PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Wednesday, 30 September 2020

Best Profit | Wall Street Menguat Ditopang Harapan Stimulus Covid-19

 


Best Profit (1/10) - Saham di AS menguat pada perdagangan Rabu. Hal ini di tengah meningkatnya harapan untuk stimulus virus corona lebih lanjut. Namun rata-rata saham utama masih membukukan penurunan sejak Maret.

Dikutip dari CNBC, Kamis (1/10/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup naik 329,04 poin atau 1,2 persen menjadi 27.781,70, setelah melompat 573 poin pada sesi tertinggi.

S&P 500 naik 0,8 persen atau 27,53 poin menjadi 3.363,00. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,7 persen atau 82,26 poin menjadi 11.167,51. best profit

Saham memangkas keuntungan pada sesi akhir perdagangan setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin gagal mencapai kesepakatan bantuan virus corona.

Pasangan itu akan melanjutkan pembicaraan saat mereka mencoba menyusun paket kelima yang dapat melewati kedua kamar Kongres. Pasar melonjak di awal sesi setelah Mnuchin mengatakan anggota parlemen memberikan RUU itu upaya serius. best profit

Sentimen terbantu oleh data ekonomi yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah pekerjaan sektor swasta bulanan ADP menunjukkan pertumbuhan 749 ribu pada September, di atas 600 ribu yang diharapkan dari survei ekonom Dow Jones.

Sementara itu, penjualan rumah tertunda melonjak 8,8 persen pada Agustus, menandai laju tertinggi dalam catatan, menurut survei National Association of Realtors. best profit

Saham-saham yang sensitif terhadap pemulihan ekonomi, termasuk bank dan operator kapal pesiar, mengalami kenaikan terbesar pada perdagangan Rabu. Goldman Sachs naik lebih dari 2 persen, sementara Citigroup naik 1,6 persen. Norwegian Cruise naik lebih dari 3 persen dan Boeing naik 1 persen.

Namun, rata-rata saham utama mengalami penurunan bulanan pertama sejak Maret sebagian karena koreksi yang disebabkan oleh saham teknologi pada awal September. S&P 500 turun 3,9 persen, sedangkan Dow dan Nasdaq Composite turun masing-masing 2,3 persen dan 5,2 persen pada September. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 29 September 2020

Best Profit | Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Selama Seminggu

 


Best Profit (30/9) - Harga emas naik ke level tertinggi dalam sepekan pada hari Selasa karena dolar melemah dan harapan naik untuk stimulus fiskal tambahan untuk ekonomi Amerika, menjelang debat presiden AS yang pertama.

Dikutip dari CNBC, Rabu (30/9/2020), harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD 1,889,85 per ounce sementara emas berjangka AS naik 0,7 persen menjadi USD 1,895,70.

"Karena kami melihat prospek stimulus yang lebih baik, kami memahami ada kecenderungan melemahnya mata uang domestik, dalam hal ini dolar melemah dan mendukung emas dan perak," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Pada titik ini, Menteri Keuangan AS Steve Mnuchin dan Ketua DPR Nancy Pelosi "perlahan-lahan menyetujui rencana stimulus kedua, jelas merupakan lingkungan yang mendukung," tambahnya. best profit

Mnuchin dan Pelosi dijadwalkan untuk berbicara pada hari Selasa tentang undang-undang bantuan virus corona, kata penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow.

Ini terjadi setelah Pelosi pada hari Senin mengatakan anggota parlemen Demokrat mengumumkan tagihan bantuan virus corona senilai USD 2,2 triliun.

Emas, dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang, telah naik sekitar 24 persen sepanjang tahun ini didukung oleh stimulus moneter dari bank sentral utama dan pemerintah.

Menopang harga emas, dolar turun 0,4 persen terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena pasar menunggu debat presiden pertama antara Presiden Donald Trump dan saingan Demokrat, Joe Biden pada 2100 ET (0100 GMT).

"Gelombang mungkin bergeser sedikit kembali ke emas," kata James Steel, kepala analis logam mulia di HSBC dalam sebuah catatan. best profit

"Karena fokus pasar bergeser lebih tegas ke pemilu AS dan ketidakpastian yang dibawa oleh siklus pemilu ini, sepertinya harga emas dan perak telah mendapat penangguhan hukuman dari likuidasi besar-besaran minggu lalu."

Survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco memperlihatkan bahwa pelaku pasar sulit untuk menentukan harga emas. Alasannya, belum ada sentimen jangka pendek yang bisa menunjukkan harga emas akan melambung dalam waktu dekat.

"Begitu banyak ketidakpastian dan volatilitas di pasar sehingga sulit untuk ditebak gerak emas dalam waktu dekat ini," jelas Kepala Perdagangan MKS (Switzerland) SA, Afshin Nabavi dikutip dari Kitco, Senin (27/9/2020). best profit

Pendapat analis sendiri terbagi rata di tiga posisi pada pekan ini. Dari 16 analis yang disurvei, sebanyak enam atau 38 persen analis memperkirakan harga emas akan naik. Tak berbeda jauh, analis yang memperkirakan harga emas akan melemah dan mendatar masing-masing lima orang atau sekitar 31 persen.

Sedangkan sebagian pelaku pasar memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan. Hal ini terjadi karena sentimen bullish telah mencapai level terendah sejak awal tahun.

Pergeseran sentimen dari bullish menjadi bearish terjadi setelah harga emas mengalami penurunan yang sangat signifikan minggu kemarin. Harga emas tertekan hingga di bawah USD 1.900 per ounce. best profit

Harga emas mengakhiri minggu kemarin dengan turun lebih dari USD 100 atau 5 persen dari periode pekan sebelumnya.

Analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, bearish pada harga emas akan terjadi pada pekan ini karena sepertinya dolar AS memiliki ruang untuk bergerak sedikit lebih tinggi.

“Ini bukan tentang emas tetapi lebih tentang dolar AS. Mata uang tersebut memiliki kekuatan yang lebih besar,” jelas dia.

“Dolar AS telah mendominasi semua pasar dan harga emas tidak bisa menghindarinya. Saya pikir kita perlu melihat guncangan emas lagi sebelum investor kembali ke pasar." tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 28 September 2020

Best Profit | Harga Emas Menguat Jelang Debat Capres AS

 


Best Profit (29/9) - Harga emas naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong utama kenaikan harga emas adalah pelemahan dolar AS jelang debat calon Presiden (Capres) AS pada pekan ini.

Namun, kenaikan harga emas dibatasi oleh penguatan yang terjadi di bursa saham atau Wall Street.

Mengutip CNBC, Selasa (29/9/2020), harga emas di pasar spot naik 1,0 persen menjadi USD 1.878,33 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,9 persen menjadi USD 1.882.30 per ounce.

"Harga emas telah pulih dari kerugian karena penguatan dolar AS telah mereda dan suku bunga riil telah turun tipis," kata analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

"Ada banyak peristiwa yang memiliki risiko tinggi pada minggu ini. Hal ini bisa menjadi peluang bagi emas untuk naik. Risiko tersebut mulai dari debat presiden AS hingga data pengangguran dan inflasi," tambahnya.

Presiden Donald Trump dan mantan Wakil Presiden Joe Biden akan saling berhadapan dalam debat presiden pertama mereka pada hari Selasa.

Namun, kenaikan harga emas batangan dibatasi karena saham naik, terutama didorong oleh data selama akhir pekan yang menunjukkan laba di perusahaan industri China tumbuh untuk empat bulan berturut-turut di bulan Agustus. best profit

“Harga emas telah menemukan level dukungan teknis baru di USD 1.850 per ounce. Anda mungkin melihat investor emas mulai merasa sedikit lebih percaya diri, ”kata analis senior OANDA New York, Edward Moya.

Sebelumnya, survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco memperlihatkan bahwa pelaku pasar sulit untuk menentukan harga emas. Alasannya, belum ada sentimen jangka pendek yang bisa menunjukkan harga emas akan melambung dalam waktu dekat.

"Begitu banyak ketidakpastian dan volatilitas di pasar sehingga sulit untuk ditebak gerak emas dalam waktu dekat ini," jelas Kepala Perdagangan MKS (Switzerland) SA, Afshin Nabavi dikutip dari Kitco, pada Senin 28 September 2020.

Pendapat analis sendiri terbagi rata di tiga posisi pada pekan ini. Dari 16 analis yang disurvei, sebanyak enam atau 38 persen analis memperkirakan harga emas akan naik. Tak berbeda jauh, analis yang memperkirakan harga emas akan melemah dan mendatar masing-masing lima orang atau sekitar 31 persen. best profit

Sedangkan sebagian pelaku pasar memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan. Hal ini terjadi karena sentimen bullish telah mencapai level terendah sejak awal tahun.

Pergeseran sentimen dari bullish menjadi bearish terjadi setelah harga emas mengalami penurunan yang sangat signifikan minggu kemarin. Harga emas tertekan hingga di bawah USD 1.900 per ounce.

Harga emas mengakhiri minggu kemarin dengan turun lebih dari USD 100 atau 5 persen dari periode pekan sebelumnya.

Analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, bearish pada harga emas akan terjadi pada pekan ini karena sepertinya dolar AS memiliki ruang untuk bergerak sedikit lebih tinggi.

“Ini bukan tentang emas tetapi lebih tentang dolar AS. Mata uang tersebut memiliki kekuatan yang lebih besar,” jelas dia.

“Dolar AS telah mendominasi semua pasar dan harga emas tidak bisa menghindarinya. Saya pikir kita perlu melihat guncangan emas lagi sebelum investor kembali ke pasar." tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 27 September 2020

Best Profit | Harga Emas Sulit Melambung Sepanjang Pekan Ini

 


Best Profit (28/9) - Survei mingguan yang dilakukan oleh Kitco memperlihatkan bahwa pelaku pasar sulit untuk menentukan harga emas. Alasannya, belum ada sentimen jangka pendek yang bisa menunjukkan harga emas akan melambung dalam waktu dekat.

"Begitu banyak ketidakpastian dan volatilitas di pasar sehingga sulit untuk ditebak gerak emas dalam waktu dekat ini," jelas Kepala Perdagangan MKS (Switzerland) SA, Afshin Nabavi dikutip dari Kitco, Senin (27/9/2020).

