sejumlah saham yang mengangkat wall street antara lain saham Goldman Sachs naik 2,9 persen, dan mendorong indeks Dow Jones lebih tinggi. best profit

Saham JPMorgan Chase dan Bank of America masing-masing naik 1,6 persen dan 1,8 persen. Saham Charles Schwab naik 1,6 persen dan mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Sementara itu, bunga obligasi bertenor 10 tahun sempat diperdagangkan 1,18 persen, yang merupakan level tertinggi sejak Maret, dan akhirnya turun ke 1,13 persen. Suku bunga obligasi 30 tahun naik menjadi 1,88 persen, dan mencapai level tertinggi sejak Maret 2020.

"Ada perubahan jangka pendek di pasar. Pasar telah bergerak karena riak di Partai Demokrat dicermati dalam jangka pendek. Fokus pasar sekarang beralih ke pertumbuhan dan inflasi, serta mungkin kombinasi keduanya,” ujar Kepala AmeriVet Securities, Gregory Faranello, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (13/1/2021). best profit

Tingkat bunga telah meningkat sejak Partai Demokrat mengamankan posisi mayoritas di DPR dan Senat, serta membuka pintu untuk stimulus fiskal tambahan. Pada pekan lalu, Presiden Terpilih AS Joe Biden menjanjikan peluncuran stimulus ekonomi yang kabarnya akan mencapai triliunan dolar AS.

Akan tetapi, tingkat bunga lebih tinggi dapat membuat lebih mahal bagi perusahaan teknologi yang telah menjadi pemimpin pasar selama pandemi COVID-19. Perusahaan teknologi mengembangkan bisnis mereka melalui tambahan penerbitan utang.

Saham Facebook turun 2,2 persen, Alphabet melemah 1,1 persen, Microsoft dan Apple masing-masing turun lebih dari satu persen. best profit

“Ketika Anda berpikir tentang bekerja secara bertahap dalam 10 tahun lebih tinggi setelah menghabiskan sebagian besar tahun lalu di bawah 1 persen ini menimbulkan pertanyaan tentang valuasi, terutama yang berkaitan dengan teknologi,” ujar Chief Market Strategist National Securities, Art Hogan.

Adapun price earning ratio (PER) S&P 500 berada di 22,7, dan mendekati level tertinggi sejak 2000. CEO DoubleLine Capital Jeffrey Gundlach menunjukkan kalau valuasi saham relatif tinggi, dan hanya didukung oleh langkah stimulus dari the Federal Reserve.

“Kami khawatir bahwa kelipatan valuasi yang diperpanjang bisa menjadi melebar. Di sisi lain, kami lega melihat pendapatan perusahaan terus pulih seiring resesi ekonomi AS setelah lockdown selama dua bulan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Maret dan April 2020,” tulis CIO Yardeni Research, Ed Yardeni. best profit

Pada pekan lalu, wall street menguat ke level tertinggi sepanjang masa karena Wall Street mengabaikan kerusuhan di Capitol AS yang menyebabkan Partai Demokrat di DPR memperkenalkan artikel pemakzulan terhadap Presiden AS Donald Trump karena menghasut serangan itu.

Sejak itu, beberapa perusahaan media sosial telah menangguhkan dan melarang Trump dari platform mereka. Sentimen itu telah menekan sejumlah saham perusahaan media sosial.  Saham Twitter melemah 2,4 persen pada Selasa, dan sepanjang pekan ini susut 8,6 persen. Sedangkan Facebook melemah 6,2 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 11 January 2021

Best Profit | Terus Turun, Harga Emas Diprediksi di Bawah USD 1.800 per Ounce Pekan Ini

 


Best Profit (12/1) - Harga emas pada pekan ini diprediksi akan berada di bawah USD 1.800 per ounce. Akan sulit melihat harga emas menembus USD 1.800 pada pekan ini.

Tidak menutup kemungkinan harga emas akan berada di level USD 1.770.

