PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Sunday, 5 July 2020

Best Profit | Harga Emas Stabil Dibayangi Lonjakan Kasus Corona dan Perang Dagang AS-China

Best Profit (6/7) -  Harga emas stabil pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta), karena kekhawatiran atas melonjaknya kasus virus corona secara global dan berlarut-larutnya ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (4/7/2020), harga emas di pasar spot tidak berubah pada USD 1.775,12 per ons. Pasar di AS tutup pada hari Jumat untuk merayakan Hari Kemerdekaan yang jatuh pada 4 Juli.

Sementara harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.787,80. best profit

“Keraguan yang menggerogoti ekonomi tampaknya tetap dalam pikiran investor tentang ledakan kasus Covid-19 di AS,” kata Jeffrey Halley, Analis Pasar Senior di OANDA.

"Pertimbangan geopolitik juga mengemuka ... dengan hari liburan di AS, dan pada akhir pekan bersama kami, beberapa surga yang diarahkan untuk membeli emas jelas terbukti." best profit

Negara bagian Florida melaporkan lebih dari 10 ribu kasus baru Covid-19 pada hari Kamis pekan ini. Sementara lebih dari 10,76 juta orang telah terinfeksi di seluruh dunia.

Pasar juga terus mewaspadai hubungan perdagangan China dengan Amerika Serikat.

Lebih dari 75 anggota kongres AS mengirim surat kepada Presiden Donald Trump mendesaknya untuk mengambil keputusan resmi tentang apakah perlakuan China terhadap Muslim Uighur dan kelompok lain merupakan kekejaman. best profit

Sementara itu, emas dianggap sebagai investasi yang aman selama terjadinya ketidakpastian politik dan keuangan.

Untuk logam mulia lain, harga palladium stabil di USD 1,901.44 per ounce. Sementara platinum naik 0,5 persen menjadi USD 806,63, dan menjadi kenaikan mingguan pertama dalam enam.
Sedangkan perak naik 0,6 persen menjadi USD 17,90, menuju kenaikan mingguan keempat berturut-turut. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 2 July 2020

Best Profit | Harga Emas Turun Usai Sentuh Level Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

Best Profit (3/7) - Harga emas turun dari level tertinggi dalam delapan tahun terakhir pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta). Hal ini karena ekuitas naik didukung oleh data ekonomi AS dan meningkatnya harapan akan perkembangan vaksin virus corona yang potensial.

Dikutip dari CNBC, Kamis (2/7/2020), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen menjadi USD 1,770.57 per ounce, setelah sebelumnya mencapai puncaknya sejak Oktober 2012 di level USD 1.788,96.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup turun 1,1 persen menjadi USD 1,779,90. best profit

“Perasaan optimisme yang diperbarui terhadap ekonomi AS yang pulih lebih cepat dari yang diharapkan dapat memicu suasana risk-on, pada akhirnya mengurangi selera untuk aset safe haven termasuk emas,” kata analis FXTM Lukman Otunuga.

Aktivitas manufaktur AS juga mulai bangkit pada Juni, mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu tahun terakhir, memperkuat pasar saham bersama dengan harapan vaksin yang dikembangkan oleh BioNTech dan Pfizer yang telah menunjukkan potensi dalam uji coba tahap awal.

"Harga emas tetap dalam tren naik pada grafik harian tetapi momentum bisa kehabisan tenaga," kata Otunuga. best profit

Harga emas naik lebih dari 13 persen di kuartal sebelumnya karena kekhawatiran gelombang kedua infeksi dan karena bank sentral global telah meningkatkan langkah-langkah stimulus serta mempertahankan suku bunga rendah guna memudahkan pukulan ekonomi dari pandemi.

"Perbedaan dalam bagaimana pemerintah negara bagian menangani penutupan ekonomi mereka di Amerika Serikat dan kemungkinan kuat bahwa akan ada lebih banyak stimulus akan mendukung kenaikan harga emas," kata Jeffrey Sica, Pendiri Circle Squared Alternative Investments. best profit

Sementara untuk Logam mulia lainnya juga turun, di mana perak jatuh 1,1 persen menjadi USD 17,93. Sebelumnya, logam ini mencapai tertinggi sejak akhir Februari.

Palladium turun 1,1 persen menjadi USD 1,908.68 per ons dan platinum turun 0,4 persen menjadi USD 813,15 per ons. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 1 July 2020

Best Profit | Harga Emas Melambung Dekati Level Tertinggi dalam 8 Tahun

Best Profit (2/7) - Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam hampir 8 tahun pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan harga emas adalah meningkatnya kekhawatiran akan timbulnya gelombang kedua lonjakan virus Corona.
Para investor banyak memindahkan portofolio investasi mereka ke aset-aet safe haven seperti emas. Hal ini membuat logam mulia tersebut masuk ke jalur kenaikan kuartalan terbesar sejak Maret 2016.

Mengutip CNBC, Rabu (1/7/2020), harga emas di pasar spot melonjak 0,5 persen menjadi USD 1.779,44 per ounce. Sesi tertinggi pada perdagangan Selasa mencapai USD 1.785,46 per ounce, tertinggi sejak Oktober 2012. best profit

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS naik 1,1 persen ke level USD 1.800,5 per ounce.
Kepala perdagangan derivatif logam mulia BMO Tai Wong mengatakan, berdasrkan hitungan dari para analis, harga emas bisa mencapai level tertinggi di USD 1.780 per ounce.

Harga emas terus menunjukkan penguatan dan pasar terus mendorongnya menuju ke level USD 1.800 per ounce dalam waktu singkat. best profit

Emas, dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. Sejauh ini harga emas telah menuju kenaikan bulan ketiga, didorong oleh pengucuran stimulus untuk mendukung ekonomi yang telah dihancurkan oleh pandemi Corona.

"Secara fundamental emas akan tetap bullish karena covis-19 mendorong permintaan instrumen safe-haven. Stimulus bank sentral juga menjadi mendorong harga emas hingga bisa mencetak rekor," jelas analis senior Kitco Jim Wyckoff.

Beberapa negara bagian AS mempertimbangkan untuk menutup kembali perekonomian setelah terjadi lonjakan penderita virus Corona Covid-19. best profit

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell pada hari Senin mengatakan prospek ekonomi di Amerika Serikat (AS) sangat tidak pasti sehingga mendorong pelaku pasar untuk memborong logam mulia sehingga harga emas naik.

Sebelumnya, analis melihat harga emas akan lebih fluktuatif di perdagangan pada pekan ini dengan upaya untuk menembus level USD 1.800 per ons.

Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu berada di atas USD 1.770 dengan perdagangan Comex untuk pengiriman Agustus yang naik 0,54 persen, dan ditutup pada USD 1.780,10 per ons, setelah sebelumnya sempat mengalami konsolidasi.

Sentimen risk-off di pasar telah membantu emas mempertahankan momentum bullish, tetapi dolar AS yang lebih tinggi telah mencuri perhatian safe-haven dari emas. best profit

"Dolar AS kembali, yang mempengaruhi harga komoditas," kata Pakar Emas Gainesville, Everett Millman dilansir dari laman Kitco, Senin (29/6/2020).

Naiknya harga emas ini seiring dengan lonjakan angka kasus Covid-19 baru di Amerika Serikat yang naik setidaknya 39.818 pada Kamis (25/6) lalu, dan menjadi kenaikan satu hari tertinggi di AS hingga saat ini.

Kekhawatiran tentang bagaimana ini akan berdampak pada pemulihan ekonomi AS, telah menyebabkan aksi jual di pasar saham utama lainnya pada hari Jumat, menyeret Dow turun 500 poin setelah Gubernur Texas, Greg Abbott menarik kembali beberapa kebijakan pelonggaran pembatasan sosial. best profit

"Pada saat ini, jelas bahwa peningkatan kasus sebagian besar didorong oleh jenis kegiatan tertentu, termasuk warga Texas yang berkumpul di bar," kata Abbott.

Sementara itu, kepala strategi global TD Securities, Bart Melek menjelaskan bahwa entimen risk-off baik untuk emas, tetapi eskalasi yang signifikan dalam kasus baru Covid-19 berpotensi menghambat reli emas, karena pada akhirnya semuanya kembali ke ekspektasi inflasi.

"Upaya harga emas untuk menembus ke USD 1.800-an terganggu oleh kekhawatiran virus baru, yang telah menghentikan kenaikan ekspektasi inflasi jangka panjang yang telah kita lihat selama beberapa sesi perdagangan terakhir," kata Malek. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 30 June 2020

Harga Emas Stabil di Tengah Kekhawatiran Peningkatan Penyebaran Corona

Best Profit (1/7) - Harga emas hanya berubah sedikit pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Namun harga emas tetap mampu bertahan mendekati puncak tertinggi dalam 8 tahun.

Cepatnya penyebaran virus Corona menjadi ancaman gagalnya harapan akan pemulihan ekonomi di seluruh dunia.

Mengutip CNBC, Selasa (30/6/2020), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.769,52 per ounce, tetapi hanya USD 9,54 di bawah level tertinggi sejak Oktober 2012 yang dicapai Rabu lalu. best profit

Harga emas juga berada di jalur untuk kenaikan bulanan ketiga berturut-turut dan kenaikan kuartalan terbesar dalam lebih dari empat tahun.

Sedangkan harga emas berjangka AS ditutup naik 0,1 persen ke level USD 1.781,20 per ounce.
"Peningkatan kasus virus Corona di sebagian besar Amerika Serikat telah membuat pasar gelisah. hal ini mendukung harga emas," jelas analis senior RJO Futures Bob Haberkorn.