Pendapat analis sendiri terbagi rata di tiga posisi pada pekan ini. Dari 16 analis yang disurvei, sebanyak enam atau 38 persen analis memperkirakan harga emas akan naik. Tak berbeda jauh, analis yang memperkirakan harga emas akan melemah dan mendatar masing-masing lima orang atau sekitar 31 persen.

Sedangkan sebagian pelaku pasar memperkirakan harga emas akan mengalami tekanan. Hal ini terjadi karena sentimen bullish telah mencapai level terendah sejak awal tahun. best profit

Pergeseran sentimen dari bullish menjadi bearish terjadi setelah harga emas mengalami penurunan yang sangat signifikan minggu kemarin. Harga emas tertekan hingga di bawah USD 1.900 per ounce.

Harga emas mengakhiri minggu kemarin dengan turun lebih dari USD 100 atau 5 persen dari periode pekan sebelumnya.

Analis SIA Wealth Management Colin Cieszynski mengatakan, bearish pada harga emas akan terjadi pada pekan ini karena sepertinya dolar AS memiliki ruang untuk bergerak sedikit lebih tinggi.

“Ini bukan tentang emas tetapi lebih tentang dolar AS. Mata uang tersebut memiliki kekuatan yang lebih besar,” jelas dia.

“Dolar AS telah mendominasi semua pasar dan harga emas tidak bisa menghindarinya. Saya pikir kita perlu melihat guncangan emas lagi sebelum investor kembali ke pasar." tambah dia. best profit

Sebelumnya, harga emas jatuh pada hari Jumat, begerak di dekat level terendah selama dua bulan terakhir. Ini karena investor mencari perlindungan dalam dolar dari meningkatnya kasus virus corona dan ketidakpastian atas stimulus AS berikutnya untuk membantu perekonomian.

Dikutip dari  CNBC, Sabtu (26/9/2020), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1,864,39 per ounce, sementara emas berjangka AS turun 0,6 persen pada USD 1,866,30 per ounce.

"Partai Republik dan Demokrat berada di halaman yang sama tentang menempatkan beberapa stimulus tetapi mereka tidak dapat memutuskan jumlah dan ketidakpastian yang mendorong investor memilih dolar," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA di New York. best profit

Untuk minggu ini, harga emas turun sekitar 4,4 persen sejauh ini, terbesar setidaknya dalam enam minggu, karena dolar ditetapkan untuk minggu terbaiknya sejak awal April. Dolar yang lebih kuat membuat komoditas yang dihargai dalam mata uang, seperti emas, lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan unit moneter lain.

Seorang anggota parlemen utama mengatakan Demokrat di DPR AS sedang mengerjakan paket stimulus virus corona senilai USD 2,2 triliun yang dapat dipilih minggu depan.

Federal Reserve minggu ini berbicara tentang pentingnya lebih banyak stimulus fiskal di tengah kekhawatiran investor akan pukulan ekonomi lain dari pandemi virus corona.

Saham ditetapkan untuk jatuh paling banyak untuk setiap minggu sejak Juni karena kekhawatiran atas gelombang kedua penguncian terkait virus membebani selera risiko investor. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 24 September 2020

Best Profit | Dipimpin Saham Teknologi, Bursa Saham AS Mencoba Bangkit


 

Best Profit (25/9) - Saham berjangka AS menguat tipis pada Kamis malam karena indeks pasar mencoba menghindari kerugian selama empat minggu berturut-turut.

Dikutip dari CNBC, Jumat (25/9/2020), futures untuk Dow Jones Industrial Average naik sekitar 70 poin, atau 0,2 persen. Kontrak yang terkait dengan S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,3 persen dan 0,4 persen.

Tiga indeks utama AS bertahan pada kenaikan selama sesi perdagangan pada Kamis, tetapi masih negatif untuk minggu ini. Nasdaq Composite sedikit mengungguli, menguat sekitar 0,4 persen, dan juga menjadi indeks berkinerja terbaik minggu ini.

Kinerja luar biasa untuk saham teknologi berat yang mengalami pembalikan dari sebelumnya selama tren pasar yang melemah. Sebagian besar kerugian bulan September terkonsentrasi pada saham teknologi, yang membawa beban berat pada indeks. best profit

Saham Apple naik 1 persen pada hari Kamis tetapi masih turun lebih dari 19 persen dari penutupan tertinggi baru-baru ini pada 1 September.

Russ Koesterich, direktur pelaksana dan manajer portofolio di Blackrock, mengatakan pada "Closing Bell" CNBC bahwa timnya telah mengambil untung di beberapa saham teknologi tinggi pada akhir Agustus dan kemudian membeli lebih banyak saham siklikal selama penurunan pasar baru-baru ini.

“Apa yang kami coba lakukan dalam beberapa minggu terakhir adalah meningkatkan eksposur siklus sedikit. Bukan berarti kami berpikir saham teknologi akan melemah. Kami masih menyukai temanya. Namun dalam basis taktis jangka pendek, kami merasa nyaman dengan ekonomi, kami pikir kami akan terus melihat peningkatan, dan kami mencari nama yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan itu," kata Koesterich. best profit

Keadaan pemulihan ekonomi telah menjadi topik hangat dalam beberapa pekan terakhir di Wall Street, terutama setelah kematian Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg membuat banyak ahli strategi menurunkan peluang untuk paket bantuan lain sebelum pemilihan.

Pada hari Kamis, Goldman Sachs memangkas proyeksi kuartal keempatnya untuk pertumbuhan produk domestik bruto menjadi 3 persen secara tahunan, turun dari 6 persen.

Demokrat DPR sedang mempersiapkan paket bantuan senilai USD 2,4 triliun yang dapat mereka pilih secepatnya minggu depan, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan kepada CNBC. RUU itu akan mencakup peningkatan tunjangan pengangguran dan bantuan untuk maskapai penerbangan. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 23 September 2020

Best Profit | Anjlok 2 Persen, Harga Emas Sentuh Level Terendah Sejak Awal Agustus

 


Best Profit (24/9) - Harga emas merosot lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta). Penurunan harga emas ini karena tekanan akibat penguatan dolar AS.

Investor tengah menunggu tanggapan lebih lanjut dari bank Sentral AS di tengah ketidakpastian ekonomi.

Mengutip CNBC, Kamis (24/9/2020), harga emas di pasar spot turun 1,9 persen menjadi USD 1.862,56 per ounce, setelah mencapai level terendah sejak 22 Juli di USD 1,861.60 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 2,1 persen menjadi USD 1.868,40 per ounce.

"Emas saat ini mengambil isyarat dari dolar AS dan kekuatan dolar AS terus membebani emas," kata analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

"Harga emas akan terus diuji dari posisi terendah dari awal Agustus. Level dukungan teknis berikutnya adalah sekitar USD 1.840 per ounce, namun harga mendekati wilayah oversold." tambah dia.

Indeks dolar AS mencapai level tertinggi dalam delapan minggu. Tentu saja hal ini meredupkan daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Harga emas turun, meskipun saham AS melemah setelah data menunjukkan aktivitas bisnis AS turun pada bulan September.

“Investor menunggu dan mengawasi apa yang akan dilakukan bank sentral utama selanjutnya. Saat ini sebagian besar kebijakan moneter dan fiskal yang tersedia telah diterapkan. " jelas Phillip Streible, kepala analis Blue Line Futures di Chicago.

Sebelumnya, harga emas baru-baru ini sangat bergantung pada pasar saham. Dengan keadaan seperti itu, analis dengan hati-hati mengamati potensi pergerakan uang tunai jika ada aksi jual di pasar utama. best profit

Harga emas terus diperdagangkan di tengah kisaran USD 1.900- USD 2.000 per ons. Pada Jumat (18/9/2020) pekan lalu, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1.958, naik 0,46 persen pada hari itu.

"Salah satu katalis utama dari pasar logam sampai kita mendekati pemilihan adalah pasar ekuitas," kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (21/9/2020).

Valuasi di ruang ekuitas sangat memprihatinkan mengingat perekonomian masih dalam tahap awal pemulihan. “Jika pasar ekuitas terpukul dan menjual, itu akan menjadi negatif bagi kompleks industri - palladium, platinum, perak, dan akan menyeret emas turun bersamanya," jelas Hug.

"Selama harga emas bisa bertahan di USD 1.925, saya yakin logam akan naik ke pemilihan dengan peringatan bahwa pasar ekuitas tidak mengambil lebih dari 5 persen hit," imbuh dia. best profit

Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek memperkirakan emas akan naik pada pekan ini dengan kisaran harga di USD 1.960 per ounce pada sisi atas dan USD 1.933-1935 pada sisi bawah.

Sebagai catatan, saat pasar mulai mendekati pemilu AS pada November mendatang, volatilitas di pasar saham dan juga ruang logam mulia akan meningkat. Pedagang mungkin takut akan ketidakpastian dan menunggu sampai hasil pemilihan jelas.

"Kami semakin terpuruk dalam musim politik di AS yang semakin jelas. Kami mendapatkan komentar yang sangat agresif dari Presiden, Demokrat, kami melihat retorika agresif tentang China dan kebijakan pajak. Itu akan menciptakan semacam jumlah yang signifikan volatilitas. Pasar mungkin khawatir tentang pernyataan tertentu," kata Melek. best profit

"Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan emas. Tetapi jika kita mengalami krisis likuiditas penuh, itu tidak akan baik untuk apa pun. Orang akan kembali ke uang tunai," sambung Melek.

Di sisi lain, Analis di bidang emas juga mengamati meningkatnya kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di Eropa, dapat berdampak signifikan pada pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun, sebagian besar belum yakin bahwa kenaikan kasus akan menyebabkan penutupan yang signifikan seperti di bulan Maret lalu.

"Kami menduga bahwa penurunan ekuitas global selama beberapa hari terakhir akan berumur pendek kecuali kenaikan kasus baru mulai membebani ekonomi lagi," kata ekonom Capital Economics, Jessica Hinds. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 22 September 2020

Best Profit | Harga Emas Turun Lagi Menanti Kepastian The Fed

 


Best Profit (23/9) - Harga emas turun untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Selasa karena dolar naik mendekati puncak dua bulan. Di sisi lain investor mengawasi dengan cermat pernyataan dari pejabat Federal Reserve AS tentang keadaan ekonomi.

