PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Monday, 31 August 2020

Best Profit | Harga Emas Diperkirakan Kembali Tembus USD 2.000 per Ounce pada Pekan Ini

 


Best Profit (1/9) - Setelah selama dua pekan terus konsolidasi di bawah USD 2.000 per ounce, harga emas diperkirakan akan mulai merangkak naik dan menembus kembali level psikologis di pekan ini.

Mengutip Kitco, Senin (31/8/2020), harga emas kembali melonjak jelang akhir pekan atau pada Jumat lalu. Aksi jual di pasar modal dan juga dolar AS menjadi tenaga penopang kenaikan harga emas.

“Secara teknis, grafik mingguan harga emas terlihat bearish tetapi saya tidak akan menjual emas pada saat ini,” kata Presiden Darin Newsom Analysis, Darin Newsom.

“Emas dan perak adalah satu-satunya instrumen lindung nilai yang diinginkan investor dengan semua ketidakpastian di seluruh dunia. Anda tidak bisa membantah sentimen itu." tambah dia. best profit

Dari hasil jajak pendapat, para analis di Wall Street mayoritas menyerukan harga emas akan melambung. Dari 15 analis Wall Street yang mengambil bagian dalam jajak pendapat minggu, 12 analis atau 80 persen menyerukan harga emas naik.

Sedangkan tiga analis atau 20 persen menyatakan harga emas stabil. Selain itu tidak ada satu suara pun yang menyatakan harga emas akan turun.

Kepala Perdagangan MKS (Switzerland) SA,Afshin Nabavi mengatakan, harga emas berhasil menahan support kritis jangka pendek di atas USD 1.900 per ounce. best profit

Ia melanjutkan, dengan dolar AS tidak dapat menembus di atas titik resistensi penting, sepertinya harga emas bisa bergerak lebih tinggi dan terdorong ke USD 2.000 per ounce.

Harga emas melonjak pada hari Jumat, sehari setelah aksi jual tajam, karena dolar AS melemah dan Federal Reserve AS mengisyaratkan strategi suku bunga rendah yang berkepanjangan.

Harga emas di pasar spot naik 1,9 persen menjadi USD 1,964,62 per ounce, mengambil keuntungan minggu ini menjadi lebih dari 1 persen. Harga turun sebanyak 2,2 persen pada hari Kamis setelah imbal hasil Treasury AS naik setelah pidato Ketua Fed Jerome Powell.

"Aksi jual yang cukup besar dalam greenback telah menopang emas," kata David Madden, analis pasar di CMC Markets Inggris seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (29/8/2020). best profit

"The Fed mengatakan dapat membiarkan inflasi berjalan di atas target 2 persen untuk beberapa waktu. Tampaknya mereka akan menjaga kebijakan moneter mereka sangat longgar, yang akan membantu emas," tambahnya.

Dolar jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, dan berada di jalur untuk membukukan persentase penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juli. best profit

Powell mengatakan pada hari Kamis bank sentral akan mengadopsi target inflasi rata-rata, yang berarti suku bunga cenderung tetap rendah bahkan jika inflasi naik sedikit di masa depan.

Di sisi lain, bank sentral global dan pemerintah telah memompa stimulus besar-besaran ke pasar untuk menopang ekonomi yang rusak akibat virus corona, membantu emas memperoleh lebih dari 28 persen tahun ini.

"Pergeseran kebijakan Fed kemungkinan besar akan menyalakan kembali 'perdagangan inflasi', yang secara historis bullish untuk aset keras (seperti emas)," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang juga merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 30 August 2020

Best Profit | Akhir Pekan, Harga Emas Melonjak Lagi

 


Best Profit (31/8) - Harga emas melonjak pada hari Jumat, sehari setelah aksi jual tajam, karena dolar AS melemah dan Federal Reserve AS mengisyaratkan strategi suku bunga rendah yang berkepanjangan.

Harga emas di pasar spot naik 1,9 persen menjadi USD 1,964,62 per ounce, mengambil keuntungan minggu ini menjadi lebih dari 1 persen. Harga turun sebanyak 2,2 persen pada hari Kamis setelah imbal hasil Treasury AS naik setelah pidato Ketua Fed Jerome Powell.

"Aksi jual yang cukup besar dalam greenback telah menopang emas," kata David Madden, analis pasar di CMC Markets Inggris seperti dikutip dari CNBC, Sabtu (29/8/2020).

"The Fed mengatakan dapat membiarkan inflasi berjalan di atas target 2 persen untuk beberapa waktu. Tampaknya mereka akan menjaga kebijakan moneter mereka sangat longgar, yang akan membantu emas," tambahnya.  best profit

Dolar jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, dan berada di jalur untuk membukukan persentase penurunan mingguan terbesar sejak akhir Juli.

Powell mengatakan pada hari Kamis bank sentral akan mengadopsi target inflasi rata-rata, yang berarti suku bunga cenderung tetap rendah bahkan jika inflasi naik sedikit di masa depan.

Di sisi lain, bank sentral global dan pemerintah telah memompa stimulus besar-besaran ke pasar untuk menopang ekonomi yang rusak akibat virus corona, membantu emas memperoleh lebih dari 28 persen tahun ini.

"Pergeseran kebijakan Fed kemungkinan besar akan menyalakan kembali 'perdagangan inflasi', yang secara historis bullish untuk aset keras (seperti emas)," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff dalam sebuah catatan.

Suku bunga rendah cenderung mendukung emas, yang juga merupakan lindung nilai terhadap inflasi dan depresiasi mata uang. best profit

Efek pandemi telah mengubah perekonomian global, berbagai sektor terguncang, tidak lain pada logam mulia, khususnya emas. Beberapa tahap, harga emas mengalami lonjakan yang cukup tajam karena efek pandemi.

Dikutip dari Antara, Jumat (28/8/2020), harga Emas mengalami kenaikan dari level ratusan ribu Rupiah sebelum masa pandemi COVID-19 hingga mencapai Rp1 juta per gram selama beberapa pekan terakhir.

Pada potensi investasi banyak hal yang harus diperhatikan sebelum melirik sektor logam mulia ini. Sebagai instrumen investasi berbentuk aset riil, emas memang menjadi instrumen investasi yang terkenal bisa mengalahkan inflasi. best profit

Meskipun mengalami fluktuasi secara harian, akan tetapi dalam jangka panjang harga emas terus mengalami kenaikan.

Berdasarkan data dari Lifepal.co.id ada berbagai alasan emas masih layak beli atau justru sebaliknya. Membeli emas saat ini maupun menunggu saat harganya turun sejatinya tidak masalah. Mengapa demikian?

Data dari Bullion Rates dan situs Logam Mulia, kenaikan harga emas per tahun secara rata-rata dari Agustus 2010 hingga Agustus 2020 adalah 11,8 persen.

Selain di tahun 2019 dan 2020, terjadi pula lonjakan harga emas yang cukup signifikan di tahun 2010 menuju 2011. best profit

Memasuki Agustus 2013 hingga 2018, pergerakan harga emas justru kurang menarik meski tidak terlihat lesu. Dalam rentang waktu tersebut, rata-rata pergerakan harga emas dalam setahun justru cuma tumbuh 2 persen saja.

Pada awal bulan Agustus 2020, PT Pegadaian (Persero) menyatakan investasi emas makin diminati seiring dengan harga komoditas tersebut yang terus meningkat setiap harinya.

"Kalau di Pegadaian di antaranya ada Galeri 24 atau tabungan emas. Ini bisa untuk investasi," kata Kepala Kantor Cabang Pegadaian Cokronegaran, Solo Tri Bambang Sulistyo. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 27 August 2020

Best Profit | Harga Emas Melorot 2 Persen karena Tekanan Dolar AS

 

Best Profit (28/8) - Harga emas turun lebih dari 2 persen pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harga emas terus terombang-ambing selama perdagangan sesi tersebut.

Pendorong pelemahan harga emas adalah penguatan nilai tukar dolar AS dan juga kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah usai pidato Gubernur Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed) Jerome Powell.

Dalam pidato tersebut, menggeser target inflasi di angka lebih dari 2 persen. Hal ini tentu saja berdampak sangat luas terhadap beberapa kebijakan lainnya.

Mengutip CNBC, Jumat (28/8/2020), harga emas di pasar spot turun 1,5 persen menjadi USD 1.925,19 per ounce. Harga emas sempat naik 1,1 persen selama pidato Powell. best profit

Sedangkan harga emas berjangka AS turun 1,4 persen menjadi USD 1.924,60 per ounce.

Analis komoditas TD Securities Daniel Ghali mengatakan, kebijakan moneter the Fed ini sebenarnya cukup menarik untuk mendorong harga emas. "Tapi pasar sudah mengantisipasi sehingga tidak ada dorongan baru untuk pembelian emas." kata dia.

Untuk diketahui, Bank sentral AS mengumumkan strategi baru untuk mengangkat lapangan kerja dan akan berusaha mencapai inflasi rata-rata 2 persen dari waktu ke waktu. Kebijakan ini memberikan dorongan kepada nilai tukar dolar AS dan membebani harga emas. best profit

"Pidato Powell memicu gelombang di pasar keuangan terutama emas, yang reli hampir USD 50 tetapi berbalik karena pasar menyadari dia tidak memberikan kejutan yang belum diperdebatkan sebelumnya," kata analis logam mulia BMO, Tai Wong.

