PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Tuesday, 28 February 2017

Kesibukan Warga Bogor Sambut Raja Salman | Best Profit

Best Profit (1/3) - Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud dijadwalkan mengunjungi Kota Bogor, Rabu (1/3/2017). Rencana kehadiran Raja Salman ini disambut gembira warga Kota Hujan ini.
Selaku salah satu tuan rumah, segala persiapan dilakukan untuk menyambut sang raja dan rombongan menuju Istana Bogor. Salah satunya, yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pendidikan dengan membagi-bagikan bendera Indonesia dan Arab Saudi kepada 50 ribu siswa SD hingga SMA.
Puluhan ribu siswa tersebut nantinya akan menyambut kedatangan Raja Salman mulai dari kawasan Tugu Kujang hingga pintu masuk Istana Bogor.
"Sepanjang jalan menuju Istana Bogor, Raja Salman akan disambut 50 ribu siswa sambil mengibarkan bendera Arab Saudi dan Indonesia," kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Fakhrudin, Selasa (28/2/2017).
Tak hanya itu, kedatangan Raja Arab beserta rombongan juga akan disambut dengan dentuman suara meriam sebanyak 21 kali.
Enam unit meriam jenis Saluting Gun Kaliber 75 milimeter buatan negara Yugoslavia tahun 1979 sudah disiapkan. Penyambutan meriam dilakukan oleh 40 prajurit Batalyon Armed 7/105 Bekasi di halaman kantor Badan Koordinasi Pemerintah dan Pembangunan Wilayah I Jawa Barat.
Sementara itu, agar tidak mengganggu kedatangan orang nomor satu di negara Arab Saudi ini, pihak Kepolisian Resor Bogor Kota akan melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik ruas jalan.
Salah satunya menutup jalur di pintu keluar Tol Bogor. Penutupan jalur akan dimulai 1 Maret 2017 pada pukul 12.30 hingga 13.30 WIB.
"Kendaraan dari Jakarta menuju Kota Bogor akan dialihkan ke exit Sentul Selatan atau exit tol Ciawi," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota, Kompol Bramstyo Priaji.
Ia menambahkan, Jalan Otista, Pajajaran, dan Juanda atau lingkar Kebun Raya Bogor pun akan ditutup sementara. Rekayasa lalu lintas dilakukan agar tidak mengganggu rombongan Raja Salman saat melintas menuju Istana Bogor.
"Jalur yang dilintasi rombongan harus steril, karenanya kami lakukan rekayasa lalin," kata dia.
Dalam upaya pengamanan jalur yang akan dilintasi Raja Salman, pihaknya mengerahkan sebanyak 200 personel dari Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota.
"Seluruh personel disiagakan di jalur yang dilintasi, diantaranya Jalan Pajajaran, Otista dan Jalan Juanda. Termasuk pengaturan lalu lintas di Simpang Ciawi," terang Bramstyo.
Aparat gabungan dari TNI/Polri pun telah mempersiapkan pengamanan saat kedatangan Raja Salman. Sebanyak 1000 personel disiagakan di sejumlah titik lokasi untuk mengamankan kedatangan Raja Arab tersebut. Pengamanan tersebut terdiri dari 2/3 kekuatan Polresta Bogor Kota, bantuan dari Polda Jawa Barat, dan anggota TNI.
Sumber : Liputan6

Monday, 27 February 2017

Wall Street Menguat Jelang Pidato Presiden Donald Trump | PT Bestprofit

PT Bestprofit (28/2) - Wall Street ditutup sedikit lebih tinggi pada perdagangan di awal pekan di tengah harapan tentang kenaikan suku dan jelang pidato Presiden Donald Trump di depan kongres tentang belanja infrastruktur.
Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 15,68 poin atau 0,08 persen ke posisi 20.837,44. Sementara indeks S&P 500 naik 2,39 poin atau 0,10 persen menjadi 2.369,73 dan Nasdaq Composite menambahkan 16,59 poin atau 0,28 persen ke level 5.861,90 poin.
Indeks Dow Jones Industrial Average telah mencetak rekor 12 kali berturut-turut, terpanjang sejak 1987.
Banyak investor berharap Trump akan mengungkap rincian dari kebijakan pro-bisnisnya termasuk reformasi pajak, repatriasi atau belanja infrastruktur selama pidatonya kepada Kongres pada Selasa malam.
Meski sebagian investor tidak siap untuk membuat taruhan baru karena mereka khawatir bahwa pidato Trump akan mengecewakan.
Pada hari sebelumnya, Trump mengatakan ia akan mengeluarkan pernyataan besar perihal infrastruktur pada pidatonya.
Tetapi dia mengatakan tidak akan mengumumkan rincian reformasi pajak sampai setelah proposal administrasi kesehatan selesai.
"Investor ingin sesuatu yang konkret dari pajak perusahaan atau repatriasi. Mereka lebih terfokus pada itu daripada tindakan perawatan yang terjangkau, tetapi fokus pertama pemerintahan adalah ACA," kata Jeffrey Saut, Kepala Strategi Investasi Raymond James Financial.
Di sisi lain, imbal hasil 10 tahunan treasury AS sebelumnya tercatat turun menjadi 2,363 persen, dari sebelumnya 2,317 persen pada Jumat malam. Kepala The Fed Dallas Robert Kaplan mengatakan bank sentral AS mungkin perlu untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat untuk menghindari kejatuhan kurva pada inflasi.
Sementara nilai tukar Dolar naik 0,05 persen terhadap sekeranjang mata uang utama menjelang pidato dan komentar Trump dan pernyataan pejabat Federal Reserve yang juga diharapkan diumumkan pada pekan ini.
Adapun indeks saham patokan dunia MSCI tidak berubah setelah mencapai rekor tertingginya pada Kamis. Indeks patokan terkemuka Eropa 300 saham FTEU3 turun 0,2 persen.
Sumber : Liputan6

Sunday, 26 February 2017

Harga Emas Akhir Pekan Naik 3,5 Bulan Tertinggi; Mingguan Melompat 1,8 Persen | Bestprofit

