PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Tuesday, 30 May 2017

Harga Minyak Mentah Tertekan Peningkatan Produksi Libya dan Proyeksi Bearish Goldman Sachs | PT Bestprofit

PT Bestprofit (31/5) - Harga minyak mentah turun pada akhir perdagangan Rabu dinihari (31/05) di tengah tanda-tanda kenaikan kembali produksi Libya dan proyeksi penurunan harga minyak oleh Goldman Sachs.
Penurunan harga minyak juga masih dipicu kekhawatiran bahwa pengurangan produksi oleh eksportir utama dunia mungkin tidak cukup untuk mamangkas kelebihan global yang telah menekan harga selama hampir tiga tahun.
Harga minyak mentah berjangka A.S. turun 14 sen atau 0,3 persen, pada $ 49,66.
Harga minyak mentah berjangka Brent turun 35 sen per barel di $ 51,94 pada pukul 2:41 pagi (1841 GMT), setelah menguat 14 sen pada Senin.
Analis Goldman Sachs telah mengurangi perkiraan harga minyak mereka, dengan mengatakan bahwa turunnya biaya produksi A.S. akan terus meningkat selama bertahun-tahun yang akan datang.
Bank tersebut mengatakan bahwa begitu pertumbuhan produksi OPEC berlanjut setelah pemotongan yang dipaksakan sendiri, produksi A.S. dan OPEC akan meningkat sebesar 1 juta menjadi 1,3 juta bpd antara tahun 2018 dan 2020.
Goldman mengatakan sementara bullish pada harga jangka pendek karena persediaan normal, maka harga minyak mentah berjangka 2018-19 berada dalam kisaran $ 45 – $ 50.
Produksi minyak Libya mencapai 784.000 barel per hari (bpd) karena masalah teknis di lapangan Sharara, namun diperkirakan akan mulai meningkat menjadi 800.000 barel per hari pada hari Selasa, kata kepala negara National Oil Corporation.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan produsen minyak lainnya, termasuk Rusia, sepakat pekan lalu untuk terus mengendalikan pasokan sampai akhir kuartal pertama 2018, sembilan bulan lebih lama dari yang direncanakan semula.
Produksi gabungan oleh OPEC dan produsen lainnya akan dipegang sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) di bawah levelnya pada akhir tahun lalu.
Namun, pemotongan tersebut belum menguras persediaan dengan tingkat signifikan dan harga turun setelah kesepakatan OPEC diumumkan.
Bagian dari masalah OPEC adalah pasokan minyak di Amerika Serikat, di mana produksi serpih melonjak.
Pengebor A.S. telah menambahkan kilang minyak selama 19 minggu berturut-turut. Jumlah kilang yang beroperasi di Amerika Serikat sekarang berjumlah 722, tingkat tertinggi sejak April 2015, menurut perusahaan jasa Baker Hughes.
Namun penurunan lebih jauh tertahan dengan adanya musim mengemudi di musim panas Amerika, yang secara tradisi dimulai pada hari libur Memorial Day pada hari Senin, mungkin menawarkan beberapa dukungan untuk harga, kata para analis. Permintaan di Amerika Serikat untuk bahan bakar transportasi cenderung meningkat saat keluarga mengunjungi teman dan kerabat atau berlibur selama musim panas di Belahan Bumi Utara.
Asosiasi Mobil Amerika mengatakan menjelang Memorial Day bahwa mereka memperkirakan 39,3 juta orang Amerika menempuh jarak 50 mil (80 km) atau lebih selama akhir pekan Memorial Day, jarak tempuh Memorial Day tertinggi sejak 2005.
Sumber : Vibiznews

Monday, 29 May 2017

Harga Emas Dekati Posisi Tertinggi dalam Sebulan | Bestprofit

Bestprofit (30/5) - Harga emas mendekati posisi tertingginya dalam sebulan seiring pelemahan Dolar Amerika Serikat (AS) dan retret di pasar saham, yang mendorong logam mulia berpegang pada keuntungan di sesi sebelumnya.
Melansir laman Reuters, Selasa (30/5/2017), harga emas di pasar spot berada di posisi US$ 1.266,30 per ounce. Angka ini sedikit berubah dari US$ 1.266,66 pada Jumat pekan lalu. Sementara emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun 0,2 persen ke posisi US$ 1.265,20 per ounce.
Harga emas mencapai posisi tertingginya sejak 1 Mei pada hari Jumat lalu di US$ 1.269,50 per ounce. Ini terpicu investor yang melihat kegelisahan Presiden Donald Trump saat menghadiri pertemuan para pemimpin dunia lainnya di KTT G7.
Investor memutuskan kembali membeli emas batangan sebagai alternatif menjaga aset berisiko tinggi seperti saham. Retret 0,1 persen dalam indeks dolar mendukung harga emas meski bergerak perlahan,seiring para pedagang di Amerika Serikat, London dan Cina yang sedang libur nasional.
"Potensi kenaikan harga terbatas sekarang, tapi dengan berita dari pertemuan G7 dan dolar yang lebih lemah, harga emas sudah naik," ujar Analis BBLR Thorsten Proettel Said.
Kanselir Jerman Angela Merkel pada pertemuan KTT G7, mengatakan jika Eropa tidak bisa lagi mengandalkan sepenuhnya pada sekutunya. Di bawah tekanan dari G7, Trump menyatakan mendukung perjanjian untuk melawan proteksionisme tetapi menolak mendukung langkah global tentang perubahan iklim, dengan mengatakan jika dirinya perlu lebih banyak waktu untuk memilih.
Di sisi lain, pasar sedang menunggu rencana pertemuan komite Federal Reserve pada bulan depan yang bisa menjadi petunjuk rencana kenaikan suku bunga AS. Memang, emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS.
Sementara untuk harga logam mulia lainnya, perak tercatat naik 0,2 persen menjadi US$ 17,38 per ounce, setelah menyentuh posisi tertinggi satu bulan di US$ 17,41.
Harga Platinum 0,3 persen lebih rendah ke US$ 953 sementara
Paladium naik 1,1 persen menjadi US$ 799.
Sumber : Liputan6

Lihat Bestprofit

Sunday, 28 May 2017

Harga Minyak Mentah Mingguan Merosot 2 Persen, Upaya Bargain Hunting Terjadi | Best Profit