Harga emas melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena nilai tukar dolar tergelincir menjelang pidato dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell. Selain itu, kenaikan harga emas juga didorong oleh aksi investor bertaruh pada stimulus lebih lanjut untuk mengurangi dampak pandemi virus corona.

Dikutip dari CNBC, Kamis (27/8/2020), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.948.07 per ounce, setelah turun ke level terendah dalam dua minggu di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 1,5 persen pada USD 1.952,50. best profit

“Dolar menunjukkan sedikit kelemahan. Mereka (investor) memperdagangkan harapan dan ekspektasi bahwa ada stimulus lebih lanjut yang akan datang," kata Jeffrey Christian, Managing Partner CPM Group.

Dolar melemah 0,1 persen terhadap mata uang utama lain, membuat harga emas lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

Powell akan berbicara di simposium Jackson Hole virtual pada hari Kamis, di mana ia diharapkan untuk menawarkan lebih banyak wawasan tentang strategi bank sentral AS terkait inflasi dan kebijakan moneter. best profit

Risalah Fed minggu lalu memberikan sedikit petunjuk tentang apakah peralihan ke kebijakan yang lebih mudah dimungkinkan dalam beberapa bulan mendatang.

Bank sentral global dan pemerintah telah mengeluarkan stimulus besar-besaran untuk menopang perekonomian mereka dari dampak pandemi. Ini telah mendorong harga emas naik sekitar 28 persen sepanjang tahun ini karena dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

"Investor menunggu sesuatu yang akan datang dari Departemen Keuangan AS, dan Kongres (AS) mencapai kesepakatan (tentang RUU stimulus)," kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures. best profit

Dia menambahkan bahwa sikap dovish lebih lanjut dari Fed juga akan bullish untuk harga emas.

Investor sedang mengawasi perkembangan dalam negosiasi bantuan virus corona AS. Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin akan bersaksi di depan panel DPR minggu depan.

Sementara untuk logam lain, harga perak naik 3,5 persen menjadi USD 27,34 per ounce, platinum naik 0,3 persen menjadi USD 929,91 dan paladium naik 0,9 persen menjadi USD 2.183.43. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 26 August 2020

Best Profit | 5 Penyebab Harga Emas Terus Melonjak hingga Catat Rekor Tertinggi

 


Best Profit (27/8) - Industri keuangan dan pasar modal mengalami tekanan yang sangat besar selama pandemi Covid-19 ini. Saham, obligasi, dan berbagai komoditas mengalami tekanan. Namun ternyata ada satu instrumen investasi yang mampu perkasa yaitu emas.

Selama pandemi Covid-19 ini atau sejak akhir tahun lalu, harga emas mengalami kenaikkan yang signifikan. Maka tak heran jika banyak orang melakukan investasi ke instrumen emas.

Direktur PT Solid Gold Berjangka Dikki Soetopo menjelaskan, pada 9 September 2011 yang lalu harga emas di dunia pertama kali memecahkan rekor tertingginya yaitu di level USD 1.921 per troy ons. Tahun 2020 kembali memecahkan rekor tertinggi dalam sejarah yaitu naik hingga 33,35 persen menjadi USD 2.072.60 per troy ons. best profit

Menurutnya, ada lima faktor pendorong kenapa harga emas bisa mengalami kenaikkan yang signifikan. Pertama yaitu tingkat suku bunga yang rendah. Kedua virus Covid-19 yang melanda dunia sehingga banyak orang yang memilih emas untuk dijadikan investasi. Ketiga kebijakan bank central yang sangat mempengaruhi.

"Keempat resesi di berbagai negara dan terakhir isu geopolitik yang menyebabkan ketidakpastian perekonomian global,” jelas Dikky pada Media Gathering virtual dengan tema Menakar Kekuatan Emas Hingga Akhir Tahun dan Peluang Perdagangan Berjangka Komoditi di Tengah Pandemi di Jakarta, Rabu (26/08/2020). best profit

Karena berbasis secara online, di tengah kondisi pandemi saat ini Solid Gold Berjangka tetap bisa bertahan mengedukasi nasabah secara digital melalui aplikasi zoom meeting maupun video call melalui aplikasi whatsapp. Selain itu juga tidak mengurangi jumlah karyawan yang ada.

“Dalam pandangannya untuk harga emas sendiri masih mempunyai potensi untuk bergerak naik sampai harga yang tidak bisa diprediksi dan ditentukan,” ungkap Stephanus Paulus Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta. Tetapi perlu diingat bahwa harga emas tidak selamanya akan menunjukkan tren kenaikkan harga. best profit

Sementara untuk posisi nasabah baru mengalami penambahan hingga Juli 2020 sebanyak 247 nasabah baru. Berita lonjakan harga emas turut mengedukasi masyarakat bahwa ada alternatif investasi logam mulai dalam bentuk kontrak berjangka yang berpeluang lebih menguntungkan dengan syarat manajemen risiko yang terjaga.

“di tengah situasi pandemi, peluang investasi emas menjadi sangat menarik karena sifatnya safe haven, yang berarti memiliki nilai stabil di tengah ketidakpastian ekonomi yang diakibatkan berbagai faktor,” ujar Dikki. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 25 August 2020

Best Profit | Wall Street Ditutup Datar usai S&P 500 Cetak Rekor

 

Best Profit (26/8) - Saham berjangka AS bergerak datar dalam perdagangan semalam pada hari Selasa setelah S&P 500 ditutup pada rekor tertinggi baru.

Dikutip dari CNBC, Rabu (26/7/2020), Dow berjangka naik 5 poin. S&P 500 dan Nasdaq 100 berjangka masing-masing naik 0,04 persen dan 0,1 persen.

Perusahaan perangkat lunak Salesforce melaporkan laba setelah bel hari Selasa. Anggota Dow segera naik lebih dari 10 persen dalam perdagangan yang diperpanjang setelah melewati garis atas dan bawah hasil kuartal kedua.

Salesforce akan menggantikan Exxon Mobil, Amgen akan menggantikan Pfizer dan Honeywell International akan menggantikan Raytheon Technologies di rata-rata Dow, S&P Dow Jones Indices mengatakan Senin. Perubahan tersebut didorong oleh rekor saham Apple, yang akan mengurangi pembobotan teknologi dalam harga rata-rata tertimbang. best profit

HP Enterprise, homebuilder Toll Brothers, dan pengecer Urban Outfitters melonjak menyusul pendapatan mereka yang lebih baik dari perkiraan.

Pada hari Selasa, Dow Jones Industrial Average kehilangan 60 poin karena Apple, pengaruh terbesar dari indeks tersebut, menghentikan kenaikan beruntun selama lima hari. Raksasa teknologi menutup sesi dengan turun sekitar 0,8 persen.

S&P 500 naik 0,36 persn, mencapai rekor ke-17 pada penutupan tahun 2020. Nasdaq Composite juga ditutup pada rekor setelah naik 0,76 persen. Saham Facebook naik lebih dari 3 persen.

China dan AS melanjutkan pembicaraan perdagangan pada hari Selasa. Dalam sebuah pernyataan, Kantor Perwakilan Dagang AS mengatakan bahwa kedua belah pihak membuat kemajuan dan berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keberhasilan kesepakatan perdagangan fase satu. best profit

"Pasar didukung oleh para mualaf yang akhirnya bergabung dengan partai, oleh penurunan terus-menerus dalam kasus Covid baru-baru ini, lingkaran perawatan baru yang sedang berlangsung, dan kemajuan baru dalam negosiasi perdagangan dengan China," Jim Paulsen, kepala strategi investasi di Leuthold Group, mengatakan kepada CNBC.

Musim laporan kinerja berlanjut pada hari Rabu dengan Dick's Sporting Goods, Express dan Royal Bank of Canada melaporkan sebelum bel pembukaan. Box, NetApp, Splunk dan Williams-Sonoma akan melaporkan setelah bel hari Rabu.

Akhir pekan ini, Federal Reserve akan mengadakan simposium tahunan tentang kebijakan moneter. Wall Street akan mencari petunjuk tentang stimulus lebih lanjut dan ke mana arah ekonomi keluar dari acara tersebut. Investor akan mencari secara khusus komentar Powell tentang inflasi dan dampaknya terhadap dolar. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 24 August 2020

Best Profit | Wall Street Perkasa, S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi

 

Best Profit (25/8) - Wall Street atau bursa saham di New York Amerika Serikat (AS) menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Kenaikan ini karena adanya sentimen positif seputaran Corona.

Mengutip CNBC, Selasa (25/8/2020), Dow Jones Industrial Average melonjak 378,13 poin atau 1,4 persen dan ditutup di angka 28.308,46. Nasdaq Composite naik 0,6 persen menjadi 11.379,72 dan mencapai rekor tertinggi.