"Saya ingin melihat emas di sekitar USD 1.850. Kita sudah melihat emas turun tepat di bawah USD 1.770. Saya akan kaget jika melihat harganya nanti tembus USD 1.800. Anda akan melihat bahwa pada akhirnya harga emas akan stabil," kata analis pasar OANDA, Edward Moya, seperti dikutip dari Kitco pada Senin (11/1/2020).

Co-director di Walsh Trading, Sean Lusk, menambahkan bahwa penurunan ke USD 1.850 telah terjadi pada Desember lalu, dan kemungkinan juga akan kembali terjadi. best profit

Banyak penjualan pada Jumat pekan lalu bersifat teknis. Harga emas di USD 1.800 harus bertahan karena itu adalah level terendah pada pertengahan Desember 2020.

"Pergerakan turun ke bawah USD 1.800 akan menjadi penurunan sekira 5 persen untuk tahun ini," kata Lusk.

Harga emas pada Jumat (8/1/2021) mengalami penurunan. Meskipun terjadi kerugian, analis memperkirakan pergerakan yang lebih rendah mungkin belum berakhir. best profit

Hal ini sebabkan beberapa faktor, yang salah satunya terkait pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS.

"Ada ketakutan besar bahwa kepemilikan ETF akan turun karena Presiden terpilih Joe Biden diprediksi akan lebih berhasil menekan pandemi Covid-19. Emas melihat penjualan teknis yang intens," kaya Moya.

PT Pegadaian (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menawarkan jasa jual dan beli emas. Layanan ini melengkapi jasa gadai yang telah ditawarkan sebelumnya. best profit

Ada beberapa jenis emas yang dijual oleh perusahaan yang berdiri sejak 1901 di Sukabumi Jawa Barat ini. Jenis emas yang terdaftar adalah emas Antam, emas Retro, emas Batik, dan emas UBS. Semua jenis emas itu hanya tersedia di outlet Pegadaian.

Setiap harinya harga emas yang dijual terus berubah. Pada Senin, 11 Januari 2021, harga emas di Pegadaian terpantau sebagian besar stabil jika dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 10 January 2021

Best Profit | Harga Minyak Cetak Rekor Tertinggi dalam Hampir Setahun

 


Best Profit (11/1) - Harga minyak mencapai level tertinggi dalam hampir satu tahun dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan pada perdagangan Jumat. Hal ini didukung oleh komitmen Arab Saudi untuk memangkas produksi dan keuntungan yang kuat di pasar ekuitas utama.

Melansir laman CNBC, Sabtu (9/1/2021), harga minyak mentah Brent naik 94 sen atau 1,8 persen menjadi USD 55,35 per barel, dan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik USD 1,41 atau 2,8 persen pada USD 52,24 per barel. Ini menjadi level tertinggi sejak akhir Februari.

Kedua harga patokan minyak ini berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 6 persen.

"Orang-orang menyadari pasar lebih ketat daripada sebelumnya dan bahwa komitmen Arab Saudi untuk mengurangi produksi akan menjaga keseimbangan pasar meskipun ada kekhawatiran tentang penutupan dari COVID," kata Phil Flynn, Analis Senior di Price Futures Group di Chicago. best profit

Arab Saudi minggu ini menjanjikan pengurangan produksi minyak tambahan secara sukarela sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada bulan Februari dan Maret sebagai bagian dari kesepakatan di mana sebagian besar produsen OPEC+ akan mempertahankan produksi stabil selama penguncian (lockdown) baru.

Para analis mengatakan harga minyak dapat mengalami koreksi dalam beberapa bulan mendatang jika permintaan bahan bakar tetap dibatasi oleh pandemi Covid-19.

Pembatasan ketat pada perjalanan dan aktivitas lain di seluruh dunia untuk menahan lonjakan kasus COVID-19 membebani penjualan bahan bakar, melemahkan prospek pemulihan permintaan energi pada paruh pertama 2021.