Jalan ke depan untuk ekonomi tetap tidak pasti dan bank sentral AS akan berbuat lebih banyak jika diperlukan, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada panel kongres pada hari Selasa.

Secara terpisah, Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengatakan ekonomi AS berisiko resesi, jika Kongres AS gagal meloloskan paket fiskal.

Dikutip dari CNBC, Rabu (23/9/2020), harga emas di psar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1,904.34 per ounce, membalikkan kenaikan sebelumnya. Emas berjangka AS turun 0,2 persen pada 1.907,60 per ounce. best profit

Aksi jual tajam di seluruh kelas aset pada hari Senin menyeret emas turun ke level terendah sejak 12 Agustus, di USD 1.882,70.

“Ketika kita melihat emas dan ekuitas turun pada saat bersamaan, investor membutuhkan uang tunai. Logam mulia selalu menjadi sumber yang baik untuk menghasilkan uang. Itu adalah faktor kemarin, tetapi hari ini kami pikir sebagian besar dolar dan teknis," kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di TIAA Bank.

"Dolar mempertahankan kekuatannya dan pada dasarnya itu membebani harga emas," tambahnya. best profit

Dolar mencapai level tertinggi sejak akhir Juli terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, dengan kurangnya kemajuan Washington dalam mencapai kesepakatan stimulus fiskal.

Harapannya adalah bahwa lewatnya Hakim Ruth Bader Ginsburg akan menciptakan perpecahan tambahan antara Demokrat dan Republik, yang akan mengarah pada kemungkinan yang lebih kecil dari rencana stimulus yang diajukan, kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

Meningkatnya kasus virus corona telah membayangi harapan pemulihan ekonomi yang cepat dan mendorong bank sentral untuk melonggarkan sikap moneter mereka, membantu harga emas naik sekitar 25 persen sepanjang tahun ini.

Tapi, harga emas telah mengupas keuntungan sejak mencapai rekor puncak pada Agustus karena Kongres AS selama berminggu-minggu tetap menemui jalan buntu mengenai ukuran dan bentuk RUU tanggapan virus korona berikutnya. best profit

Harga emas baru-baru ini sangat bergantung pada pasar saham. Dengan keadaan seperti itu, analis dengan hati-hati mengamati potensi pergerakan uang tunai jika ada aksi jual di pasar utama.

Harga emas terus diperdagangkan di tengah kisaran USD 1.900- USD 2.000 per ons. Pada Jumat (18/9/2020) pekan lalu, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1.958, naik 0,46 persen pada hari itu.

"Salah satu katalis utama dari pasar logam sampai kita mendekati pemilihan adalah pasar ekuitas," kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (21/9/2020).

Valuasi di ruang ekuitas sangat memprihatinkan mengingat perekonomian masih dalam tahap awal pemulihan. “Jika pasar ekuitas terpukul dan menjual, itu akan menjadi negatif bagi kompleks industri - palladium, platinum, perak, dan akan menyeret emas turun bersamanya," jelas Hug.

"Selama harga emas bisa bertahan di USD 1.925, saya yakin logam akan naik ke pemilihan dengan peringatan bahwa pasar ekuitas tidak mengambil lebih dari 5 persen hit," imbuh dia. best profit

Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek memperkirakan emas akan naik pada pekan ini dengan kisaran harga di USD 1.960 per ounce pada sisi atas dan USD 1.933-1935 pada sisi bawah.

Sebagai catatan, saat pasar mulai mendekati pemilu AS pada November mendatang, volatilitas di pasar saham dan juga ruang logam mulia akan meningkat. Pedagang mungkin takut akan ketidakpastian dan menunggu sampai hasil pemilihan jelas.

"Kami semakin terpuruk dalam musim politik di AS yang semakin jelas. Kami mendapatkan komentar yang sangat agresif dari Presiden, Demokrat, kami melihat retorika agresif tentang China dan kebijakan pajak. Itu akan menciptakan semacam jumlah yang signifikan volatilitas. Pasar mungkin khawatir tentang pernyataan tertentu," kata Melek.

"Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan emas. Tetapi jika kita mengalami krisis likuiditas penuh, itu tidak akan baik untuk apa pun. Orang akan kembali ke uang tunai," sambung Melek.

Di sisi lain, Analis di bidang emas juga mengamati meningkatnya kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di Eropa, dapat berdampak signifikan pada pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun, sebagian besar belum yakin bahwa kenaikan kasus akan menyebabkan penutupan yang signifikan seperti di bulan Maret lalu.

"Kami menduga bahwa penurunan ekuitas global selama beberapa hari terakhir akan berumur pendek kecuali kenaikan kasus baru mulai membebani ekonomi lagi," kata ekonom Capital Economics, Jessica Hinds. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 21 September 2020

Best Profit | Wall Street Kembali Terkapar, Ketidakpastian Soal Stimulus AS Jadi Penyebabnya

 


Best Profit (22/9) - Wall Street atau bursa saham di New York Amerika Serikat (AS) terkapar pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong penurunan bursa saham di AS ini adalah kekhawatiran memburuknya pandemi Covid-19 serta ketidakpastian akan pengucuran stimulus AS.

Mengutip CNBC, Selasa (22/9/2020), Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 509,72 poin atau 1,8 persen dan ditutup di 27.147,70. Untuk S&P 500 kehilangan 1,2 persen sehingga melemah ke 3.281,06. Sedangkan Nasdaq Composite ditutup melemah 0,1 persen menjadi 10.778,80 setelah lonjakan saham teknologi di akhir hari.

Pada satu titik, Dow telah turun lebih dari 900 poin. S&P 500 turun sebanyak 2,7 persen.

Penurunan Wall Street pada Senin ini menorehkan dua tanda. Pertama adalah pertama kalinya sejak Februari S&P 500 membukukan kerugian selama empat hari berturut-turut. Kedua Dow Jones mengalami hari terburuk sejak 8 September ketika turun 2,3 persen. best profit

Pelemahan pada hari ini menambah kesuraman yang terjadi sepanjang September. S&P 500 turun lebih dari 6 persen selama bulan ini dan Dow telah kehilangan 4,5 persen. Nasdaq Composite telah jatuh 8,5 persen untuk periode yang sama.

Kekhawatiran atas kenaikan kasus virus Covid-9 menjadi pendorong pelemahan Wall Street. Inggris dilaporkan mempertimbangkan lockdown untuk menghentikan peningkatan infeksi.

Ilmuwan terkemuka Inggris mengatakan bahwa, tanpa tindakan lebih lanjut, tingkat infeksi virus yang berasal dari China di Inggris bisa menyentuh 50 ribu per hari.

Di Wall Street, saham yang akan terpukul paling parah dari tindakan lockdown antara lain Carnival Corp yang anjlok 6,7 persen. Southwest Airlines dan Delta Air Lines masing-masing turun 5,8 persen dan 9,2 persen. best profit

“Ini masalah kesehatan dan kita masih belum membuat kemajuan apa pun,” kata Brad Kinkelaar, analis dari Barrow Hanley.

“Kita masih belum memiliki vaksin, masih belum ada obatnya dan masih mencari cara untuk mengatasi krisis ini," lanjut dia. best profit

Di Washington, negosiasi untuk RUU stimulus virus Covid-19 sangat rumit setelah pengesahan Hakim Agung Ruth Bader Ginsburg, yang dapat mengarah pada proses pencalonan yang pahit menjelang pemilihan.

Presiden Donald Trump mengatakan dia akan mencalonkan seseorang minggu ini untuk mengambil kursi Ginsburg. Partai Republik dan Demokrat berada di jalan buntu sejak Juli soal RUU ini.

Sementara itu, ketegangan antara AS dan China terus meningkat. Kementerian Perdagangan China merilis ketentuan yang telah lama ditunggu-tunggu tentang apa yang disebut "daftar entitas yang tidak dapat diandalkan," sehari setelah AS mengumumkan larangan WeChat dan TikTok. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 20 September 2020

Best Profit | Harga Emas Diprediksi Masih Bergejolak Dampak Covid-19 dan Pemilu AS

 


Best Profit (21/9) - Harga emas baru-baru ini sangat bergantung pada pasar saham. Dengan keadaan seperti itu, analis dengan hati-hati mengamati potensi pergerakan uang tunai jika ada aksi jual di pasar utama.

Harga emas terus diperdagangkan di tengah kisaran USD 1.900- USD 2.000 per ons. Pada Jumat (18/9/2020) pekan lalu, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 1.958, naik 0,46 persen pada hari itu.

"Salah satu katalis utama dari pasar logam sampai kita mendekati pemilihan adalah pasar ekuitas," kata direktur perdagangan global Kitco Metals Peter Hug seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (21/9/2020). best profit

Valuasi di ruang ekuitas sangat memprihatinkan mengingat perekonomian masih dalam tahap awal pemulihan. “Jika pasar ekuitas terpukul dan menjual, itu akan menjadi negatif bagi kompleks industri - palladium, platinum, perak, dan akan menyeret emas turun bersamanya," jelas Hug.

"Selama harga emas bisa bertahan di USD 1.925, saya yakin logam akan naik ke pemilihan dengan peringatan bahwa pasar ekuitas tidak mengambil lebih dari 5 persen hit," imbuh dia.

Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek memperkirakan emas akan naik pada pekan ini dengan kisaran harga di USD 1.960 per ounce pada sisi atas dan USD 1.933-1935 pada sisi bawah. best profit

Sebagai catatan, saat pasar mulai mendekati pemilu AS pada November mendatang, volatilitas di pasar saham dan juga ruang logam mulia akan meningkat. Pedagang mungkin takut akan ketidakpastian dan menunggu sampai hasil pemilihan jelas.

"Kami semakin terpuruk dalam musim politik di AS yang semakin jelas. Kami mendapatkan komentar yang sangat agresif dari Presiden, Demokrat, kami melihat retorika agresif tentang China dan kebijakan pajak. Itu akan menciptakan semacam jumlah yang signifikan volatilitas. Pasar mungkin khawatir tentang pernyataan tertentu," kata Melek.