Bestprofit (27/02) - Harga Emas mencapai tertinggi dalam 3,5 bulan pada akhir perdagangan akhir pekan Sabtu dinihari (25/02) karena dolar AS mencapai satu minggu rendah setelah pernyataan menteri keuangan AS.
Harga emas spot LLG naik 0,63 persen pada $ 1,257.21 per ons, setelah menyentuh tertinggi sejak 11 November di $ 1,258.45 pada awal sesi.
Harga emas berjangka AS naik $ 6,90 persen menjadi $ 1,258.30.
Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan pada hari Kamis bahwa kebijakan pemerintahan Presiden AS Donald Trump akan mungkin hanya berdampak terbatas tahun ini, meskipun ia ingin melihat reformasi pajak pada Agustus.
Komentar tersebut menunjukkan banyak pekerjaan masih diperlukan pada rencana pajak yang Mnuchin sebut sebagai prioritas utama, dan yang investor harapkan akan mendorong pertumbuhan dan inflasi tahun ini.
Namun keuntungan emas tertahan setelah sebuah jajak pendapat pada hari Jumat yang menyatakan calon presiden Perancis Emmanuel Macron akan mengalahkan pemimpin sayap kanan Marine Le Pen, yang telah menjanjikan referendum keanggotaan Uni Eropa.
Logam mulia minggu ini naik sekitar 1,8 persen, sebagian besar didukung oleh redanya ekspektasi dari kenaikan suku bunga AS pada Maret setelah risalah dari pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve kurang hawkish dari yang diharapkan.
Kepemilikan emas terbesar di dunia yang didukung ETF, New York SPDR Gold Trust, telah meningkat lebih dari 5 persen bulan ini pada risiko geopolitik.
Dalam logam mulia lainnya, perak naik 0,99 persen pada $ 18,34 per ons. Perak telah menguat sekitar 1,5 persen minggu ini membukukan kenaikan sembilan minggu berturut.
Platinum naik 1,59 persen menjadi $ 1,021.99 per ons, sementara paladium turun 0,24 persen menjadi $ 770,90.
Sumber : Vibiznews

Lihat Bestprofit

Thursday, 23 February 2017

Harga Minyak Naik di Tengah Isu Kenaikan Pasokan | Best Profit

Best Profit (24/2) - Harga minyak dunia naik terbatas pada perdagangan Kamis. Stok minyak di Amerika Serikat sedikit naik. Kenaikan harga minyak terpaksa harus dipangkas setelah pemerintah data Amerika Serikat menunjukkan ada pasokan yang bertambah, hal ini bisa memengaruhi komitmen dari para anggota OPEC untuk memangkas produksi.
Harga minyak acuan Brent naik 81 sen per barel ke level US$ 56,65 setelah menyentuh level US$ 57,26.
Kemudian harga minyak acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate juga naik 75 sen ke level US$ 54,34 per barel setelah menyentuh level US$ 54,94 per barel.
Kedua minyak acuan tersebut masing-masing hampir berada di puncak US$ 4, menggambarkan periode volatilitas rendah sejak OPEC sepakat memangkas produksi.
OPEC dan produser termasuk Rusia bermaksud memangkas produksi sekitar 1,8 juta barel per hari untuk menghentikan kelebihan pasokan yang membuat harga turun selama lebih dari 2 tahun.
Namun beberapa analis menilai bahwa pasar perdagangan khawatir, terutama sejak kepatuhan di antara negara-negara anggota OPEC untuk memangkas produksi, sedikit terbalik.
"Jika seseorang mengatakan bahwa pemangkasan produksi yang dilakukan OPEC akan berhasil dan mencatat sejarah, Anda akan berharap harga bisa mencapai US$ 60 atau US$ 65 per barel," ujar Tariq Zahir, analis Tyche Capital Advisors dilansir dari reuters, Jumat (24/2/2017).
"Kita sudah mencapai 90 persen kepatuhan. Bagaimana jika angka itu turun ke 80 atau 85 persen?" imbuhnya.
Sumber : Liputan6

Wednesday, 22 February 2017

Upaya Pemerintah Tingkatkan Ketahanan Energi Nasional | PT Bestprofit

PT Bestprofit (23/2) - Pemerintah berkomitmen untuk terus mewujudkan ketahanan energi, salah satunya dengan pembangunan dan peningkatan kapasitas kilang nasional. Saat ini Indonesia memiliki dua belas kilang, dimana tujuh di antaranya merupakan kilang Pertamina.
“Kapasitas kilang terpasang saat ini sekitar 1,17 juta barel per hari. Ini sudah bertahun-tahun tidak tumbuh dan arahan Bapak Presiden bahwa sekurangnya kebutuhan nasional itu kapasitas kilangnya harus sama dengan kebutuhan nasional,” ujar Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Ignasius Jonan.
Untuk memenuhi kebutuhan BBM nasional, dalam rancangan Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), direncanakan kapasitas kilang nasional ditingkatkan menjadi lebih dari 2 juta bpd pada tahun 2025.
Kementerian ESDM pun telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 35 tahun 2016 tentang Pembangunan Kilang oleh Swasta. Regulasi ini untuk mempercepat dan memudahkan pembangunan kilang baru.
Kilang Balongan merupakan Kilang pertama dan terbesar di Indonesia yang menghasilkan bensin ramah lingkungan. Kilang Balongan telah melakukan pengembangan teknologi dengan membangun Kilang Langit Biru Balongan (KLBB) pada tahun 2005. Produk-produk unggulan yang dihasilkan Kilang Balongan antara lain Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar, Pertamina DEX, Kerosene (Minyak Tanah), LPG, dan Propylene.
Kilang Balongan merupakan satu-satunya kilang penghasil Pertamax Plus di Indonesia, dan telah menjadi pioneer kilang penghasil solar (Pertadex) berstandar EURO II yang ramah lingkungan di Indonesia dengan spesifikasi cetane index minimal 50 dan kandungan sulfur kurang dari 300 ppm.
Kilang Balongan mempunyai nilai strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.
Beberapa waktu lalu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno, didampingi Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Yeni Andayani, melakukan kunjungan kerja ke Kilang Balongan yang di kelola oleh PT. Pertamina (Persero) di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, Kamis (16/2).
Kilang yang telah beroperasi sejak tahun 1994 ini memiliki kapasitas sebesar 125 ribu barel per day (bpd).
Kunjungan tersebut sekaligus melaksanakan groundbreaking Proyek Submarine Pipe Line (SPL) dan Single Point Mooring (SPM) Refinery Unit (RU) VI Balongan. SPM adalah fasilitas terapung tempat bertambatnya kapal di laut, sekaligus berfungsi sebagai penyalur minyak dari kapal yang bertambat ke pipa offshore, dan fasilitas onshore atau sebaliknya.
Cakupan dari proyek ini antara lain menggantikan dan meningkatkan SPM berkapasitas 150.000 Deadweight Tonnage (DWT) menjadi kapasitas 165.000 DWT, pipa offshore jaringan ganda 32”, pipa onshore pipeline, dan fasilitas flushing system.
Proyek SPL dan SPM akan mendukung peningkatan kehandalan dan efektifitas operasional Kilang Balongan, yang ditargetkan selesai pada September 2018.
Proyek SPL dan SPM dilakukan juga untuk mendukung Refinery Development Master Plan (RDMP), dimana Kilang Balongan merupakan satu dari empat kilang yang akan direvitalisasi sesuai RDMP tersebut.
"Salah satu proyek RDMP yang akan dijalankan yaitu kilang Balongan dengan investasi US$ 1,2 miliar, dimulai tahun 2017 dan diharapkan selesai tahun 2020. RDMP tersebut akan meningkatkan kapasitas kilang Balongan dari 125 ribu bpd menjadi 240 ribu bpd." ungkap Pelaksana tugas Direktur Utama Pertamina, Yenni Andayani.
Sumber : Liputan6

