PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 9 May 2016

S & P 500 Sedikit Berubah dengan Reli Saham Layanan Kesehatan Imbangi Penurunan Energi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/5) - S & P 500 ditutup sedikit berubah seiring reli saham layanan kesehatan mengimbangi penurunan produsen komoditas, sementara investor menunggu batch akhir laporan pendapatan dan petunjuk lebih lanjut tentang prospek ekonomi.
Saham layanan kesehatan rally setelah berada di level terburuk dua minggu mereka dalam hampir tiga bulan, sementara produsen energi jatuh untuk hari kedua di tengah penurunan harga minyak mentah. Pelemahan harga logam mengirim saham komoditas lainnya berada di level yang lebih rendah. Freeport-McMoRan Inc turun 11 persen seiring anjloknya harga tembaga dan perusahaan setuju untuk menjual salah satu tambang mereka. LendingClub Corp anjlok 35 persen setelah kepala eksekutif mengundurkan diri menyusul ditemukannya kajian internal pelanggaran terkait dengan penjualan pinjaman.
S & P 500 naik 0,1 persen ke level 2,058.77 pada pukul 16:00 sore waktu New York, setelah meraih penurunan beruntun mingguan pertama sejak Februari.
Jatuhnya saham komoditas menunjukkan bukti pesimisme pada laju pertumbuhan global. Angka perdagangan Cina yang dirilis selama akhir pekan menunjukkan ekspor dalam dolar turun pada bulan April dan impor jatuh untuk bulan ke-18 berturut-turut. Minyak mentah turun 2,7 persen seiring berubah arahnya angin pada kebakaran hutan menjauhi fasilitas minyak-pasir di Alberta, Kanada, mengurangi kekhawatiran bahwa pemotongan produksi akan memberikan dampak signifikan dalam stok AS.
Indeks ekuitas AS utama menghentikan penurunan tiga hari pada hari Jumat setelah data yang lebih buruk dari diperkirakan untuk data payroll memicu spekulasi Federal Reserve akan mengadopsi kecepatan yang lebih lambat untuk pengetatan kebijakan moneter. Pedagang memperdiksi dalam hanya kesempatan 4 persen dari biaya pinjaman yang lebih tinggi pada bulan Juni, dibandingkan dengan 20 persen bulan lalu. (sdm)
Sumber: Bloomberg