Pandemi tersebut mengklaim jumlah kematian tertinggi di AS pekan ini, memakan korban jiwa lebih dari 4.000 orang dalam satu hari, Sementara China melaporkan kenaikan terbesar dalam kasus harian dalam lebih dari lima bulan dan Jepang dapat memperpanjang keadaan darurat di luar wilayah Tokyo yang lebih besar. best profit

Reli ekuitas global mendorong indeks Nikkei Jepang dan saham AS ke rekor baru, karena investor fokus pada stimulus lebih lanjut untuk memperbaiki kerusakan ekonomi dari pandemi.

Kongres AS mungkin segera menyetujui lebih banyak bantuan pandemi, sebuah skenario yang menjadi lebih mungkin setelah Demokrat Georgia memenangkan kursi Senat yang menyerahkan kendali Demokrat atas kedua majelis Kongres begitu Biden dilantik sebagai Presiden AS.

"Kompleks energi menempatkan fokus khusus pada kemenangan demokratis dalam pemilihan umum Georgia yang, pada gilirannya, meningkatkan kemungkinan langkah-langkah stimulus yang lebih besar," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates. best profit

Harga minyak mentah dunia naik usai Arab Saudi yang merupakan eksportir terbesar dunia, secara sepihak setuju untuk memangkas produksi selama dua bulan ke depan dan karena stok minyak mentah AS yang turun.

Kerusuhan di Capitol AS oleh pendukung Presiden Donald Trump juga diprediksi akan berdampak pada pasar dan harga minyak. Meskipun beberapa analis yakin pemerintahan Presiden terpilih Joe Biden akan mampu menekan produksi minyak AS.

Melansir laman CNBC, Jumat (8/1/2021), harga minyak mentah Brent naik 22 sen, atau 0,41 persen, menjadi USD 54,52 per barel, setelah naik 1,3 persen sebelumnya. best profit

Adapun US West Texas Intermediate (WTI) naik 23 sen, atau 0,45 persen diperdagangkan pada posisi USD 50,86 per barel. Kontrak harga minyak ini naik 1,4 persen sehari sebelumnya.

Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar dunia, mengatakan akan secara sukarela memangkas 1 juta barel per hari (bph) produksi pada Februari dan Maret. Ini dilakukan usai OPEC +, yang mengelompokkan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen lain, termasuk Rusia, bertemu sebelumnya.

"Minyak mentah WTI tampaknya siap untuk naik lebih tinggi karena pemerintahan Biden akan menekan produksi minyak mentah AS, Saudi secara tentatif mengurangi kekhawatiran kelebihan pasokan dengan pemotongan 1 juta barel per hari mereka, dan karena hari-hari dolar tampaknya terhitung," kata Edward Moya, pasar senior analis di OANDA.

Menurut analis, Dolar yang lebih rendah, juga membuat harga minyak lebih murah karena komoditas tersebut sebagian besar diperdagangkan menggunakan greenback, juga mendukung harga. best profit

"Stok minyak mentah AS turun dan persediaan bahan bakar naik," mengutip penjelasan Lembaga Administrasi Informasi Energi AS.

Persediaan minyak mentah turun 8 juta barel dalam sepekan hingga 1 Januari menjadi 485,5 juta barel. Ini berbeda dengan jajak pendapat Reuters yang menunjukkan analis memperkirakan penurunan 2,1 juta barel.

Penurunan stok minyak mentah adalah kejadian akhir tahun yang biasa terjadi ketika perusahaan energi mengeluarkan minyak dari penyimpanan untuk menghindari tagihan pajak.

Namun, kenaikan harga WTI yang berkelanjutan dapat menyebabkan kebangkitan kembali output AS.