"Ketidakpastian politik cenderung menguntungkan emas. Tetapi jika kita mengalami krisis likuiditas penuh, itu tidak akan baik untuk apa pun. Orang akan kembali ke uang tunai," sambung Melek. best profit

Di sisi lain, Analis di bidang emas juga mengamati meningkatnya kasus covid-19 yang mengkhawatirkan di Eropa, dapat berdampak signifikan pada pemulihan ekonomi dan pasar saham. Namun, sebagian besar belum yakin bahwa kenaikan kasus akan menyebabkan penutupan yang signifikan seperti di bulan Maret lalu.

"Kami menduga bahwa penurunan ekuitas global selama beberapa hari terakhir akan berumur pendek kecuali kenaikan kasus baru mulai membebani ekonomi lagi," kata ekonom Capital Economics, Jessica Hinds.

Harga emas di pasar spot tercatat naik tipis 0,1 persen menjadi USD 1,958.29 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 2 September di USD 1,973.16. Sementara, harga emas berjangka AS tercatat naik 0,1 persen menjadi USD 1.968,20.

Meski masih naik, harga emas diprediksi bisa terjun bebas bahkan hingga level USD 1.794 per ounce di kuartal IV 2020. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan, hal ini dapat terjadi karena indeks dollar yang menguat. best profit

"(Hal ini) dipengaruhi optimisme Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atas kebijakannya menurunkan suku bunga hingga 2023 ketika pasar tenaga kerja mencapai "lapangan kerja maksimum" dan inflasi berada di jalur untuk "melebihi" target inflasi 2 persen," ujar Ibrahim saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (17/9/2020).

Lalu, perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih positif dan pernyataan Presiden AS Donald Trump soal vaksin juga mendorong indeks dollar menguat.

Wacana Partai Komunis China yang menyatakan siap perang dengan AS dan ASEAN serta ketegangan Turki dan Yunani atas Laut Mediterania, kata Ibrahim, sebenarnya menggoyang harga emas untuk bisa naik. best profit

"Tetapi rupanya pasar (tidak) mengindahkan informasi geopolitik tersebut karena itu baru berupa wacana dan di Cina sendiri baru Partai Komunis, bukan presiden Cinanya," kata Ibrahim.

Oleh karenanya, harga emas diproyeksi bakal anjlok. "Peluang harga emas internasional terjun bebas ke USD 1.919, USD 1.860 dan USD 1.794 sangat besar sekali. Angka tersebut sesuai dengan data teknikal (W1) di metatrader," jelasnya.

Kata Ibrahim, bulan September ini emas berpeluang turun ke angka USD 1.919 per ounce, kemudian merosot ke USD 1.860 hingga USD 1.794 di kuartal IV.

"Oleh karenanya, ini saat yang tepat agar menjual sekarang, karena ada harapan akan di bawah Rp 1 juta (per gram). Jangan sampai menyimpan emas terlalu lama," saran Ibrahim.  best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 17 September 2020

Best Profit | Harga Emas Terkikis Pupusnya Harapan Stimulus dari The Fed

 


Best Profit (18/9) - Harga emas jatuh ke level terendah dalam lebih dari seminggu, usai Federal Reserve AS memupus harapan investor tentang lebih banyak kucuran stimulus untuk mendukung ekonomi yang dilanda virus Corona.

Melansir laman CNBC, Jumat (18/9/2020), harga emas di pasar spot turun 0,8 persen menjadi USD 1.943,87 per ounce, setelah jatuh ke level terendah sejak 9 September di USD 1.932,36. Adapun emas berjangka AS turun 1,1 persen menjadi USD 1.949,90.

"Terlepas dari kenyataan bahwa Fed cukup dovish, tampaknya untuk pasar emas itu tidak cukup dovish," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

Dia menuturkan, ada kekhawatiran bahwa dengan tidak ada lagi Pelonggaran Kuantitatif, mungkin ada sedikit momentum untuk harga emas. best profit

The Fed berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati level nol sampai inflasi berada di jalur untuk "secara moderat melebihi" target inflasi 2 persen "untuk beberapa waktu".

Harga emas telah naik 28 persen sepanjang tahun ini, dibantu suku bunga yang mendekati nol secara global dan permintaan untuk lindung nilai terhadap inflasi yang dirasakan.

Namun, Bank Sentral AS juga menyatakan bahwa pihaknya mengharapkan pemulihan ekonomi yang lebih cepat dari perkiraan sebelumnya, dengan pengangguran turun lebih cepat dari yang diharapkan pada Juni.

"Banyak yang mengharapkan kejelasan lebih lanjut tentang bagaimana Fed berencana untuk memicu inflasi dalam beberapa bulan mendatang," ujar Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan. best profit

Wyckoff menambahkan bahwa meskipun terlihat ada tekanan jual dalam emas dan perak, situasi seperti itu juga telah mengundang kenaikan logam untuk turun tangan dan membeli penurunan untuk menjaga tren naik harga secara keseluruhan tetap hidup dalam emas dan perak.

Sementara itu, klaim pengangguran baru AS tetap bertengger di level yang lebih tinggi minggu lalu menunjukkan pemulihan pasar tenaga kerja yang terhenti.

Di tempat lain, harga perak turun 1,4 persen menjadi USD 26,85 per ounce, platinum turun 3,5 persen menjadi USD 934,70 per ounce, dan paladium turun 3 persen menjadi USD 2.327.51

Harga emas di pasar spot tercatat naik tipis 0,1 persen menjadi USD 1,958.29 per ounce, setelah mencapai level tertinggi sejak 2 September di USD 1,973.16. Sementara, harga emas berjangka AS tercatat naik 0,1 persen menjadi USD 1.968,20. best profit

Meski masih naik, harga emas diprediksi bisa terjun bebas bahkan hingga level USD 1.794 per ounce di kuartal IV 2020. Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menyatakan, hal ini dapat terjadi karena indeks dollar yang menguat.

"(Hal ini) dipengaruhi optimisme Federal Reserve Amerika Serikat (AS) atas kebijakannya menurunkan suku bunga hingga 2023 ketika pasar tenaga kerja mencapai "lapangan kerja maksimum" dan inflasi berada di jalur untuk "melebihi" target inflasi 2 persen," ujar Ibrahim saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (17/9/2020).

Lalu, perkiraan pertumbuhan ekonomi yang lebih positif dan pernyataan Presiden AS Donald Trump soal vaksin juga mendorong indeks dollar menguat.

Wacana Partai Komunis China yang menyatakan siap perang dengan AS dan ASEAN serta ketegangan Turki dan Yunani atas Laut Mediterania, kata Ibrahim, sebenarnya menggoyang harga emas untuk bisa naik. best profit

"Tetapi rupanya pasar (tidak) mengindahkan informasi geopolitik tersebut karena itu baru berupa wacana dan di Cina sendiri baru Partai Komunis, bukan presiden Cinanya," kata Ibrahim.

Oleh karenanya, harga emas diproyeksi bakal anjlok. "Peluang harga emas internasional terjun bebas ke USD 1.919, USD 1.860 dan USD 1.794 sangat besar sekali. Angka tersebut sesuai dengan data teknikal (W1) di metatrader," jelasnya.

Kata Ibrahim, bulan September ini emas berpeluang turun ke angka USD 1.919 per ounce, kemudian merosot ke USD 1.860 hingga USD 1.794 di kuartal IV.

"Oleh karenanya, ini saat yang tepat agar menjual sekarang, karena ada harapan akan di bawah Rp 1 juta (per gram). Jangan sampai menyimpan emas terlalu lama," saran Ibrahim. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 16 September 2020

Best Profit | The Fed Tahan Suku Bunga, Dow Jones Menguat Tipis

 


Best Profit (17/9) - Dow Jones Industrial Average menguat tipis pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) setelah Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) mengindikasikan akan mempertahankan suku bunga lebih rendah selama beberapa tahun ke depan. Namun, S&P 500 melemah karena saham perusahaan teknologi besar menurun.

Dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2020), Dow Jones ditutup naik 36,78 poin atau 0,1 persen ke level 28.032,38. Sementara itu, S&P 500 turun 0,5 persen menjadi 3.385,49. Nasdaq Composite turun 1,3 persen menjadi 11.050,47. Baik Dow dan S&P 500 mencapai level tertinggi setelah pengumuman The Fed dirilis.

Saham Apple turun hampir 3 persen. Facebook mengakhiri hari dengan turun 3,3 persen dan Amazon turun 2,5 persen. Netflix juga turun lebih dari 2 persen. Alphabet dan Microsoft masing-masing ditutup turun 1 persen. Kenaikan 1,4 persen di Goldman Sachs membantu Dow ditutup positif untuk sesi tersebut. best profit

Anggota komite pembuat kebijakan Fed mengindikasikan suku bunga dapat tetap mendekati nol hingga 2023 untuk mencapai sasaran inflasi 2 persen.

"Dengan inflasi yang terus berjalan di bawah tujuan jangka panjang ini, Komite akan bertujuan untuk mencapai inflasi secara moderat di atas 2 persen untuk beberapa waktu sehingga inflasi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu," kata Komite Pasar Terbuka Federal dalam sebuah pernyataan.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan kebijakan moneter yang mudah akan tetap berlaku. best profit

"Berkenaan dengan suku bunga, kami sekarang menunjukkan bahwa kami berharap akan tepat untuk mempertahankan kisaran target nol hingga 0,25 persen saat ini untuk suku bunga dana federal sampai kondisi pasar tenaga kerja telah mencapai tingkat yang konsisten dengan penilaian komite tentang pekerjaan maksimum dan inflasi telah meningkat hingga 2 persen dan berada di jalur yang cukup melebihi 2 persen untuk beberapa waktu," jelas dia.

Powell mengatakan bidang ekonomi tertentu akan terus berjuang tanpa bantuan fiskal lebih lanjut. Komentar itu muncul setelah kepala staf Gedung Putih Mark Meadows mengatakan dia optimis tentang Demokrat dan Republik mencapai kesepakatan stimulus virus corona. Presiden Donald Trump juga mengisyaratkan dalam sebuah tweet bahwa dia akan mendukung paket yang lebih besar.