Best Profit (29/5) - Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu (27/05) terdukung bargain hunting setelah jatuh hampir 5 persen pada sesi sebelumnya karena kekecewaan bahwa keputusan pimpinan OPEC untuk memperpanjang pembatasan produksi tidak lebih banyak jumlahnya seperti yang diharapkan.
Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berakhir pada $ 49,80, naik 1,8 persen.
Harga minyak mentah berjangka Brent naik 68 sen atau 1,3 persen menjadi $ 52,14 per barel pada pukul 2:38 waktu ET (1838 GMT).
Pada pertemuan Kamis di Wina, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan beberapa produsen non-OPEC sepakat untuk memperpanjang sebuah janji untuk memotong sekitar 1,8 juta barel per hari (bpd) sampai akhir kuartal pertama 2018. Kesepakatan awal akan Kedaluwarsa bulan depan.
Goldman Sachs menghubungkan penurunan tajam harga minyak menjadi tiga aspek kesepakatan OPEC: kurangnya pemotongan yang lebih dalam; kegagalan untuk mengenakan pembatasan produksi untuk Libya dan Nigeria, yang dibebaskan dari pengurangan; dan tidak adanya “strategi keluar yang jelas” di luar upaya untuk mengelola persediaan musiman dibangun pada kuartal pertama 2018.
Posisi investor dan perdagangan teknis juga bergerak dalam percepatan penjualan pada hari Kamis, karena harga minyak turun sampai rata-rata pergerakan 50 dan 200 hari, kata bank investasi tersebut.
Beberapa analis juga mengaitkan penurunan hari Kamis dengan putusan antara sentimen investor dan niat OPEC.
Produsen yakin bahwa rencana tersebut akan menurunkan pasokan minyak mentah menjadi rata-rata lima tahun 2,7 miliar barel, namun investor minyak telah berharap kesepakatan menit-menit terakhir mengenai tindakan yang lebih luas.
Kekhawatiran tetap bahwa penurunan produksi yang dipimpin oleh OPEC akan mendukung kenaikan produksi lebih lanjut dari Amerika Serikat, di mana produsen dapat beroperasi dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Produksi minyak A.S. telah meningkat sebesar 10 persen sejak pertengahan 2016 sampai lebih dari 9,3 juta barel per hari, mendekati produksi produsen utama Rusia dan Arab Saudi.
Pada hari Jumat, perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan jumlah penurunan kilang minyak yang beroperasi di Amerika Serikat melonjak selama 19 minggu berturut-turut. Ini naik 2 kilang menjadi total 722, naik dari 316 pada saat ini tahun lalu.
Dengan produksi A.S. meningkat dengan mantap dan OPEC dan sekutu-sekutunya berpotensi meningkatkan produksi pada 2018 untuk mendapatkan kembali pangsa pasar yang hilang, banyak pedagang, termasuk Goldman Sachs, sudah memperkirakan kemerosotan harga lainnya.
Penilaian lain menunjukkan kemungkinan pemotongan produksi diperluas ke 2019 untuk menurunkan persediaan minyak mentah dan produk olahan.
Untuk minggu ini harga minyak mentah merosot sekitar 2 persen. Anjloknya harga minyak mentah hampir 5 persen pada hari Kamis memberikan kontibusi penurunan terbesar, yang dibatasi kenaikan akhir pekan ini.
Sumber : Vibiznews

Thursday, 25 May 2017

MotoGP: Ban Depan Michelin Bikin Marquez Lebih Pede | PT Bestprofit

PT Bestprofit (26/5) - Marc Marquez, pembalap Repsol Honda, kini memiliki kepercayaan diri tinggi untuk menatap MotoGP Italia 2017 di Sirkuit Mugello. Pasalnya, keputusan Michelin terkait ban depan membuat The Baby Alien merasa lebih baik.
Usai balapan MotoGP Prancis 2017 di Sirkuit Le Mans, beberapa pembalap ikut serta dalam tes yang diadakan terkait perubahan pada Sirkuit Catalunya, Montmelo, Rabu (24/5/2017). Dalam tes tersebut, Marquez tampil sebagai yang tercepat.
Ia mencatatkan waktu terbaik 1 menit 43,803 detik, unggul 0,195 detik atas pembalap Ducati, Jorge Lorenzo. Sementara itu, rekan setim Marquez, Dani Pedrosa, menempati posisi kelima dengan selisih 0,570 detik.
Bagi Marquez, perubahan yang dilakukan Michelin sangat baik untuk kinerjanya. Mulai dari MotoGP Italia, seluruh pembalap MotoGP akan menggunakan ban depan keras. Tak seperti pada lima seri awal musim ini di mana Michelin menyediakan ban yang lebih lunak.
"Kami memastikan bahwa ini sedikit lebih stabil dan saya menyukainya. Tak ada perbedaan besar. Selanjutnya kami akan menyiapkan motor karena dalam dua pekan kami akan balapan di sini. Kami fokus pada hal itu, mencoba banyak hal di sisi elektronik, di mana kami masih harus lebih konstan," ujar Marquez, dilansir Crash.
wal musim MotoGP 2017 sendiri berjalan dengan buruk bagi Marquez. Dari lima balapan, ia harus mengalami kecelakaan dua kali. Setelah MotoGP Argentina, ia juga gagal finis pada MotoGP Prancis usai terjatuh di lap ke-17.
"Anda tak berharap itu. Kami juga tak mengerti, tapi Anda kecelakaan. Pada tes ini, kami banyak memusatkan perhatian pada ban baru untuk mencoba dan memahaminya karena kami akan mendapatkannya di Mugello," tutur Marquez.
Terlepas dari hal itu, catatan buruk pada MotoGP Argentina dan Prancis membuat Marquez tercecer dari jalur juara. Saat ini pembalap berusia 24 tahun itu menempati urutan keempat klasemen pembalap dengan koleksi 58 poin, terpaut 27 angka dari Maverick Vinales. PT Bestprofit
Sumber Liputan6

Harga Minyak Mentah Turun Tipis Terpengaruh Persediaan Bensin AS; Hasil Pertemuan Wina Dinantikan | Bestprofit

