PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 27 June 2016

Serangan Bom Bunuh Diri di Libanon, lima tewas

BESTPROFIT FUTURES (28/6) - Setidaknya lima orang tewas dan 15 lainnya cedera akibat serangkaian serangan bom bunuh diri di Libanon bagian timur laut, seperti dinyatakan pihak berwenang dan petugas medis.
Empat pelaku meledakkan diri di luar sebuah rumah di desa Qaa, yang berpenduduk mayoritas Kristen, di dekat dengan perbatasan Suriah.
Belum jelas siapa targetnya atau alasan pelaku melancarkan serangan itu.
Stasiun TV Al-Manar -milik kelompok milisi Syiah Hizbullah- menyalahkan kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.
ISIS sebelumnya melancarkan serangan bom bunuh diri yang menewaskan sejumlah orang di Libanon, tapi belum jelas apakah mereka berada di balik ledakan terbaru pada Senin (27/06).
Ledakan susulan
Kantor berita nasional resmi Libanon, NNA, melaporkan pelaku pertama meledakkan diri di depan sebuah rumah pada pukul 04:20 pagi waktu setempat, sementara tiga pelaku lainnya meledakkan rompi bom satu per satu ketika warga berdatangan di jalan dekat lokasi.
Empat tentara terluka karena datang ke tempat kejadian untuk menyelidiki ledakan pertama.
"Qaa adalah gerbang ke wilayah Libanon lain dan di sini kami menggagalkan rencana serangan yang lebih besar lagi," kata wali kota Bashir Matar kepada kantor berita AFP.
"Kami mengejar salah seorang pelaku dan menembaknya, lalu dia meledakkan diri," katanya sambil menambahkan ada lima penduduk desa terbunuh dalam serangan tersebut.
Mayoritas penduduk Qaa adalah Kristen walau salah satu wilayahnya, Masharia Qaa, memiliki penduduk mayoritas penganut Suni.
Sejumlah besar pengungsi Suriah juga mendirikan perkemahan tak resmi di dekat desa itu, menurut laporan AFP.
Libanon mengalami serangan berkali-kali terkait konflik selama lima tahun di Suriah dan kelompok Hizbullah dari Libanon mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad, dalam melawan kelompok pemberontak di sana, termasuk ISIS.
Sumber : BBC