"Harga emas sudah mulai beranjak naik sejak minggu lalu. Tapi saat ini, para pedagang sedang menunggu untuk melihat bagaimana kinerja pasar saham dan jika ekuitas turun emas akan bergerak lebih tinggi," lanjut dia. best profit

Membebani harga emas, adalah dolar AS yang stabil dan kenaikan di Wall Street karena harapan investor pada lebih banyak stimulus bahkan ketika kasus virus corona global terus meningkat.
Sebelumnya, analis melihat harga emas akan lebih fluktuatif di perdagangan pada pekan ini dengan upaya untuk menembus level USD 1.800 per ons.

Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu berada di atas USD 1.770 dengan perdagangan Comex untuk pengiriman Agustus yang naik 0,54 persen, dan ditutup pada USD 1.780,10 per ons, setelah sebelumnya sempat mengalami konsolidasi. best profit

Sentimen risk-off di pasar telah membantu emas mempertahankan momentum bullish, tetapi dolar AS yang lebih tinggi telah mencuri perhatian safe-haven dari emas.

"Dolar AS kembali, yang mempengaruhi harga komoditas," kata Pakar Emas Gainesville, Everett Millman dilansir dari laman Kitco, Senin (29/6/2020).

Naiknya harga emas ini seiring dengan lonjakan angka kasus Covid-19 baru di Amerika Serikat yang naik setidaknya 39.818 pada Kamis (25/6) lalu, dan menjadi kenaikan satu hari tertinggi di AS hingga saat ini. best profit

Kekhawatiran tentang bagaimana ini akan berdampak pada pemulihan ekonomi AS, telah menyebabkan aksi jual di pasar saham utama lainnya pada hari Jumat, menyeret Dow turun 500 poin setelah Gubernur Texas, Greg Abbott menarik kembali beberapa kebijakan pelonggaran pembatasan sosial.

"Pada saat ini, jelas bahwa peningkatan kasus sebagian besar didorong oleh jenis kegiatan tertentu, termasuk warga Texas yang berkumpul di bar," kata Abbott.

Sementara itu, kepala strategi global TD Securities, Bart Melek menjelaskan bahwa entimen risk-off baik untuk emas, tetapi eskalasi yang signifikan dalam kasus baru Covid-19 berpotensi menghambat reli emas, karena pada akhirnya semuanya kembali ke ekspektasi inflasi.

"Upaya harga emas untuk menembus ke USD 1.800-an terganggu oleh kekhawatiran virus baru, yang telah menghentikan kenaikan ekspektasi inflasi jangka panjang yang telah kita lihat selama beberapa sesi perdagangan terakhir," kata Malek. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 29 June 2020

Best Profit | Kasus Corona di AS Melonjak, Harga Emas Diprediksi Tembus USD 1.800 per Ons

Best Profit (30/6) - Analis melihat harga emas akan lebih fluktuatif di perdagangan pada pekan ini dengan upaya untuk menembus level USD 1.800 per ons.

Harga emas berjangka naik pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu berada di atas USD 1.770 dengan perdagangan Comex untuk pengiriman Agustus yang naik 0,54 persen, dan ditutup pada USD 1.780,10 per ons, setelah sebelumnya sempat mengalami konsolidasi.

Sentimen risk-off di pasar telah membantu emas mempertahankan momentum bullish, tetapi dolar AS yang lebih tinggi telah mencuri perhatian safe-haven dari emas. best profit

"Dolar AS kembali, yang mempengaruhi harga komoditas," kata Pakar Emas Gainesville, Everett Millman dilansir dari laman Kitco, Senin (29/6/2020).

Naiknya harga emas ini seiring dengan lonjakan angka kasus Covid-19 baru di Amerika Serikat yang naik setidaknya 39.818 pada Kamis (25/6) lalu, dan menjadi kenaikan satu hari tertinggi di AS hingga saat ini.

Kekhawatiran tentang bagaimana ini akan berdampak pada pemulihan ekonomi AS, telah menyebabkan aksi jual di pasar saham utama lainnya pada hari Jumat, menyeret Dow turun 500 poin setelah Gubernur Texas, Greg Abbott menarik kembali beberapa kebijakan pelonggaran pembatasan sosial. best profit

"Pada saat ini, jelas bahwa peningkatan kasus sebagian besar didorong oleh jenis kegiatan tertentu, termasuk warga Texas yang berkumpul di bar," kata Abbott.

Sementara itu, kepala strategi global TD Securities, Bart Melek menjelaskan bahwa entimen risk-off baik untuk emas, tetapi eskalasi yang signifikan dalam kasus baru Covid-19 berpotensi menghambat reli emas, karena pada akhirnya semuanya kembali ke ekspektasi inflasi.

"Upaya harga emas untuk menembus ke USD 1.800-an terganggu oleh kekhawatiran virus baru, yang telah menghentikan kenaikan ekspektasi inflasi jangka panjang yang telah kita lihat selama beberapa sesi perdagangan terakhir," kata Malek.

Wakil presiden senior di pedagang logam mulia MKS SA, Afshin Nabavi menuturkan bahwa situasi bulan Juni ini cukup sulit, dan ada banyak hal yang terjadi karena bebarengan dengan penutupan kuartal kedua. best profit

Setelah dilakukan pengujian tertinggi multi-year, emas selalu terkonsolidasi, dan ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli emas sebelum membumbung lebih tinggi lagi.

“Saya tidak akan terkejut jika kami melanjutkan langkah ini pada sisi negatifnya sejenak. Ini semua adalah kesempatan untuk membeli dengan harga murah. Ada banyak tekanan di sekitar pemulihan ekonomi di AS yang menunjuk ke harga yang lebih tinggi untuk emas kedepannya. USD 1.770 di sisi atas. Resistensi berikutnya adalah USD 1.780 dan akhirnya USD 1.800," beber Nabavi. best profit

Malek kembali menyebutkan bahwa emas telah memantul dari resistensi dan telah kembali ke level USD 1.764, dan sekarang akan berkonsolidasi sekitar USD 1.800 dan mencoba menembusnya.

"Banyak yang akan tergantung pada ke mana arah ekonomi tampaknya. Kekhawatiran besar untuk emas adalah bahwa suku bunga riil mungkin tidak turun karena inflasi mungkin lambat untuk pulih karena kita mendapatkan infeksi ulang di AS," kata Malek.

Banyaknya pergerakan harga pada perdagangan pekan depan akan ditentukan oleh angka-angka ekonomi makro, tambah Melek. "Kabar baik akan baik juga untuk emas," katanya. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 28 June 2020

Best Profit | Harga Emas Naik Tipis Didorong Lompatan Kasus Corona di AS

Best Profit (29/6) - Harga emas naik tipis pada perdagangan Jumat (Sabtu waktu Jakarta). Hal ini didorong oleh masih menyebar kasus virus corona secara global dengan lompatan infeksi yang terjadi di Amerika Serikat serta memicu selera risiko dan menetapkan logam mulia pada jalurnya untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (27/6/2020), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1,767.28 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,5 persen menjadi USD 1.780,30.

"Investor menjadi gugup karena kenaikan kasus virus corona saat ini dan berhenti dari posisi mereka dalam aset berisiko seperti saham. Sementara mereka memilih untuk menempatkan investasinya dalam emas dan obligasi," kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures. best profit

Harga emas telah naik 1,4 persen sepanjang minggu ini, tetapi sedikit mundur dari level tertinggi sejak Oktober 2012 yang dicapai pada perdagangan Rabu.

Sementara itu, lebih dari 9,62 juta orang telah dilaporkan terinfeksi oleh virus corona baru secara global.

"Kita mungkin melihat harga emas menembus level USD 1.800, fundamental untuk emas cukup kuat dengan meningkatnya kasus virus corona, belum ada vaksin dan stimulus dari bank sentral utama secara global yang mengarah ke kekhawatiran inflasi," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior OANDA. best profit

Kebijakan moneter yang mudah dan serangkaian langkah-langkah stimulus oleh bank sentral utama untuk membendung dampak virus telah memicu kekhawatiran inflasi, mendorong harga emas sekitar 16,5 persen lebih tinggi tahun ini.

Untuk logam mulia lain, paladium naik 1,5 persen menjadi USD 1.869,24 per ons, tetapi berada di jalur penurunan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir 1 Mei.

Sedangkan Platinum turun 1,4 persen menjadi USD 792.60 per ounce dan perak turun 0,3 persen menjadi USD 17,82. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 25 June 2020

Best Profit | Bursa Amerika Rebound Kuat oleh Lonjakan Saham Keuangan

Best Profit (26/6) - Bursa saham Amerika akhiri perdagangan sahamnya dengan rebound cukup kuat setelah alami pelemahan signifikan sebelumnya pada  Jumat dinihari WIB (26/06/2020). Awal sesi terjadi pergerakan yang fluktuatif, dan jelang penutupan indeks utama Wall Street bergerak kuat oleh lonjakan saham keuangan.

Indeks Dow Jones melonjak 299,66 poin atau 1,2 persen menjadi 25.745,60, indeks Nasdaq melonjak 107,84 poin atau 1,1 persen menjadi 10.017,00 dan indeks S&P 500 melonjak naik 33,43 poin atau 1,1 persen menjadi 3.083,76.

Saham keuangan membantu memimpin indeks bergerak lebih tinggi di akhir sesi, dengan Indeks Bank KBW dan Indeks Broker / Dealer NYSE melonjak masing-masing sebesar 3,4 persen dan 2,9 persen. best profit

Kekuatan di antara saham keuangan datang di tengah berita regulator AS berencana untuk melonggarkan peraturan perbankan, termasuk memungkinkan bank untuk lebih mudah melakukan investasi dalam dana berisiko seperti dana modal ventura.