Bestprofit (25/5) - Harga minyak mentah turun tipis pada akhir perdagangan Kamis dinihari (25/05) setelah laporan persediaan bensin A.S. yang lebih kecil dari yang diperkirakan, sementara investor menantikan pertemuan di Wina antara OPEC dan negara-negara pengekspor minyak lainnya apakah akan memperpanjang pemotongan produksi.
Harga minyak mentah berjangka A.S. turun 11 sen atau 0,2 persen, pada $ 51,36.
Harga minyak mentah berjangka Brent turun 22 sen per barel di $ 53,93 pada pukul 2:36 pm ET (1836 GMT).
Persediaan minyak mentah A.S. turun untuk pekan ketujuh berturut-turut karena penyuling memproses jumlah minyak mentah mendekati rekor pekan lalu, Administrasi Informasi Energi mengatakan pada hari Rabu.
Persediaan minyak mentah turun 4,4 juta barel pada pekan yang berakhir 19 Mei, lebih tinggi dari perkiraan analis yang turun 2,4 juta barel. Namun persediaan bensin turun hanya 787.000 barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk 1,2 juta barel.
Data tersebut muncul satu hari sebelum Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), bersama dengan negara-negara non anggota OPEC, dijadwalkan untuk memutuskan apakah akan memperpanjang kesepakatan untuk mengurangi pasokan dunia.
Kedua patokan tersebut telah menguat lebih dari 10 persen dari level terendah bulan Mei di bawah $ 50 per barel, rebound pada sebuah konsensus bahwa OPEC dan produsen lainnya akan mempertahankan batasan produksi yang ketat dalam upaya untuk menguras kelebihan pasokan global yang terus-menerus.
OPEC telah berjanji untuk mengurangi pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari (bpd) sampai Juni dan diperkirakan pada hari Kamis untuk memperpanjang pemotongan tersebut selama sembilan bulan.
Sebuah komite multinasional yang terdiri dari beberapa anggota penting OPEC dan non-OPEC merekomendasikan pada hari Rabu membatasi pemotongan pada tingkat yang sama ketika produsen bertemu pada hari berikutnya, kata sebuah sumber OPEC.
Pemotongan yang dipimpin oleh OPEC hanya akan menghasilkan pasar yang seimbang tahun ini, menurut penelitian BMI, namun dari tahun 2018 dan seterusnya, pasar akan kembali mengalami kelebihan pasokan, meski pada tingkat yang lebih rendah dari 2013-2016.
Salah satu alasan mengapa pasar yang belum diperkuat lagi adalah meningkatnya produksi minyak A.S., yang telah melonjak 10 persen sejak pertengahan 2016 hingga 9,3 juta bpd.
Mendapatkan keuntungan dari pasar yang dikenal sebagai contango, di mana harga minyak di masa depan lebih tinggi daripada pengiriman segera, pengebor A.S. telah menjual produksi masa depan untuk membiayai perluasan produksi.
Untuk menghentikan ini, analis Goldman Sachs menyarankan agar kurva harga minyak mentah berjangka harus didorong ke belakang, di mana harga di bawah harga saat ini.
Sementara keterbelakangan mungkin bisa mengurangi persediaan, kurang jelas bagaimana OPEC dapat mengubah kurva harga ke depan, atau menghentikan produksi yang meningkat.
Sumber : Vibiznews

Lihat Bestprofit

Tuesday, 23 May 2017

Usai Ledakan Bom Manchester, Harga Emas Bergerak Mendatar | Best Profit

Best Profit (24/5) - Harga emas bergerak mendatar usai ledakan bom bunuh diri yang terjadi di Manchester Inggris. Ledakan tersebut terjadi di akhir konser penyanyi Amerika Serikat (AS) Ariana Grande.
Mengutip Reuters, Rabu (24/5/2017), harga emas di pasar spot bergerak mendatar atau tetap di US$ 1.259,81 per ounce. Sedangkan harga emas di pasar berjangka turun 0,1 persen menjadi US$ 1.259,70 per ounce.
Ledakan di Manchester menyebabkan setidaknya 22 orang tewas dan lebih dari 50 lainnya cedera.
Perdana Menteri Inggris Theresa May mengtaakan bahwa insiden tersebut merupakan serangan teroris yang paling mematikan sejak empat orang Muslim Inggris membunuh 52 orang dalam bom bunuh diri di sistem transportasi bawah tanah London pada Juli 2005.
Analis INTL FCStone Edward Meir menjelaskan, sesaat setelah tersiar kabar adanya bom di Manchester tersebut, pelaku pasar sedikit menahan transaksi. Namun langkah menahan transaksi tersebut belum terlalu mempengaruhi pergerakan harga emas.
"Saat ini harga emas masih relatif stabil. Saya menduga emas akan merespons lebih kuat setelah adanya penjelasan-penjelasan dari ketegangan geopolitik ini," jelas dia.
Selama ini harga emas sangat tertolong oleh ketegangan geopolitik di Amerika Serikat (AS) . Kontroversi yang melibatkan Presiden AS Donald Trump terus mendorong harga emas untuk menguat karena dolar AS melemah.
Sebelumnya, Partai Republik mengusulkan kemungkinan pemakzulan Donald Trump. Hal tersebut dipicu laporan yang menyebutkan, Trump meminta James Comey -- mantan direktur FBI yang dipecatnya -- untuk membatalkan penyelidikan terhadap eks penasihat keamanan nasional, Michael Flynn.
Flynn diberhentikan setelah kedapatan membohongi Wakil Presiden Mike Pence dan sejumlah pejabat Gedung Putih lainnya soal percakapannya dengan Duta Besar Rusia untuk AS Sergey Kislyak tahun 2016.
Perbincangan Flynn dan Kislyak diduga merupakan indikasi kuat, ia berkolusi dengan Moskow untuk "mengganggu" Pilpres AS 2016.
Sumber : Liputan6

Monday, 22 May 2017

Prediksi OPEC Kembali Pangkas Pasokan Bikin Harga Minyak Naik | PT Bestprofit

PT Bestprofit (23/5) - Harga minyak mentah dunia naik seiring tumbuhnya kepercayaan jika negara anggota OPEC setuju untuk memperpanjang pembatasan pasokan pada pertemuan pekan ini. Serta spekulasi bila pemotongan bisa mendorong harga ke tingkat tertinggi dalam lebih dari sebulan.
Melansir laman Reuters, Selasa (23/5/2017), harga minyak berjangka Brent naik 26 sen, atau 0,5 persen, menjadi US$ 53,87 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni bertambah 40 sen atau 0,8 persen ke posisi US$ 50,73 per barel.
Harga minyak terus merangkak naik usai muncul kabar jika Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya seperti Rusia, akan memperpanjang kesepakatan pemotongan output, pada pertemuan mereka di 25 Mei ini.
Kesepakatan untuk memangkas pasokan sebesar 1,8 juta barel per hari (bph) selama enam atau sembilan bulan ke depan. "Keputusan (untuk memperpanjang pemotongan) tampaknya hampir dilakukan," kata Bjarne Schieldrop, Analis Komoditas Utama SEB Markets.
Menteri Energi Saudi Khalid al-Falih melakukan kunjungan ke Irak pada Senin, sebagai upaya terbaru produsen minyak tersebut untuk meyakinkan sesama anggota OPEC terkait perpanjangan pemotongan pasokan hingga sembilan bulan, guna meringankan kekenyangan stok keseluruhan dan menopang harga.
Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo mengaku melihat sebuah konsensus yang berkembang antara anggota kelompok serta produsen non-OPEC terkait perpanjangan pemangkasan output.
Namun, bila kesepakatan ini tidak disetujui dinilai akan menimbulkan kekecewaan, kata analis Commerzbank. "Jika pemotongan diperpanjang, ini mungkin akan menjadi penerimaan yang baik, tapi jika tidak menjadi kekecewaan," sebut Commerzbank dalam sebuah catatan.
Beberapa analis berpendapat langkah pemotongan diwajibkan untuk menyeimbangkan pasar. Namun di sisi lain, pemotongan merangsang perusahaan energi AS meningkatkan produksi shale miliknya.
Produksi minyak AS telah naik sebesar 10 persen, atau 900 ribu barel per hari sejak pertengahan 2016.
Sumber : Liputan6