Tuesday, 21 February 2017

Rencana Perpanjangan Pemotongan Produksi OPEC Dorong Harga Minyak | Bestprofit

Bestprofit (22/2) - Harga minyak kembali naik pada perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Pendorong kenaikan tersebut adalah komentar dari pemimpin organisasi dari negara-negara pengekspor minyak (OPEC) yang mendorong investor untuk kembali bertaruh jika pasokan bakal penyusut dan harga terus merangkak naik.
Mengutip Wall Street Journal, Rabu (22/2/2017), harga mentah AS untuk pengiriman Maret naik 81 sen atau 1,5 persen ke level US$ 54,21 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan untuk kontrak April juga naik 84 sen atau 1,6 persen ke US$ 54,62 per barel. Sedangkan harga minyak Brent, yang menjadi patokan global, naik 72 sen atau 1,3 persen ke angka US$ 56,90 per barel di ICE Futures Europe.
Beberapa analis menyebutkan bahwa OPEC baru saja memberikan sinyak untuk memperpanjang pemotongan produksi. Pemotongan produksi tersebut berdasarkan target pengurangan persediaan minyak global. Rencana perpanjangan pemotongan produksi tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal OPEC saat mengadakan pertemuan di London, Inggris.
Para pelaku pasar pun sangat optimistis dengan perjanjian OPEC yang telah berjalan hampir dua bulan ini. Dalam kesepakatan awal OPEC memastikan akan memangkas produksi global sebesar 1,8 juta barel per hari. OPEC menjanjikan pemotongan tersebut akan berlangsung selama enam bulan atau sejak awal tahun hingga akhir Juni nanti.
Selain OPEC, beberapa negara produsen minyak yang tak bergabung dengan organisasi tersebut juga berjanji akan mengurangi produksi. Hal tersebut untuk mengatasi penurunan harga minyak yang telah terjadi sejak pertengahan 2014 sampai dengan akhir 2016 kemarin.
Realisasi dari pemotongan produksi tersebut telah terlihat dalam harga minyak. Dengan perjanjian pemotongan produksi tersebut membawa harga minyak kembali ke posisi tertinggi selama 19 bulan terakhir.
"OPEC sekali lagi membicarakan soal kenaikan harga. Namun memang tidak ada yang baru sama sekali dalam pembicaraan tersebut," jelas analis iiTrader dalam catatannya kepada klien.
Sementara Robbie Fraser, analis komoditas di Schneider Electric SA, Louisville, AS mengatakan bahwa ada beberapa sinyal jika OPEC akan memperpanjang perjanjian pengurangan produksi tersebut. Tentu saja hal tersebut membawa optimisme kepada pelaku pasar. Harga minyak kembali terdorong dengan adanya sinyal-sinyal dari OPEC tersebut.
Untuk diketahui, harga minyak sempat berada di posisi US$ 110 per barel pada awal 2014 lalu. Level tersebut merupakan level tertinggi dalam sejarah,
Sumber : Liputan6

Lihat Bestprofit

Monday, 20 February 2017

Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Kenaikan Produksi di AS | Best Profit

Best Profit (21/2) - Harga minyak beringsut naik terdorong optimisme investor tentang efektivitas kelanjutan pemotongan produksi oleh OPEC meskipun ouput dari Amerika Serikat (AS) terus tumbuh yang membuat stok minyak bertambah.
Melansir laman Reuters, Selasa (21/2/2017), di akhir sesi harga minyak berjangka Brent naik 0,7 persen menjadi US$ 56,18 per barel. Sementara harga minyak West Texas Intermediate AS naik 29 sen, atau 0,5 persen ke posisi US$ 53,69 per barel.
Harga minyak terdorong laporan jika pengiriman minyak mentah dari negara pengekspor anggota OPEC, Arab Saudi turun menjadi 8.014.000 barel per hari (bph) pada Desember dibandingkan November yang mencapai 8.258.000 bph.
Harga minyak juga sedikit terangkat pelemahan Dolar AS. Penguatan greenback biasanya membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya, termasuk Rusia, pada tahun lalu bersepakat memangkas 1,8 juta barel per hari produksi minyaknya mulai paruh pertama 2017.
Hingga kini, kepatuhan terkait kebijakan pemotongan produksi minyak tersebut mencapai 90 persen. Bahkan, OPEC dilaporkan bisa memperpanjang perjanjian tersebut atau menerapkan pemotongan lebih besar pada Juli jika langkah pengurangan persediaan minyak mentah global tak mencapai target.
Investor pun terus mengamati langkah anggota OPEC tentang komitmen mereka untuk memotong produksi.
Sebab angka laporan pemotongan dari Arab Saudi pada Desember, dinilai tidak mencerminkan gambaran lengkap.
"Menjelang pengurangan produksi yang disepakati, Arab Saudi memilih untuk tidak mengurangi output karena biasanya negara ini akan terkena musim dingin di pertengahan tahun, sehingga di kemudian hari ini dapat mengganggu langkah pengurangan produksi yang disepakati," jelas Commerzbank dalam sebuah catatan.
Di sisi lain, produksi minyak AS terus naik. "Dengan asumsi jumlah rig minyak AS pada tingkat saat ini, kami memperkirakan produksi minyak akan meningkat 405.000 (barel per hari) antara kuartal keempat 2017 dan kuartal keempat 2016," kata Goldman Sachs dalam sebuah catatan penelitian.
Dikatakan pula, rata-rata produksi minyak tahunan AS akan meningkat 130.000 bph, melebihi rata-rata setahun di 2017.
Sumber : Liputan6