Kekuatan signifikan juga terlihat di antara saham-saham layanan minyak, terlihat pada lonjakan 3,4 persen  Philadelphia Oil Service Index. Indeks rebound setelah mencapai level intraday terendah dalam sebulan. Saham maskapai penerbangan, baja, dan bioteknologi juga menunjukkan pergerakan kuat ke atas, bergerak lebih tinggi bersama dengan sebagian besar sektor utama lainnya. best profit

Perdagangan saham sempat berombak menimbang  optimisme baru-baru ini tentang pemulihan ekonomi terhadap peningkatan kasus coronavirus di sejumlah negara. AS melaporkan kasus baru  45.557, merupakan jumlah kasus terbesar sejak  gelombang pertama coronavirus pada tanggal 26 April.

Dari laporan data ekonomi,  Departemen Tenaga Kerja melaporkan  penurunan yang jauh lebih kecil dari perkiraan dalam klaim pengangguran awal dalam pekan yang berakhir 20 Juni, tetapi laporan itu juga menunjukkan penurunan yang signifikan dalam klaim berkelanjutan. Klaim turun 767.000 menjadi 19.522 juta dalam pekan yang berakhir 13 Juni, mencapai level terendah sejak pertengahan April.

Kemudian Departemen Perdagangan juga melaporkan data pesanan barang tahan lama di bulan Mei yang menunjukkan rebound substansial.  Pesanan barang tahan lama melonjak 15,8 persen pada Mei setelah anjlok 18,1 persen pada April. best profit

Sumber : Vibiznews

Wednesday, 24 June 2020

Best Profit | Harga Minyak Sesi Eropa Tertekan Kekhawatiran Lonjakan Coronavirus

Best Profit (25/6) - Harga minyak turun pada hari Rabu (24/06) karena kenaikan pasokan dan kekhawatiran tentang gelombang kedua pandemi coronavirus melebihi dukungan dari pembukaan kembali secara bertahap ekonomi global.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 56 sen, atau 1,4%, menjadi $ 39,81 per barel.

Harga minyak mentah berjangka Brent turun 43 sen, atau 1%, ke $ 42,20 per barel pada 1020 GMT sehari setelah mencapai level tertinggi sejak penurunan harga dimulai pada Maret. best profit

Meningkatnya jumlah kasus virus corona di Amerika Serikat, Cina, Amerika Latin dan India telah membuat para investor gelisah.

Fasilitas penyimpanan di seluruh dunia hampir penuh dan jika gelombang kedua pandemi melanda permintaan, mereka akan berjuang untuk mengatasi minyak yang tidak digunakan, kata para analis. best profit

Survei manufaktur Eropa yang optimis menawarkan beberapa dukungan, tetapi kepala ekonom Bank Sentral Eropa Philip Lane mengatakan data solid baru-baru ini belum tentu menjadi panduan yang baik dan ekonomi zona euro akan membutuhkan waktu lama untuk pulih.

Tekanan lebih lanjut pada harga, terutama pada WTI, datang dari kenaikan yang lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah AS, menurut kelompok industri American Petroleum Institute (API). best profit

Namun, persediaan bensin dan destilasi AS turun, menunjukkan konsumsi meningkat saat penguncian dikurangi.

Permintaan minyak global telah mulai pulih ketika ekonomi muncul dari penguncian, sementara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, telah memangkas produksi dan produsen serpih AS telah menutup sumur pengeboran. best profit

Sumber : Vibiznews

Tuesday, 23 June 2020

Best Profit | Harga Emas Cetak Rekor Tertinggi karena Kasus Virus Corona Terus Naik

Best Profit (24/6) - Harga emas naik 1 persen pada penutupan perdagangan Senin (Selasa lagi waktu Jakarta) dan mencetak rekor tertinggi dalam lebih dari 1 bulan.

Pendorong kenaikan harga emas karena investor mencari instrumen lindung nilai setelah kenaikan kasus virus Corona yang menghambat pemulihan ekonomi.

Mengutip CNBC, Selasa (23/6/2020), harga emas di pasar spot naik 1 persen menjadi USD 1.760,55 per ounce. Harga tertinggi dalam perdagangan Senin adalah USD 1.762,84 per ounce, tertinggi sejak 18 Mei.

Sedangkan harga emas berjangka AS juga naik 1,3 persen ke level USD 1.776 per ounce. best profit
"Ada beberapa sentimen yang membuat harga emas melambung," kata Bob Haberkorn, analis senior RJO Futures.

“Kenaikan kasus virus Corona secara global telah menyebabkan harga emas menembus level USD 1.750 per ounce. Jika kita tutup di atas USD 1.765 per ounce hari ini, level USD 1.800 tidak terlalu jauh," jelas dia.

Emas merupakan instrumen yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi. Harga emas mendapat dorongan setelah WHO pada Minggu melaporkan rekor kenaikan tertinggi, dengan peningkatan terbesar di Amerika Utara dan Selatan. best profit

Dua pejabat Bank Sentral AS pada Jumat memperingatkan tingkat pengangguran bisa naik lagi jika virus Corona tidak bisa dikendalikan. Bank sentral di seluruh dunia telah mengambil langkah-langkah stimulus agresif dan mempertahankan suku bunga rendah selama pandemi.

"Tampaknya ada beberapa peningkatan dalam ekspektasi inflasi yang mendorong suku bunga riil lebih rendah dan memberikan dukungan pada harga emas," kata analis UBS Giovanni Staunovo.
Sebelumnya, harga emas terus memguat selama pandemi Corona ini. Bahkan analis Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan terus melanjutkan reli dipicu karena pelemahan dolar AS. best profit

Mengutip CNBC, Senin (21/6/2020), harga emas diperdagangkan di atas USD 1.736 per ounce pada Jumat lalu di bursa Eropa. Angka tersebut naik sekitar0,8 persen dalam perdagangan sepanjang hati itu.

Harga emas memang cukup stabil dalam 2 bulan terakhir karena langkah langkah-langkah penanganan virus Corona telah membuahkan hasil. Hal tersebut menghentikan reli yang terjadi pada Maret di saat pertama kali dunia terkejut dengan penyebaran virus yang berasal di China tersebut.
Namun, dalam catatan Goldman Sachs terbaru, analis mereka memperkirakan harga emas akan terus merangkak naik dalam tiga, enam dan 12 bulan ke depan. best profit

Tak tanggung-tanggung, perkirakan tersebut terus mendaki menjadi USD 1.800 per ounce, 1.900 per ounce dan 2.000 per ounce. Sedangkan perkiraan sebelumnya tercatat USD 1.600 per ounce, USD 1.700 per ounce dan USD 1.800 per ounce.

Analis Goldman memperkirakan kenaikan tersebut aan didorong oleh permintaan akan instrumen lindung nilai yang tinggi karena keragu-raguan pelaku pasar akan pertumbuhan ekonomi dunia.
Kombinasi peningkatan sentimen risiko di pasar negara-negara maju karena negara-negara besar mengangkat langkah-langkah penguncian, dan pasar negara berkembang yang kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, dapat menyebabkan ekspektasi koreksi harga emas.
"Namun, seperti yang telah kami nyatakan di masa lalu, permintaan investasi emas cenderung tumbuh ke tahap awal pemulihan ekonomi, didorong oleh kekhawatiran penurunan nilai dan tingkat riil yang lebih rendah," kata catatan itu. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 22 June 2020

Best Profit | Harga Emas Bisa Tembus USD 2.000 per Ounce

Best Profit (23/6) - Harga emas terus memguat selama pandemi Corona ini. Bahkan analis Goldman Sachs memperkirakan harga emas akan terus melanjutkan reli dipicu karena pelemahan dolar AS.

Mengutip CNBC, Senin (21/6/2020), harga emas diperdagangkan di atas USD 1.736 per ounce pada Jumat lalu di bursa Eropa. Angka tersebut naik sekitar0,8 persen dalam perdagangan sepanjang hati itu.

Harga emas memang cukup stabil dalam 2 bulan terakhir karena langkah langkah-langkah penanganan virus Corona telah membuahkan hasil. Hal tersebut menghentikan reli yang terjadi pada Maret di saat pertama kali dunia terkejut dengan penyebaran virus yang berasal di China tersebut. best profit
Namun, dalam catatan Goldman Sachs terbaru, analis mereka memperkirakan harga emas akan terus merangkak naik dalam tiga, enam dan 12 bulan ke depan.

Tak tanggung-tanggung, perkirakan tersebut terus mendaki menjadi USD 1.800 per ounce, 1.900 per ounce dan 2.000 per ounce. Sedangkan perkiraan sebelumnya tercatat USD 1.600 per ounce, USD 1.700 per ounce dan USD 1.800 per ounce. best profit

Analis Goldman memperkirakan kenaikan tersebut aan didorong oleh permintaan akan instrumen lindung nilai yang tinggi karena keragu-raguan pelaku pasar akan pertumbuhan ekonomi dunia.
Kombinasi peningkatan sentimen risiko di pasar negara-negara maju karena negara-negara besar mengangkat langkah-langkah penguncian, dan pasar negara berkembang yang kemungkinan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih, dapat menyebabkan ekspektasi koreksi harga emas.

"Namun, seperti yang telah kami nyatakan di masa lalu, permintaan investasi emas cenderung tumbuh ke tahap awal pemulihan ekonomi, didorong oleh kekhawatiran penurunan nilai dan tingkat riil yang lebih rendah," kata catatan itu. best profit

Sebelumnya, harga emas naik pada perdagangan hari Jumat karena kenaikan kasus virus corona yang menyebabkan kekhawatiran gelombang kedua pandemi yang dapat memaksa pemerintah untuk menerapkan lockdown baru.