Indeks S&P 500 naik 1 persen menjadi 3.431,28 dan mencapai level tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan Senin juga menandai penutupan pertama S&P 500 di atas 3.400. best profit

Saham Apple naik 1,2 persen dan memimpin penguatan saham-saham lain di sektor teknologi. Facebook naik 1,6 persen dan Amazon naik 0,7 persen. Untuk saham Alfabet menguat 0,6 persen.

Saham maskapai penerbangan dan operator kapal pesiar juga naik di tengah perkembangan pengobatan virus Corona yang positif.

United Airlines naik lebih dari 9 persen bersama dengan saham Amerika. Delta naik 9,3 persen. Saham Karnaval juga melonjak 10,2 persen. best profit

Norwegian Cruise Line dan Royal Caribbean ditutup lebih tinggi masing-masing sebesar 7,6 persen dan 4,7 persen.

Wall Street bergerak menghijau pada Senin karena jumlah kasus virus Corona baru terus menurun di AS. Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, sejak melonjak menjadi lebih dari 64 ribu kasus awal bulan ini, jumlah infeksi harian baru di AS belum mencapai 49 ribu.

"Saya melihat sesuatu yang menarik mungkin berkembang dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," kata kepala analis Global Advisors, Tom Lee dalam sebuah catatan. best profit

"Saya pikir sangat mungkin bahwa kasus COVID-19 AS turun pada bulan September." kata dia.

“AS akan segera menjadi salah satu tempat teraman di dunia. Jika ini benar, modal juga akan masuk ke AS, yang berarti saham naik lebih lanjut, "tambah Lee. Hal ini tentu saja akan membawa Wall Street ke level yang jauh lebih tinggi lagi.

Pada hari Minggu, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS atau U.S. Food and Drug Administration (FDA) mengeluarkan izin untuk bisa penggunaan plasma darah untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.

perawatan yang menggunakan plasma darah ini disumbangkan oleh orang-orang yang telah pulih dari virus Corona. best profit

Presiden Donald Trump mengatakan pada konferensi pers hari Minggu bahwa pengobatan plasma menurunkan tingkat kematian hingga 35 persen.

Hasil studi oleh Mayo Clinic yang dikutip FDA menunjukkan bahwa pasien di bawah usia 80 tahun yang tidak menggunakan respirator dan menerima plasma dengan antibodi tingkat tinggi lebih mungkin untuk bertahan hidup 30 hari lagi dibandingkan dengan pasien yang menerima plasma dengan tingkat antibodi yang rendah.

Namun, penelitian tersebut mengakui bahwa temuannya terbatas, terutama karena tidak ada perbandingan plasebo. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 23 August 2020

Best Profit | Wall Street Melesat Ditopong Penguatan Data Ekonomi AS

 

Best Profit (24/8) - Bursa saham di Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), terangkat oleh data ekonomi AS yang kuat.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (22/8/2020), Dow Jones Industrial Average menutup perdagangan dengan naik 190,6 poin atau 0,7 persen ke 27.930,33.

S&P 500 naik 0,34 persen menjadi 3.397,16 dan mencatat rekor baru untuk penutupan tertinggi. Sedangkan Nasdaq Composite naik 0,4 persen dan menutup perdagangan di 11,311,80, yang juga mencatatkan rekor penutupan.

Saham Apple naik 5,1 persen ke level tertinggi sepanjang masa, membangun keuntungan yang kuat minggu ini. Deere dan Foot Locker masing-masing melonjak 4,4 persen dan 1,4 persen, karena hasil kuartalan yang lebih baik dari perkiraan. best profit

Data dari IHS Markit menunjukkan aktivitas manufaktur AS mencapai level tertinggi dalam 19 bulan pada Agustus, sementara layanan berada di level tertinggi dalam 17 bulan.

Ekonom IHS Markit Sian Jones mengatakan dalam sebuah pernyataan, Permintaan klien meningkat di antara produsen dan penyedia layanan," kata dia.

Sementara itu, penjualan rumah pada Juli mencatat rekor lonjakan bulan ke bulan sebesar 24,7 persen. Harga jual rata-rata rumah juga mencapai titik tertinggi sepanjang masa, melonjak menjadi USD 304.100. best profit

Awal pekan ini, indeks saham S&P 500 menembus di atas level tertinggi sejak Februari dan mencatat level tertinggi baru sepanjang masa. S&P 500 naik 0,7 persen untuk minggu ini sementara Nasdaq menguat lebih dari 2,5 persen.

Saham berjangka AS naik pada Kamis malam karena para pedagang bersiap untuk mengakhiri minggu yang lebih optimis dari sebelumnya.

Dikutip dari CNBC, Jumat (21/8/2020), Dow Jones Industrial Average berjangka diperdagangkan 32 poin lebih tinggi, atau 0,1 persen. S&P 500 dan Nasdaq 100 futures juga naik 0,1 persen. best profit

Awal pekan ini, S&P 500 menembus di atas level tertinggi akhir Februari dan mencatat level tertinggi baru sepanjang masa. Nasdaq Composite juga mencapai rekor pada hari Kamis. S&P 500 mengakhiri sesi Kamis naik 0,4 persen untuk minggu ini sementara Nasdaq naik lebih dari 2 persen minggu ini.

Bagian terbesar dari keuntungan tersebut telah didorong oleh keuntungan yang kuat di saham Big Tech. Apple naik hampir 3 persen minggu ini dan menjadi perusahaan publik pertama di AS yang mencapai penilaian pasar sebesar USD 2 triliun. Amazon dan Alphabet telah menguat lebih dari 4 persen minggu ini dan Microsoft naik 2,7 persen pada saat itu. best profit

"Ini adalah perusahaan besar dan kemungkinan besar akan terus memberikan pertumbuhan pendapatan yang solid, tetapi orang harus bertanya-tanya apakah tidak ada terlalu banyak antusiasme yang dimasukkan ke dalam harga saham mereka saat ini," kata Brian Price, kepala manajemen investasi di Commonwealth Financial Network .

“Akan konstruktif bagi kesehatan pasar saham secara keseluruhan jika kita mulai melihat luasnya sektor dan sektor lain menunjukkan kekuatan relatif. Kami telah mengalami beberapa aksi unjuk rasa kecil di sektor berorientasi nilai siklus dari posisi terendah Maret tetapi tidak ada yang berkelanjutan," tambahnya. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 20 August 2020

Best Profit | Wall Street Ditutup Melemah Akibat Prediksi Ekonomi yang Suram

 

Best Profit (21/8) - Bursa saham di Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena prospek ekonomi yang suram dari Federal Reserve menggagalkan antusiasme seputar rekor penilaian untuk Apple.

Dikutip dari CNBC, Kamis (20/8/2020), S&P 500 turun 0,4 persen menjadi 3.374,85. Dow Jones Industrial Average turun 85,19 poin atau 0,3 persen menjadi ditutup pada 27.692,88. Sedangkan Nasdaq Composite tertinggal dengan turun 0,6 persen menjadi 11.146,46.

Dalam risalah pertemuan Juli, The Fed mengatakan "krisis kesehatan masyarakat yang sedang berlangsung akan sangat membebani kegiatan ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah." best profit

The Fed mempertahankan suku bunga bulan lalu, mencatat bahwa ekonomi masih membutuhkan dukungan moneter.

Hal tersebut menjatuhkan S&P 500 dari rekor intraday yang ditetapkan di awal sesi perdagangan. Indeks saham Dow dan Nasdaq juga berubah negatif setelah risalah dirilis. Sementara itu, imbal hasil obligasi naik setelah rilis bersama dengan dolar AS. Harga emas juga jatuh karena berita tersebut.

Sebelumnya pada hari itu, Apple menjadi perusahaan AS pertama yang mencapai kapitalisasi pasar $ 2 triliun. best profit

Dengan pencapaian tersebut, Apple secara resmi menggandakan valuasinya hanya dalam waktu dua tahun. Pada 2020 saja, saham Apple telah melonjak hampir 60 persen dan merupakan salah satu saham yang memimpin pasar dari posisi terendah akibat virus corona. Saham ditutup jauh dari tertinggi, menambah keuntungan hanya 0,1 persen.

Sehari sebelumnya, Indeks saham S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta), menutup kerugian akibat aksi jual yang disebabkan oleh virus corona yang menjatuhkannya dari rekor sebelumnya pada bulan Februari.

Dikutip dari CNBC, Rabu (19/8/2020), S&P 500 naik 0,2 persen menjadi 3.389,78. Ini menjadi level tertinggi sepanjang masa intraday, yang sehari sebelumnya mencapai 3.395,06. best profit

Pergerakan S&P 500 ke rekor tertinggi terjadi setelah indeks bergerak flutuatif dengan penutupan tertinggi sepanjang masa selama lebih dari seminggu. Ini juga mengkonfirmasi dimulainya pasar bullish baru.

"Ada banyak kabar baik yang tampaknya memvalidasi," kata Andrew Slimmon, Direktur Pengelola di Morgan Stanley Investment Management.

Slimmon mencatat data ekonomi telah menguat baru-baru ini dan pendapatan perusahaan telah melampaui ekspektasi analis. best profit

"Tapi saya berpendapat pasar di sini sangat rentan terhadap beberapa jenis berita buruk ... Anda melihat jenis saham yang berhasil, dan mereka berisiko tinggi," kata Slimmon.