Partai Republik dan Demokrat telah berjuang untuk mencapai kesepakatan tentang stimulus lebih lanjut, mengurangi harapan kesepakatan yang dicapai sebelum pemilihan presiden AS pada November mendatang. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 15 September 2020

Best Profit | Wall Street Bergerak Datar Menanti Hasil Pertemuan The Fed

 


Best Profit (16/9) - Saham berjangka AS datar dalam perdagangan semalam karena investor bersiap untuk komentar dari Federal Reserve pada hari Rabu.

Dikutip dari CNBC, Rabu (16/9/2020), Dow berjangka naik 12 poin. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka juga dibuka flat, dengan keuntungan masing-masing 0,02 persen dan 0,07 persen.

Penghasilan yang lebih baik dari perkiraan dari FedEx dan Adobe setelah bel meningkatkan sentimen. FedEx merilis kuartal besar dengan pendapatan USD 2,18 per saham di atas perkiraan analis, didorong oleh ledakan e-commerce. Perusahaan perkapalan menguat lebih dari 9 persen dalam perdagangan. Adobe melonjak 2 persen setelah beberapa jam. best profit

Pada hari Selasa, Dow ditutup naik tipis, setelah memperoleh lebih dari 200 poin di awal sesi. Saham Apple turun dari posisi tertinggi setelah acara produk baru raksasa teknologi itu, menyeret turun rata-rata 30 saham.

S&P 500 naik 0,5 persen, meskipun ada kelemahan dalam keuangan. Selasa menandai hari ketiga kenaikan berturut-turut untuk 500-saham indeks.

Saham teknologi melanjutkan reli mereka. Nasdaq Composite naik 1,2 persen, membawa kenaikan mingguan hingga saat ini menjadi lebih dari 3 persen. Indeks teknologi berat merosot di wilayah koreksi pekan lalu dan mengalami kinerja mingguan terburuk sejak Maret. best profit

Data ekonomi positif di AS dan China pada hari Selasa meningkatkan sentimen pasar saham pada hari Selasa.

“Optimisme didukung oleh aliran berita ekonomi yang baik, berita pendapatan yang sehat, dan prospek untuk mendapatkan berita yang lebih menghibur dari Federal Reserve besok yang menunjukkan mereka tetap berkomitmen untuk membiarkan pemulihan berjalan panas sambil terus memberikan kebijakan yang mendukung,” Jim Paulsen , kepala strategi investasi di Leuthold Group, mengatakan kepada CNBC.

Rabu menandai hari kedua pertemuan kebijakan Federal Reserve, yang pertama sejak Ketua Jerome Powell mengumumkan perubahan kebijakan ke arah toleransi inflasi yang lebih besar, secara efektif berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama. Investor secara luas berharap bank sentral mempertahankan sikap suram terhadap perekonomian. best profit

Komite Pasar Terbuka Federal akan memberikan pembaruan triwulanan tentang perkiraan untuk PDB, pengangguran dan inflasi. Bank sentral dapat memberikan panduan yang lebih jelas tentang apa yang diperlukan untuk menaikkan suku bunga di masa depan.

"The Fed tidak suka terlibat dalam politik, meskipun secara inheren merupakan lembaga politik tetapi dua bulan sebelum pemilihan adalah waktu yang sangat sulit untuk mengesampingkan politik Anda," kata David Zervos, kepala strategi pasar di Jefferies, di CNBC. “Anda hanya perlu berharap bahwa akan ada pemikiran tentang politik," pungkasnya.

Data penjualan ritel Agustus akan dirilis pada 8:30 pagi pada hari Rabu. Analis yang disurvei oleh FactSet memperkirakan kenaikan 1,1 persen, dibandingkan dengan kenaikan 1,2 persen di bulan Juli. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 14 September 2020

Best Profit | Wall Street Menghijau Didorong Saham Apple dan Nvidia

 


Best Profit (15/9) - Wall Street atau bursa saham di Amerika Serikat (AS) perkasa pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Sektor teknologi masih menjadi pendorong utama kenaikan Wall Street. Optimisme terhadap vaksin Covid-19 menjadi pendorong reli di bursa saham AS.

Mengutip CNBC, Selasa (15/9/2020), Dow Jones Industrial Average naik 327,69 poin atau 1,2 persen menjadi 27.993,33. Indeks S&P 500 naik 1,3 persen atau 42,57 poin menjadi 3.383,54. Sedangkan Nasdaq Composite melonjak 1,9 persen atau 203,11 poin menjadi 11.056,65.

Saham Apple melonjak 3 persen. Saham perusahaan ini menjadi pendorong di Wall Street dan memimpin reli. Namun jika dihitung secara bulanan, saham Apple masih turun 10,6 persen sepanjang bulan ini. best profit

Saham Tesla rebound 12,6 persen. perusahaan teknologi dan otomotif ini anjlok lebih dari 15 persen terhitung sejak September setelah gagal masuk ke indeks S&P 500.

Sentimen positif saham-saham teknologi terangkat setelah keluarnya berita Nvidia membeli perusahaan pembuat chip Arm Holdings dari SoftBank seharga USD 40 miliar. Nvidia akan membiayai kesepakatan itu melalui kombinasi uang tunai dan saham biasa.

Saham Nvidia melonjak 5,8 persen dan juga menjadi pendorong kenaikan di Wall Street. Setelah kenaikan saham Nvidia, saham pembuat chip lain juga terseret naik, termasuk AMD, Micron dan Skyworks. best profit

Sentimen juga didorong oleh tanda-tanda kemajuan pembuatan vaksin virus COvid-19. AstraZeneca melanjutkan uji coba fase tiga untuk vaksin virus Corona di Inggris setelah penghentian karena masalah keamanan.

Namun, uji coba di AS tetap ditunda karena regulator Amerika Serikat menyelidiki efek samping yang ditandai dalam studi Inggris.

Sementara itu, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan pada Minggu bahwa vaksin virus Corona dapat didistribusikan di AS sebelum akhir tahun. best profit

"Langkah ini memberikan harapan baru untuk vaksin," kata Peter Cardillo, analis Spartan Capital Securities. "Itu memberi secercah harapan ke pelaku pasar saham," tambah dia.

Seluruh atau 11 sektor di indeks S&P 500 melambung lebih tinggi pada hari Senin. Real estat dan teknologi memimpin kenaikan dengan masing-masing melompat lebih dari 2 persen.

Secara keseluruhan, tujuh dari 11 sektor naik lebih dari 1 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 13 September 2020

Best Profit | Saham Apple hingga Tesla Rontok, Indeks Nasdaq Catat Kinerja Buruk


 

Best Profit (14/9) - Nasdaq Composite jatuh pada hari Jumat karena berlanjutnya aksi jual saham-saham teknologi mendorong benchmark ke minggu terburuk dalam beberapa bulan.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (12/9/2020), Nasdaq ditutup 0,6 persen lebih rendah pada 10.853,55. Saham Apple turun 1,3 persen dan Amazon turun 1,9 persen. Facebook, Alphabet, dan Microsoft semuanya juga melemah.

S&P 500 menambah sedikit keuntungan setelah berputar-putar antara keuntungan yang solid dan kerugian yang tajam. Indeks pasar yang lebih luas ditutup sekitar 0,1 persen lebih tinggi pada 3,340.97. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average mengakhiri hari dengan naik 131,06 poin atau 0,5 persen menjadi 27.665,64. Rata-rata 30 saham naik 294,24 poin, atau 1,1 persen, pada sesi tertinggi dan turun sebanyak 86,46 poin.

"Pasar terus berjuang menemukan keseimbangan," kata Mark Hackett, kepala penelitian investasi di Nationwide. best profit

“Pasar ini lebih mirip dengan perubahan emosi di bulan Maret dan April dibandingkan bulan-bulan terakhir. Kami kemungkinan akan melanjutkan dalam periode volatilitas tanpa arah karena bulls dan bearish bergulat antara likuiditas Fed yang kuat dan memperbaiki latar belakang ekonomi dan berlanjutnya ketidakpastian dan valuasi yang meningkat," tambah dia.

Penjualan teknologi secara singkat naik setelah Bloomberg News melaporkan, mengutip sumber, bahwa SoftBank sedang mempertimbangkan perubahan pada strategi opsi perdagangan. Minggu lalu, SoftBank diidentifikasi sebagai "Paus Nasdaq" yang membeli miliaran opsi saham dalam taruhan untuk harga yang lebih tinggi di Big Tech.

Ketiga rata-rata utama mencatat penurunan tajam untuk minggu ini. Nasdaq turun 4,1 persen minggu ini untuk penurunan mingguan terbesar sejak Maret. S&P 500 memiliki kinerja satu minggu terburuk sejak Juni, turun 2,5 persen. Dow turun 1,7 persen minggu ini. best profit

"Beberapa sesi berikutnya akan sangat penting dalam menilai kemungkinan kemunduran, dan bulls akan mencari tanda-tanda divergensi positif karena indeks utama mendekati rata-rata pergerakan 50 hari," kata Ken Berman, ahli strategi di Gorilla Trades.

Big Tech juga turun tajam minggu ini. Facebook dan Amazon masing-masing kehilangan lebih dari 5 persen minggu ini. Apple dan Netflix masing-masing turun 7,4 persen dan 6,6 persen. Alphabet dan Microsoft sama-sama turun lebih dari 4 persen minggu ini. Tesla, sementara itu, jatuh 10,9 persen minggu ini. Pada level sektor S&P 500, teknologi turun 4,4 persen minggu ini untuk kerugian satu minggu terbesar sejak Maret.

Wall Street keluar dari sesi di mana rata-rata utama ditutup melemah tajam setelah penurunan tajam dalam nama teknologi. Kerugian tersebut terjadi setelah benchmark merelakan keuntungan yang solid.

Douglas Busch, pendiri ChartSmarter.com, mengatakan "ciri khas" dari pasar saham  yang sehat ditutup mendekati tertinggi setelah awal yang lemah. “Kebalikan dari tindakan itu bisa menjadi definisi bagaimana benchmark bernasib Kamis,” katanya. best profit

"Keuntungan awal yang layak dengan cepat memudar, dan seperti yang dinyatakan posisi terendah minggu lalu sangat penting untuk dipertahankan," kata Busch dalam sebuah catatan kepada klien.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan hari Jumat indeks harga konsumen AS naik 0,4 persen pada Agustus. Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan kenaikan 0,3 persen.

