PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Tuesday, 25 October 2016

Kopi Melambung ke Level 20 Bulan Tertinggi terkait Ekspor Brasil | PT BESTPROFIT FUTURES

BESTPROFIT FUTURES (26/10) – Kopi arabika, jenis biji kopi dengan rasa ringan yang disukai oleh Starbucks Corp, melonjak ke level tertinggi sejak Februari 2015 setelah produsen terbesar Brasil memangkas estimasi ekspor untuk 2016 di tengah meningkatnya konsumsi domestik dan dampak kekeringan.
Koperasi Cooxupe sekarang melihat pengiriman kopi total sebanyak 4 juta kantong tahun ini, Direktur Komersial Lucio Dias mengatakan Selasa. Itu turun dari proyeksi pada bulan April sebanyak 4,5 juta karung di tengah kuatnya pasokan domestik (satu karung beratnya 60 kilogram, atau 132 pon).
Kopi arabika untuk pengiriman Desember melonjak 4,3 persen di ICE Futures AS, dan menetap di level $ 1,645 per pon pada pukul 13:30 waktu New York. Komoditas ini menuju kenaikan bulanan keenam, atau yang terpanjang sejak 2005. Harga menggambarkan dukungan dari “kekhawatiran berkelanjutan ” atas pasokan jangka panjang dari arabika dari Brasil dan kekhawatiran yang sama untuk biji robusta, pedagang berbasis di Johannesburg I. & M. Smith Ltd mengatakan dalam sebuah laporan.
Pasar kopi telah melihat permintaan melebihi produksi dalam dua tahun yang berakhir 30 September, menurut Organisasi Kopi Internasional di London. Kopi menjadi komoditas dengan kenaikan terbaik kelima sejauh tahun ini di antara bahan baku lainnya data yang dilacak oleh Bloomberg Commodity Index menunjukkan.
Di Vietnam, yang merupakan produsen terbesar robusta, output varietas yang diproyeksikan turun 20 persen, Vietnam Coffee dan Cocoa Association mengatakan pada hari Senin. Di London, robusta untuk pengiriman Januari menyentuh level $ 2.179, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 2014. Premi yang dimiliki arabika terhadap sepupunya yang lebih murah melonjak 9,7 persen menjadi 65,70 sen, tercatat sebagai level tertinggi sejak 21 September. (sdm)
Sumber: Bloomberg