Dilansir dari CNBC, Sabtu (20/6/2020), harga emas di pasar spot naik 1,1 persen menjadi USD 1,740,79 per ounce. Sementara emas berjangka AS ditutup 1,3 persen di USD 1,753 per ounce.Harga spot mencapai level tertinggi sejak 2012 bulan lalu di USD 1,764.55. best profit

“Ada peningkatan berkelanjutan dalam COVID-19 di seluruh Selatan dan Barat Daya AS dengan jumlah pasien rawat inap meningkat. Itu telah menyebabkan sedikit kekhawatiran pasar, yang menguntungkan emas,” kata Jeffrey Sica, pendiri Circle Squared Alternative Investments.

Lebih dari 8,38 juta orang di seluruh dunia telah terinfeksi virus corona baru. Awal pekan ini sekitar 400 pekerja di sebuah rumah pemotongan hewan di Jerman utara melakukan tes untuk virus tersebut, dan Cina pada hari Jumat melaporkan 32 kasus baru virus.

"Tidak peduli apa konsekuensi jangka panjangnya, seperti inflasi, akan ada stimulus lanjutan di seluruh dunia dan itu akan menjaga harga emas tetap tren naik dalam jangka panjang," kata Sica. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 21 June 2020

Best Profit | Apple Bakal Tutup 11 Toko di AS, Wall Sreet Tumbang

Best Profit (22/6) - Bursa saham AS pada perdagangan Jumat ditutup melemah. Hal ini dipengaruhi oleh kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi yang kembali mencuat usai kasus virus corona terus bertambah di AS.

Dikutip dari laman CNBC, Sabtu (20/6/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup turun 208,64 poin, atau 0,8 persen, pada 25.871,46. S&P 500 diperdagangkan 0,5 persen lebih rendah, atau 17,42 poin pada 3,097,92, setelah sempat turun hingga 1,0 persen selama perdagangan. Nasdaq Composite menyelesaikan sesi dengan 3,07 poin lebih tinggi di 9,946.12.

Apple mengatakan akan menutup total 11 toko di Florida, Arizona, Carolina Selatan, dan Carolina Utara. Semua toko telah dibuka kembali sejak Apple awalnya menutupnya pada bulan Maret di tengah wabah. Saham raksasa teknologi diperdagangkan 0,5% lebih rendah. best profit

Saham operator jalur pelayaran turun setelah Asosiasi Internasional Cruise Lines mengumumkan penangguhan operasi pelayaran dari pelabuhan AS, mengutip situasi yang sedang berlangsung dengan pandemi. Norwegian Cruise Line dan Carnival masing-masing turun lebih dari 5 persen, sementara Royal Caribbean turun 6,8 persen.

Arizona dan Florida melaporkan rekor lonjakan dalam kasus Covid-19 yang dikonfirmasi pada hari Jumat ketika negara-negara bagian melanjutkan pembukaan kembali secara bertahap dan meningkatkan pengujian. Sementara itu, California pada hari Kamis melaporkan lebih dari 4.000 kasus baru dalam satu hari, jumlah harian tertinggi yang pernah ada. best profit

"Kasus Covid-19 telah naik lebih tinggi di beberapa negara bagian di AS. Masalah ini jadi satu hal yang mengundang perhatian pasar," kata Vital Knowledge Adam Crisafulli.

Padahal, pada awal pekan ini, data penjualan ritel AS dan stimulus ekstra yang dikeluarkan The Fed mampu mengangkat pasar.

"Ke depan, peluang periode volatilitas cenderung tetap tinggi karena laba harus memenuhi harapan mengingat rebound yang kuat dalam penilaian dan ketidakpastian berlanjut," kata Larry Adam, kepala investasi di Raymond James, dalam sebuah catatan. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 18 June 2020

Best Profit | Data Pengangguran AS di Luar Prediksi, Wall Street Bergerak Datar

Best Profit (19/6) - Saham berjangka AS bergerak sedikit lebih tinggi pada hari Kamis malam setelah para pedagang bergulat dengan data pengangguran yang mengecewakan dan meningkatnya kasus virus virus corona.

Dikutip dari laman CNBC, Jumat (19/6/2020), Dow Jones Industrial Average berjangka naik 30 poin, atau 0,1 persen. S&P 500 dan Nasdaq-100 futures juga tepat di atas garis datar.

Dow ditutup tepat di bawah garis datar selama sesi, sementara S&P 500 dan Nasdaq menunjukkan kenaikan kecil. Rata-rata utama berkisar antara keuntungan dan kerugian untuk sebagian besar perdagangan. Pada satu titik, Dow telah jatuh lebih dari 270 poin. best profit

Klaim pengangguran awal A.S total 1,5 juta untuk minggu lalu, melampaui estimasi indeks saham Dow Jones 1,3 juta.

"Jumlah klaim pengangguran baru turun untuk minggu kesebelas berturut-turut tetapi minggu ini, peningkatannya jauh lebih kecil bahkan dibandingkan dengan angka revisi ke atas minggu lalu," kata Ken Berman dari Gorilla Trades. best profit

"Sementara laporan pekerjaan bulan Mei jauh lebih baik dari yang diharapkan, indikator terkait pekerjaan bulan ini jauh dari harapan, dan itu bisa berarti bahwa laju pemulihan melambat," tambahnya

Sementara itu, jumlah kasus virus corona terus meningkat di bagian-bagian tertentu dari Texas, California, Arizona, dan Florida, semuanya melaporkan peningkatan terbesar dalam satu hari. best profit

Beberapa investor khawatir bahwa kebangkitan dalam kasus virus corona dapat menyebabkan negara mengambil langkah-langkah karantina yang lebih ketat untuk mengekang penyebaran, sehingga menggagalkan harapan pemulihan ekonomi yang lancar. Yang pasti, peningkatan itu terjadi saat negara bagian meningkatkan pengujian.

"Reli beberapa bulan terakhir mungkin telah menyebabkan saham mencapai dalam jarak yang sangat dekat dengan rekor tertinggi, tetapi investor berjuang untuk merekonsiliasi momentum naik dan pesan yang kurang optimis tentang bulan-bulan mendatang," kata Lindsey Bell, kepala strategi investasi di Ally Invest. best profit

"Itu, bersama dengan kekhawatiran tentang gelombang kedua coronavirus dan ketegangan geopolitik, telah menyebabkan beberapa keraguan serius," lanjut dia.

Dow, S&P 500 dan Nasdaq Composite menuju ke sesi Jumat dengan langkah untuk kenaikan mingguan keempat dalam lima minggu. Dow naik 1,9 persen minggu hingga hari ini melalui penutupan Kamis sementara S&P 500 telah naik 2,4 persen pada waktu itu. Nasdaq telah naik lebih dari 3 persen selama periode waktu itu. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 17 June 2020

Best Profit | Bursa Saham Amerika Mixed, Nasdaq Lanjutkan Penguatan

Best Profit (18/6) - Setelah bergerak secara signifikan lebih tinggi selama tiga sesi sebelumnya, bursa saham Amerika alami koreksi harga dalam kinerja yang lemah selama perdagangan yang berakhir Kamis dinihari WIB (18/06/2020). Indeks utama Wall Street sepanjang sesi alami pergerakan yang volatile dan kemudian berakhir mixed, dimana hanya Nasdaq yang bertahan di zona hijau.

Indeks  Dow Jones turun 170,37 poin atau 0,7 persen menjadi 26.119,61 dan indeks S&P 500 turun 11,25 poin atau 0,4 persen menjadi 3.113,49, sementara indeks Nasdaq yang naik teknologi naik 14,66 poin atau 0,2 persen menjadi 9,910.53.
Perdagangan yang berombak di bursa Wall Street semalam terjadi ketika para karena  kekhawatiran investor akan gelombang penyebaran virus COVID kedua di AS dan China terhadap stimulus moneter dan fiskal lebih lanjut. Pasca lockdown dibuka, New York mengumumkan bahwa mereka akan memasuki fase kedua pada hari Senin, bersama dengan negara bagian lain termasuk Texas dan Florida. best profit

Sementara itu, Ketua Fed Jerome Powell bersaksi di depan Kongres mencatat bahwa bank sentral akan mendukung pembelian obligasi korporasi secara langsung dan juga melalui transaksi ETF obligasi korporasi. Dalam kesaksian kongres, Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperingatkan bahwa masih ada ketidakpastian signifikan tentang prospek ekonomi.

Dari data ekonomi yang dirilis, Departemen Perdagangan publish laporan yang menunjukkan rebound penting dalam konstruksi perumahan baru pada bulan Mei, meskipun indeks housing starts masih jauh di bawah perkiraan ekonom. Indeks  mulai melonjak 4,3 persen ke tingkat tahunan 974.000 pada Mei setelah anjlok 26,4 persen ke tingkat revisi 934.000 pada April. best profit

Sementara itu, Departemen Perdagangan melaporkan data izin bangunan melonjak 14,4 persen ke tingkat tahunan 1,220 juta pada Mei setelah turun 21,4 persen ke tingkat revisi 1,066 juta pada April.
Melihat pergerakan secara sektoral, sebagian besar sektor utama mengakhiri hari dengan hanya menunjukkan pergerakan sederhana, sehingga berkontribusi pada penutupan yang mixed. Terpantau saham  energi menunjukkan kinerja yang buruk, sehingga  Philadelphia Oil Service Index anjlok 4,1 persen dan NYSE Arca Natural Gas Index anjlok 2,9 persen, namun NYSE Arca Oil Index naik 3,7 persen. best profit

Kelemahan signifikan juga terlihat pada saham-saham perbankan, yang tercermin dari penurunan 2,3 persen oleh KBW Bank Index. Namun saham-saham telekomunikasi, baja, dan jaringan kembali menguat menyusul kenaikan sebelumnya. Dan kekuatan di antara saham-saham semikonduktor dan bioteknologi berkontribusi pada kenaikan oleh Nasdaq yang sarat saham teknologi. best profit

Sumber : Vibiznews

Tuesday, 16 June 2020

Best Profit | Harga Emas Naik Tipis Dipengaruhi Kasus Virus Corona di China Bertambah

Best Profit (17/6) - Harga emas akhirnya naik tipis di perdagangan pada hari Selasa. Harga emas sempat naik turun karena kekhawatiran atas wabah virus corona baru di China membalas tekanan dari lonjakan Wall Street didorong oleh rekor kenaikan penjualan ritel AS dan optimisme terhadap obat COVID-19.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (17/6/2020), harga emas di pasar spot naik 0,09 persen menjadi USD 1,726,17 per ounce. Emas berjangka AS naik 0,5 perse pada USD 1,736.50.