Saham Amazon unggul dengan naik lebih dari 4 persen pada perdagangan Selasa. Netflix dan Alphabet naik setidaknya 2 persen.

Sementara itu, Nasdaq Composite juga mencapai rekor dengan naik 0,7 persen menjadi 11.210,84. Dow Jones Industrial Average tertinggal, turun 66,84 poin atau 0,2 persen menjadi 27.778,07 karena Home Depot dan Walmart keduanya turun meskipun hasil pendapatan menguat. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 19 August 2020

Best Profit | Harga Emas Anjlok Usai Melonjak dalam Beberapa Hari Terakhir

 

Best Profit (20/8) - Harga emas turun di bawah level USD 2.000 pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena aksi jual lima sesi dolar AS dihentikan sementara, dan Komite Pasar Terbuka Federal menyatakan keprihatinan pada pertemuan terakhir mereka mengenai masa depan ekonomi.

Dikutip dari CNBC, Kamis (20/8/2020), harga emas di pasar spot turun 1,6 persen menjadi USD 1.968,84 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS turun 1,7 persen menjadi USD 1.979,20.

"Dolar bergerak naik melawan beberapa resistensi yang sangat kuat dan kami akan membutuhkan sinyal yang kuat dari The Fed untuk melihat gelombang tekanan jual berikutnya yang akan menghantam dolar," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior di OANDA. best profit

Risalah Fed menunjukkan FOMC percaya bahwa virus corona kemungkinan akan terus menghambat pertumbuhan dan berpotensi menimbulkan bahaya bagi sistem keuangan.

Langkah-langkah stimulus yang meluas dan suku bunga rendah mendorong harga emas ke puncak harga tertinggi sepanjang masa pada 7 Agustus, tetapi emas batangan telah turun sejak itu.

Harga emas juga tertekan ketika seorang pejabat senior pemerintahan Trump mengatakan tagihan bantuan virus corona yang lebih kecil senilai sekitar USD 500 miliar dapat dicapai, dibandingkan dengan yang sebelumnya diharapkan antara USD 1 triliun dan $ 3 triliun. best profit

Dolar bergerak naik, menghentikan penurunan yang membawanya ke level terendah lebih dari dua tahun pada Selasa lalu. Sementara indeks ekuitas S&P 500 bertahan di dekat rekor tertinggi.

George Gero, Direktur Pelaksana di RBC Wealth Management, mengatakan dalam sebuah catatan, pasar saham yang lebih tinggi dan upaya dolar untuk menstabilkan bertindak sebagai hambatan jangka pendek untuk harga emas.

Namun, dia menambahkan setiap penurunan harga emas akan tetap dibeli di tengah kekhawatiran ekonomi global dan meningkatnya ekspektasi inflasi dengan lebih banyak hutang dan stimulus.

Di tempat lain, harga perak turun 1,2 persen menjadi USD 27,30 per ounce. Platinum turun 2 persen menjadi USD 937,03 dan paladium turun 1,5 persen menjadi USD 2.156,78. best profit

Kemarin, Harga emas Antam atau emas yang dijual oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik Rp 8.000 menjadi Rp 1.058.000 per gram pada Rabu, 19 Agustus 2020. Sehari sebelumnya, harga emas Antam dipatok Rp 1.050.0000 per gram.

Harga buyback emas Antam juga naik Rp 10.000 menjadi Rp 956 ribu per gram. Harga buyback merupakan patokan bila Anda menjual maka Antam akan membelinya di harga Rp 956 ribu per gram.

Sementara harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 10.730.000, sementara untuk ukuran 20 gram dijual Rp 20.910.000.

Ini merupakan harga emas Antam yang dijual di Pulogadung, Jakarta. Saat ini, Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 09.24 WIB, mayoritas ukuran emas Antam masih tersedia. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 18 August 2020

Best Profit | S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

 

Best Profit (19/8) - Indeks saham S&P 500 naik ke level tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta), menutup kerugian akibat aksi jual yang disebabkan oleh virus corona yang menjatuhkannya dari rekor sebelumnya pada bulan Februari.

Dikutip dari CNBC, Rabu (19/8/2020), S&P 500 naik 0,2 persen menjadi 3.389,78. Ini menjadi level tertinggi sepanjang masa intraday, yang sehari sebelumnya mencapai 3.395,06.

Pergerakan S&P 500 ke rekor tertinggi terjadi setelah indeks bergerak flutuatif dengan penutupan tertinggi sepanjang masa selama lebih dari seminggu. Ini juga mengkonfirmasi dimulainya pasar bullish baru.

"Ada banyak kabar baik yang tampaknya memvalidasi," kata Andrew Slimmon, Direktur Pengelola di Morgan Stanley Investment Management. best profit

Slimmon mencatat data ekonomi telah menguat baru-baru ini dan pendapatan perusahaan telah melampaui ekspektasi analis.

"Tapi saya berpendapat pasar di sini sangat rentan terhadap beberapa jenis berita buruk ... Anda melihat jenis saham yang berhasil, dan mereka berisiko tinggi," kata Slimmon.

Saham Amazon unggul dengan naik lebih dari 4 persen pada perdagangan Selasa. Netflix dan Alphabet naik setidaknya 2 persen.

Sementara itu, Nasdaq Composite juga mencapai rekor dengan naik 0,7 persen menjadi 11.210,84. Dow Jones Industrial Average tertinggal, turun 66,84 poin atau 0,2 persen menjadi 27.778,07 karena Home Depot dan Walmart keduanya turun meskipun hasil pendapatan menguat. best profit

Awal tahun ini, S&P 500 anjlok lebih dari 30 persen dari rekor Februari karena pandemi virus corona mengirim ekspektasi laba dan aktivitas ekonomi menurun. Namun, penurunan indeks acuan untuk pasar saham AS ini tidak bertahan lama.

Sejak mencapai titik terendah pada 23 Maret, S&P 500 telah meroket lebih dari 54 persen. Hal tersebut sebagian besar didorong oleh kenaikan tajam pada saham Big Tech. Facebook naik lebih dari 27 persen year to date dan Alphabet telah naik lebih dari 16 persen dalam periode waktu itu.

Kemudian, Amazon naik lebih dari 79 persen sepanjang tahun ini dan Netflix naik 52 persen. Apple dan Microsoft masing-masing naik 34,1 persen dan 57,4 persen di sepanjang 2020. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 17 August 2020

Best Profit | Harga Emas Melonjak Usai Warren Buffett Borong Saham Perusahaan Tambang

 

Best Profit (18/7) - Harga emas naik di kisaran 2 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas ini karena nilai tukar dolar AS mengalami tekanan.

Selain itu, kenaikan harga emas juga disebabkan penurunan imbal hasil surat utang AS dan rencana Warren Buffett untuk membeli saham perusahaan penambang emas meningkatkan minat investor.

Mengutip CNBC, Selasa (18/8/2020), harga emas di pasar spot naik 1,9 persen menjadi USD 1.981,41 per ounce dan harga emas berjangka AS ditutup naik 2,5 persen pada USD 1.998,70 per ounce. best profit

Pada pekan lalu harga emas mencatatkan penurunan terbesar sejak Maret karena investor mengatur kembali portofolio innvestasi mereka setelah harga emas batangan turun tajam dari rekor puncak di USD 2.072,50 per ounce pada 7 Agustus 2020.

"Penurunan tajam harga emas ini lebih disebabkan aksi atau selera spekulatif untuk logam mulia," kata analis komoditas TD Securities Daniel Ghali.

Ia menambahkan bahwa fakta sekarang bahwa Warren Buffett akan membeli saham sebuah perusahaan tambang emas yang besar membantu sentimen logam mulia sehingga kembali merangkak naik. best profit

Bursa AS telah menerima surat informasi pengajuan investasi baru sebesar 20,9 juta saham dari Berkshire Hathaway kepada salah satu perusahaan pertambangan terbesar dunia, Barrick Gold Corp.

“Menyadari bahwa Warren Buffett telah membeli saham dan bukan komoditas emas memberikan narasi yang menarik bagi mereka yang ingin membeli emas. Sentimen positif sekarang ini membantu mereka menarik pelatuknya,” tambah Ghali.

Selain itu, sentimen lain yang mendorong harga emas adalah nilai tukar dolar AS yang jatuh ke level terendah lebih dari satu minggu. Patokan imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun yang turun juga ikut mendorong harga emas. best profit

Harga emas dunia diperkirakan kembali menguat pada perdagangan pekan ini setelah mengalami koreksi yang sehat pada pekan sebelumnya. Analis memperkirakan harga emas akan kembali naik ke USD 2.000 per ounce.

Mengutip Kitco, Senin (17/8/2020), harga emas mengalami koreksi atau penurunan yang cukup dalam pada pekan lalu. Harga emas merosot USD 200 dari USD 2.060 per ounce menjadi di bawah USD 1.880 oer ounce.