Sunday, 21 May 2017

Indonesia Sarankan Pendekatan Agama-Budaya untuk Cegah Terorisme | Bestprofit

Bestprofit (22/5) - Indonesia menyarankan pendekatan agama dan budaya dalam mengatasi terorisme. Alasannya, sejarah sudah membuktikan bahwa senjata dan kekuatan militer saja tidak akan mampu mengatasi terorisme dan radikalisme.
Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ketika berbicara dalam Arab Islamic America Summit atau Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Arab Islam-Amerika di Conference Hall King Abdulaziz Convention Center, Riyadh, Arab Saudi, Minggu 21 Mei 2017 waktu setempat.
"Untuk program deradikalisasi, misalnya, otoritas Indonesia melibatkan masyarakat, keluarga, termasuk keluarga mantan narapidana terorisme yang sudah sadar, dan organisasi masyarakat," kata Jokowi.
Presiden menyebutkan, untuk kontraradikalisasi, otoritas di Indonesia antara lain merekrut para netizen muda dengan follower yang banyak untuk menyebarkan pesan-pesan damai.
"Kita juga melibatkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, untuk terus mensyiarkan Islam yang damai dan toleran," tutur Jokowi seperti dikutip Antara, Minggu (22/5/2017).
Pesan-pesan damailah yang harus diperbanyak, bukan pesan-pesan kekerasan. Karena, menurut Presiden setiap kekerasan akan melahirkan kekerasan baru.
Dalam kesempatan itu, Presiden juga mengatakan bahwa KTT Arab Islam-Ameika memiliki makna yang penting untuk mengirimkan pesan kemitraan dunia Islam dengan Amerika Serikat dan menghilangkan persepsi bahwa Amerika Serikat melihat Islam sebagai musuh.
"Yang lebih penting lagi pertemuan ini harus mampu meningkatkan kerja sama pemberantasan terorisme dan sekaligus mengirimkan pesan perdamaian kepada dunia," ujar Jokowi.
Pemikiran Jokowi
Dalam penutupnya, Presiden menyampaikan empat pemikiran. Pertama, umat Islam sedunia harus bersatu untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah.
"Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk keberhasilan memberantas terorisme. Janganlah energi kita habis untuk saling bermusuhan," ujar Jokowi.
Kedua, kerja sama pemberantasan radikalisme dan terorisme harus ditingkatkan, termasuk pertukaran informasi intelijen, pertukaran penanganan FTF (Foreign Terrorist Fighters), peningkatan kapasitas.
"Semua sumber pendanaan harus dihentikan, kita semua tahu banyaknya dana yang mengalir sampai ke akar rumput di banyak negara dalam rangka penyebaran ideologi ekstrem dan radikal. Semua aliran dana harus dihentikan," jelas Jokowi.
Ketiga, upaya menyelesaikan akar masalah harus ditingkatkan, ketimpangan dan ketidakadilan harus diakhiri, pemberdayaan ekonomi yang inklusif harus diperkuat.
"Terakhir, saya berharap bahwa setiap dari kita harus berani menjadi part of solution dan bukan part of problem dari upaya pemberantasan terorisme. Setiap dari kita harus dapat menjadi bagian upaya penciptaan perdamaian dunia," tegas Jokowi.
Sumber : Liputan6

Lihat Bestprofit

Thursday, 18 May 2017

RI Jadikan Suriname Hub Ekspor Produk IKM ke Amerika Selatan | Best Profit

Best Profit (19/5) - Indonesia akan memanfaatkan Suriname sebagai pintu masuk ekspor produk industri kecil dan menengah (IKM) ke Amerika Selatan. Pemerintah pun menjalin kerjasama di sektor industri IKM dengan negara ini.
“Suriname bisa menjadi hub untuk ekspor produk Indonesia ke Amerika. Misalnya, produk furnitur yang banyak diminati pasar di sana. Apalagi, di Suriname banyak bahan baku kayu, diharapkan industri furnitur Indonesia bisa ekspansi ke Suriname,” kata Dirjen IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih seperti dikutip Jumat (19/5/2017).
Menurut Gati, pemerintah Indonesia tengah memberikan perhatian lebih kepada pengembangan IKM sebagai upaya mendorong program prioritas tahun ini dalam pemerataan pembangunan ekonomi.
Dalam hal ini, Kemenperin telah meluncurkan program e-Smart IKM dengan memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah produk lokal menembus pasar global.
“Dalam memperkuat kualitas produk IKM termasuk yang tergabung dalam e-Smart IKM, kami akan melakukan serangkaian pembinaan bagi IKM dalam negeri melalui fasilitasi penguatan sumber daya manusia dengan program kegiatan bimbingan teknis, pendampingan dan sertifikasi,” paparnya. Selain itu, juga dilakukan pemberian bantuan mesin dan peralatan, peningkatan kemampuan Unit Pelayanan Teknis, serta penumbuhan wirausaha baru IKM.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, program e-smart IKM merupakan salah satu upaya memperluas pasar di dalam rantai nilai dunia dan menghadapi era Industry 4.0.
“Pemanfaatan teknologi digital dapat memacu produktivitas dan daya saing bagi IKM sehingga mampu menembus pasar ekspor melalui program e-smart IKM,” tuturnya.
Duta Besar Indonesia untuk Suriname Dominicus Supratikto menyampaikan, banyak potensi IKM di Suriname yang bisa dikembangkan sehingga perlu kerja sama dengan Indonesia yang juga sedang fokus meningkatkan daya saing di sektor tersebut.
“Kami membutuhkan tenaga ahli dari Indonesia yang bisa melatih pelaku IKM di Suriname agar makin produktif dan hasilnya berkualitas,” tutur dia.
Dia menambahkan, Suriname memiliki pameran rutin tahunan yang bertajuk Indofair, yang selama ini menjadi ajang untuk menampilkan produk-produk dan berbagai kesenian tradisional Indonesia.
Kegiatan ini digelar selama enam minggu melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suriname dan Komunitas Masyarakat Jawa Suriname atau Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie (VHJI).
Sumber : Liputan6