Mengangkat keprihatinan atas pandemi, pemerintah kota Beijing pada hari Selasa menaikkan tingkat tanggap darurat COVID-19 menjadi II dari III, menurut media pemerintah. best profit

"Harga emas memperoleh sentimen setelah Beijing tiba-tiba memperketat langkah-langkah, dengan sekolah ditutup dan orang-orang disarankan untuk tidak meninggalkan kota kecuali diperlukan," kata Alex Turro, ahli strategi pasar di RJO Futures.

Ini membawa penurunan awal untuk emas sebagai safe-haven. Wall Street melonjak setelah laporan Departemen Perdagangan menunjukkan penerimaan ritel secara keseluruhan naik 17,7 persen bulan lalu, kenaikan terbesar dalam catatan. best profit

Ekuitas juga mendapat dukungan dari data yang menunjukkan penurunan angka kematian COVID-19 dalam uji coba obat steroid generik.

"Setiap kali harga emas turun, tampaknya investor melihatnya sebagai peluang membeli," kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan.

Kasus virus corona global mencapai lebih dari 8 juta pada hari Senin, ketika infeksi melonjak di Amerika Latin dan Amerika Serikat. best profit

"Fundamental untuk emas kuat, mengingat lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian atas pandemi," kata RJO Futures, Bob Haberkorn.

Menambah daftar langkah-langkah stimulus bank sentral global, Bank of Japan mengatakan pihaknya diharapkan untuk memompa sekitar 110 triliun yen (USD 1 triliun) melalui operasi pasar dan fasilitas pinjaman.

Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memegang emas. best profit

Sumber : liputan6

Monday, 15 June 2020

Best Profit | Kekuatan Saham Wall Street Awal Pekan Bertambah oleh Rencana The Fed

Best Profit (16/6) - Bursa Amerika awal pekan yang dibuka dengan posisi lebih rendah bangkit dan menutup sesi dengan masuk zona hijau, Selasa (16/06/2020). Rebound harga saham bermula oleh lompatan saham teknologi seperti Apple dan juga NetFlix di Nasdaq, yang kemudian menjalar ke kenaikan indeks utama lainnya.

Indeks Dow Jones naik 157,62 poin atau 0,6 persen menjadi 25.763,16, indeks Nasdaq naik 137,21 poin atau 1,4 persen menjadi 9.726,02 dan indeks S&P 500 naik 25,28 poin atau 0,8 persen di 3.066,59.

Kelemahan awal di Wall Street datang di tengah kekhawatiran tentang gelombang kedua infeksi 
coronavirus setelah Beijing mencatat serentetan kasus Covid-19 baru di pasar makanan besar grosir. Selain itu juga data yang dikumpulkan oleh New York Times juga menunjukkan peningkatan baru-baru ini dalam kasus coronavirus di lebih dari 20 negara bagian, termasuk California, Florida, dan Nevada. best profit

Texas dan North Carolina juga melaporkan sejumlah catatan peningkatan pasien yang rawat inap  terkait virus corona pada hari Sabtu, menambah kekhawatiran bahwa pembukaan kembali bisnis dapat mendorong gelombang kedua.

Tekanan jual berkurang ketika Federal Reserve New York merilis laporan yang menunjukkan aktivitas manufaktur regional mantap pada bulan Juni setelah melihat kontraksi tajam pada bulan April dan Mei.  Indeks kondisi bisnis umum melonjak menjadi 0,2 negatif pada Juni dari negatif 48,5 pada Mei. best profit

Kekuatan saham semakin bertambah  setelah Federal Reserve mengumumkan rencana untuk mulai membeli portofolio berbagai obligasi korporasi untuk mendukung likuiditas pasar dan ketersediaan kredit bagi pengusaha besar. Mereka  akan membeli obligasi korporasi senilai hingga $ 750 juta untuk menciptakan portofolio obligasi korporasi yang didasarkan dari obligasi korporasi AS.

Melihat pergerakan secara sektoral, saham perumahan bergerak naik tajam selama sesi perdagangan, mendorong Indeks Sektor Perumahan Philadelphia naik 3,2 persen. Kekuatan substansial juga terlihat di antara saham tembakau, sebagaimana tercermin oleh lonjakan 2,7 persen oleh NYSE Arca Tobacco Index.

Saham emas juga menunjukkan langkah signifikan ke atas, dengan NYSE Arca Gold Bugs Index melonjak sebesar 2,5 persen. Saham-saham gas alam, perbankan dan semikonduktor juga bergerak sangat kuat yang  berkontribusi terhadap kenaikan indeks utama secara umum. best profit

Sumber : Vibiznews

Best Profit | Prediksi Harga Emas Dunia pada Pekan Ini

Best Profit (15/6) - Harga emas terus bergerak di pasar di tengah kekhawatiran tentang kondisi pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan terjadinya gelombang kedua Covid-19.

Emas telah berhasil membalikkan kerugian pada pekan lalu, di mana harga logam mulia reli 3,5 persen sejak penutupan Jumat. Ini usai Federal Reserve mengesampingkan pemulihan di AS.
Pada Jumat (12/6/2020), emas berjangka Comex Agustus diperdagangkan sebesar USD 1.742,50, naik 0,16 persen, setelah mencapai harga tertinggi mingguan sebesar USD 1.754,80 pada hari sebelumnya. best profit

Namun demikian, analis masih ragu apakah emas bisa menembus di atas USD 1.800 pada perdagangan pekan depan. "Kembali volatilitas inilah yang harus kita perhatikan. Kita bisa melihat ayunan emas yang lebih besar. Volatilitas adalah bullish untuk emas dan itu akan mencegah beberapa sentimen risiko," kata Pakar Logam Mulia Gainesville, Everett Millman.

Melansir laman Kitco, Senin (15/6/2020), Kepala strategi global TD Securities, Bart Melek menyebutkan bahwa tekanan inflasi yang rendah akan menghambat harga emas naik terlalu jauh pada perdagangan pekan depan.

"Emas sedikit meningkat dalam volatilitas dan hampir menembus. Tapi itu mungkin terlalu dini untuk terobosan langsung. Melihat low-end sekitar USD 1.700 dan high-end di USD 1.757. Ada masalah di jalan dalam bentuk inflasi yang lemah," kata Malek. best profit

Namun, dalam jangka panjang, Melek melihat kecenderungan emas yang terus naik, dan begitu inflasi dimulai akhir tahun depan, emas akan mencapai USD 2.000 per ons.

Kepala strategi pasar SIA Wealth Management, Colin Cieszynski mengatakan pasar mungkin memasuki periode transisi, di mana investor memilih untuk menunggu sebentar sebelum memutuskan trading.

"Saya netral pada emas dan mencari tren sideways antara USD 1.655 - USD 1.765," kata Cieszynski.
Dia menilai pada beberapa minggu kedepan, mungkin akan melihat banyak netralitas di banyak pasar saat menuju ke tengah-tengah tahun. best profit

"Ada banyak berita positif dan negatif dan orang-orang menunggu untuk melihat bagaimana hal-hal itu bisa mengguncang. Bank sentral melepaskan semua stimulus ini dan tidak akan ada sesuatu yang baru datang untuk sementara waktu. Pasar stabil," sambung dia.

Sementara Millman sedikit lebih bullish dalam melihat perdagangan jangka pendek. Harga emas bisa meluas ke kisaran memasukkan USD 1.800 per ons, pada minggu depan.

"Mengingat volatilitasnya, kisaran saya telah diperpanjang. Di sisi positifnya, saya melihat USD 1.800 dan downside USD 1.650," katanya. best profit

Adapun penggerak utama lain pada perdagangan minggu depan, berupa ketakutan akan gelombang kedua Covid-19. Beberapa negara bagian di AS menghadapi jumlah kasus virus meningkat, saat mereka mulai membuka ekonominya kembali.

"Menambah kekhawatiran di pasar selama beberapa hari terakhir adalah tanda-tanda bahwa penyebaran virus corona masih belum dikendalikan di beberapa bagian negara. Meskipun jumlah kasus baru setiap hari terus tren secara bertahap lebih rendah di tingkat nasional. Beberapa minggu terakhir terlihat lonjakan penting dalam kasus di sejumlah negara termasuk Florida, Texas, Utah dan, paling jelas, Arizona. Sementara kasus-kasus baru di California masih terus meningkat," kata Ekonom Senior AS Andrew Hunter.