Setelah itu, harga emas stabil di kisaran USD 1.950 per ounce. best profit

Permintaan yang kuat dan posisi teknis memberikan sinyal kuat bahwa harga emas masih akan tetap bullish sepanjang pekan ini. Bahkan beberapa analis yakin bahwa harga emas akan mencapai USD 2.000 per ounce secepatnya.

“Koreksi yang terjadi pada minggu lalu itu bagus. Namun dapat dilihat bahwa reli belum berakhir. Kita masih bisa melihat harga emas akan kembali ke atas USD 2.000," jelas Wakil Presiden Direktur MKS SA, Afshin Nabavi.

"Kami melihat harga emas akan terus melaju sampai pemilu AS," tambah dia. best profit

Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible juga yakin harga emas akan terus melaju pada pekan ini. Menurutnya secara teknikal harga emas yang sempat melemah pada minggu lalu menjadi dorongan kuat untuk kembali positif di pekan ini.

"Saya yakin harga emas bisa di atas USD 2.000 per ounce. Namun akan tetap di situ karena banyak orang akan takut untuk masuk lagi," kata dia. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 16 August 2020

Best Profit | Siap-Siap, Harga Emas Kembali Terbang Pekan Ini

 

Best Profit (17/8) - Harga emas dunia diperkirakan kembali menguat pada perdagangan pekan ini setelah mengalami koreksi yang sehat pada pekan sebelumnya. Analis memperkirakan harga emas akan kembali naik ke USD 2.000 per ounce.

Mengutip Kitco, Senin (17/8/2020), harga emas mengalami koreksi atau penurunan yang cukup dalam pada pekan lalu. Harga emas merosot USD 200 dari USD 2.060 per ounce menjadi di bawah USD 1.880 oer ounce.

Setelah itu, harga emas stabil di kisaran USD 1.950 per ounce.

Permintaan yang kuat dan posisi teknis memberikan sinyal kuat bahwa harga emas masih akan tetap bullish sepanjang pekan ini. Bahkan beberapa analis yakin bahwa harga emas akan mencapai USD 2.000 per ounce secepatnya. best profit

“Koreksi yang terjadi pada minggu lalu itu bagus. Namun dapat dilihat bahwa reli belum berakhir. Kita masih bisa melihat harga emas akan kembali ke atas USD 2.000," jelas Wakil Presiden Direktur MKS SA, Afshin Nabavi.

"Kami melihat harga emas akan terus melaju sampai pemilu AS," tambah dia.

Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible juga yakin harga emas akan terus melaju pada pekan ini. Menurutnya secara teknikal harga emas yang sempat melemah pada minggu lalu menjadi dorongan kuat untuk kembali positif di pekan ini. best profit

"Saya yakin harga emas bisa di atas USD 2.000 per ounce. Namun akan tetap di situ karena banyak orang akan takut untuk masuk lagi," kata dia.

Sebelumnya, harga emas jatuh pada hari Jumat. Dengan begitu, emas di jalur mingguan terburuknya sejak Maret.

Pergarakan harga emas ini karena kenaikan imbal hasil Treasury AS dan kemacetan atas tagihan stimulus AS untuk membantu ekonomi yang terkena virus corona, sehingga mengurangi daya pikat logam. best profit

Dikutip dari CNBC, Sabtu (15/8/2020), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1,943,18 per ounce dan emas berjangka AS turun 1 persen pada USD 1,949,80.

Setelah mencapai rekor puncak USD 2.072,50 pada 7 Agustus dan naik selama sembilan minggu sebelumnya, harga emas batangan turun 4,5 persen minggu ini.

"Pasar emas berada dalam keadaan parabola, jadi ketika Anda melakukan sedikit kenaikan dalam imbal hasil bersama dengan kebuntuan pada tagihan stimulus, itu akan melihat sedikit retracemen," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.

“Kami mungkin telah melangkah terlalu jauh, terlalu cepat, dan kami yakin pasar membutuhkan jeda, konsolidasi. Dan itulah yang kami lihat," tambah dia. best profit

Data ekonomi lebih buruk dari yang diperkirakan, termasuk penjualan ritel AS yang mengecewakan, juga tidak membantu emas safe-haven.

Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun melayang di dekat tertinggi tujuh minggu. Sementara harapan untuk putaran baru bantuan virus corona AS memudar saat Kongres memasuki masa istirahat.

Hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset non-imbal hasil seperti emas batangan, dimana harga emas telah naik lebih dari 28 persen sepanjang tahun ini.

"Kami akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa lagi dengan kemungkinan paket stimulus yang substansial dan kemungkinan kekacauan di sekitar pemilu akan mendorong orang untuk melarikan diri," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investasi. best profit

Sumber : Liputan6

Friday, 14 August 2020

Best Profit | Harga Emas Jatuh 4,5 Persen Selama Seminggu

 

Best Profit (14/8) - Harga emas jatuh pada hari Jumat. Dengan begitu, emas di jalur mingguan terburuknya sejak Maret.

Pergarakan harga emas ini karena kenaikan imbal hasil Treasury AS dan kemacetan atas tagihan stimulus AS untuk membantu ekonomi yang terkena virus corona, sehingga mengurangi daya pikat logam.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (15/8/2020), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1,943,18 per ounce dan emas berjangka AS turun 1 persen pada USD 1,949,80.

Setelah mencapai rekor puncak USD 2.072,50 pada 7 Agustus dan naik selama sembilan minggu sebelumnya, harga emas batangan turun 4,5 persen minggu ini.

"Pasar emas berada dalam keadaan parabola, jadi ketika Anda melakukan sedikit kenaikan dalam imbal hasil bersama dengan kebuntuan pada tagihan stimulus, itu akan melihat sedikit retracemen," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures. best profit

“Kami mungkin telah melangkah terlalu jauh, terlalu cepat, dan kami yakin pasar membutuhkan jeda, konsolidasi. Dan itulah yang kami lihat," tambah dia.

Data ekonomi lebih buruk dari yang diperkirakan, termasuk penjualan ritel AS yang mengecewakan, juga tidak membantu emas safe-haven.

Patokan imbal hasil Treasury AS 10-tahun melayang di dekat tertinggi tujuh minggu. Sementara harapan untuk putaran baru bantuan virus corona AS memudar saat Kongres memasuki masa istirahat. best profit

Hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset non-imbal hasil seperti emas batangan, dimana harga emas telah naik lebih dari 28 persen sepanjang tahun ini.

"Kami akan mencapai titik tertinggi sepanjang masa lagi dengan kemungkinan paket stimulus yang substansial dan kemungkinan kekacauan di sekitar pemilu akan mendorong orang untuk melarikan diri," kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investasi.

Harga emas disebutkan bisa kembali naik meskipun beberapa hari terakhir mengalami penurunan, menurut salah satu penerbit Exchange Traded Fund (ETF). best profit

Mengutip laman CNBC International, Kamis (13/8/2020), logam mulia ini memang mengalami penurunan hingga 6 persen pada perdagangan Kamis (13/8/2020). Namun, Van Eck Associates CEO Jan van Eck menyatakan, harga emas bakal mencapai USD 3.400 per troy ounce.

Hal ini disebabkan deflasi yang terjadi beriringan dengan gelontoran stimulus pemerintah dan risiko sistemik telah menciptakan kondisi bullish (kecenderungan harga untuk naik terus menerus) untuk emas beberapa waktu belakang.

"Kami benar-benar bullish musim panas lalu ketika emas keluar dari posisi sideways (posisi dimana bullish dan bearish sama-sama kuat) selama 6 tahun, dan kemudian konfirmasi teknis lainnya terjadi ketika harga naik ke level tertinggi sebulan yang lalu," kata van Eck. best profit

van Eck melanjutkan, harga emas ini bisa bersaing dengan tingkat suku bunga obligasi. Jika suku bunga obligasi tinggi, emas, yang tidak memberikan suku bunga, akan menjadi kurang menarik. Sekarang, saat suku bunga menuju nol, orang-orang beralih ke emas.

"Pasar bullish emas akan berakhir ketika tingkat suku bunga naik. Namun, The Fed belum ada pertimbangan menaikkan suku bunga, jadi kami pikir ini akan menjadi siklus yang panjang," tutur van Eck.

Tom Lydon, CEO of ETF Trends and ETF Database menambahkan, permintaan perhiasan di negara berkembang terus menguat sehingga mendukung naiknya harga emas ini. best profit

"Ini bukan hanya bank sentral. Bukan hanya investor individu seperti kami. Permintaan perhiasan terus kuat di negara-negara pasar berkembang. Itu juga mendukung harga, dan pada akhirnya, semakin mahal," tuturnya.

Ben Carlson dari Ritholtz Wealth Management juga bilang, emas bisa menjadi lindung nilai terhadap dolar yang fluktuatif. Penelitian Carlson menunjukkan dalam 50 tahun terakhir, dolar naik secara tahunan kira-kira separuh waktu. Pada tahun-tahun ketika mata uang AS naik, pengembalian tahunan rata-rata emas adalah sekitar 1 persen kerugian. Di tahun-tahun ketika turun, pengembalian emas sekitar 18 persen.