Wednesday, 17 May 2017

Wall Street Jatuh Imbas Memudar Harapan Investor Terhadap Trump | PT Bestprofit

PT Bestprofit (18/5) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah dengan indeks saham S&P 500 dan Dow Jones cetak penurunan terbesar dalam satu hari sejak 9 September.
Tekanan wall street terjadi seiring memudar harapan investor terhadap rencana pemerintahan di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk memangkas pajak dan menciptakan kebijakan pro bisnis lainnya.
Hal itu lantaran ada laporan Presiden AS Donald Trump mencoba menganggu penyelidikan federal. Mantan kepala FBI James Comes menyatakan dalam sebuah memo Trump telah memintanya menghentikan penyelidikan terhadap mantan sekretaris penasihat keamanan nasional Michael Flynn dengan Rusia.
Ini kekhawaturan terbaru dalam sebuah pergolakan di Gedung Putih usai Trump tiba-tiba memecat Comey dan dilaporkan mengungkapkan informasi rahasia ke Menteri Luar Negeri Rusia mengenai sebuah operasi yang direncanakan.
Perkembangan laporan itu menambah keraguan kalau Trump dapat merealisasikan janji memotong pajak, deregulasi dan stimulus fiskal. Aksi jual di pasar saham pun terjadi jelang penutupan, dan indeks saham utama berada di posisi terendah.
"Kami telah melihat agenda Trump tak berhasil, dan mencoba kembali ke jalur semula beberapa kali. Kini lebih banyak lagi investor yang ragu," ujar Michael O'Rourke, Kepala Riset Jones Trading, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (18/5/2017).
"Pasar sekarang menyadari beberapa ketakutan yang mereka hadapi pada Oktober akan membuahkan hasil," tambah dia.
Bursa saham AS pun alami tekanan. Baik Dow Jones dan S&P tergelincir di bawah rata-rata pergerakan 50 hari untuk pertama kalinya sejak akhir April.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones turun 372,82 poin atau 1,78 persen menjadi 20.606,93. Indeks saham S&P 500 merosot 43,64 poin atau 1,82 persen menjadi 2.357,03. Sedangkan indeks saham Nasdaq susut 158,63 poin atau 2,57 persen menjadi 6.011,24.
Indeks saham VIX yang mengukur kecemasan investor melonjak hingga 15,34, dan itu level tertinggi sejak 18 April.
Indeks saham Nasdaq alami penurunan terbesar sejak 24 Juni 2016 usai Inggris memilih keluar dari Uni Eropa. Indeks saham S&P 500 di sektor keuangan melemah 3 persen dan sektor teknologi tergelincir 2,8 persen. Saham perbankan bebani sektor keuangan dengan melemah 4 persen. Saham Bank of America melemah 5,9 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Kemudian saham JP Morgan susut 3,8 persen.
Adapun volume perdagangan saham sekitar 8,37 miliar saham di wall street atau bursa saham AS. Volume perdagangan itu tertinggi dibandingkan rata-rata selama 20 sesi terakhir sekitar 6,9 miliar saham.
Sumber : Liputan6

Harga Minyak Mentah Sesi Asia Tertekan Peningkatan Produksi AS | Bestprofit

Bestprofit (17/5) - Harga minyak turun pada hari Rabu (17/05) di sesi Asia setelah data menunjukkan peningkatan persediaan minyak mentah A.S., memicu kekhawatiran bahwa pasar tetap kelebiha pasokan meskipun ada upaya dari produsen utama Arab Saudi dan Rusia untuk memperpanjang pemotongan produksi.
Harga minyak mentah berjangka A.S. West Texas Intermediate (WTI) berada di $ 48,21, turun 45 sen atau 0,9 persen.
Harga minyak mentah berjangka brent turun 41 sen atau 0,8 persen, dari penutupan terakhir di $ 51,24 per barel pada pukul 0442 GMT.
Persediaan minyak mentah A.S. meningkat sebesar 882.000 barel dalam pekan yang berakhir 12 Mei menjadi 523,4 juta, dibandingkan dengan perkiraan analis untuk penurunan 2,4 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan pada hari Selasa.
Brent mencapai $ 52,63 per barel pada hari Senin dan WTI naik setinggi $ 49,66 per barel setelah Arab Saudi dan Rusia menyepakati perlunya pemotongan minyak mentah 1,8 juta barel per hari (bpd) oleh Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan beberapa produsen lain akan diperpanjang hingga akhir Maret 2018.
Perpanjangan pemotongan pasokan, yang dimulai pada bulan Januari dan diperkirakan akan berakhir pada bulan Juni, dipandang perlu oleh beberapa pihak karena sejauh ini mereka tidak secara signifikan memperketat pasar atau menaikkan harga.
Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan pada hari Selasa bahwa persediaan minyak komersial di negara-negara industri meningkat sebesar 24,1 juta barel pada kuartal pertama tahun ini, saat pemotongan produksi OPEC sudah ada.
Menambah kekhawatiran kenaikan pasokan yang sedang berlangsung, sebuah laporan mengatakan bahwa produksi minyak Laut Utara, yang telah lama terlihat dalam penurunan terminal, diperkirakan akan melonjak bersih 400.000 bpd, atau sekitar seperlima dari total produksi, dalam dua tahun ke depan dengan produsen meningkatkan efisiensi operasional.
Ini menambah kenaikan produksi AS yang terus berlanjut, yang telah melonjak lebih dari 10 persen sejak pertengahan 2016 sampai 9,3 juta bpd, tidak jauh dari produsen utama Rusia dan Arab Saudi.
Malam nanti akan dirilis data persediaan minyak mentah mingguan AS oleh EIA yang diindikasikan menurun. Jika terealisir akan menguatkan harga minyak mentah.
Sumber : Vibiznews

Lihat Bestprofit

Thursday, 11 May 2017

Anniversary PT. Bestprofit Futures Malang yang ke - 8 | Donor Darah dan Bakti Sosial di Desa Gunung Ronggo











Trump Mau Datang, Pemerintah Arab Habiskan Dana Rp 907 Miliar | Bestprofit

Bestprofit (12/5) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump diagendakan mengunjungi Arab Saudi dalam kunjungan luar negeri pertamanya. Berbagai persiapan pun dilakukan untuk menyambut kedatangan Presiden AS ke 45 ini. Dalam sebuah dokumen rahasia yang bocor ke publik, pemerintah Arab Saudi dikabarkan menghabiskan dana dalam jumlah besar.
Seperti dilaporkan almasdarnews.com, Jumat (12/5/2017), kerajaan Arab Saudi telah mengalokasikan dana total US$ 68 juta atau sekitar Rp 907,95 miliar (asumsi kurs Rp 13.352 per dolar Amerika Serikat) untuk menyambut kedatangan Trump ke negaranya. Jumlah dana tersebut tertuang dalam surat perintah Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud yang bocor ke publik.
Ia menginstruksikan menteri keuangan-nya menyetujui anggaran US$ 30,07 juta untuk menyelenggarakan pertemuan puncak Arab Saudi-Amerika Serikat.
Sang raja juga meminta kementerian untuk mengeluarkan dana US$ 5,3 juta yang diajukan pemerintahan Riyadh, US$ 26,4 juta yang diajukan dewan kesejahteraan khusus dan US$ 6,6 juta yang diusulkan badan aliansi strategis internasional Arab Saudi. Keseluruhan dana tersebut akan digunakan untuk menyambut Presiden Amerika Serikat.
Surat perintah tersebut ditujukan ke beberapa kementerian Arab Saudi antara lain, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kependudukan, Dewan Kesejahteraan Khusus hingga ke beberapa kepala pemerintahan kerajaan.
Lawatan Trump ke Arab Saudi dijadwalkan akan dilaksanakan pada akhir Mei. Kunjungan tersebut juga dilakukan sebelum Presiden Trump menghadiri pertemuan NATO di Brussels dan KTT G7 di Italia.
Sumber pemerintahan setempat mengatakan, kedatangan Donald Trump ke Arab Saudi bertujuan untuk menandatangani kontrak penjualan senjata senilai miliaran dollar. Senjata tersebut akan digunakan untuk menaklukan ISIS dan kelompok radikal lainnya.
Lawatan perdana ke Timur Tengah tersebut juga dianggap menyoroti janji Trump selama ini untuk membawa perdamaian di kawasan tersebut, terutama antara Palestina-Israel.
Selain Arab Saudi, Presiden AS juga akan bertandang ke Israel dan Vatikan. Tur ini dianggap sebagai upaya Donald Trump membangun kerja sama serta meraih dukungan antara umat Islam, Kristen, dan Yahudi untuk memerangi terorisme.
Sumber : Liputan6

