Bakti BPF dengan Panti Asuhan Al-Ishlah 2016
PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah
Lunch Bestmalang SBC, Manager, Leader.

Thursday, 23 June 2016

Minyak Naik di atas $ 50 Ditengah Voting U.K. Apakah akan Tetap di Uni Eropa

BESTPROFIT FUTURES (24/6) - Minyak bergerak naik di atas $ 50 per barel dan diiringi pelemahan dolar terhadap mata uang lainnya seiring para investor menunggu hasil dari pemungutan suara di U.K. apakah akan tetap berada di Uni Eropa.
Kontrak berjangka naik 2 % di New York karena dolar jatuh ke level dua pekan terendah terhadap euro dengan pemungutan suara di Inggris yang sedang berlangsung. Pelemahan dolar dapat meningkatkan daya tarik komoditas bagi investor. Jajak pendapat terakhir menunjukkan referendum Inggris, yang dikenal sebagai Brexit, bisa berjalan dengan baik. Produksi minyak mentah AS menurun ke level terendahnya sejak September 2014 dan stok minyak merosot sebesar 917.000 barel pada pekan lalu, menurut data dari Administrasi Informasi Energi.
Harga minyak telah berfluktuasi dalam seminggu terakhir karena ketidakpastian tentang hasil suara U.K. melaju volatilitas di pasar global. Minyak mentah di New York telah melonjak sekitar 90 % dari level terendah dalam 12 tahun di bulan Februari terkait meredanya gangguan dari Nigeria ke Kanada dan penurunan output di AS memicu pengurangan surplus global.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Agustus naik 98 sen untuk menetap di level $ 50,11 per barel di New York Mercantile Exchange. Ini adalah penutupan tertinggi sejak 9 Juni, total volume yang diperdagangkan adalah 30 % di bawah 100-hari rata-rata pada pukul 02:48 waktu setempat.
Brent untuk pengiriman Agustus menguat $ 1,03 atau 2,1 %, ke level $ 50,91 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Ini juga penutupan tertinggi sejak 9 Juni. Minyak acuan global mengakhiri sesi pada premi 80 sen dibandingkan WTI. (knc)
Sumber : Bloomberg