PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Thursday, 9 May 2019

Best Profit | Surat Presiden China ke Donald Trump Picu Harga Minyak Naik

Best Profit (10/5) - Harga minyak mentah dunia sedikit lebih tinggi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali memberi harapan investor, jika pemerintahnya bisa saja tidak menaikkan tarif impor terhadap China. Kenaikan tarif dinilai menjadi langkah yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Melansir laman Reuters, Jumat (10/52019), harga minyak Brent naik 2 sen lebih tinggi menjadi USD 70,39 per barel, rebound dari sesi rendahnya di USD 69,40 per barel.

Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun 42 sen menjadi USD 61,70 per barel. best profit

Perselisihan perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia dan penurunan tajam di pasar ekuitas global telah memukul harga minyak. Dampaknya melebihi ketegangan geopolitik dan pengurangan pasokan yang telah menurunkan pasokan global dari Amerika Latin, Afrika, dan Timur Tengah.

Harga minyak sempat memantul memantul dari posisi terendahnya setelah Trump mengatakan jika dia menerima surat dari Presiden Cina Xi Jinping. Trump mengutip surat itu dengan mengatakan isinya, "Mari bekerja sama, mari kita lihat apakah kita bisa menyelesaikan sesuatu." best profit

Surat itu memberi harapan para investor jika Washington dan Beijing dapat mencapai kesepakatan perdagangan, menurut kata Bob Yawger, Direktur Energi di Mizuho di New York.

"Perselisihan perdagangan telah menyeret pertumbuhan ekonomi di Asia dan gangguan dalam negosiasi Tiongkok-Amerika dapat membuat perkiraan permintaan minyak mentah global dipertanyakan," kata John Kilduff, agen di Again Capital Management LLC. best profit

Lembaga Administrasi Informasi Energi AS memperkirakan permintaan minyak global naik 1,4 juta barel per hari (bph) tahun ini. "Itu sebabnya OPEC agak pelit dengan pasokan," kata Kilduff, merujuk pada pengurangan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia.

"Produsen utama OPEC, Arab Saudi, enggan menambah pasokan global karena khawatir akan jatuhnya harga, bahkan ketika organisasi itu tidak yakin dengan pasokan global untuk paruh kedua tahun ini," kata sumber OPEC.

Sanksi AS terhadap Venezuela dan Iran, dan ancaman terhadap pasokan minyak di Nigeria di Libya telah mendukung harga minyak, mengurangi dampak dari perselisihan perdagangan, kata para analis. Brent dan WTI telah meningkat lebih dari 30 persen sepanjang tahun ini. best profit

Sumber : Liputan6

best profit