Lihat Bestprofit

Wednesday, 10 May 2017

Penumpang Difabel Gugat Uber, Mengapa? | Best Profit

Best Profit (11/5) - Uber telah merilis layanan bagi penumpang difabel agar mereka bisa menggunakan jasa mereka seperti pengguna umumnya. Sayangnya, program ini tak tersedia di seluruh pasar Uber.
Mengutip laman Tech Crunch, Kamis (11/5/2017), gara-gara layanan Uber untuk difabel yang tak tersebar merata di semua tempat, perusahaan digugat oleh dua orang calon penumpang yang menggunakan kursi roda.
Mereka menggugat Uber karena menganggap Uber telah melanggar undang-undang negara terkait orang dengan disabilitas. Ada tiga peraturan yang diduga telah dilanggar Uber, yakni Title III of the Americans with Disabilities Act, California Disabled Persons Act, dan sebuah undang-undang mengenai persaingan yang tidak adil di California.
Menurut gugatan yang dilayangkan, kedua orang penggugat tidak bisa menggunakan jasa Uber karena perusahaan tak menyediakan mobil yang bisa diakses orang dengan kursi roda di wilayah Jackson, Mississippi, Amerika Serikat.
"Gara-gara itu, dua orang difabel di Jackson tak bisa menggunakan Uber karena gagal memanggil kendaraan yang memungkinkan untuk pengguna kursi roda maupun seorang sopir yang terlatih menangani penumpang difabel," demikian bunyi gugatan hukum tersebut.
Disebutkan pula, meskipun ada pengemudi terlatih dan kendaraan yang bisa digunakan pengguna kursi roda, dua calon penumpang itu tak bisa memesannya melalui aplikasi Uber di Jackson.
Tak disebutkan kapan gugatan Uber ini dilayangkan, tetapi Oktober tahun lalu, sebuah kelompok yang memperjuangkan hak kaum difabel di Chicago menuntut Uber untuk menyediakan lebih banyak kendaraan yang bisa melayani pengguna kursi roda.
Sekadar diketahui, Uber pertama kali merilis layanan untuk penumpang difabel pada 2014 yakni UberAccess. Melalui UberAccess, penumpang bisa meminta bantuan UberASSIST dan UberWAV yang memungkinkan pengguna kursi roda mendapatkan layanan jemputan dari Uber.
Meski tujuannya mulia, UberAccess tidak tersedia di seluruh wilayah operasional Uber. Ketersediaan UberAccess tampaknya bergantung pada kemampuan Uber bermitra dengan penyedia layanan untuk difabel di sebuah kota atau daerah.
"Kami mengemudikan beberapa model (layanan untuk kaum difabel) di berbagai kota di seluruh dunia untuk menentukan pilihan kendaraan dan pengemudi yang dibutuhkan oleh pengguna kursi roda," demikian keterangan Uber melalui laman web perusahaan.
Dengan demikian, layanan Uber bisa diakses pengguna yang memakai kursi roda. Beberapa kota yang menyediakan layanan ini di antaranya adalah New York, Houston, Chicago, London, dan Portland.
Sumber Liputan6

Tuesday, 9 May 2017

Hasil Kinerja Perusahaan AS Jadi Penopang Wall Street | PT Bestprofit

PT Bestprofit (10/5) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi dengan indeks saham S&P 500 tergelincir usai catatkan penguatan ke level tertinggi.
Sementara itu, Apple menjadi perusahaan AS pertama kali yang mencatatkan kapitalisasi pasar saham di atas US$ 800 miliar. Kinerja keuangan perusahaan AS dan Emmanuel Macron yang memenangkan pemilihan Presiden Prancis telah memberikan kepercayaan diri investor. Namun, valuasi saham AS lebih mahal.
Investor juga masih fokus dan berharap Presiden AS Donald Trump dapat memangkas pajak perusahaan dan individu.
"Laba perusahaan meningkat dan potensial reformasi pajak menjadi peranan besar. Mengapa Anda menjual saham jika nanti mendapatkan pemotongan pajak," ujar Bruce Bittles, Chief Invesment Strategist Robert W.Baird and Co, seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (10/5/2017).
Penguatan indeks saham acuan juga didorong saham Apple. Saham Apple naik 0,64 persen ke level US$ 153,99 sehingga mendorong kapitalisasi pasar saham menjadi US$ 802,0 miliar. Untuk pertama kalinya, perusahaan AS sentuh kapitalisasi pasar saham di atas US$ 800 miliar. Investor optimistis perusahaan dapat meluncurkan model dengan fitur terbaik saat perayaan 10 tahun iPhone.
Pada penutupan perdagangan saham Selasa, (Rabu pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 0,17 persen ke level 20.975,78. Indeks saham S&P 500 tergelincir 0,10 persen ke level 2.396,92. Indeks saham Nasdaq naik 0,29 persen ke level 6.120,59.
Sejumlah saham juga catatkan penguatan. Saham Electronic Arts naik 3,9 persen. Saham Valeant Pharmaceuticals melompat 24 persen usai perseroan catatkan untung pertama kali.
Kemudian 4 ddari 11 sektor saham indeks S&P 500 cenderung naik dipimpin sektor saham konsumen.
Volume perdagangan saham tercatat 6,7 miliar saham di wall street. Volume perdagangan saham itu sesuai dengan rata-rata harian dalam 20 sesi.
Sumber : Liputan6