Kemajuan yang lebih besar dari perkiraan itu mendorong kenaikan biaya terbesar untuk mobil dan truk bekas dalam lebih dari 51 tahun.

“Kebangkitan permintaan ekonomi setelah pandemi lock down telah mengubah arah harga konsumen dengan pembelian yang terpendam dari konsumen secara dramatis mengubah tren deflasi menjadi tren inflasi,” kata Chris Rupkey, kepala ekonom keuangan di MUFG. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 10 September 2020

Best Profit | 3 Indeks Utama Wall Street Terkoreksi, Saham Apple Sempat Jadi Penguat

 


Best Profit (11/9) - Perdagangan awal bursa saham Amerika yang berakhir Jumat dinihari WIB (11/9/2020)  memperpanjang rebound signifikan sesi sebelumnya, namun akhir sesi jatuh kembali. Ketiga indeks utama saham Wall Street ditutup pada zona merah dengan Nasdaq paling banyak alami tekanan jual khususnya saham-saham teknologi.

Indeks  Dow Jones  anjlok 405,89 poin atau 1,5 persen menjadi 27.534,58, indeks Nasdaq anjlok 221,97 poin atau 2 persen menjadi 10.919,59 dan indeks S&P 500 anjlok 59,77 poin atau 1,8 persen menjadi 3.339,19. Kekuatan saham awal sesi didapat dari  lonjakan saham teknologi, kemudian terpangkas kembali jelang penutupan.

Salah satunya saham Apple yang  menjadi pendorong utama pasar awal sesi dengan lonjakan saham naik  2,7 persen, kemudian pada akhir sesi saham raksasa teknologi itu anjlok 3,3 persen. Demikian juga diikuti saham teknologi lainnya seperti Netflix, Amazon ,Microsoft  dan Facebook. best profit

Permasalahan yang menambah sentimen negatif  di Wall Street semalam setelah  Senat Partai Republik gagal mengajukan RUU stimulus virus corona baru.  Menghadapi oposisi dengan suara bulat dari Demokrat, RUU tersebut tidak dapat menghapus hambatan prosedural utama dalam tanda terbaru dari kesulitan anggota parlemen dalam mengeluarkan paket bantuan baru.

Dari sisi data ekonomi AS, Departemen Tenaga Kerja merilis laporan yang menunjukkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS secara tak terduga  tidak berubah pada pekan yang berakhir 5 September. Klaim pengangguran  884.000, sebelumnya diperkirakan turun ke 846.000.

Secara sektoral, saham energi bergerak melemah tajam selama sesi karena penurunan harga minyak mentah yang membebani  NYSE Arca Oil Index dan NYSE Arca Natural Gas Index masing-masing turun 4,2 persen dan 4,1 persen, sedangkan Philadelphia Oil Service Index anjlok 3,7 persen. best profit

Saham jaringan dan perangkat keras komputer juga mendapat tekanan di tengah penurunan oleh sektor teknologi yang lebih luas, dengan NYSE Arca Networking Index dan NYSE Arca Computer Hare Index masing-masing jatuh 2,9 persen dan 2,3 persen.

Kelemahan substansial juga terjadi pada saham ritel, seperti yang tercermin dari penurunan 2,2 persen oleh Indeks Ritel AS Dow Jones. Salah satunya saham pengecer video game GameStop  yang anjlok tajam setelah melaporkan kerugian fiskal kuartal kedua yang lebih besar dari perkiraan pada pendapatan yang berada di bawah perkiraan analis. best profit

Sumber : Vibiznews

Wednesday, 9 September 2020

Best Profit | Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah Sejak Juni 2020

 


Best Profit (10/9) - Harga minyak jatuh ke level terendah sejak Juni pada hari Selasa di tengah meningkatnya kekhawatiran permintaan karena Covid-19 terus menyebar.

Dikutip dari CNBC, Rabu (9/9/2020), harga minyak mentah West Texas Intermediate, patokan minyak AS, turun USD 3,01, atau 7,6 persen, menjadi USD 36,76 per barel.

Selama sesi WTI diperdagangkan serendah USD 36,13, harga yang tidak terlihat sejak 15 Juni. Patokan internasional minyak mentah Brent merosot lebih dari 5,3 persen menjadi menetap di USD 39,78, juga level terendah sejak Juni.

"Pergerakan harga minyak hari ini adalah tanda yang jelas bahwa pasar sekarang sangat mengkhawatirkan masa depan permintaan minyak," kata Paola Rodriguez-Masiu, analis pasar minyak senior di Rystad Energy. best profit

“Rentetan kerugian didorong oleh prospek permintaan minyak mentah yang terhenti selama sisa tahun ini, dengan meningkatnya kasus Covid-19 dan akhir musim panas di AS, serta kilang Asia yang berhenti," dia menambahkan.

Sejak WTI jatuh ke wilayah negatif pada bulan April untuk pertama kalinya dalam catatan, harga minyak telah bangkit kembali. WTI melonjak hampir 90 persen di bulan Mei, dan telah membukukan keuntungan bulanan sejak saat itu.

Kenaikan tersebut, tentu saja, didukung oleh rekor terendah, tetapi harga bergerak lebih tinggi karena produsen internasional mengurangi produksi dalam upaya untuk mengatasi penurunan permintaan yang disebabkan oleh pandemi. best profit

Namun dalam beberapa sesi terakhir, harga minyak mulai cenderung lebih rendah. WTI jatuh selama sesi Senin setelah mencatat kerugian 7,45 persen di minggu sebelumnya, menghentikan kemenangan beruntun empat minggu dan membukukan penurunan mingguan terburuk sejak Juni.

Pergerakan Selasa lebih rendah mengikuti Saudi Aramco memangkas harga jual resminya untuk Oktober, yang menurut Helima Croft dari RBC memicu kekhawatiran permintaan baru. best profit

Dalam catatan baru-baru ini kepada klien, Bank of America mengatakan bahwa dibutuhkan waktu tiga tahun untuk permintaan pulih dari Covid-19, dengan asumsi ada vaksin atau obatnya. Perusahaan yakin puncak oli akan datang secepat 2030 karena sebagian dari perkembangan mobil listrik.

Meningkatnya ketegangan perdagangan AS-China, serta produksi yang kembali online juga menekan harga pada hari Selasa, seperti halnya dolar AS yang lebih kuat.

“Pasar memperhatikan gambaran besarnya: di mana dan kapan kita melihat permintaan menjadi normal secara global dan apa yang terjadi dengan produksi AS dan kesepakatan OPEC + dalam jangka menengah,” kata Rebecca Babin, pedagang energi senior di CIBC Private Wealth Management. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 8 September 2020

Best Profit | Wall Steet Tumbang, Dipimpin Saham-Saham Teknologi

 


Best Profit (9/9) - Saham berjangka AS bergerak lebih rendah dalam perdagangan semalam dan menunjukkan kerugian pada pembukaan pada hari Rabu. Hal ini karena kejatuhan saham yang dipimpin teknologi terus menekan pasar keuangan.

Dikutip dari CNBC, Rabu (9/9/2020), Dow berjangka turun 230 poin. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka masing-masing turun 0,6 persen dan 0,75 persen.

Berita vaksin virus corona yang mengecewakan juga menekan pasar berjangka pada hari Selasa. Saham AstraZeneca jatuh dalam perdagangan setelah perusahaan mengatakan uji coba tahap akhir dari kandidat vaksin Covid-19 telah ditunda karena dugaan reaksi merugikan yang serius pada seorang peserta di Inggris. best profit

Saham pengecer atletik Lululemon dan platform perpesanan Slack jatuh setelah jam perdagangan pada hari Selasa, meskipun kedua perusahaan melaporkan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan.

Aksi jual saham teknologi memburuk pada hari Selasa karena investor keluar dari perusahaan yang memimpin kembali bersejarah pasar dari resesi virus corona.

Nasdaq Composite berkinerja buruk sekali lagi pada hari Selasa - jatuh lebih dari 4 persen - setelah mengalami minggu terburuk sejak Maret. Nasdaq telah kehilangan lebih dari 10 persen dalam tiga sesi terakhir, secara resmi memasuki wilayah koreksi. Indeks masih lebih dari 63 persen dari level terendah 52 minggu di bulan Maret.

Selain nama FAANG, saham blue chip termasuk di antara yang rugi besar karena ketegangan antara AS dan China terus meningkat. Sementara itu, penurunan 21 persen di Tesla - penurunan saham satu hari terbesar - menyeret Nasdaq. best profit

Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan lebih dari 600 poin, dibebani oleh penurunan Boeing hampir 6 persen. S&P merosot 2,7 persen, untuk hari negatif ketiga berturut-turut untuk pertama kalinya sejak 11 Juni.

Banyak orang di Wall Street percaya bahwa kelemahan teknologi berasal dari kekhawatiran bahwa lonjakan teknologi besar-besaran mendorong penilaian ke tingkat yang tidak berkelanjutan. Bahkan dengan kemunduran minggu lalu, Nasdaq naik lebih dari 60 persen dari level terendah Maret. best profit

“Beberapa orang menyarankan ini adalah awal dari penjualan dramatis lainnya, mirip dengan musim semi tahun 2000 ketika 'gelembung teknologi' meledak. Saya sangat meragukan hal itu,” kata Kristina Hooper, Kepala Strategi Pasar Global Invesco, mengatakan dalam email ke CNBC.

“Saya menganggap kekalahan ini bukan sebagai koreksi, tetapi sebagai pencernaan mengingat indeks saham NASDAQ Composite naik lebih dari 60 persen dari level terendah Maret dalam waktu kurang dari enam bulan. Secara keseluruhan, saya pikir ini adalah periode konsolidasi yang sehat setelah peningkatan dramatis," tambahnya.

Survei Perputaran Tenaga Kerja oleh Departemen Tenaga Kerja untuk Juli akan dirilis pada pukul 10:00 ET pada hari Rabu dan laporan tersebut — meskipun agak tertanggal - akan memberi investor wawasan tentang pasar tenaga kerja. Analis yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan perekrutan naik 6,0 juta pada Juli, naik dari 5,9 juta pada Juni. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 7 September 2020

Best Profit | Bursa Berjangka AS Melonjak 250 Poin Usai Kejatuhan Sektor Teknologi

 


Best Profit (8/9) - Bursa saham Berjangka AS naik dalam perdagangan pada hari Senin malam setelah saham-saham teknologi mengalami aksi jual terpuruk dalam lima bulan terakhir.