"Anda memeriksa suku bunga riil dan inflasi dan semua hal ini, tapi emas sebenarnya adalah lindung nilai yang sangat bagus terhadap dolar AS yang jatuh. Jika dolar terus turun, itu mungkin bukan hal yang buruk untuk berinvestasi ke emas," kata Carlson. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 12 August 2020

Best Profit | Saham Facebook Cs Kembali Perkasa, Wall Street Menghijau

 

Best Profit (13/8) - Bursa saham Wall Street kembali menguat pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta), menempatkan indeks acuan S&P 500 di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang ditorehkan pada Februari kemarin.

Pendorong kenaikan bursa saham di New York Amerika Serikat (AS) ini adalah penguatan saham-saham di sektor teknologi setelah sebelumnya mengalami tekanan yang cukup dalam.

Mengutip CNBC, Kamis (13/8/2020), indeks S&P 500 naik 1,4 persen dan merupakan lombatan terbesar dalam hitungan satu hari Indeks ini ditutup di angka 3.380,35. best profit

Menjelang penutupan, indeks acuan ini menpat menyentuh angka 3.386,15. Namun akhirnya S&P 500 mengakhiri sesi 0,4 persen di bawah level tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan intraday di 3,393,52.

Sedangkan Dow Jones Industrial Average melonjak 289,93 poin, atau naik 1,1 persen dan ditutup pada 27.976,84. Untuk Nasdaq Composite menguat 2,1 persen menjadi 11.012,24.

Saham-saham teknologi seperti Facebook, Amazon dan Netflix semuanya naik setidaknya 1,5 persen. Sementara Alphabet naik 1,8 persen. Saham Microsoft dan Apple masing-masing kenaikannya berada di atas 2,8 persen. best profit

Namun, saham yang akan sebenarnya diuntungkan dengan adanya pembukaan kembali ekonomi justru mengalami tekanan. Saham Karnaval yang adalah operator kapal pesiar turun 4 persen. Saham JPMorgan Chase, Bank of America dan Citigroup semuanya juga melemah.

“Saat ini sedang terjadi debat besar di pasar saham,” kata analis global dari StoneX, Yousef Abbasi. Perdebatan tersebut apakah kenaikan saham-saham teknologi akan terus berlanjut atau berbalik arah karena adanya harapan penemuan vaksin.

"Pengumuman kinerja kuartal II yang lebih baik dari perkiraan dan harapan data ekonomi yang kuat mulai membenarkan gagasan bahwa sudah saatnya untuk keluar dari saham teknologi?" tambah Abbasi. best profit

Pelaku pasar sepertinya mengabaikan akan sentimen stimulus tambahan untuk meredam dampak pandemi Corona ke ekonomi. Pada Rabu, Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan bahwa pihak Republik dan Demokrat sepertinya belum bisa mencapai kata kesepakatan.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan pada Senin bahwa pihak Gedung Putih terbuka untuk melanjutkan pembicaraan stimulus dengan Demokrat dan menempatkan lebih banyak bantuan untuk mencapai kompromi.

Komentar itu muncul setelah Presiden Donald Trump menandatangani empat perintah eksekutif pada akhir pekan kemarin untuk memperpanjang beberapa bantuan virus Corona. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 11 August 2020

Best Profit | Usai Melejit, Harga Minyak Dunia Turun Tipis

 

Best Profit (12/8) - Harga minyak mentah berubah negatif pada hari Selasa, terlepas dari ekspektasi stimulus ekonomi AS untuk mendukung konsumen minyak terbesar dunia serta rebound dalam permintaan Asia karena ekonomi dibuka kembali.

Dikutip dari CNBC, Rabu (12/8/2020), harga minyak mentah West Texas Intermediate menetap 33 sen, atau 0,79 persen, lebih rendah pada USD 41,61 per barel, setelah sebelumnya naik lebih dari 2 persen. Patokan minyak mentah internasional Brent turun 37 sen, atau 0,82 persen, diperdagangkan pada USD 44,64 per barel.

Presiden AS Donald Trump mentweet pada hari Senin bahwa anggota Kongres dari Partai Demokrat ingin bertemu dengannya untuk membahas bantuan ekonomi terkait virus corona setelah pembicaraan macet minggu lalu. best profit

"Kesepakatan tentang paket dukungan bukanlah kesimpulan yang sudah pasti, tetapi jika kesepakatan yang dapat diterima bersama tercapai, saham dan minyak akan mendapatkan dorongan jangka pendek," kata Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

Tanda-tanda pulihnya permintaan minyak Asia juga mendorong harga.

Pada hari Minggu, CEO Saudi Aramco Amin Nasser mengatakan dia memperkirakan permintaan minyak akan pulih di Asia karena ekonomi terbuka. best profit

Deflasi pabrik China berkurang pada bulan Juli, didorong oleh kenaikan harga minyak global dan aktivitas industri naik kembali ke level sebelum virus corona. Hal ini menambah tanda-tanda pemulihan di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Harga juga mendapat dukungan dari reli di saham Eropa, yang naik untuk sesi ketiga berturut-turut pada Selasa karena produsen mobil menguat karena data penjualan China yang menguat. best profit

Lalu lintas penerbangan penumpang AS, yang terpukul parah oleh pandemi COVID-19, turun 80 persen YoY pada bulan Juni, angka resmi menunjukkan, tetapi masih hampir dua kali lipat dari level pada Mei.

Perusahaan energi telah mulai mengambil kembali jutaan barel minyak dari cadangan darurat pemerintah AS setelah menyewa penyimpanan untuk mengelola kelebihan minyak mentah musim semi ini setelah permintaan energi runtuh selama penguncian virus corona, sebuah situs web Departemen Energi menunjukkan pada hari Senin. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 10 August 2020

Best Profit | Reli Kenaikan Harga Emas Berakhir

 

Best Profit (11/8) - Harga emas turun dari rekor teringgi sepanjang masa pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penekan harga emas ini adalah penguatan dolar AS.

Stimulus yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan ruang kepada penguatan dolar AS. Namun saat ini investor masing menunggu kesepakatan anggota senat untuk stimulus lanjutan untuk membantu ekonomi AS bangkit.

Mengutip CNBC, Selasa (11/8//2020), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 2.030.26 per ounce, setelah mencapai rekor tertinggi di USD 2.072,50 per ounce pada hari Jumat. best profit

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,6 persen menjadi USD 2.039,70 per ounce.

"Ini hanyalah kemunduran alami saat tren penguatan. Orang-orang hanya melakukan aksi ambil untung karena harga emas telah bergerak naik begitu cepat dan dolar AS juga kembali menguat selama dua hari terakhir," kata Michael Matousek, kepala pedagang di Investor Global AS.

Namun ia melihat, sepertinya penguatan dolar AS hanya berlaku sesaat dan kemudian harga emas bisa kembali menguat lagi. best profit

Sebelumnya, Analis memperkirakan harga emas akan terus melaju, setelah sebelumnya tercatat USD 2.100. Menurut prediksi, harga emas dapat menembus USD 3.000 untuk tahun ini.

Minat investor yang sangat kuat pada logam mulia menjaga reli tetap hidup, sementara penggerak makro semuanya utuh untuk menjaga momentum kenaikan harga emas, kata para analis.

Harga emas tercatat naik ke tangga tertinggi sepanjang pekan ini. Pertama menembus USD 2.000 per ons, kemudian USD 2.050, sebelum mencapai rekor baru USD 2.089,20 pada penutupan pekan ini. Sementara, pada omentum yang sama, emas berjangka Comex Desember diperdagangkan pada USD 2.043.40, turun 1,26 persen. best profit

Melansir dari laman Kitco, Sabtu (8/8/2020), stimulus fiskal dan moneter global telah menciptakan badai yang sempurna untuk emas. Meskipun harga mundur 2 persen pada hari Jumat, tren keseluruhan tetap bullish.

"Ini sehat bagi pasar untuk menelusuri kembali dan membiarkan sedikit udara keluar dari balon," kata ahli strategi pasar senior LaSalle Futures Group Charlie Nedoss.

Emas dipandang sebagai taruhan paling pasti untuk menjaga inflasi karena bank sentral terus mencetak uang untuk mendukung ekonomi di seluruh dunia.

“Bank sentral utama bekerja untuk menjaga stabilitas dengan memberikan stimulus dan dukungan ekonomi. Artinya ada banyak likuiditas yang mencari rumah. Emas adalah satu, ekuitas adalah yang lainnya. Unsur lainnya adalah suku bunga riil yang rendah, yang menghilangkan argumen bahwa emas tidak memberikan hasil apapun karena tidak ada hasil yang dapat ditemukan dalam obligasi pemerintah, ”kata analis StoneX, Rhona O'Connell.best profit

Pialang komoditas senior RJO Futures Daniel Pavilonis menyebutkan, orang-orang melihat emas dan perak sebagai investasi yang lebih realistis.