"Jika patokan AS membuat harga di atas USD 50 / bbl dan seterusnya, itu dapat mendorong tambahan pasokan AS, yang mungkin merepotkan dalam jangka panjang bagi banyak anggota OPEC +," kata Kevin Solomon, Analis Pasar energi di StoneX. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 7 January 2021

Best Profit | Gain Bursa Amerika Berlanjut, 2 Laporan Ekonomi Optimis Support Kekuatan

 


Best Profit (8/1) - Melanjutkan performa yang baik pada sesi sebelumnya, bursa saham Amerika kembali cetak gain kuat dengan semua indeks utamanya berada di posisi rekor pada perdagangan yang berakhir Jumat dini hari WIB (8/1/2021). Nasdaq yang paling menguat diantara 2 indeks lainnya setelah melemah pada sesi sebelumnya.

Indeks Nasdaq melonjak 326,69 poin atau 2,6 persen menjadi 13.067,48, sedangkan indeks  Dow Jones naik 211,73 poin atau 0,7 persen menjadi 31.041,13 dan indeks S&P 500 melonjak 55,65 poin atau 1,5 persen menjadi 3.803,79. Kekuatan saham di Wall Street  sebagai respon positif dari sertifikasi kemenangan calon presiden di AS oleh parlemen serta laporan ekonomi yang masuk. best profit

Departemen Tenaga Kerja melaporkan data secara tak terduga menunjukkan penurunan moderat dalam klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran di pekan yang berakhir 2 Januari. Klaim turun tipis ke 787.000, yang turun 3.000 dari posis minggu sebelumnya di 790.000. Data juga lebih rendah dari ekspektasi kenaikan ke 800.000.

Setelah itu Institute for Supply Management juga merilis laporan yang menunjukkan aktivitas sektor jasa di AS secara tak terduga tumbuh dengan kecepatan yang lebih cepat di bulan Desember. ISM mengatakan PMI jasa naik menjadi 57,2 pada Desember dari 55,9 pada November, sebelumnya diperkirakan indeks akan turun ke 54,6. best profit

Secara sektoral, penguatan sektor dipimpin oleh saham semikonduktor dengan mendorong Indeks Semikonduktor Philadelphia naik 3,9 persen ke rekor penutupan tertinggi. Saham Nvidia menjadi terkuat di sektor ini  setelah tim riset Citi menambahkan saham pembuat chip grafis ke dalam daftar Catalyst Watch.

Penguatan yang signifikan juga terlihat pada saham-saham perbankan dengan indeks KBW Bank melonjak 2,4 persen, mencapai level penutupan terbaiknya dalam lebih dari sepuluh bulan. Selanjutnya diikuti oleh kekuatan saham bioteknologi, perangkat lunak, perangkat keras komputer, saham perumahan, baja, dan energi. Sebaliknya terjadi pelemahan pada  saham utilitas. best profit

Sumber : Vibiznews

Wednesday, 6 January 2021

Best Profit | Wall Street Melonjak Imbas Harapan Tambahan Stimulus Fiskal di AS

 


Best Profit (7/1) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street menguat pada perdagangan saham Rabu waktu setempat. Penguatan wall street didorong indeks saham Dow Jones yang menguat ke level tertinggi seiring investor optimistis dengan prospek stimulus fiskal tambahan. Hal ini didukung dari hasil pemilihan putaran kedua di Georgia, AS.

Pada penutupan perdagangan saham Rabu, 6 Januari 2021, indeks saham Dow Jones naik 437,80 poin atau 1,4 persen ke posisi 30.829,40.

Indeks saham Dow Jones sempat naik lebih dari 600 poin pada awal sesi perdagangan dan mencapai level tertinggi sepanjang masa intraday. Indeks saham S&P 500 menguat 0,6 persen menjadi 3.748,14, dan mencapai rekor intraday. Indeks saham Nasdaq ditutup melemah 0,6 persen.

Di sisi lain, indeks saham CBOE yang mengukur kekhawatiran investor bergerak naik.  Hal itu dipicu pengunjuk rasa menyerbu Capitol setelah anggota parlemen bertemu untuk menghitung suara electoral college dan menyatakan Joe Biden sebagai pemenang pemilihan presiden. best profit

Namun, indeks saham Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat. Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun mencapai 1 persen untuk pertama kalinya sejak Maret.