Mengutip CNBC, Selasa (8/9/2020), indeks Dow Jones Industrial Average futures naik sekitar 250 poin. Sedangkan &P 500 futures naik 0,5 persen. Untuk nasdaq 100 futures naik 0,2 persen.

Bursa saham AS baru saja mengalami tekanan yang cukup dalam dan meghentikan kenaikan beruntun dalam lima pekan karena tekanan yang cukup dalam di sektor teknologi. Saham-saham

Saham Amazon, Apple, Microsoft dan Facebook terkapar dan mendorong indeks Nasdaq turun 3,3 persen dan merupakan pelemahan terbesar sejak Maret. best profit

Dow Jones dan S&P 500 turun 1,8 peren dan 2,3 persen pada minggu lalu. Masing-masing membukukan kerugian mingguan terbesar sejak Juni.

Banyak orang percaya bahwa pelemahan saham-saham teknologi tersebut karena telah terjadi bubble akibat pembelian agresif saham-saham tersebut.

Pada perdagangan senin, bursa saham AS atau Wall Street tutup untuk memperingati Hari Pekerja. Oleh sebab itu yang dibuka hanya bursa saham berjangka saja. best profit

Pada perdagangan Sebelumnya, bursa saham di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Ini setelah sesi perdagangan yang fluktuatif di mana saham-saham yang akan diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi mencoba mengimbangi penurunan tajam saham emiten teknologi.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (9/5/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup 159,42 poin lebih rendah atau 0,6 persen ke level 28.133,31. Pada satu titik, rata-rata 30 saham di Dow Jones turun sebanyak 628,05 poin atau 2,2 persen. Dow juga menguat sesaat pada hari Jumat. best profit

S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 3.426,96, tetapi menutup sesi rendahnya. Indeks saham ini turun 3,1 persen pada sesi terendah dan secara singkat diperdagangkan positif sepanjang hari itu.

Sementara Nasdaq Composite turun 1,3 persen menjadi 11.313,13, tetapi juga ditutup jauh di atas titik terendahnya.

Saham Boeing naik lebih dari 1 persen, sedangkan saham bank menguat secara luas. JPMorgan Chase dan Citigroup masing-masing naik 2,2 persen dan 2 persen. Bank of America naik 3,4 persen. Wells Fargo naik 1,1 persen. Karnaval operator kapal pesiar naik 5,4 persen dan United Airlines naik 2,2 persen. best profit

“Kami akhirnya mungkin melihat beberapa rotasi yang dapat mengarah pada kepemimpinan pasar baru,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities.

Saham perusahaan teknologi besar ditutup melemah. Facebook, Amazon, dan Alphabet turun lebih 2 persen. Netflix turun 1,8 persen dan Microsoft turun 1,4 persen.

Namun, Apple menutup perdagangan dengan naik 0,1 persen setelah jatuh sebanyak 8,3 persen. Tesla juga menghapus penurunan lebih dari 8 persen dan mengakhiri sesi perdagangan dengan naik 2,8 persen. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 6 September 2020

Best Profit | Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Teknologi

 


Best Profit (7/9) - Bursa saham di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Ini setelah sesi perdagangan yang fluktuatif di mana saham-saham yang akan diuntungkan dari pembukaan kembali ekonomi mencoba mengimbangi penurunan tajam saham emiten teknologi.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (9/5/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup 159,42 poin lebih rendah atau 0,6 persen ke level 28.133,31. Pada satu titik, rata-rata 30 saham di Dow Jones turun sebanyak 628,05 poin atau 2,2 persen. Dow juga menguat sesaat pada hari Jumat.

S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 3.426,96, tetapi menutup sesi rendahnya. Indeks saham ini turun 3,1 persen pada sesi terendah dan secara singkat diperdagangkan positif sepanjang hari itu.

Sementara Nasdaq Composite turun 1,3 persen menjadi 11.313,13, tetapi juga ditutup jauh di atas titik terendahnya. best profit

Saham Boeing naik lebih dari 1 persen, sedangkan saham bank menguat secara luas. JPMorgan Chase dan Citigroup masing-masing naik 2,2 persen dan 2 persen. Bank of America naik 3,4 persen. Wells Fargo naik 1,1 persen. Karnaval operator kapal pesiar naik 5,4 persen dan United Airlines naik 2,2 persen.

“Kami akhirnya mungkin melihat beberapa rotasi yang dapat mengarah pada kepemimpinan pasar baru,” kata Peter Cardillo, Kepala Ekonom Pasar di Spartan Capital Securities.

Saham perusahaan teknologi besar ditutup melemah. Facebook, Amazon, dan Alphabet turun lebih 2 persen. Netflix turun 1,8 persen dan Microsoft turun 1,4 persen.

Namun, Apple menutup perdagangan dengan naik 0,1 persen setelah jatuh sebanyak 8,3 persen. Tesla juga menghapus penurunan lebih dari 8 persen dan mengakhiri sesi perdagangan dengan naik 2,8 persen. best profit

Sebelumnya, Bursa atau pasar saham Amerika Serikat (AS) turun tajam, mundur dari posisi tertinggi sepanjang masa karena saham teknologi.

Melansir laman  CNBC, Jumat (4/9/2020), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 807,77 poin, atau 2,8 persen menjadi 28.292,7. Ini merupakan penurunan satu hari terbesar sejak 11 Juni.

Sementara indeks S&P 500 turun 3,5 persen menjadi 3.455,06 dan Nasdaq Composite turun 5 persen ditutup menjadi 11.458,10.

“Khusus untuk teknologi, saham sektor ini mengalami penurunan terbesar, usai terjadi reli besar-besaran baru-baru ini. Teknologi telah dilepaskan dari fundamental untuk sementara waktu dan momentum dapat bekerja di kedua arah,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge.

Tercatat, saham Apple turun 8 persen dan masuk dalam penurunan satu hari terbesar sejak 16 Maret. Amazon dan Netflix keduanya turun lebih dari 4 persen, sementara Facebook turun 3,8 persen. Demikian pula saham Microsoft tergelincir 6,2 persen. Alfabet ditarik kembali sebesar 5,1 persen. best profit

Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 ditutup 5,83 persen lebih rendah, menghentikan kenaikan beruntun 10 hari. Sektor ini juga membukukan kerugian satu hari terbesar sejak Maret.

Saham perusahaan terpukul yang akan mendapat keuntungan saat ekonomi kembali dibuka, melawan tren negatif teknologi.

Sebut saja saham Karnaval, operator kapal pesiar naik 5,2 persen. Macy's tercatat sahamnya naik hampir 8 persen.

Sejak akhir Maret, S&P 500 naik lebih dari 50 persen dan Nasdaq telah menguat lebih dari 60 persen. Dow telah melonjak lebih dari 50 persen pada waktu itu.

Hal yang pasti, beberapa analis berpikir mungkin sudah waktunya bagi pasar untuk mengkonsolidasikan beberapa kenaikan tajam baru-baru ini.

“Meskipun kami tidak mengharapkan kehancuran terjadi lagi sekarang, kami tidak membutuhkan titik tertinggi baru untuk tumbuh setiap hari untuk menjaga tren naik tetap hidup,” kata Frank Cappelleri, Direktur Eksekutif di Instinet, dalam sebuah catatan. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 3 September 2020

Best Profit | Saham Teknologi Berhenti Naik Bawa Pasar Saham AS Jatuh

 


Best Profit (4/9) - Bursa atau pasar saham Amerika Serikat (AS) turun tajam, mundur dari posisi tertinggi sepanjang masa karena saham teknologi.

Melansir laman  CNBC, Jumat (4/9/2020), Indeks Dow Jones Industrial Average turun 807,77 poin, atau 2,8 persen menjadi 28.292,7. Ini merupakan penurunan satu hari terbesar sejak 11 Juni.

Sementara indeks S&P 500 turun 3,5 persen menjadi 3.455,06 dan Nasdaq Composite turun 5 persen ditutup menjadi 11.458,10.

“Khusus untuk teknologi, saham sektor ini mengalami penurunan terbesar, usai terjadi reli besar-besaran baru-baru ini. Teknologi telah dilepaskan dari fundamental untuk sementara waktu dan momentum dapat bekerja di kedua arah,” kata Adam Crisafulli dari Vital Knowledge. best profit

Tercatat, saham Apple turun 8 persen dan masuk dalam penurunan satu hari terbesar sejak 16 Maret. Amazon dan Netflix keduanya turun lebih dari 4 persen, sementara Facebook turun 3,8 persen. Demikian pula saham Microsoft tergelincir 6,2 persen. Alfabet ditarik kembali sebesar 5,1 persen.

Sektor teknologi dalam indeks S&P 500 ditutup 5,83 persen lebih rendah, menghentikan kenaikan beruntun 10 hari. Sektor ini juga membukukan kerugian satu hari terbesar sejak Maret.

Saham perusahaan terpukul yang akan mendapat keuntungan saat ekonomi kembali dibuka, melawan tren negatif teknologi.

Sebut saja saham Karnaval, operator kapal pesiar naik 5,2 persen. Macy's tercatat sahamnya naik hampir 8 persen. best profit

Sejak akhir Maret, S&P 500 naik lebih dari 50 persen dan Nasdaq telah menguat lebih dari 60 persen. Dow telah melonjak lebih dari 50 persen pada waktu itu.

Hal yang pasti, beberapa analis berpikir mungkin sudah waktunya bagi pasar untuk mengkonsolidasikan beberapa kenaikan tajam baru-baru ini.

“Meskipun kami tidak mengharapkan kehancuran terjadi lagi sekarang, kami tidak membutuhkan titik tertinggi baru untuk tumbuh setiap hari untuk menjaga tren naik tetap hidup,” kata Frank Cappelleri, Direktur Eksekutif di Instinet, dalam sebuah catatan.