Sunday, 19 February 2017

Sektor Manufaktur AS Melemah, 'Riverdale Mills' Justru Buka Lapangan Kerja | PT Bestprofit

PT Bestprofit (20/2) - NORTHBRIDGE, MASSACHUSETTS — Namun, pada saat bersamaan, sebuah pabrik kecil di Massachusetts telah merekrut, memperluas perusahaan dan mengekspor produknya. Riverdale Mills berharap bisa semakin berkembang dengan membuat produk-produk yang tidak biasa dan membangun angkatan kerja yang kuat.
Jaring logam dicelupkan ke dalam berton-ton timah sari cair di Riverdale Mills di Northbridge, Massachusetts, yang terletak sekitar satu jam perjalanan dari Boston. Ini merupakan bagian dari proses yang rumit pembuatan berbagai produk tahan karat.
Ketika banyak pabrik memecat pekerjanya, Dennis Meola di Riverdale Mills justru melatih sejumlah pekerja baru.
“Operator kami yang berpengalaman melatih orang baru. Kami mulai melatih seorang karyawan dengan satu orang baru hari ini.”
Riverdale Mills membuat materi yang telah merevolusi penangkapan lobster dengan bahan dan proses yang unik. Perusahaan ini menerapkan pelajaran yang diperoleh dari penangkapan lobster untuk membuat pagar keamanan, termasuk sejumlah pagar yang digunakan untuk melindungi perbatasan.
CEO Riverdale Jim Knotts mengatakan untuk mempertahankan penjualan produknya di dalam dan luar Amerika, ia butuh lebih dari sekedar mesin.
“Kunci keberhasilan di pasar domestik dan global adalah kita harus memiliki pekerja terlatih yang mampu membuat produk-produk yang lebih baik dibanding yang dibuat orang lain di seluruh dunia,” katanya.
Mesin-mesin berukuran sangat besar yang bisa mengelas ratusan produk sekaligus, ditingkatkan kapasitasnya dengan biasa sangat mahal. Lebih banyak otomatisasi adalah alasan yang membuat pabrik-pabrik Amerika menghasilkan produksi dalam jumlah yang sama dengan lebih sedikit tenaga kerja.
Tom Kochan di MIT mengatakan sejak tahun 1980an otomatisasi dan perdagangan telah memangkas sepertiga lapangan kerja pepabrikan di Amerika. Ditambahkannya, para pengusaha secara keliru menilai tenaga kerja hanya sebagai biaya yang harus diminimalisir, bukan aset.
"Begitu ada teknologi baru yang mereka pikir dapat mengganti tenaga kerja dengan teknologi, mereka cenderung bergerak ke arah itu. Seringkali mereka bahkan menanam investasi terlalu besar untuk teknologi dan hanya sedikit investasi untuk pekerja, dan pada akhirnya biaya produksi tetap tinggi,” ujar Kochan.
Seorang ilmuwan peneliti di MIT – Andrew McAfee – mengatakan sistem pendidikan Amerika mengajarkan keahlian yang sudah ketinggalan 50 tahun.
“Kita perlu mendorong kreatifitas. Saya kira kita tidak saja perlu mendorong kemampuan menyelesaikan persoalan, tetapi kemampuan menentukan apa persoalan yang mungkin muncul nanti dan bagaimana mengantisipasinya. Kinerja teknologi dalam hal itu masih kurang memuaskan,” paparnya.
McAfee mengatakan orang akhirnya akan beradaptasi dengan perubahan lingkungan kerja, sama seperti yang dilakukan pendahulu mereka ketika perekonomian Amerika beralih dari pertanian ke pepabrikan. Ini merupakan transisi sangat sulit yang terjadi ketika gedung yang kini menjadi pabrik Riverdale Mills memproduksi bayonet untuk pasukan Union dalam Perang Saudara Amerika.[em/ds]
Sumber Voa Indonesia

Thursday, 16 February 2017

Bursa Wall Street Mixed, Dow Jones Tetap Raih Rekor | Bestprofit

Bestprofit (17/2) - Bursa saham AS ditutup mixed dengan sebagian besar lebih rendah pada akhir perdagangan Jumat dinihari (17/02) terganjal profit taking setelah indeks utama bukukan rekor kenaikan lima hari berturut-turut, sementara sektor energi turun 1 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sekitar 10 poin, ditutup pada rekor tinggi, dengan saham Chevron memberikan kontribusi paling besar dalam kerugian dan saham 3M yang paling untung.
Indeks S & P 500 turun 0,1 persen, dengan penurunan tertinggi sektor energi.
Indeks komposit Nasdaq turun 0,1 persen. Indeks utama membukukan tertinggi intraday segar di awal sesi.
Tiga indeks utama, bersama dengan saham kapital kecil Russell 2000, ditutup di tertinggi sepanjang masa baru lagi pada Rabu, sebagai Presiden Donald Trump terus menggembar-gemborkan agenda ekonominya terdiri dari tiga tema utama: deregulasi, pemotongan pajak perusahaan dan stimulus fiskal. Rabu juga menandai hari berturut kelima dengan indeks ditutup pada rekor tertinggi.
Data ekonomi Kamis bukukan hasil kuat, dengan klaim pengangguran mingguan berada sekitar level terendah dalam lebih dari 40 tahun, sementara indeks manufaktur Philadelphia Federal Reserve mencapai tingkat tertinggi sejak Januari 1984.
Data inflasi yang dirilis awal pekan ini, bersama dengan kesaksian dari Ketua Fed Janet Yellen, mengangkat ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada bulan Maret. Menurut alat FedWatch CME Group, harapan untuk pindah ke Maret berada di 22 persen.
Dalam berita perusahaan, investor diurai melalui hasil kuartalan dari CBS, Wendy, Alexion Pharmaceuticals dan Marriott, di antara perusahaan-perusahaan lainnya.
Treasury AS naik pada hari Kamis, dengan imbal hasil obligasi 10-tahun jatuh ke 2,45 persen dan imbal hasil jangka pendek dua tahun memegang sekitar 1,21 persen.
Dolar AS jatuh 0,7 persen terhadap sekeranjang mata uang, dengan euro dekat $ 1,066 dan yen sekitar 113,3.
Indeks Dow Jones Industrial Average naik 7,91 poin, atau 0,04 persen, menjadi ditutup pada 20,619.77, dengan kenaikan tertinggi saham Cisco Systems dan saham Chevron yang tertinggal.
Indeks S & P 500 tergelincir 2,03 poin, atau 0,09 persen, menjadi berakhir pada 2,347.22, dengan sektor energi memimpin lima sektor yang lebih rendah dan sektor utilitas yang naik terbesar.
Indeks komposit Nasdaq turun 4,54 poin, atau 0,08 persen, menjadi ditutup pada 5814.
Sumber : Vibiznews