Monday, 8 May 2017

OPEC Beri Sinyal Perpanjangan Kesepakatan, Harga Minyak Naik | Bestprofit

Bestprofit (9/5) - Harga minyak mentah naik pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), setelah sepanjang perdagangan mengalami gejolak yang cukup tinggi. Kenaikan harga minyak setelah adanya pernyataan dari negara-negara penghasil minyak utama untuk mengurangi pasokan minyak hingga 2018.
Mengutip Reuters, Selasa (9/5/2017), harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan dunia naik 24 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 49,34 per barel. Sedangkan harga minyak mentah AS menguat 21 sen menjadi US$ 46,43 per barel.
Harga minyak telah tertekan dalam beberapa hari terakhir karena pelaku pasar khawatir mengenai pengurangan pasokan minyak global tidak akan turun secepat yang diperkirakan.
Pada akhir tahun lalu, negara-negara yang tergabung dalam organisasi pengekspor minyak (OPEC) dan beberapa negara non-OPEC seperti Rusia sepakat untuk mengurangi produksi minyak mentah sebesar 1,8 juta barel per hari.
Pengurangan pasokan tersebut dilakukan selama enam bulan sejak awal Januari hingga akhir Juni tahun ini. Kesepakatan tersebut untuk mengurangi pasokan minyak yan ada di dunia.
Adanya berita bahwa negara-negara tersebut akan mempertahankan kesepakatan menjadi lebih panjang atau adanya kemungkinan pengendalian produksi tersebut akan bertahan hingga 2018 menjadi pendorong penguatan harga minyak mentah pada perdagangan sepanjang Senin.
Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih pada hari Senin mengeluarkan pernyataan yang memberikan sinyal kuat mengenai rencana OPEC untuk memperpanjang kesepakatan tersebut dengan mengatakan OPEC akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan pasar.
"Pelaku pasar sudah melihat sendiri bagaimana OPEC menjalankan kebijakan tersebut dan bagaimana anggota OPEC patuh dalam kesepakatan tersebut," jelas Kepala Riset Komoditas Commerzbank, Eugen Weinberg.
Namun memang, hal tersebut tidak bisa mendorong harga minyak terlalu tinggi mengingat masih ada beberapa negara produsen minyak di luar yang melakukan kesepakatan yang melakukan produksi secara besar-besaran.
Produksi minyak AS naik lebih dari 10 persen sejak pertengahan 2016 hingga 9,3 juta barel per hari, tertinggi sejak Agustus 2015 dan mendekati tingkat produksi produsen minyak utama yaitu Rusia dan Arab Saudi.
Sumber  Liputan6

Lihat Bestprofit

Sunday, 7 May 2017

Presiden: Pembangunan Infrastruktur Pertanian Harus Berkelanjutan | Best Profit

Best Profit (8/5) - Pemerintah terus membangun infrastruktur pertanian, mulai dari waduk, embung, hingga irigasi sekunder dan tersier. Tujuannya adalah adanya ketersediaan air yang memadai untuk pertanian.
“Pertanian itu kuncinya di air, kalau airnya enggak ada dari mana kita mau menanam?” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mengunjungi Aceh bersama dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Senin (8/5/2017).
Pemerintah telah membangun 49 waduk besar yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke. "Banyak sekali, banyak sekali tapi yang paling banyak di Nusa Tenggara Timur karena di situ sangat membutuhkan sekali,” ujar dia.
Presiden Jokowi juga telah memerintahkan Menteri Pertanian dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk membangun embung-embung kecil. “Target kita tahun ini 30 ribu embung harus jadi,” ucapnya.
Selain itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman pun menjanjikan pembangunan irigasi sekunder dan tersier akan tuntas tahun ini sebagaimana yang dijanjikannya pada tiga tahun yang lalu.
“Bagaimana masalah irgasi sekunder tersier? Menteri Pertanian menyampaikan sampai saat ini sudah mencapai tiga juta hektare, betul Pak Menteri? Saya belum menghitung, Pak Menteri sudah menghitung. Kalau kurang, awas,” kata Presiden Jokowi yang disambut tepuk tangan.
Presiden mengingatkan kepada gubernur, walikota, dan bupati untuk mulai mencari tanaman-tanaman unggulan di daerah yang memiliki harga jual yang baik. “Jangan kita ini terpaku pada tanaman-tanaman tertentu saja,” ucap dia.
Kakao dan kopi adalah contoh dari komoditas yang memiliki harga jual yang baik. Untuk kakao misalnya, permintaan di dalam negeri tinggi tapi pasokan masih kurang. “Kopi harganya juga naik terus,” ucap Jokowi.
Komoditas lainnya yang disebut Presiden adalah mete. “Mete itu harganya juga baik. Kenapa tidak kita tanam?” tutur dia.
Sumber : Liputan6

Thursday, 4 May 2017

Keputusan Tunjangan Kesehatan Diambil, Wall Street Ditutup Stabil | PT Bestprofit

PT Bestprofit (5/5) - Wall Street ditutup mendatar pada perdagangan Kamis pekan ini (Jumat pagi waktu Jakarta). Penurunan tajam dari saham-saham dari sektor energi mampu dilawan oleh kenaikan saham dari beberapa emiten yang membukukan kinerja kuartalan yang cukup solid. Dewan Perwakilan Rakyat AS juga telah mengambil keputusan mengenai perbaikan tunjangan kesehatan.
Mengutip Reuters, Jumat (5/5/2017), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 6,43 poin atau 0,03 persen menjadi 20.951,47. S&P 500 naik 1,39 poin atau 0,06 persen menjadi 2.389,52. Sedangkan Nasdaq Composite bertambah 2,79 poin atau 0,05 persen menjadi 6.075,34.
Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Kamis sore telah memutuskan untuk mencabut beberapa kebijakan tunjangan kesehatan bagi masyarakat AS yang tertuang dalam Obamacare dan menggantinya dengan sistem baru yang diusulkan oleh wakil dari Partai Republik. Perwakilan tersebut akan segera mengirimkan kebijakan pengganti tersebut kepada Senat AS.
Adanya titik terang mengenai tunjangan kesehatan tersebut memberikan kepastian kepada para investor di pasar modal setelah sebelumnya sempat muncul ketidakpercayaan kepada Presiden AS Donald Trump karena sulitnya meloloskan kebijakan tunjangan kesehatan tersebut.
Sejak Donald Trump terpilih menjadi presiden AS memang indeks S&P di Wall Street terus melonjak hingga 11,7 persen karena didorong oleh janji-janji kampanye untuk memotong pajak, mendorong pembangunan infrastruktur dan juga deregulasi beberapa kebijakan salah satunya mengenai Obamacare.
"Fokus pelaku pasar sebenarnya kepada rencana pemotongan pajak, tetapi mereka tak mau melewatkan mengenai tunjangan kesehatan ini," jelas President LibertyView Capital Management, Jersey City, New Jersey, AS, Rick Meckler.
Di luar itu, sektor energi tertekan 1,9 persen karena penurunan saham dari Exxon mobil sebesar 1,3 persen dan Chevron yang anjlok 1,8 persen.
Penurunan saham-saham di sektor energi tersebut karena harga minyak jatuh sekitar 5 persen karena adanya tanda-tanda bahwa organisasi negara-negara pengekspor minyak (OPEC) dan beberapa negara lainnya tidak akan mengambil langkah drastis untuk mengurangi produksi minyak mentah.
Sentimen lain yang mempengaruhi gerak Wall Street adalah pernyataan dari Bank Sentral AS pada Rabu kemarin. Dalam keterangannya, Bank Sentral AS masih akan menjalankan kebijakan pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga sesuai dengan rencana. Namun memang, Bank Sentral AS tidak akan mengacuhkan data pertumbuhan ekonomi kuartal pertama yang melemah.
Saat ini, investor Wall Street tengah fokus kepada keluarnya data tenaga kerja yang menjadi ukuran perekonomian di luar GDP. "Data ini sangat penting. Sebagian besar pelaku pasar menginginkan terjadi kenaikan jumlah pekerja dalam satu bulan ini," jelas Alan Gayle, Director of Asset Allocation RidgeWorth Investments, Atlanta, AS.
Sumber : Liputan6