“Salah satu alasan mengapa logam naik adalah karena pencetakan uang. Ini mendorong hasil nyata ke wilayah negatif di jalan. Investor melihat logam mulia sebagai bagian dari teka-teki jangka panjang. Ketika suku bunga turun atau negatif, investor memiliki uang di bank yang pada dasarnya akan dikenakan pajak karena mereka harus membayar bunga padanya. Apa alternatif lainnya? Inilah mengapa orang membeli emas, menerima pengiriman emas batangan, dan membeli kontrak berjangka, ”kata Pavilonis.

Pada akhir tahun, Pavilonis memperkirakan harga emas mendekati USD 3.000 per ons. best profit

Ahli logam mulia Gainesville Coins, Everett Millman menilaiUSD 2.400 juga merupakan target yang menarik untuk dilihat. “Kami mendapatkan USD 2.400 dengan membagi selisih antara USD 2.100, yang merupakan nilai tertinggi tahun 2011 yang disesuaikan dengan inflasi, dan USD 2.800, yang merupakan nilai tertinggi tahun 1980 yang disesuaikan dengan inflasi," kata Millman.

Adapun yang harus diperhatikan investor pekan depan adalah negosiasi stimulus fiskal di Washington. Pendorong utama fluktuasi harga emas lainnya yakni meningkatnya ketegangan antara AS-China, terutama setelah Trump menandatangani sepasang perintah eksekutif yang melarang penduduk AS melakukan bisnis dengan aplikasi TikTok dan WeChat China. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 9 August 2020

Best Profit | Harga Emas Turun Usai Cetak Rekor Tertinggi Berturut-turut

 

Best Profit (10/8) - Tren kenaikan harga emas yang memecahkan rekor dalam beberapa hari terakhir berhenti pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Ini karena dolar mendapat kelonggaran dari investor yang mencari lindung nilai terhadap ketegangan AS-China.

Namun kekhawatiran atas pandemi yang memburuk membuat emas tetap di jalurnya untuk kenaikan mingguan terpanjang dalam waktu sekitar satu dekade.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (8/8/2020, harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 2.058,55 per ounce, setelah mencapai rekor puncak USD 2.072,50 di awal perdagangan. best profit

Harga emas telah naik 4 persen sepanjang pekan ini dan menjadi kenaikan mingguan kesembilan berturut-turut. Sedangkan harga emas berjangka AS stabil di USD 2.070,20.

"Kami akan melihat beberapa kemunduran (dalam emas) dari level ini dengan nilai tukar dolar terendah untuk sementara waktu dan bahkan mungkin melihat beberapa kekuatan dolar dalam waktu dekat, yang akan kembali kenaikan ini tetapi tidak seluruhnya," kata Spencer Campbell, Direktur di SE Asia Consulting Pte Ltd.

Dolar rebound dari level terendah dalam 2 tahun terakhir karena keputusan Presiden Donald Trump untuk melarang transaksi 2 aplikasi China yang populer di AS telah membebani sentimen risiko. best profit

Dolar AS telah menjadi tempat perlindungan yang disukai selama ketegangan antara Washington dan Beijing.

"Kinerja dolar memiliki pengaruh besar pada berapa banyak harga emas naik," kata Analis Pasar FXTM Han Tan.

Harga emas telah melonjak lebih dari 35 persen pada tahun ini di tengah melonjaknya kasus COVID-19 yang telah menghantam ekonomi dan mendorong langkah-langkah stimulus global yang belum pernah terjadi sebelumnya. best profit

“Harus ada perubahan paradigma dalam pandangan untuk kebijakan moneter global dan ekonomi dunia, sebelum mempertimbangkan apakah lonjakan harga emas telah berjalan dengan sendirinya,” tambah Tan.

Di tempat lain, harga perak turun 2,2 persen pada USD 28,30, setelah sebelumnya mencapai tertinggi sejak Februari 2013. Sejauh ini perak telah naik sekitar 16 persen.

Sementara platinum turun 2,8 persen menjadi USD 970,31 per ounce dan paladium turun 1,7 persen menjadi USD 2,183,70. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 6 August 2020

Best Profit | Tak Tertahan, Harga Emas Kembali Cetak Rekor Tertinggi

 

Best Profit (7/8) - Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Harta emas terus mencetak rekor teringgi sepanjang pekan ini.

Kenaikan harga emas ini didorong oleh ekspektasi melonjaknya kasus virus Corona di AS sehingga memaksa pemerintah untuk terus mengeluarkan stimulus guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Mengutip CNBC, Jumat (7/8/2020), harga emas di pasar spot mencapai level tertinggi sepanjang masa di USD 2.069,21 per ounce. Angka tersebut naik 0,8 persen dari perdagangan sebelumnya yang berada di angka USD 2.055,87 per ounce. best profit

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS juga menguat 1 persen ke level USD 2.069,40 per ounce.

"Jalan kita sepertinya masih sangat panjang untuk melihat pemuihan ekonomi yang benar-benar tepat," jelas analis CPM Group, Jeffrey Christian.

Data menunjukkan bahwa klaim pengangguran di AS turun pada minggu lalu. Namun ada data yang mengejutkan yaitu 31,3 juta orang menerima cek pengangguran pada pertengahan Juli. Angka ini merupakan angka di dimana virus Corona baru mulai menginfeksi di AS dan langsung mengguncang ekonomi. best profit

Harga emas telah menguat lebih dari 35 persen tahun ini karena dianggap sebagai aset yang harus mempertahankan nilainya sementara pandemi dan pencetakan uang oleh bank sentral mengikis nilai bank sentral lainnya.

Pelaku pasar menunggu tanggapan kebijakan lebih lanjut ketika para pemimpin Demokrat AS dan pejabat Gedung Putih melanjutkan pembicaraan mereka untuk mencoba mencari jalan untuk membantu perekonomian. best profit

Harga perak melonjak 4,6 persen menjadi USD 28,26 per ounce, setelah mencapai puncak tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun di USD 28,42 per ounce. Kenaikan jarga perak ini dibantu oleh kombinasi investasi dan permintaan industri.

"Meskipun tidak ada petunjuk grafik awal yang menunjukkan pasar emas dan perak akan terus melonjak tetapi keduanya sekarang mengalami overbought jangka pendek, secara teknis," kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

"Dan ingat bahwa dengan volatilitas yang lebih tinggi dan kenaikan harga harian yang lebih besar yang terlihat saat ini, juga akan ada koreksi sisi bawah yang lebih besar saat koreksi itu datang." tambah dia. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 5 August 2020

Best Profit | Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi Lagi, Naik 34 Persen Sepanjang Tahun Ini

Best Profit (6/8) - Harga emas kembali memecahkan rekor tertinggi pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) setelah melewati level USD 2.000 untuk pertama kalinya.

Meroketnya harga emas ini ditopang oleh pelemahan nilai tukar dolar dan penurunan pengembalian obligasi AS mendorong investor untuk membeli instrumen investasi yang aman, seperti emas.

Dikutip dari CNBC, Kamis (6/8/2020), harga emas telah melonjak 34 persen pada tahun ini dan merupakan salah satu aset investasi berkinerja terbaik di 2020. Para investor membeli emas dalam jumlah besar dengan harapan akan mempertahankan nilainya ketika pandemi corona terus memberikan dampak ke pasar.

Harga emas menembus level di atas USD 2.000 untuk pertama kalinya pada Selasa lalu dan mencapai memecahkan rekor tertinggi USD 2.055,10 per ounce pada hari Rabu. Harga emas spot naik 1 persen ke level USD 2.037,81. best profit

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1,4 persen menjadi USD 2.048,30.

Investor khawatir stimulus ekonomi yang dikeluarkan sebagai respons terhadap pandemi akan memicu inflasi yang akan menurunkan nilai aset lainnya. Pengembalian riil pada obligasi AS telah jatuh tajam, membuat emas lebih menarik.

"Kami melihat penurunan yang sedang berlangsung dalam dolar AS, kurva imbal hasil AS semakin turun dan peningkatan ekspektasi inflasi," kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities. best profit

"Ini menyiratkan bahwa di masa mendatang, biaya peluang untuk memegang emas akan semakin berkurangm," lanjut dia.

Kebuntuan di Washington atas kesepakatan bantuan guna meredam dampak virus corona telah melemahkan dolar, yang bersaing dengan emas sebagai instrumen investasi yang aman. Dolar yang melemah juga membuat harga emas lebih murah bagi pembeli dengan mata uang lain.

Harga emas telah melonjak sangat cepat cepat yaitu melonjak lebih dari USD 200 dalam waktu dua minggu, kata Robin Bhar, Seorang Analis Independen. best profit

Selain emas, harga perak juga melonjak 4,4 persen menjadi USD 27,13, tertinggi sejak April 2013 dan terakhir naik 2,3 persen menjadi 26,60. Sekarang telah meningkat 48 persen di sepanjang tahun ini, bahkan mengungguli lonjakan harga emas.

"(Lonjakan harga) Perak karena tiga faktor, sebagai aset moneter seperti emas, peningkatan permintaan industri karena kita pulih dari COVID dan masalah stimulus dan sisi penawaran," kata Melek.