Bagian penting lainnya dari data makro adalah penjualan ritel dan produksi industri pada Mei di AS, yang keduanya dijadwalkan akan rilis pada Selasa. best profit

"Fokus AS akan pada seberapa tinggi penjualan ritel dan produksi industri naik setelah berakhirnya penguncian di banyak negara. Mengingat angka penjualan mobil telah rebound kuat kami berharap penjualan ritel yang kuat," kata ekonom ING.

Laporan yang juga akan dirilis antara lain, laporan State Manufacturing Index Juni, keputusan suku bunga Bank of Japan, hingga keputusan suku bunga Bank of England, klaim pengangguran AS, serta Philadelphia Indeks Manufaktur Fed Juni. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 11 June 2020

Best Profit | The Fed Jamin Tak Ubah Suku Bunga Bawa Harga Emas Bertambah Mahal

Best Profit (12/6) - Harga emas berjangka dunia menguat usai Federal Reserve (The Fed) berjanji untuk mempertahankan suku bunga rendah lebih lama.

Perdagangan emas juga dipicu langkah investor yang terus melacak tanda-tanda penambahan infeksi Virus Corona di beberapa negara bagian Amerika Serikat (AS).

Melansir laman Bloomberg, Jumat (12/6/2020), harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus di New York, naik 1,1 persen menjadi USD 1.739,80 per ons. Ini merupakan harga penutupan emas tertinggi dalam lebih dari sepeken. best profit

Harga emas menguat setelah Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan pihaknya berkomitmen untuk melakukan apa pun yang dibisa, selama diperlukan untuk membantu perekonomian pulih dari pandemi virus corona.

Hampir semua pejabat memperkirakan tingkat suku bunga akan tetap mendekati nol hingga 2022, dan bank sentral juga mengatakan setidaknya akan mempertahankan tingkat pembelian obligasi saat ini. best profit

“Anda hampir tidak dapat membuat skenario yang lebih baik untuk lingkungan fundamental yang kuat untuk emas daripada apa yang kita lihat dari The Fed kemarin,” jelas Matt Weller, Kepala Riset Pasar Global di Gain Capital Group LLC.

Baru-baru ini, terjadi lonjakan infeksi baru di negara bagian termasuk Texas, Florida dan California yang menimbulkan kekhawatiran di antara para ahli kesehatan.

Bahkan ketika jumlah kasus total negara itu naik hanya di bawah 1 persen pada awal minggu ini, peningkatan terkecil sejak Maret. best profit

Menjelang pertemuan Fed, Goldman Sachs Group Inc memperkirakan harga emas akan naik menjadi USD 1.800 per ounce selama 12 bulan.

Bahkan bisa mencapai di atas USD 2.000 jika kenaikan inflasi melebihi ekspektasi. Kondisi yang mirip dengan apa yang terjadi pada kuartal ketiga 2009. best profit

"Dengan kondisi ini harga emas masih akan mencapai USD 1.800," kata Dominic Schnider, Kepala Komoditas & Mata Uang Asia Pasifik di UBS Group AG.

"Harga logam memiliki dukungan dari suku bunga yang bertahan di mana mereka berada lebih lama, dan harapan suku bunga riil berpotensi bergeser lebih negatif," jelas dia. best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 10 June 2020

Best Profit | Harga Emas Naik ke Level Tertinggi Selama Seminggu

Best Profit (11/6) - Emas naik hampir 1 persen ke level tertinggi satu minggu pada hari Rabu setelah Federal Reserve AS memegang janjinya untuk mengurangi rasa sakit ekonomi dari pandemi virus corona.

Dikutip dari laman CNBC, Kamis, 11/6/20, harga emas di pasar spot naik 0,8 persen menjadi USD 1,728,76 per ounce. Emas berjangka AS diselesaikan sedikit lebih rendah sebesar 0,1 persen pada USD 1,720.70.

″(Emas) mencapai tertinggi harian setelah pernyataan FOMC, yang melukiskan gambaran yang cukup suram bagi ekonomi AS, meskipun tidak terduga,” kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff. best profit

“Kami tidak melihat kabar baik keluar dari pernyataan FOMC itu dan kami memang melihat bahwa suku bunga akan tetap pada tingkat yang sama, yang sangat rendah, hingga tahun 2022 - dan itu mungkin sedikit terlalu ramah untuk pasar emas," tambah dia.

The Fed mengulangi janjinya akan dukungan luar biasa yang berkelanjutan bagi perekonomian ketika para pembuat kebijakan memproyeksikan penurunan 6,5 persen dalam produk domestik bruto tahun ini dan tingkat pengangguran 9,3 persen pada akhir tahun. best profit

Di Wall Street, indeks utama seperti S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average negatif, sementara dolar merosot ke posisi terendah tiga bulan baru terhadap mata uang utama lainnya sebagai investor.
Langkah-langkah stimulus besar cenderung mendukung emas, yang sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. best profit

"Orang menggunakan emas sebagai aset safe-haven dan juga banyak yang percaya bahwa inflasi akan meningkat di kuartal mendatang," kata Phil Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Goldman Sachs memperkirakan emas akan mencapai USD 1.800 per ons pada basis 12 bulan dan risiko ekor dari inflasi di atas target sebagai pendorong potensial untuk harga naik di atas USD 2.000. best profit

Sumber : Liputan6

Tuesday, 9 June 2020

Best Profit | Harga Emas Naik Lebih dari 1 Persen Menanti Stimulus Lanjutan The Fed

Best Profit (10/6) - Harga emas melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta) karena investor berhati-hati menunggu kejelasan tentang keadaan ekonomi dan stimulus lebih lanjut dari pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve.

Dikutip dari CNBC, Rabu (10/6/2020), harga emas di pasar spot naik 1,2 persen menjadi USD 1,714,78 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS naik 1 persen menjadi USD 1.721,90.

“Harapan stimulus Fed selanjutnya berada di garis depan dari apa yang telah mendukung emas selama beberapa hari terakhir. Selain itu, kami juga melihat ekuitas global sedikit lebih rendah di seluruh bursa," kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures. best profit

"Kami melihat jumlah likuiditas global yang belum pernah terjadi sebelumnya dan lingkungan yang mendasarinya sangat mendukung untuk emas," lanjut dia.

Stimulus global besar-besaran untuk membatasi perlambatan ekonomi dari pandemi virus corona telah mendukung harga emas yang dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang. best profit

Indeks-indeks utama Wall Street jatuh, sementara Nasdaq mencapai rekor tertinggi untuk sesi ketiga berturut-turut menjelang pertemuan Fed yang dapat menawarkan pandangan tentang tanda-tanda pemulihan ekonomi baru-baru ini.

Laporan ketenagakerjaan AS minggu lalu yang lebih kuat dari yang diperkirakan kemungkinan besar akan dibahas pada pertemuan yang berakhir Rabu. Sementara pedagang telah menghentikan penetapan harga dalam kemungkinan suku bunga negatif. best profit

Pada April, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan ekonomi AS merasakan beban penutupan ekonomi selama lebih dari setahun.

Di tempat lain, harga perak turun 1 persen menjadi USD 17,68 per ons, sementara platinum naik 0,4 persen menjadi USD 835,81. best profit

Palladium turun 4 persen menjadi USD 1.942,62, dengan harga logam autocatalyst sekarang turun lebih dari 30 persen dari rekor puncak pada akhir Februari.

“Corona telah menyebabkan runtuhnya permintaan paladium, sementara gangguan pasokan untuk platinum melebihi ini. Platinum harus naik sejalan dengan emas, sementara paladium harus mendapat manfaat dari pemulihan permintaan dari produksi mobil," kata Commerzbank dalam sebuah catatan. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 8 June 2020

Best Profit | Wall Street Melonjak karena Optimisme Pemulihan Ekonomi

Best Profit (9/6) - Wall Street menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta). Investor sangat optimistis dengan pemulihan ekonomi yang cepat karena dibukanya perekonomian usai kebijakan lockdown.

Mengutip CNBC, Selasa (9/6/2020), indeks S&P 500 melompat 1,2 persen atau 38,46 poin ke level 3.232,39. Sepanjang tahun ini indeks acuan ini sempat mengalami pelemahan lebih dari 30 persen tetapi pada perdagangan Senin ini sudah kembali positif 0,05 persen.

Untuk Dow Jones Industrial Average diperdagangkan 461,46 poin lebih tinggi atau naik 1,7 persen menjadi 27.572,44. Kenaikan ini memangkas kerugian yang dicetak sepanjang 2020 hanya menjadi sebesar 3,3 persen. best profit

Sedangkan Nasdaq Composite naik 1,1 persen menjadi 9.924,74. Indeks yang banyak berisikan saham-saham sektor teknologi ini mencapai rekor tertinggi baru dan membawa kenaikan tahun menjadi 10,6 persen.

"Yang terjadi di Wall Street adalah kegembiraan pembukaan kembali yang memungkinkan banyak perusahaan yang telah menjadi korban Covid-19 kembali beroperasi," kata CEO Duquesne Family Office LLC, Stanley Druckenmiller. best profit

"Sentimen ini akan sangat bagus jika dikombinasikan dengan gelontoran dana dari Bank Sentral AS atau the Fed dan juga penemuan vaksin Corona," tambah dia.

Saham-saham yang terkait dengan pembukaan kembali ekonomi seperti saham-saham maskapai, ritel dan juga pelayaran memimpin kenaikan pada perdagangan Senin. best profit

Saham United Airlines naik 14,8 persen, sedangkan American Airlines melonjak 9,2 persen. Saham Kohl menambahkan 8,4 persen. Saham Carnival Corp naik 15,8 persen.

Wall Street juga naik tinggi di belakang lonjakan kejutan dari data tenaga kerja AS. Departemen Tenaga Kerja mengatakan pada Jumat lalu bahwa ekonomi menambahkan 2,5 juta pekerjaan pada Mei, sebuah rekor baru.

Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan justru terjadi penurunan lebih dari 8 juta pekerjaan. best profit

Sumber : Liputan6

Sunday, 7 June 2020

Best Profit | Harga Emas Bakal Tertekan Sepanjang Pekan Ini

Best Profit (8/6) - Harga emas diperkirakan akan mengalami tekanan pada pekan ini melanjutkan pelemahan yang terjadi pada Jumat lalu. Angka pengangguran di Amerika Serikat (AS) yang turun membuat investor melakukan aksi jual emas.

Mengutip Kitco, Senin (8/6/2020), sebanyak delapan analis dari 17 analis Wall Street, atau 47 persen memperkirakan harga emas melemah pada minggu ini. Sedangkan enam analis atau 35 persen memperkirakan harga bakal melambung. Susanya atau tiga analis atau 18 memilih untuk netral.

Sedangkan sebanyak 1.367 suara diberikan dalam jajak pendapat online. Dari jumlah tersebut, 842 responden atau 62 persen mengatakan bahwa harga emas akan naik di minggu ini. best profit

Sebanyak 282 responden atau 21 persen mengatakan harga emas akan lebih rendah. Sementara 243 responden atau 18 persen memilih netral.

Pasa survei sebelumnya atau pada survei pekan lalu, pelaku pasar maupun analis memperkirakan harga emas akan mengalami lonjakan besar. PAda kenyataannya pada perdagangan Jumat lalu, harga emas Comex untuk pengiriman Agustus turun 4 persen dan bertengger di USD 1.682,40 per ounce.
Analis LaSalle Futures Group, Charlie Nedoss, mengatakan bahwa ada potensi penurunan lebih dalam pada harga emas dalam waktu dekat ini. best profit

Dalam analisis teknikal yang ia lakukan, harga emas telah jatuh di bawah rata-rata harga dalam 50 hari terakhir. Hal tersebut akan mendorong investor melakukan aksi jual. "Akan banyak uang keluar. Bagi saya, tren sudah berubah," kata dia.

aalis senior Kitco Jim Wyckoff menambahkan, harga emas akan stabil dengan kecenderungan melemah setelah adanya peningkatan akan selera risiko pada pekan lalu. best profit

Bursa saham terus melanjutkan pemulihan tanpa henti, dengan Dow Jones Industrial Average telah naik lebih dari 1.000 poin hingga pada Jumat.

"Risiko besar dalam perdagangan emas minggu ini adalah the Federal Reserve menyoroti bahwa ekonomi belum seburuk yang dikhawatirkan," tambah analis ForexLive, Adam Button. best profit

Sumber : Liputan6

Thursday, 4 June 2020

Best Profit | Angka Pengangguran Membengkak, Bursa Saham AS Tertekan

Best Profit (5/6) - Wall Street Tertekan pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta. Bursa saham Amerika Serikar (AS) mengalami tekanan karena data tenaga kerja yang mengecewakan.

Mengutip CNBC, Jumat (5/6/2020), indeks acuan S&P 500 turun 0,3 persen menjadi 3.112,35. Sedangkan Nasdaq Composite turun 0,7 persen menjadi 9.615,81. Kedua indeks ini membukukan penurunan pertama dalam lima sesi perdagangan.

Sedangkan untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup hanya naik tipis yaitu 11 poin atau 0,1 persen menjadi26.281,82. best profit

Saham-saham teknologi mengalami tekanan pada perdagangan Kamis tersebut. Tercatat, saham Facebook dan Netflix keduanya turun lebih dari 1,6 persen.

Saham Amazon ditutup 0,7 persen lebih rendah sementara Alphabet dan Apple masing-masing turun lebih dari 0,8 persen.

Pada perdagangan Kamis ini, indeks Nasdaq 100 yang merupakan indeks dari 100 saham non-finansial terbesar di Nasdaq Composite mencetak rekor intraday. Namun, pada penutupan perdagangan mengalami tekanan dan melemah 0,8 persen. best profit

Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa 1,87 juta orang Amerika mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, melampaui estimasi Dow Jones sebesar 1,775 juta. Klaim pengangguran yang berkelanjutan naik tajam, hampir mencapai 21,5 juta orang.

Kepala analis Commonwealth Financial Network Brad McMillan mengatakan bahwa banyak pelaku pasar yang berharap saat ini merupakan titik balik dari pelemahan ekonomi di AS. best profit

beberapa negara bagian telah bersiap melonggarkan lockdown "Penyebaran virus tampaknya terkendali dan ekonomi dibuka kembali lebih cepat dari yang diperkirakan, ”tulis Brad dalam catatannya.

“Juni akan memberi tahu kami apakah tren itu berlanjut. Tetapi sekarang? Segalanya tampak jauh lebih baik daripada yang bisa kita harapkan sebulan yang lalu." best profit

Sumber : Liputan6

Wednesday, 3 June 2020

Best Profit | Bursa Amerika Kembali Cetak Keuntungan Lumayan, Dow Jones Naik 500 Poin Lebih

Best Profit (4/6) - Telah terjadi lonjakan harga saham di bursa Amerika melanjutkan pergerakan rally perdagangan sebelumnya hingga mengangkat tinggi ketiga indeks utama  Wall Street. Indeks Dow Jones naik lebih dari 500 poin dan S&P 500 mencatat bullish terpanjang sejak Februari dan indeks Nasdaq tertinggi sejak Februari awal.

Akhir perdagangan pada hari Kamis (04/06/2020) semua indeks ditutup dalam zona hijau yang sangat kuat. Indeks  Dow Jones naik 527,24 poin atau 2,1 persen menjadi 26.269,89, indeks Nasdaq naik 74,54 poin atau 0,8 persen menjadi 9.682,91 dan indeks S&P 500 melonjak 42,05 poin atau 1,4 persen menjadi 3.122,87.

Kekuatan harga saham yang berkelanjutan di Wall Street muncul ketika rilis data ekonomi baru menambah optimisme investor tentang pemulihan ekonomi global yang cepat, termasuk laporan dari prosesor penggajian ADP yang menunjukkan laju kehilangan pekerjaan sektor swasta melambat jauh lebih banyak daripada yang diperkirakan pada bulan Mei. best profit

ADP mengatakan pekerjaan sektor swasta merosot 2,76 juta pekerjaan pada Mei setelah anjlok oleh 19,557 juta pekerjaan yang direvisi pada April. Sebelumnya diperkirakan  lapangan kerja akan turun sekitar 9,0 juta pekerjaan dibandingkan dengan 20,236 juta pekerjaan yang pada awalnya dilaporkan untuk bulan sebelumnya.

Kemudian di Amerika juga terdapat laporan dari Institute for Supply Management yang  menunjukkan laju kontraksi di sektor jasa melambat bahkan lebih dari yang diperkirakan para ekonom. Indeks  non-manufaktur rebound ke 45,4 pada Mei setelah jatuh ke level sebelas tahun 41,8 pada April. best profit

Tidak hanya dari Amerika Serikat, di Asia juga data ekonomi menunjukkan optimisme seperti di Jepang dan juga China. Dan  IHS Markit menunjukkan sektor jasa China diperluas untuk pertama kalinya dalam empat bulan pada Mei di tengah pelonggaran langkah-langkah yang diterapkan untuk mengekang penyebaran virus corona.

Melihat pergerakan secara sektoral, terpantau saham-saham perbankan berubah menjadi  kinerja terbaik pasar di tengah optimisme tentang pemulihan ekonomi, dengan Indeks KBW Bank melonjak 5,2 persen. Indeks mengakhiri sesi pada level penutupan terbaik dalam hampir tiga bulan. best profit

Optimisme ekonomi juga berkontribusi pada rallyh saham baja, hinga mendorong Indeks Baja NYSE Arca naik 4 persen ke penutupan tertinggi tiga bulan. Kekuatan substansial juga muncul di antara saham-saham transportasi, sebagaimana tercermin oleh lonjakan 3,4 persen oleh Dow Jones Transportation Average.

Saham Boeing diberitakan mencetak kenaikan yang menonjol setelah dua pelanggan  seri 737 Max menunda pengiriman daripada membatalkan pesanan mereka untuk pesawat yang bermasalah tersebut.

Saham pialang, layanan minyak, perumahan dan stok real estat komersial juga terpantau mencetak kekuatan yang signifikan, bergerak lebih tinggi bersama dengan sebagian besar sektor utama lainnya. Namun pergerakan sebaliknya masih di dominasi saham  emas  dengan NYSE Arca Gold Bugs Index anjlok 3,6 persen. best profit

Sumber :Vibiznews

Tuesday, 2 June 2020

Best Profit | Harga Emas Tergelincir 1 Persen Imbas Aksi Ambil Untung Investor

Best Profit (3/6) - Harga emas melemah 1 persen pada hari Selasa karena investor membukukan keuntungan dan Wall Street menguat karena optimisme atas ekonomi yang muncul dari pembukaan lockdown.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (3/6/2020), harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi USD 1,725.23 per ounce, memberikan beberapa keuntungan dari awal sesi. Emas berjangka AS tergelincir 1 persen menjadi USD 1.733,20.
"Ada kelanjutan optimisme dalam hal pembukaan kembali ekonomi, yang ditunjukkan dalam reli ekuitas yang sedang berlangsung. Di bawah premis itu, mudah untuk memahami emas bisa sedikit rentan," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures. best profit

Ekuitas AS naik karena optimisme seputar pembukaan kembali bisnis membayangi ketakutan akan ketegangan perdagangan dan aksi protes di AS.