Lihat Bestprofit

Wednesday, 15 February 2017

Wall Street Naik Imbas Rencana Donald Trump Pangkas Pajak | Best Profit

Best Profit (16/2) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bergerak menguat hingga mencapai rekor tertinggi termasuk indeks saham S&P 500. Penguatan wall street didorong data ekonomi dan optimisme pelaku pasar terhadap rencana presiden AS Donald Trump untuk pangkas pajak korporasi.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu (Kamis pagi WIB), indeks saham Dow Jones menguat 106,76 poin atau 0,52 persen ke level 20.611,17. Indeks saham S&P 500 mendaki 11,6 poin atau 0,50 persen ke level 2.349,18. Indeks saham Nasdaq menanjak 36,87 poin atau 0,64 persen ke level 5.819,44.
Sejumlah sentimen mempengaruhi laju bursa saham AS. Penjualan ritel dan harga pada awal tahun lebih besar kenaikannya dari yang diharapkan. Ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi solid didukung dari penguatan kinerja kuartal IV perusahaan.
Selain itu, dalam pertemuan dengan pimpinan perusahaan ritel AS, Trump menyatakan akan mendorong pajak rendah dan menyederhanakan kode pajak. Ini sesuai dengan apa yang disampaikannya pada kampanye.
Optimisme pajak rendah dan pemangkasan aturan korporasi akan mendorong ekonomi. Ini juga berdampak terhadap tiga indeks saham utama di bursa AS. Bahkan indeks saham S&P 500 terus mencatat rekor, meski ada sejumlah investor yang khawatir terhadap rencana Trump yang tidak sediakan detil yang substansial.
Pernyataan pimpinan bank sentral AS atau the Federal Reserve Janet Yellen juga berdampak positif ke pasar. Ia menyatakan, bank sentral AS berada di jalur tepat untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya.
"Setahun lalu, jika Janet Yellen memberikan pernyataan pasar akan bereaksi negatif lantaran fundamental masih kurang kuat. Sekarang, jika suku bunga the Fed naik maka tidak akan guncang dunia karena pelaku pasar lebih percaya diri terhadap fundamental," ujar Brad McMillan, CIO Commonwealth Financial Network seperti dikutip dari laman Reuters, Kamis (16/2/2017).
Sektor saham keuangan akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga the Fed. Sektor saham keuangan naik 0,85 persen. Sementara itu, sektor saham utilitas dan properti masing-masing merosot 0,45 persen dan 0,16 persen. Sektor saham perawatan kesehatan mencatatkan kenaikan tertinggi dengan naik 1,17 persen.
Saham P&G naik 3,7 persen ke level US$ 91,10. Kenaikan saham tersebut mendorong saham Dow Jones dan S&P 500.
Selain itu, saham Southwest, United Continental, American Airlines, dan Delta masing-masing naik 2-4 persen usai Warren Buffett's Berkshire Hathaway dilaporkan naikkan investasi menjadi US$ 2,1 miliar. Volume perdagangan saham tercatat 7 miliar saham di wall street. Angka ini di atas rata-rata harian sekitar 6,8 miliar saham.
Sumber : Liputan6

Monday, 13 February 2017

USD/JPY: Terselip Di Bawah Wilayah Utama Di Bawah 114 Tunggu Yellen | Bestprofit

Bestprofit (14/2) - Saat ini, USD/JPY diperdagangkan di 113,67, naik 0,01% hari ini, setelah membukukan tertinggi harian di 113,84 dan terendah harian di 113,62.
Ketika kita menunggu Yellen sebagai katalis utama pasar berikutnya, USD/JPY telah membentuk pola sideways per jam di level utama setelah menembus ke level 114. Harga sekarang kembali dalam fase konsolidasi terselip di bawah level psikologis tersebut. Yen telah diatur kembali pada pembaruan optimisme pasar di saham. Wall street membuat rekor tertinggi baru semalam untuk sesi ketiga berturut-turut dan dolar menguat dengan yield reli lagi dalam eksodus dari obligasi.
Selain itu, analis di Bank of Tokyo Mitsubishi mencatat bahwa kekhawatiran pasar atas potensi ketegangan perdagangan AS & Jepang telah mereda dan aksi jual Yen telah didorong oleh pertemuan yang menguntungkan antara Presiden Trump dan Perdana Menteri Abe yang diadakan selama akhir pekan. "Pertemuan mengkonfirmasi kedua pemimpin memiliki "tekad yang kuat" untuk lebih memperkuat aliansi dan hubungan ekonomi antara Jepang dan Amerika Serikat. Presiden Trump menyatakan bahwa ia memiliki "chemistry yang sangat, sangat baik" dengan Perdana Menteri Abe," penjelasan analis, menambahkan, "dalam pernyataan bersama kedua pemimpin" menegaskan kembali komitmen mereka untuk menggunakan pendekatan tiga cabang kebijakan fiskal, moneter, dan struktural yang saling memperteguh untuk memperkuat permintaan ekonomi domestik dan global".
Level-level USD/JPY
Pasar telah menembus dari channel penurunan 2017 (plafon di 113,37) dan analis di Scotiabank mencatat bahwa terendah USD pekan lalu sedikit melebihi support retracement 38,2% (111,95) tetapi mengatakan rebound dari zona support Fibonacci mendukung kesan pasar yang siap untuk naik. Bulls sekarang memantau 114,56 Imoku 2 dan 115,62 tertinggi 19 Januari. Untuk sisi bawahnya, analis di Commerzbank menunjukkan bahwa di bawah 111,59 akan memperkenalkan lingkup ke dasar cloud, yang terletak di 109,92. "Jika dilihat, kami berharap level tersebut bertahan (juga merupakan retracement 50% dari pergerakan naik dari November)," pendapat analis, menambahkan, namun, itu bukan pandangan yang mereka sukai.
Sumber: FXstreet