Di tempat lain, platinum naik 2,4 persen menjadi USD 959,97 dan paladium naik 0,7 persen ke level USD 2,155.14. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 4 August 2020

Best Profit | Makin Kinclong, Harga Emas Terus Cetak Rekor Tertinggi


Best Profit (5/8) - Harga emas melonjak melewati angka kunci USD 2.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah pada hari Selasa. Sentimen terkuat berasal dari lingkungan suku bunga yang sangat rendah dan harapan untuk lebih banyak stimulus A.S. untuk melindungi ekonomi yang terkena virus corona yang memperindah daya tarik logam safe-haven.

Dikutip dari CNBC, Rabu (5/8/2020), harga emas di pasar spot melonjak sebanyak 1,6 persen menjadi USD 2,009.13 per ounce, dan naik 1,4 persen pada USD 2,004.35. Emas berjangka AS, yang juga melonjak ke rekor tertinggi USD 2.027,30, menetap 1,7 persen lebih tinggi pada USD 2.021.

"Pembelian safe-haven telah mendorong harga emas untuk menembus USD 2.000 untuk pertama kalinya karena dolar AS menguji posisi terendah yang terakhir terlihat lebih dari dua tahun lalu, tingkat riil negatif turun ke level yang terakhir terlihat pada 2013 dan harapan untuk paket stimulus lebih lanjut terus membangun," kata analis Standard Chartered Suki Cooper. best profit

"Mengingat seberapa cepat harga emas telah reli, risiko kemunduran sementara telah meningkat," kata Cooper, menambahkan keseimbangan risiko masih tetap miring ke atas mengingat latar belakang makro tetap sangat menguntungkan untuk emas.

Pembicaraan antara Gedung Putih dan para pemimpin Demokrat di Kongres AS akhirnya bergerak ke arah yang benar ketika mereka mencoba mencapai kesepakatan mengenai RUU bantuan coronavirus utama, kata seorang Demokrat terkemuka Senat AS. best profit

Konfirmasi bahwa telah ada perkembangan dalam negosiasi dengan Partai Republik mengenai dukungan COVID-19 yang baru telah mendorong emas kembali ke level tertinggi baru-baru ini, kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar di BMO.

Emas telah melonjak menjadi 32 persen sepanjang tahun ini, didukung terutama oleh suku bunga yang lebih rendah dan stimulus luas oleh bank sentral global untuk meredakan pukulan ekonomi dari pandemi. best profit

Harga dapat naik menuju level USD 2.300 pada akhir tahun, menurut Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

“Pasar treasury memberi sinyal kuat bahwa lingkungan suku bunga yang lebih rendah ini akan tetap ada. Dalam dekade terakhir, treasury selalu lebih unggul daripada emas, tetapi saat ini bukan itu masalahnya, kita akan melihat fokus utama investor adalah pada emas. " best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 3 August 2020

Best Profit | Usai Catatkan Rekor Tertinggi, Harga Emas Melandai


Best Profit (4/8) - Harga emas turun dari rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Penurunan ini terjadi setelah dolar AS menguat dan beberapa investor melakukan aksi ambil untung terhadap emas.

Saat ini, investor tengah fokus kepada rencana pemerintah AS untuk memberikan stimulus tambahan dalam kerangka menyelamatkan para warga AS yang menganggur.

Mengutip CNBC, Selasa (4/8/2020), harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi USD 1.969,74 per ounce, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi di USD 1.984,66 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS berkurang 0,1 persen menuju level USD 1.984,10 per ounce. best profit

"Pelemahan harga emas ini hanya masalah teknis karena sudah mendekati level USD 2.000 per ounce. Selain itu juga adanya aksi ambil untung dari penguatan dolar AS sehingga menyebabkan reli emas berhenti," jelas analis senior di RJO Futures, Bob Haberkorn.

"Saya pikir harga emas bisa melalui atau melewati USD 2.000 per ounce. Saat ini hanya menunggu momen yang tepat saja seperti peluang kesepakatan Undang-Undang Bantuan untuk yang terdampak Corona," tambah dia.

Harga emas telah melonjak 30 persen sepanjang tahun ini. Kenaikan harga emas ini didukung oleh suku bunga yang rendah dan stimulus yang cukup banyak dikeluarkan oleh beberapa bank sental di dunia, termasuk juga Bank Sentral AS. best profit

Langkah beberapa bank sentral beberapa negara mengeluarkan stimulus ini memiliki tujuan yang sama yaitu mencegah pelemahan ekonomi dunia yang bisa mengakibatkan resesi.

Membebani harga emas pada perdagangan hari Senin, indeks dolar AS melonjak 0,3 persen. Indeks dolar AS ini adalah indeks yang mengukur nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia.

Dengan kenaikan dolar AS ini, harga emas akan lebih mahal bagi mereka yang membelinya dengan mata uang di luar dolar AS. best profit

di luar itu, kasus virus Corona telah mencapai 18 juta secara global, dan kota-kota besar mengumumkan pembatasan baru untuk membatasi infeksi. Hal ini tentu saja akan mendorong harga emas karena investor akan mencari instrumen safe haven.

Harga emas masih akan terus melanjutkan kenaikan pada pekan ini. Analis dan pelaku pasar modal yakin bahwa harga emas masih akan terus melaju dan akan berada di atas level USD 2.000 per ounce.

Kebijakan stimulus yang dijalankan oleh beberapa negara akan mendorong kenaikan harga emas. Selain itu kebijakan suku bunga rendah juga ikut membantu harga emas terus mencetak rekor tertinggi. best profit

Namun, kemungkinan besar pada pekan ini harga emas akan mengalami tekanan sedikit karena adanya aksi ambil untung dari pelaku pasar. Harga emas telah mencetak kinerja terbaik dalam 8 tahun terakhir.

Mengutip Kitco, Senin (2/8/2020), Kepala Riset komoditas Commerzbank Eugen Weinberg mengatakan bahwa harga emas terlalu panas untuk terus berada di atas level USD 2.000 per ounce.

"Para pedagang sudah pasti akan menjalankan aksi ambil untung. Tetapi kebijakan moneter global akan menurunkan nilai mata uang dan membantu harga emas sepanjang sisa tahun ini," jelas dia. best profit

Direktur Pelaksana RBC Wealth Management George Gero menambahkan, dengan momentum yang kuat di pasar komoditas, sulit untuk melihat harga emas akan lebih rendah dalam waktu dekat.

"Saat ini emas adalah satu-satunya safe-haven bagi orang-orang. Sedangkan keseimbangan mata uang juga tengah terganggu," katanya.

Namun, dengan beberapa kali sempat menembus rekor tertingi, harga emas akan sulit dikendalikan. Orang perlu lebih berhati-hati dengan memilih kapan waktu yang tepat untuk membeli dan kapan untuk menjual. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 2 August 2020

Best Profit | Harga Emas Masih akan Terus Cetak Rekor Tertinggi


Best Profit (8/3) - Harga emas masih akan terus melanjutkan kenaikan pada pekan ini. Analis dan pelaku pasar modal yakin bahwa harga emas masih akan terus melaju dan akan berada di atas level USD 2.000 per ounce.

Kebijakan stimulus yang dijalankan oleh beberapa negara akan mendorong kenaikan harga emas. Selain itu kebijakan suku bunga rendah juga ikut membantu harga emas terus mencetak rekor tertinggi.

Namun, kemungkinan besar pada pekan ini harga emas akan mengalami tekanan sedikit karena adanya aksi ambil untung dari pelaku pasar. Harga emas telah mencetak kinerja terbaik dalam 8 tahun terakhir. best profit

Mengutip Kitco, Senin (2/8/2020), Kepala Riset komoditas Commerzbank Eugen Weinberg mengatakan bahwa harga emas terlalu panas untuk terus berada di atas level USD 2.000 per ounce.

"Para pedagang sudah pasti akan menjalankan aksi ambil untung. Tetapi kebijakan moneter global akan menurunkan nilai mata uang dan membantu harga emas sepanjang sisa tahun ini," jelas dia.

Direktur Pelaksana RBC Wealth Management George Gero menambahkan, dengan momentum yang kuat di pasar komoditas, sulit untuk melihat harga emas akan lebih rendah dalam waktu dekat. best profit

"Saat ini emas adalah satu-satunya safe-haven bagi orang-orang. Sedangkan keseimbangan mata uang juga tengah terganggu," katanya.

Namun, dengan beberapa kali sempat menembus rekor tertingi, harga emas akan sulit dikendalikan. Orang perlu lebih berhati-hati dengan memilih kapan waktu yang tepat untuk membeli dan kapan untuk menjual. best profit

Kepala analis Blue Line Futures Phillip Streible merekomendasikan investor untuk membeli. Dia menambahkan bahwa koreksi pasar yang dangkal saat ini adalah indikasi kekuatan harga emas untuk kembali menguat.

"Saya pikir Anda tidak harus membeli saat berada di atas USD 2.000 per ounce. Cari waktu yang telah untuk membeli di kisaran USD 1.900 per ounce." kata dia.

Namun ada juga analis yang melihat harga emas akan jatuh pada pekan ini. "Harga emas secara mengejutkan bisa hancur dan berada di bawah level psikologis USD 2.000 per ounce pada minggu ini," kata analis senior di FXTM Lukman Otunuga. best profit

Sumber : Liputan6