Di sisi lain, klaim pengangguran meningkat. Penurunan saham terjadi bahkan setelah data pengangguran menunjukkan jika lebih baik dari perkiraan. best profit

Jumlah pelapor untuk tunjangan pengangguran pertama kali  mencapai 881.000 pada pekan yang berakhir 29 Agustus, menurut Departemen Tenaga Kerja.

Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan aplikasi pertama kali telah melambat menjadi 950.000 selama pekan yang berakhir 29 Agustus.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan ekonomi AS telah bertambah 1,321 juta pekerjaan pada Agustus.

Laporan pekerjaan akan dirilis karena anggota parlemen berjuang untuk mencapai kesepakatan tentang stimulus virus Corona lebih lanjut.

“Biar saya perjelas: Satu-satunya alasan kami belum memiliki RUU stimulus adalah karena ekonomi dan pasar berkinerja jauh lebih baik daripada yang diperkirakan orang,” kata Tom Essaye, pendiri The Sevens Report. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 2 September 2020

Best Profit | Wall Street Menguat Tajam, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tetinggi

 


Best Profit (3/9) - Bursa saham di Amerika Serikat (AS) naik tajam pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta), melanjutkan penguatan di awal September karena para pedagang mengambil keuntungan dari nama-nama terkenal seperti Apple dan Tesla.

Dikutip dari CNBC, Kamis (3/9/2020), Dow Jones Industrial Average naik 454,84 poin, atau 1,6 persen dan ditutup pada 29.100,50. Ini menjadi penutupan pertama Dow di atas 29.000 sejak Februari. S&P 500 naik 1,5 persen dan menutup perdagangan di level 3.580,84. Sedangkan Nasdaq Composite lebih tinggi 1 persen pada level 12.056,44.

Baik S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi, dengan Nasdaq mencapai level di atas 12.000 untuk pertama kalinya. Dow juga membukukan pergerakan satu hari terbesar sejak 14 Juli. S&P 500 mengalami hari terbaiknya sejak 6 Juli.

Saham Coca-Cola naik lebih dari 4 persen bersama dengan Dow Inc memimpin kenaikan saham. IBM melonjak lebih dari 3 persen. Namun, saham-saham tersebut masih turun year to date. best profit

Apple dan Tesla masing-masing turun 2,1 persen dan 5,8 persen, mengembalikan sebagian dari kenaikan tajam baru-baru ini. ETF iShares Russell 1000 Value (IWD) naik 1,6 persen untuk mengungguli mitra pertumbuhannya.

"Kami melihat pembeli mungkin mencari pertumbuhan yang sedikit lebih tahan lama, tetapi tidak ingin membayar jenis penilaian teknologi gila yang ada di luar sana," kata Mike Bailey, Direktur Penelitian di FBB Capital Partners.

Wall Street keluar dari sesi banner di mana S&P 500 mencatatkan hari perdagangan terbaiknya pertama di September sejak 2010, menurut Bespoke Investment Group. best profit

Saham naik pada hari Selasa, dipimpin oleh saham teknologi. Hal ini karena para pedagang memulai bulan yang secara historis sulit diulang. Ini merupakan kinerja Agustus terbaik Wall Street sejak 1980-an.

DIkutip dari CNBC, Rabu (2/9/2020), Dow Jones Industrial Average naik 215,61 poin, atau 0,8 persen, ditutup pada 28.645,66. S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 3.526,65 dan Nasdaq Composite naik 1,4 persen menjadi 11.939,67. Baik S&P 500 dan Nasdaq mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Apple memimpin kenaikan di bidang teknologi, naik 4 persen. Saham mendapat dorongan karena beberapa analis Wall Street menaikkan target harga mereka pada raksasa teknologi itu. Keuntungan itu datang sehari setelah saham naik lebih dari 3 persen menyusul pemecahan saham yang tampaknya menyebabkan investor mengambil sahamnya.

Saham Walmart naik lebih dari 6 persen setelah pengecer mengumumkan akan meluncurkan program keanggotaannya sendiri, Walmart +, akhir bulan ini. best profit

Saham Zoom Video melonjak 40,8 persen setelah melaporkan lonjakan kuartal lainnya. Pendapatan perusahaan konferensi video meningkat lebih dari empat kali lipat pada kuartal kedua fiskal dibandingkan dengan tahun lalu.

"Itu hanya pedoman yang dibaca investor sekarang. Mereka memainkan permainan momentum, tetapi pada titik tertentu, saya pikir itu berubah," kata Brent Schutte, kepala strategi investasi untuk Northwestern Mutual Wealth Management. "Saat pemulihan ekonomi berlanjut, saya pikir Anda akan melihat perluasan saham yang berpartisipasi dalam reli ini," tambahnya.

Rata-rata utama juga mendapat dorongan pada hari Selasa dari data manufaktur yang lebih baik dari perkiraan dari Institute for Supply Management. Pembacaan terakhir pada PMI manufaktur perusahaan Agustus datang di 56, tertinggi dalam 19 bulan, karena pesanan baru mencapai level tertinggi sejak 2004. best profit

Tesla turun 4,7 persen setelah pengajuan peraturan mengungkapkan perusahaan akan menjual hingga USD 5 miliar sahamnya sendiri.

S&P 500 dan Dow baru saja menyelesaikan bulan Agustus terbaik mereka dalam lebih dari 30 tahun. Rata-rata saham blue-chip menguat 7,6 persen pada Agustus untuk bulan positif kelima berturut-turut dan kenaikan terbesar Agustus sejak 1984. S&P 500 juga naik untuk bulan kelima berturut-turut, naik 7 persen, meraih posisi terbaik Agustus sejak 1986.

Indeks saham Nasdaq yang padat teknologi melonjak 9,6 persen pada Agustus, membukukan kinerja bulanan terbaiknya sejak 2000.

"Sementara nama pertumbuhan dan momentum terus menjadi pendorong utama pengembalian, nilai dan siklus mulai berpartisipasi," kata Mark Hackett, kepala penelitian investasi Nationwide, dalam sebuah catatan pada hari Senin. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 1 September 2020

Best Profit | Saham Zoom Melesat 40 Persen, Wall Street Ditutup Menguat

 


Best Profit (2/9) - Saham naik pada hari Selasa, dipimpin oleh saham teknologi. Hal ini karena para pedagang memulai bulan yang secara historis sulit diulang. Ini merupakan kinerja Agustus terbaik Wall Street sejak 1980-an.

DIkutip dari CNBC, Rabu (2/9/2020), Dow Jones Industrial Average naik 215,61 poin, atau 0,8 persen, ditutup pada 28.645,66. S&P 500 naik 0,8 persen menjadi 3.526,65 dan Nasdaq Composite naik 1,4 persen menjadi 11.939,67. Baik S&P 500 dan Nasdaq mencapai level tertinggi sepanjang masa.

Apple memimpin kenaikan di bidang teknologi, naik 4 persen. Saham mendapat dorongan karena beberapa analis Wall Street menaikkan target harga mereka pada raksasa teknologi itu. Keuntungan itu datang sehari setelah saham naik lebih dari 3 persen menyusul pemecahan saham yang tampaknya menyebabkan investor mengambil sahamnya.

Saham Walmart naik lebih dari 6 persen setelah pengecer mengumumkan akan meluncurkan program keanggotaannya sendiri, Walmart +, akhir bulan ini. best profit

Saham Zoom Video melonjak 40,8 persen setelah melaporkan lonjakan kuartal lainnya. Pendapatan perusahaan konferensi video meningkat lebih dari empat kali lipat pada kuartal kedua fiskal dibandingkan dengan tahun lalu.

"Itu hanya pedoman yang dibaca investor sekarang. Mereka memainkan permainan momentum, tetapi pada titik tertentu, saya pikir itu berubah," kata Brent Schutte, kepala strategi investasi untuk Northwestern Mutual Wealth Management. "Saat pemulihan ekonomi berlanjut, saya pikir Anda akan melihat perluasan saham yang berpartisipasi dalam reli ini," tambahnya.

Rata-rata utama juga mendapat dorongan pada hari Selasa dari data manufaktur yang lebih baik dari perkiraan dari Institute for Supply Management. Pembacaan terakhir pada PMI manufaktur perusahaan Agustus datang di 56, tertinggi dalam 19 bulan, karena pesanan baru mencapai level tertinggi sejak 2004. best profit

Tesla turun 4,7 persen setelah pengajuan peraturan mengungkapkan perusahaan akan menjual hingga USD 5 miliar sahamnya sendiri.

S&P 500 dan Dow baru saja menyelesaikan bulan Agustus terbaik mereka dalam lebih dari 30 tahun. Rata-rata saham blue-chip menguat 7,6 persen pada Agustus untuk bulan positif kelima berturut-turut dan kenaikan terbesar Agustus sejak 1984. S&P 500 juga naik untuk bulan kelima berturut-turut, naik 7 persen, meraih posisi terbaik Agustus sejak 1986.

Indeks saham Nasdaq yang padat teknologi melonjak 9,6 persen pada Agustus, membukukan kinerja bulanan terbaiknya sejak 2000.

"Sementara nama pertumbuhan dan momentum terus menjadi pendorong utama pengembalian, nilai dan siklus mulai berpartisipasi," kata Mark Hackett, kepala penelitian investasi Nationwide, dalam sebuah catatan pada hari Senin. best profit

Bersamaan dengan teknologi, pembukaan kembali saham - operator jalur pelayaran, maskapai penerbangan, dan hotel - mengalami Agustus yang besar. Royal Caribbean dan MGM Resorts keduanya naik sekitar 40 persen, sementara FedEx dan Gap masing-masing naik 30 persen. Delta Air Lines dan Norwegian Cruise Line juga termasuk di antara para pemimpin S&P 500 pada bulan Agustus.

Yang pasti, September secara historis menjadi bulan terburuk untuk pasar sejak 1950, menurut data dari Stock Trader’s Almanac. Data menunjukkan bahwa Dow rata-rata mengalami kerugian 0,7 persen pada bulan September sementara S&P 500 rata-rata turun 0,5 persen.

Investor menunggu laporan pekerjaan bulanan utama pada hari Jumat, yang diperkirakan akan menunjukkan gaji terus rebound pada bulan Agustus. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan bahwa 1,255 juta pekerjaan tercipta di bulan Agustus. best profit

Sumber : Liputan6