Adapun pemilihan Georgia mempengaruhi pasar saham. Partai Demokrat Raphael Warnock diproyeksikan untuk memenangkan pemilihan khusus senat AS Georgia melawan petahana dari Partai Republik Kelly Loeffler. Dalam pemilihan senat lainnya, Senator Demokrat Jon Ossoff juga diproyeksikan mengalahkan senator Republik David Perdue.

Jika kedua Demokrat menang itu akan membuat keseimbangan di majelis tinggi dengan Wakil Presiden terpilih AS Kamala Harris sebagai pemecah suara untuk memberi kendali partai atas senat. Beberapa investor berspekulasi dengan hasil pemilihan karena dapat memfasilitasi bantuan penanganan COVID-19 dan meningkatkan harapan untuk pemulihan ekonomi negara. best profit

"Saya yakin ada harapan, bahwa akan ada lebih banyak pengeluaran. Jika Demokrat meraih dua kursi, tidak ada keraguan dalam pikiran saya akhir tahun ini diperlukan lebih banyak pengeluaran,” ujar Chairman Srategas Jason Trennert, seperti dilansir dari CNBC, Kamis (7/1/2021).

Sementara itu, Kepala Riset Fundstrat Global Advisors Tom Lee menuturkan, hasil pemilihan Georgia memberikan kejelasan pada prospek pasar. Ini berdampak positif.

"Saya tidak tahun masa depan, tetapi bagi saya ketidakpastian pemilihan bisa dibilang lebih besar dari hasil sebenarnya,” ujar Lee. best profit

Goldman Sachs mengharapkan paket stimulus besar lainnya mencapai USD 600 miliar dalam waktu dekat jika Demokrat menang dan mengambil alih senat.

Saham JPMorgan Chase dan Bank of America masing-masing naik 4,7 persen dan 6,3 persen di tengah imbal hasil 10 tahun yang melampaui satu persen.

Di sisi lain, sektor saham teknologi cenderung tertekan seiring kekhawatiran tarif pajak lebih tinggi. Prospek stimulus baru juga membuat saham teknologi kurang menarik. Saham Facebook dan Amazon turun lebih dari dua persen. Sedangkan Netflix melemah 3,9 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 5 January 2021

Best Profit | Saham Wall Street Rebound oleh Lonjakan Harga Minyak Mentah

 


Best Profit (6/1) - Tekanan profit taking awal tahun di bursa saham Amerika tidak berlanjut pada perdagangan yang berakhir Rabu (6/1/2021), semua indeks Wall Street bergerak kuat kembali. Meskipun terjadi fluktuasi awal sesi, kemudian hingga penutupan bertahan di zona hijau dengan dukungan lonjakan saham energi.

Indeks Dow Jones  naik 167,71 poin atau 0,6 persen menjadi 30.391,60, indeks Nasdaq melonjak 120,51 poin atau 1 persen menjadi 12.818,96 dan indeks S&P 500 naik 26,21 poin atau 0,7 persen menjadi 3.726,86. Lonjakan saham energi  diuntungkan dari kenaikan tajam harga minyak mentah. best profit

Harga minyak mentah melonjak 4% lebih per barel karena Arab Saudi mengatakan akan memangkas produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari sebagai bagian dari kesepakatan dengan OPEC dan sekutunya untuk menjaga tingkat produksi secara keseluruhan sebagian besar tidak berubah.

Dan secara sektoral, penguatan sektor dipimpin oleh sektor energi dengan Philadelphia Oil Service Index melonjak 7,5 persen, NYSE Arca Oil Index dan NYSE Arca Natural Gas Index masing-masing melonjak 5,1 persen dan 4,8 persen. Selanjutnya saham baja dengan  kenaikan 3,7 persen oleh NYSE Arca Steel Index, penutupan terbaiknya dalam lebih dari dua tahun. best profit

Saham kimia juga menunjukkan kinerja yang kuat pada hari itu, mendorong Indeks Sektor Kimia S&P naik 2,6 persen ke rekor penutupan tertinggi. Demikian saham maskapai penerbangan, tembakau dan semikonduktor juga menunjukkan pergerakan naik yang signifikan.