Lihat Bestprofit

Sunday, 12 February 2017

Harga Emas Akhir Pekan Mixed; Mingguan Merosot Tertekan Rencana Kebijakan Trump | Best Profit

Best Profit (13/2) - Harga Emas mixed pada akhir perdagangan akhir pekan, Sabtu dinihari (11/02).
Harga emas spot LLG naik 0,43 persen menjadi $ 1,233.59 per ons,terpicu aksi bargain hunting setelah sebelumnya jatuh 1 persen.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April turun 90 sen untuk berakhir di $ 1,235.90. Pada hari Rabu, menyentuh tertinggi sejak 11 November di $ 1,244.67.
Harga emas spot merosot 0,48 persen dan harga emas berjangka AS mundur lebih jauh dari tiga bulan tinggi pada pekan ini, setelah Presiden AS Donald Trump berjanji mengumumkan kebijakan pajak besar yang mendorong dolar dan data ekonomi optimis memicu prospek kenaikan jangka pendek suku bunga AS.
Dolar AS mencapai 10 hari terhadap sekeranjang mata uang pada hari Jumat dan berada di jalur untuk pekan terbaik sejak pertengahan Desember sebagai janji Trump mengumumkan rencana kebijakan pajak utama dalam beberapa minggu ini, menghidupkan kembali sentimen bullish dolar.
Data ekonomi AS juga memicu berbicara bahwa Federal Reserve AS akan terus maju untuk kenaikan suku bunga AS lebih awal. Klaim pengangguran awal turun tak terduga minggu lalu ke level terendah dalam hampir 43 tahun.
Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya kesempatan memegang emas dan meningkatkan dolar.
Pasar fisik yang besar di Asia mixed minggu ini permintaan perhiasan India untuk musim pernikahan sementara kenaikan harga menghalangi pembeli di tempat lain.
Premi atas harga spot di India naik menjadi $ 3 per ons pekan ini dari sekitar $ 2 minggu sebelumnya, yang menunjukkan permintaan optimis. Di Hong Kong dan Singapura, mereka turun tipis ke antara 80.
Perak naik 1,56 persen pada $ 17,92 per ons, sementara paladium naik 1,5 persen menjadi $ 781,65.
Platinum kehilangan 0,39 persen menjadi $ 1.007,85, setelah menyentuh tertinggi sejak 3 Oktober pada hari Kamis di $ 1,008.30.
Sumber : Vibiznews

Thursday, 9 February 2017

Harga Emas Jatuh Setelah Janji Kebijakan Pajak Trump | PT Bestprofit

PT Bestprofit (10/2) - Harga emas jatuh pada akhir perdagangan Jumat dinihari (10/02), merayap jauh dari tertinggi tiga bulan, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan memberikan pengumuman mengenai pajak dalam beberapa minggu ke depan.
Harga emas spot LLG turun 0,6 persen pada $ 1,234.11 per ons, setelah mencapai tertinggi sejak 11 November di $ 1,244.67 pada sesi sebelumnya.
Harga emas berjangka AS menghapus keuntungan sebelumnya, menetap $ 2,70 lebih rendah pada $ 1,236.80.
Trump pada pertemuan dengan eksekutif maskapai AS mengatakan bahwa selama dua atau tiga minggu ke depan yang akan mengumumkan hal fenomenal dalam pajak.
Emas telah naik lebih dari 1 persen minggu ini sebagai Trump telah berjuang untuk menegakkan larangan perjalanan nya sementara pada orang-orang dari tujuh negara mayoritas Muslim dan pemimpin sebagai sayap kanan Marine Le Pen meluncurkan upayanya untuk pemilihan presiden Prancis.
Juga menekan harga emas adalah data AS, yang menunjuk ke ekonomi yang lebih kuat, meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga AS. Data menunjukkan meningkatnya persediaan grosir AS dan jumlah terduga rendah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran juga mendorong dolar dan imbal hasil obligasi AS.
Dolar yang lebih kuat membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sementara hasil yang lebih tinggi meningkatkan biaya kesempatan memegang emas. Suku bunga yang lebih tinggi akan mengangkat imbal hasil lebih lanjut.
Federal Reserve Ketua Janet Yellen akan muncul berpidato sebelum senator AS dan anggota Kongres AS pada 14 Januari dan 15 Januari, ketika dia akan ditanyai tentang ekonomi AS.
Emas telah meningkat sekitar 10 persen dari yang terendah pertengahan Desember sebagai risiko politik di Eropa dan Amerika Serikat telah mendorong permintaan untuk emas sebagai safe haven.
Kekhawatiran pada Kamis dipicu oleh data resmi yang menunjukkan surplus perdagangan Jerman naik ke rekor tinggi pada 2016, mencermati konflik antara Berlin dan Washington setelah penasehat perdagangan atas Trump pekan lalu menuduh Berlin mengeksploitasi euro terlalu rendah untuk mendapatkan keuntungan perdagangan.
Menambahkan dukungan untuk harga, SPDR Gold Trust, emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, meningkatkan kepemilikan emas untuk hari keenam, Rabu.
Sumber : Vibiznews