Namun, tren emas secara keseluruhan adalah positif, kata para analis, dengan logam tersebut telah naik lebih dari 18 persen setelah menyentuh level terendah empat bulan mendekati USD 1.450,98 pada bulan Maret. Sebagian besar diuntungkan oleh ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh pandemi dan kesibukan stimulus dari bank sentral global.

Sol hubungan AS-China, dua sumber mengatakan kepada Reuters, China mengatakan kepada perusahaan-perusahaan milik negara untuk menghentikan pembelian kedelai dan daging babi AS skala besar, dengan salah satu dari mereka mengatakan pembelian jagung dan kapas AS oleh negara juga ditunda. best profit

"Jika Anda melihat emosi memanas antara AS dan China di Hong Kong - itu akan mengubah dinamika perdagangan dengan Hong Kong. Semakin banyak orang akan tertarik pada emas, ”kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

Safe-haven bullion mendapat dukungan lebih lanjut setelah Presiden AS Donald Trump berjanji untuk menggunakan militer untuk menghentikan protes yang meluas di kota-kota AS atas kematian seorang pria kulit hitam dalam tahanan polisi.

Sementara itu, kepemilikan dalam dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust naik menjadi 1.128,40 ton pada hari Senin, tertinggi dalam tujuh tahun. best profit

Sumber : Liputan6

Monday, 1 June 2020

Best Profit | WHO Ingin Hubungannya dengan Amerika Serikat Membaik

Best Profit (2/6) - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Senin, 1 Juni 2020 mengatakan bahwa pihaknya ingin tetap bekerja dengan Amerika Serikat meskipun Presiden Donald Trump memutuskan dengan badan tersebut.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, keterlibatan AS dengan organisasi telah membuat "perbedaan besar" selama beberapa dekade dan "itu adalah harapan WHO untuk kolaborasi ini untuk berlanjut", demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (2/6/2020).
Trump mengatakan kemarin ia memutuskan hubungan AS dengan WHO, yang katanya gagal memerangi penyebaran awal Virus Corona baru (COVID-19). best profit

Trump pertama kali menangguhkan dana ke WHO sebulan lalu, ia menyebut badan itu gagal mengelola penanganan pandemi COVID-19 global.

Dia menuduh organisasi yang berbasis di Jenewa itu menjadi "boneka" bagi pemerintah Tiongkok.
"Kami telah menerima pertanyaan tentang pengumuman hari Jumat oleh presiden Amerika Serikat," kata Tedros dalam konferensi pers virtual. best profit

"Dunia telah lama mendapat manfaat dari keterlibatan kolaboratif yang kuat dengan pemerintah dan rakyat Amerika Serikat."

"Pemerintah AS dan kontribusi masyarakat serta kemurahan hati terhadap kesehatan global selama beberapa dekade sangat besar, dan telah membuat perbedaan dalam kesehatan masyarakat di seluruh dunia.

"Adalah harapan WHO untuk kolaborasi ini terus berlanjut." best profit

Tedros mengatakan "satu-satunya komunikasi" yang dimiliki WHO adalah pernyataan yang disampaikan pada Jumat dari Trump.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetop anggaran kontribusi terhadap World Health Organization (WHO). Alasannya adalah WHO dianggap melakukan kesalahan dalam mengantisipasi Virus Corona (COVID-19).

Selain itu, Presiden Trump berkata WHO menutup-nutupi terkait virus ini.
"Hari ini saya menginstruksikan pemerintahan saya untuk menahan pendanaan WHO selagi meninjau peran WHO dalam buruknya mismanajemen dan menutupi penyebaran Virus Corona COVID-19. Semua orang tahu apa yang terjadi di sana," ujar Donald Trump pada konferensi pers di Gedung Putih seperti dikutip Selasa (15/4/2020). best profit

Presiden Trump sempat menyebut WHO lebih China-sentris, sehingga merugikan dunia, dan notabene AS yang merupakan kontributor terbesar. Ia berkata anggaran ke WHO dari pajak AS tiap tahun bisa sebesar US$ 400 juta hingga US$ 500 juta (Rp 6,2 triliun - Rp 7,8 triliun).
Sementara, sumbangan China tak sampai US$ 40 juta (Rp 625 miliar).

Jika melihat data dari situs resmi WHO, kontribusi keuangan China ke WHO memang tinggi, yakni US$ 37,8 juta untuk periode 2018-2019. Nominal itu lebih besar dari gabungan kontribusi Inggris, Australia, dan India kepada WHO pada periode. best profit

Kontribusi China masih kalah dari Amerika Serikat yang mencapai US$ 118,4 juta. Namun, kontribusi tersebut adalah assessed contribution yang bersifat wajib dan belum termasuk sumbangan sukarela ke WHO.

China memang kerap memakai pernyataan WHO ketika melobi negara lain supaya tidak melarang perjalanan dari China akibat Virus Corona. Presiden Trump mengaku sempat mengeluh mendapat tekanan dari China agar tak melarang penerbangan, namun ia memilih tetap melakukannya. best profit

Sumber : Liputan6

Best Profit | Komisi Eropa Siapkan Bantuan 750 Miliar Euro untuk Uni Eropa

Best Profit (1/6) -  Komisi Eropa pada hari Rabu (27/05) mengumumkan rencana untuk meminjam di pasar dan kemudian mengucurkan bantuan kepada negara-negara Uni Eropa sebesar 750 miliar euro dan pinjaman untuk membantu pemulihan ekonomi akibat pandemi coronavirus mereka.

Sebagian besar dana akan diberikan untuk Italia dan Spanyol, yang paling parah terkena pandemi, yang bersama-sama akan menerima 313 miliar euro dalam bentuk hibah dan pinjaman.

Tujuannya juga untuk melindungi pasar tunggal Uni Eropa bagi 450 juta orang dari terpecah oleh pertumbuhan ekonomi dan tingkat kekayaan yang berbeda ketika 27 negara blok ini mengalami resesi. best profit

Dari 750 miliar euro, dua pertiganya berupa hibah yang dibiayai dengan pinjaman bersama dan sepertiganya pinjaman.

Meskipun kontroversial, hibah tersebut diperlukan karena Italia, Spanyol, Yunani, Prancis, dan Portugal sudah memiliki utang besar dan sangat bergantung pada pariwisata yang terhenti akibat pandemi.

Paket dana pemulihan merupakan tambahan untuk anggaran jangka panjang Uni Eropa untuk 2021-27, akan diajukan Komisi Eropa sebesar 1,100 triliun euro, hampir sama dengan proposal yang dibahas oleh para pemimpin di bulan Februari sebesar 1,095 triliun. best profit

Hibah 500 miliar euro ini sejalan dengan keinginan dua ekonomi terbesar UE – Prancis dan Jerman – meskipun beberapa negara lebih suka melihat paket pemulihan hanya terdiri dari pinjaman.
Pinjaman harus dilunasi, yang berarti kontribusi nasional yang lebih tinggi untuk anggaran UE di masa depan atau pajak baru yang dibebankan ke UE. best profit

Komisi mengusulkan pendapatan baru dalam bentuk pajak atas plastik, sejumlah uang dari skema perdagangan emisi CO2, pajak layanan digital, bagian dari pajak perusahaan nasional dan pajak impor barang yang diproduksi di negara-negara dengan standar emisi CO2 lebih rendah daripada UE.
Juga diusulkan agar anggaran UE harus mendapat bagian lebih besar dari Pajak Pertambahan Nilai yang dibayarkan oleh pemerintah ke UE. best profit

Sumber : Vibiznews

Thursday, 28 May 2020

Best Profit | Harga Emas Jatuh ke Level Terendah dalam 2 Pekan Terakhir

Best Profit (29/5) - Harga emas turun ke level terendah dalam dua minggu pada perdagangan Rabu (Kamis waktu Jakarta) karena harapan pemulihan ekonomi yang cepat mendorong investor beralih ker aset berisiko. Meskipun ketegangan AS-Cina atas Hong Kong membuat harga di bawah harga emas.
Dikutip dari CNBC, Kamis (28/5/2020), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen pada USD 1.700,30 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,8 persen menjadi USD 1.691,80.

“Sangat penting bagi harga emas untuk tetap di atas USD 1.700. Kalau tidak, jika koreksi harga terus berlanjut, investor spekulatif cenderung meninggalkan 'perahu' ini dan meningkatkan tekanan pada harga,” kata Analis Commerzbank, Eugen Weinberg. best profit

“Orang bisa mengatakan bahwa ketegangan geopolitik berkontribusi sedikit dan mendukung harga emas saat ini. Tapi, sampai sekarang situasi ini telah gagal memicu kekhawatiran di pasar ekuitas," lanjut dia.

Optimisme tentang pengembangan vaksin virus corona dan kebangkitan aktivitas bisnis telah mengangkat sentimen risiko di pasar keuangan. best profit

Setelah serangkaian laporan ekonomi yang buruk dari Amerika Serikat, data pada hari Selasa menunjukkan kepercayaan konsumen AS naik di bulan Mei dan penjualan rumah baru mengalahkan ekspektasi.

Terlepas dari mundurnya harga emas, tetap ada prospek positif untuk emas, yang dipandang sebagai aset safe haven selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi, kata para analis. best profit

Keresahan politik yang berkembang di Hong Kong atas undang-undang keamanan nasional yang diusulkan Beijing telah membuat para investor tetap di tepi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington sedang mengerjakan tanggapan yang kuat terhadap China dan akan diumumkan sebelum akhir minggu.

Sementara di tempat lain, paladium turun 0,1 persen menjadi USD 1.954,75 per ons. Perak turun 0,3 persen menjadi USD 17,05 dan platinum stabil di USD 839,74. best profit

Sumber : Liputan6