Penguatan di Wall Street mendapat sentimen dari optimisme investor  tentang pemulihan ekonomi meskipun ada lonjakan kasus virus korona baru-baru ini. Menambah sentimen positif, laporan yang dirilis oleh Institute for Supply Management menunjukkan akselerasi yang tidak terduga dalam laju pertumbuhan aktivitas manufaktur di bulan Desember. Data PMI Manufaktur  naik menjadi 60,7 pada Desember setelah turun ke 57,5 ​​pada November,  level tertinggi sejak mencapai 61,3 pada Agustus 2018. best profit

Sumber : Vibiznews

Monday, 4 January 2021

Best Profit | Kasus COVID-19 Global Melonjak, Wall Street Anjlok pada Awal 2021

 


Best Profit (5/1) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street merosot pada perdagangan pertama 2021. Hal tersebut dipicu kekhawatiran tentang kasus COVID-19 global dan pemilihan putaran kedua Georgia.

Indeks saham Dow Jones melemah 382,59 poin atau 1,3 persen ke posisi 30.223,89. Dow Jones sempat turun lebih dari 700 poin. Pada perdagangan saham Senin waktu setempat menunjukkan awal negatif untuk memulai perdagangan awal tahun sejak 2016.

Sementara itu, indeks saham S&P 500 susut 1,5 persen menjadi 3.700,65. Indeks saham Nasdaq melemah 1,5 persen ke posisi 12.698,45. Indeks saham Dow Jones dan S&P 500 alami rekor tertinggi pada pembukaan sebelum berbalik arah ke posisi lebih rendah. best profit

Pada perdagangan awal pekan ini tercatat aksi jual terbesar sejak 28 Oktober untuk Dow Jones dan S&P 500. Sementara indeks saham Nasdaq mencatat kinerja harian terburuk sejak 9 Desember.

"Pada masa saya telah melihat reli (indeks-red) bergerak liar dengan banyak saham yang salah harga tetapi ada satu kesamaan yang mereka miliki. Akhirnya mereka terpukul dan alami koreksi besar yang menyakitkan,” ujar Investor Carl Icah, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (5/1/2021).

Adapun saham yang menekan indeks Dow Jones antara lain saham Coca-Cola dan Boeing masing-masing turun 3,8 persen dan 5,3 persen. Sektor saham real estate susut 3,2 persen, dan memimpin penurunan indeks saham S&P 500.

Sentimen lainnya yang menekan perdagangan saham juga karena trader cemas atas meningkatnya jumlah kasus COVID-19 di dunia dan potensi dampaknya ke pemulihan ekonomi global.

Di Inggris Raya, Perdana Menteri Boris Johnson memberlakukan lockdown nasional di Inggris untuk mencegah penyebaran varian baru virus COVID-19. Sebagai bagian dari pembatasan baru, warga hanya dapat meninggalkan rumah untuk keperluan penting, bekerja dari rumah. Sebagian besar sekolah juga akan beralih ke pembelajaran jarak jauh termasuk universitas. best profit

“Saya benar-benar memahami ketidaknyamanan dan tekanan perubahan terhadap jutaan orang dan orangtua di seluruh negeri,” ujar Johnson.

Ia menuturkan, masalahnya bukan karena sekolah tidak aman untuk anak-anak. Akan tetapi, masalahnya adalah sekolah dapat bertindak sebagai vektor penularan, menyebabkan virus menyebar antar rumah tangga.

Berdasarkan data yang dikumpulkan Universitas John Hopkins menunjukkan lebih dari 85 juta kasus COVID-19 termasuk 20,7 juta di Amerika Serikat (AS) dan 2,7 juta di Inggris. best profit

Wall Street juga mengawasi Georgia saat negara bagian itu bersiap untuk pemilihan putaran kedua senat pada Selasa, 5 Januari 2020 yang dapat menjadikan Partai Demokrat mayoritas di majelis.