Wednesday, 8 February 2017

Ketidakpastian Geopolitik Bikin Harga Emas Melonjak | Bestprofit

Bestprofit (9/2) - Harga emas menguat dalam lima sesi perdagangan seiring ketidakpastian geopolitik. Harga emas tetap di level tertinggi dalam 13 minggu.
Harga emas untuk pengiriman April naik US$ 3,4 atau 0,3 persen menjadi US$ 1.239,50 per ounce. Angka itu merupakan level tertinggi sejak 10 November 2016. Ini berbalik dengan harga perak. Harga perak turun 0,3 persen menjadi US$ 17.705 per ounce.Selain itu, ketidakpastian agenda politik presiden AS Donald Trump juga berkontribusi terhadap harga emas.
Dalam laporan analis The 7:00 menyebutkan, ada tiga hal dicermati sehingga mempengaruhi harga emas antara lain dolar AS, suku bunga dan saham.
Imbal hasil obligasi bertenor panjang turun, dolar AS, dan bursa saham AS juga bergejolak.
"Jika tiga hal ini trennya berlanjut, harga emas akan tetap bertahan untuk menguat. Namun jika pasar kembali sentimen Trump maka berdampak ke harga emas juga," tulis analis the 7:00 dalam laporannya, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (9/2/2017).
Kekhawatiran terhadap ketidakstabilan di Eropa juga berkontribusi untuk harga emas. Pemilihan umum di Eropa memberikan spekulasi berdampak ke mata uang dan logam. Jelang pemilihan umum di Prancis, salah satunya yang berpotensi berdampak ke pasar. Apalagi salah satu calon presiden Prancis Marine Le Pen sudah mulai kampanye.
Ada pun, pergerakan harga emas sepanjang 2017, harga emas telah naik lebih dari 7 persen. Sedangkan indeks dolar AS melemah 1,8 persen. Selain itu, bank sentral AS atau the Federal Reserve tetap pertahankan suku bunga telah mendorong sentimen harga emas. Dengan suku bunga rendah, investor tetap memilih logam mulia.
Sumber : Liputan6

Lihat Bestprofit

Tuesday, 7 February 2017

Gugatan Hukum Melania Trump: Artikel Daily Mail Rugikan Bisnisnya Jutaan Dolar | Best Profit

Best Profit (8/2) - Ibu Negara AS, Melania Trump telah mengajukan kembali gugatan pencemaran nama baik terhadap perusahaan yang mempublikasikan situs internet Daily Mail. Gugatan itu menyebutkan sebuah artikel yang dipublikasikan Agustus 2016 merusak kemampuannya menghasilkan jutaan dolar pada saat ia menjadi salah satu perempuan yang paling banyak dipotret di dunia.
Artikel itu memuat tuduhan yang keliru yang sebelumnya sempat ditampilkan di sebuah buku dan majalah di Slovenia. Tuduhan itu menyebutkan bahwa agen permodelan tempat Melania dulu bekerja sesungguhnya adalah agen jasa pertemanan.
Para pengacara Melania mengatakan dalam gugatan hukum yang diajukan di New York, artikel itu secara keliru menggambarkan Melania dulu bekerja sebagai pelacur, dan Daily Mail mempublikasikan artikel itu meski tahu tuduhan itu tidak benar atau dengan sengaja mengabaikan kebenaran.
Gugatan itu menuntut ganti rugi sebesar 150 juta dolar atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap kepentingan bisnisnya, dan stres emosi yang ditimbulkannya.
Pada saat artikel itu dipublikasikan, suami Melania, Donald Trump, telah dinyatakan sebagai calon presiden Parti Republik pada sebuah konvensi di mana Melania Trump sempat menyampaikan pidato.
The Daily Mail mengunggah sebuah pernyataan pada bulan September bahwa artikelnya itu telah menyebutkan bahwa tak ada bukti yang mendukung tuduhan yang muncul dalam buku dan majalah yang digunakan sebagai rujukan itu, dan bahwa artikel itu tidak menyiratkan bahwa tuduhan itu benar. Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Daily Mail menyesalkan adanya salah pengertian.
Sumber: voaindonesia

Monday, 6 February 2017

Harga Emas Sentuh Posisi Tertinggi Sejak November | PT Bestprofit

PT Bestprofit (7/2) - Harga emas melonjak 1 persen pada perdagangan di awal pekan, ke posisi tertinggi dalam hampir tiga bulan karena kekhawatiran tentang kondisi politik di Amerika Serikat dan Eropa serta melemahnya Dolar.

Harga emas di pasar Spot naik 1,1 persen menjadi US$ 1.233,01 per ounce,
setelah menyentuh US$ 1.233,80. Sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,9 persen menjadi US$ 1.232,10 per ounce.

Ketidakpastian politik di Amerika Serikat dipicu kebijakan Presiden Donald Trump. Kebijakan yang paling kontroversial terkait larangan masuk kepada warga dari tujuh negara Muslim. Meski kemudian, seorang hakim AS membatalkan kebijakan tersebut pada Jumat pekan lalu.

"Euforia di awal pemerintahan Trump tampaknya memudar dan pemilu di Eropa membuat orang gugup. Ketidakpastian berarti kabar baik bagi harga emas, " kata Warren Patterson, Ahli Strategi Komoditas ING.

Dia menambahakan, harga emas juga menguat seiring melemahnya Dolar AS yang sejak awal tahun telihat secara konsisten melemah. Dolar telah jatuh hingga 3 persen terhadap sekeranjang mata uang lain sejak 3 Januari.

Itu sebagian karena ekspektasi jika Bank Sentral AS akan masih menunggu untuk melihat apa yang terjadi pada kondisi politik dan ekonomi setelah rilisnya laporan pekerjaan bulanan pada pekan lalu.

"Namun permintaan fisik dari (konsumen atas) di China dan India masih lemah sehingga berdampak negatif untuk emas, " tambah dia.

Di sisi lain, pelaksanaan Pemilu di Belanda, Perancis dan Jerman pada tahun ini ikut  menambah kekawatiran.