Wednesday, 3 May 2017

Wall Street Melemah Usai The Fed Pertahankan Suku Bunga | Bestprofit

Bestprofit (4/5) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah usai the Federal Reserve (The fed) mempertahankan suku bunga. Investor pun mencermati laporan keuangan perusahaan.
Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham S&P 500 melemah tipis 3,04 poin atau 0,13 persen ke level 2.388,13. Indeks saham Nasdaq tergelincir 22,82 poin atau 0,37 persen ke level 6.072,55. Indeks saham Dow Jones naik 8,01 poin atau 0,04 persen ke level 20.957.
Indeks saham acuan S&P 500 melemah usai bank sentral AS atau the Fed menyatakan ada penguatan di sektor tenaga kerja dan mengabaikan pertumbuhan ekonomi AS melemah pada kuartal I 2017.
Ini memberi sinyal pengetatan kebijakan moneter berlanjut dengan kemungkinan menaikkan suku bunga pada awal Juni. Berdasarkan survei Reuters, sekitar 65 persen investor yakin suku bunga naik pada Juni.
Ada pun sektor saham keuangan mengambil kesempatan ada kemungkinan kenaikan suku bunga. Indeks sektor saham keuangan S&P naik 0,6 persen usai pernyataan the Fed, dan memimpin kenaikan sektor saham. Adapun tujuh dari 11 sektor saham melemah.
Perusahaan masuk indeks saham S&P 500 diperkirakan mencatatkan laba tumbuh 14,2 persen. Penguatan laba itu terkuat sejak 2011.
Berdasarkan data Reuters. Indeks saham S&P 500 pun telah naik 11,6 persen sejak kemenangan Presiden AS Donald Trump ada 8 November. Ini didorong ada harapan pemangkasan pajak dan peraturan, serta belanja infrastruktur. Namun, kini investor mempertanyakan realisasi rencana itu.
"Ada begitu banyak optimisme terhadap agenda Trum pada awal tahun, kini mereda," ujar Robert Pavlik, Analis Boston Private, seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (4/5/2017).
Selain itu, sejumlah saham pun tertekan. Saham Apple melemah 0,3 persen, dan membebani indeks saham. Akan tetapi, akhir pergerakan saham Apple pulih usai perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartalan.
Saham New York Times Co melonjak 12,6 persen usai perseroan mencatatkan pertumbuhan pendapatan besar dalam enam tahun. Selain itu, saham Facebook melemah lebih dari 1 persen usai perseroan melaporkan kinerja keuangan kuartalan.
Volume perdagangan saham sekitar 7,3 miliar saham di bursa saham Amerika Serikat atau wall street. Angka ini di atas rata-rata harian sekitar 6,6 miliar saham.
Sumber : Liputan6

Lihat Bestprofit

Tuesday, 2 May 2017

Pertemuan Trump-Kim Tampaknya Perlu Konsesi Besar | Best Profit

Best Profit (3/5) - Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, kesempatan itu tampaknya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat karena tidak ada pihak yang siap untuk memberikan konsesi apapun untuk membenarkan terjadinya pertemuan demikian.
Ketika Trump pada hari Senin (1/5) mengatakan bahwa dia akan merasa terhormat untuk bertemu dengan pemimpin muda Korea Utara itu, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News, dia juga menambahkan syarat, œdalam situasi yang tepat, saya akan bertemu dengannya. Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer kemudian menjelaskan bahwa œjelas sekarang ini situasi yang tepat itu tidak ada.
Menyusul tawaran bersyarat Trump untuk berdialog dengan Kim, Amerika menerbangkan dua pesawat pembom Lancer B-1B supersonik di dekat perbatasan Korea Utara dan Korea Selatan hari Selasa (2/5) dalam latihan bersama angkatan udara Korea Selatan.
Kantor berita resmi Korea Utara KCNA menanggapi latihan gabungan tersebut dengan menuduh Amerika œmendorong situasi di semenanjung Korea lebih dekat ke ambang perang nuklir.
Ketegangan di semenanjung Korea tetap tinggi karena pemerintahan Trump telah meningkatkan upaya menahan Pyongyang agar tidak melakukan uji coba nuklir lebih lanjut dengan menekan China untuk meningkatkan sanksi dan dengan menekankan kesediaan menggunakan kekuatan militer jika diperlukan. Best Profit

Sumber : VOA

Monday, 1 May 2017

Harga Minyak Tergelincir Kenaikan Produksi | PT Bestprofit

PT BESTPROFIT (2/5) - Harga minyak mentah dunia tergelincir 1 persen seiring meningkatnya produksi di Libya dan OPEC. Tanda-tanda pertumbuhan manufaktur di China yang lebih lambat dari perkiraan dan ikut menekan ekspektasi permintaan minyak.
Melansir laman Reuters, Selasa (2/5/2017), patokan harga minyak mentah global Brent untuk bulan Juli turun 53 sen menjadi US$ 51,52 per barel. Sementara minyak mentah AS untuk Juni turun 49 sen, atau 1 persen, ke posisi US$ 48,84 per barel.
"Pasar Terus memburu harga terendah (bottom)," kata Gene McGillian, Manajer Riset Pasar Tradition Energy di Stamford, Connecticut.
Libya National Oil Company meningkatkan produksinya di atas 760 ribu barel per hari, tertinggi sejak Desember 2014. Negara ini pun berencana untuk terus menambah produksinya.
Sementara pengeboran minyak AS bertambah sembilan rig pada pekan lalu, ini jumlah terbesar sejak April 2015, menurut perusahaan jasa energi Baker Hughes.
Adapun harga minyak mentah AS telah turun hampir 9 persen sejak 11 April terbebani ketidaksabaran pasar dengan melambatnya persediaan di seluruh dunia bahkan setelah produsen minyak utama pada akhir tahun lalu sepakat untuk mengurangi produksi 1,8 juta barel per hari pada semester pertama 2017.
OPEC dan anggota non OPEC lainnya rencananya akan bertemu pada 25 Mei untuk membahas kemungkinan untuk memperpanjang pengurangan produksi tersebut.
Menteri Perminyakan Iran, mengatakan OPEC dan produsen non-OPEC memberikan sinyal positif untuk memperpanjang pemotongan output. PT Bestprofit
Sumber : Liputan6