“Jika GOP hanya memenangkan satu kursi, mereka kemungkinan akan menghalangi beberapa proposal Biden yang lebih ambisius, tetapi sapuan Demokrat dari kedua pemilihan itu mungkin akan memberikan kebebasan kepada pemerintahan yang akan datang dalam agenda kebijakan mereka,” tulis CIO Glenmede, Jason Pride.

Sementara itu, Chief Invesment Strategist Oppeneheimer, John Stoltzfus menuturkan, indeks saham S&P 500 bisa turun 10 persen jika kandidat Demokrat memenangkan pemilihan umum Georgia. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 3 January 2021

Best Profit | Wall Street Perkasa di Akhir 2020, Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi dalam Sejarah

 


Best Profit (4/1) - Wall Street menguat pada penutupan perdagangan kamis (Jumat pagi waktu Jakarta), yang merupakan perdagangan terakhir di 2020. Bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini menutup tahun yang penuh goncangan dengan rekor baru.

Mengutip CNBC, Jumat (1/1/2021), Dow Jones Industrial Average dan S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa. Dow Jones ditutup naik 196,92 poin atau 0,7 persen menjadi 30.606,48. Sedangkan S&P 500 naik 0,6 persen menjadi 3.756,07.

Untuk Nasdaq Composite naik 0,1 persen menjadi 12.888,28. Rata-rata indeks acuan utama mencapai rekor tertinggi di awal perdagangan. best profit

Saham Intel naik 2,2 persen dan menjadi pendorong utama di indeks Dow Jones. Sedangkan sektor keuangan dan utilitas masing-masing naik lebih dari 1 persen dan menjadi pendorong kenaikan S&P 500.

Pendorong kenaikan Wall Street ini salah satunya adalah rilis data ekonomi yaitu klaim pengangguran mingguan AS yang lebih baik dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja melaporkan bahwa jumlah pelapor tunjangan pengangguran pertama kali di angka 787 ribu untuk pekan yang berakhir 26 Desember.

Angka tersebut jauh lebih baik dari perkiraan ekonom dan analis. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan jumlah klaim tunjangan pengangguran di angka 828 ribu orang.

“Meskipun perbaikan tidak sesuai dengan narasi intensifikasi pembatasan kegiatan karena Covid-19, kami tetap menerimanya,” tulis ekonom pasar uang di Jefferies, Thomas Simons. best profit

Bursa saham terjatuh cukup dalam pada Februari dan Maret karena pandemi Covid-19 menyebar ke luar China dan memaksa negara-negara melakukan lockdown yang menghentikan aktivitas ekonomi. Indeks S&P 500 mengalami penarikan dana sebesar 30 persen, tercepat yang pernah tercatat.

Namun usai mencapai titik terendah pada akhir Maret, dan di tengah tindakan besar-besaran dari Federal Reserve dengan memberikan berbagai stimulus moneter, bursa saham berbalik arah secara dramatis dan mencetak serangkaian rekor tertinggi sebelum akhir tahun.

Rekor terbaru tercetak usai adanya peluncuran beberapa vaksin Covid-19 dan paket bantuan ekonomi baru dari Kongres. best profit

Nasdaq Composite yang berdasarkan saham-saham sektor teknologi naik tinggi yaitu 43,6 persne di tahun ini, membukukan kinerja satu tahun terbaiknya sejak 2009.

Sedangkan untuk indeks S&P 500 menutup tahun 2020 dengan kenaikan 16,3 persen. Untuk Dow Jones naik 7,3 persen pada 2020.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata kepala analis CFRA Research, Sam Stovall. "Kami tidak pernah harus berurusan dengan hal seperti ini," lanjut dia.

Berbagai rekor ini memang terjadi di tengah pergerakan harian yang tajam yang membuat investor paling berpengalaman sekalipun tetap harus waspada menghadapi perdagangan saham sepanjang tahun ini. best profit

Sumber : Liputan6