Sumber : Liputan6

Lihat PT Bestprofit

Sunday, 5 February 2017

Harga Emas Akhir Pekan Stabil; Mingguan Melonjak 2 Persen | Bestprofit

Bestprofit (6/2) - Harga Emas stabil pada akhir perdagangan akhir pekan, Sabtu dinihari (04/02), menghapus kerugian sebelumnya karena dolar berada di bawah tekanan dari laporan kenaikan payrolls AS, namun pertumbuhan upah yang turun bulan lalu, melemahkan kesempatan untuk kenaikan suku bunga jangka pendek.
Dolar AS jatuh terhadap euro dan hasil Treasury AS mereda setelah laporan pekerjaan untuk bulan Januari.
Sementara non-farm payrolls meningkat 227.000 pekerjaan bulan lalu, kenaikan terbesar dalam empat bulan, Departemen Tenaga Kerja mengatakan rata-rata penghasilan per jam meningkat hanya tiga sen atau 0,1 persen.
Harga emas spot emas berada di $ 1,217.56 per ons, naik 0,1 persen.
Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman April berada 0,02 persen lebih rendah pada $ 1,219.2.
Analis menyatatakan pasar tampaknya melihat data upah lemah, yang menandakan tekanan inflasi agak lemah, dan karena itu kurang perlu bagi Fed untuk menaikkan suku bunga.
Untuk minggu ini, Emas berada di jalur kenaikan 2,1 persen, kenaikan mingguan terbesar sejak awal November, karena dolar menuju penurunan mingguan keempat di tengah kekhawatiran tentang kebijakan Presiden AS Donald Trump dan kurangnya kejelasan tentang kenaikan suku bunga.
Logam mulia mencapai tertinggi sejak 17 November pada hari Kamis di $ 1,225.30 per ons setelah pernyataan kebijakan Federal Reserve mengecewakan investor berharap untuk tanda-tanda yang lebih jelas tentang kenaikan suku bunga, menekan dolar ke terendah 12 pekan. Bestprofit
Sebuah laporan payrolls AS yang kuat akan meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada awal Maret. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, yang meningkatkan biaya kesempatan memegang emas sementara dolar meningkat.
Kepemilikan emas terbesar di dunia yang didukung bursa ETF, SPDR Gold Shares, naik untuk hari kedua pada hari Kamis 1,5 ton untuk 811,22 ton.
Sebuah lonjakan investasi ke tertinggi empat tahun menaikkan keuntungan moderat permintaan emas tahun lalu, data dari World Gold Council menunjukkan pada hari Jumat, bahkan saat penggunaan logam perhiasan meluncur ke level terendah sejak 2009.
Perak turun 0,1 persen di $ 17,41, setelah mencapai tertinggi dalam lebih dari 11 minggu di $ 17,73 pada sesi sebelumnya.
Platinum naik 0,3 persen pada $ 1.003,30, setelah mencapai 12 minggu tinggi $ 1,011.60 pada hari Kamis, sementara paladium adalah 1,29 persen lebih rendah pada $ 747,25.
Sumber : Vibiznews

Lihat Bestprofit

Thursday, 2 February 2017

HSI MARKET UPDATE 03FEB2017


GOLD MARKET UPDATE - 03FEB2017


Harga Emas Naik Tertinggi 11 Minggu Setelah Ketidakjelasan Sinyal Kenaikan Suku Bunga The Fed | Best Profit

Best Profit (3/2) - Harga emas naik ke tertinggi 11 pekan pada perdagangan Jumat dinihari (03/02) setelah Federal Reserve AS tidak memberikan sinyal yang jelas pada kemungkinan peningkatan suku bunga bulan Maret dalam pernyataan terbarunya, dengan mundurnya dolar AS.
Mata uang AS tergelincir ke level terendah sejak pertengahan November terhadap sekeranjang mata uang, tapi berbalik positif di sesi akhir, sehingga kenaikan emas tertahan.
Harga emas spot sempat mencapai level tertinggi sejak 17 November di $ 1,225.30 per ons, dan berakhir naik 0,50 persen pada $ 1,215.11 per ons.
Harga emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik 0,9 persen pada $ 1,219.40 per ons.
Data non-farm payrolls AS untuk Januari akan diawasi ketat pada hari Jumat. Laporan ini dipandang sebagai barometer kunci dari kesehatan ekonomi AS dan akan diperiksa sebagai tanda-tanda bahwa pertumbuhan cukup kuat untuk mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku AS, yang meningkatkan biaya kesempatan memegang emas sementara dollar AS meningkat.
Minat investor terhadap emas naik setelah mata uang AS menderita terburuk 30 tahun di bulan Januari. Kepemilikan emas terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, SPDR Gold Shares, melaporkan terbesar inflow satu hari dalam hampir empat bulan pada hari Rabu, dari 10,7 ton.
Hal ini telah membantu untuk mendukung emas meskipun tidak banyak pembeli Asia karena liburan Tahun Baru Imlek pekan ini.
Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,57 persen pada $ 17,41 per ons, sementara platinum naik 0,01 persen menjadi $ 996,10. Paladium turun 0,81 persen pada $ 756,22.
Non Farm Payrolls Januari AS diindikasikan meningkat dari bulan sebelumnya. Jika terealisir akan menguatkan dollar AS.
Sumber : Vibiznews

Wednesday, 1 February 2017

Harga Emas Melonjak Tersengat Sentimen The Fed | PT Bestprofit

PT Bestprofit (2/2) - Harga emas menguat ke level tertinggi usai bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Selama perdagangan, harga emas sempat melemah imbas penguatan dolar AS. Data ekonomi AS positif mendukung penguatan dolar AS.
Harga emas untuk pengiriman April naik di atas US$ 1.210 usai pengumuman the Fed. Harga emas kontrak sempat berada di level US$ 1.208,30 per ounce sebelum pengumuman the Fed, kemudian turun US$ 3,10 atau 0,3 persen.
Sepanjang Januari, harga emas telah naik 5,2 persen, dan merupakan penguatan terbesar sejak Juni. Sedangkan harga perak turun 9,3 sen atau 0,5 persen menjadi US$ 17,45 per ounce.
Hasil pertemuan bank sentral AS mempengaruhi gerak harga emas. The Fed tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 0,5 persen-0,75 persen. Pada Desember 2016, the Fed memberikan sinyal untuk menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali pada 2017. Sedangkan pasar mengharapkan dua kali, dan kenaikan suku bunga pertama terjadi pada Juni 2017.
"Pernyataan the Fed antiklimaks. FOMC berusaha berada di tengah, tidak menawarkan kebijakan agresif maupun lembut," ujar Brien Lundin Editor Gold Newsletter seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (2/2/2017).
Ia menambahkan, the Fed cenderung menunggu, dan tak ingin membuat perubahan hingga melihat langkah presiden Donald Trump soal kebijakan fiskal dan dampaknya terhadap ekonomi. "Hasil pertemuan the Fed mendukung emas dan saham dari sebelumnya tertekan," kata dia.
Sedangkan indeks dolar AS sempat menguat terhadap enam mata uang utama lainnya. Pergerakan dolar AS dapat mempengaruhi komoditas berdenominasi dolar AS. Pada pekan ini, investor juga akan mencermati data tenaga kerja dan pertumbuhan upah.
Sumber : Liputan6