PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 9 May 2016

Minyak Sentuh Level 2 Minggu Terendah seiring Kebakaran Hutan di Kanada Berganti Arah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/5) - Minyak mentah menetap di level terendah dalam dua minggu seiring bergesernya angin kebakaran hutan di Kanada menjauhi fasilitas minyak-pasir di Alberta, mengurangi kekhawatiran bahwa pemotongan produksi akan memberikan dampak signifikan untuk stok minyak AS.
Minyak berjangka menghapus keuntungan intraday dan turun 2,7 persen di New York. Kebakaran hutan di Kanada menyebabkan pemangkasan produksi setara dengan sekitar 40 persen dari produksi minyak pasir, berdasarkan perkiraan IHS Energy. Dampak dari penurunan output dapat diredam seiring stok minyak mentah AS masih bertahan pada tingkat tertinggi sejak 1929. Dengan kebakaran di Alberta yang sudah berada di bawah kendali, mayoritas proyek penambangan pasir minyak bisa kembali lagi ke tingkat produksi normal mereka dalam waktu sekitar satu minggu, kata Morgan Stanley.
Persediaan minyak mentah AS naik menjadi 543.400.000 barel, yang merupakan level tertinggi sejak Oktober 1929, menurut data dari Administrasi Informasi Energi. Stok minyak mentah nasional diperkirakan meningkat 750.000 barel pekan lalu, menurut estimasi median dalam survei Bloomberg dari analis sebelum laporan EIA Rabu. Persediaan di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI dan pusat penyimpanan minyak terbesar nasional, berada di tingkat yang mendekati rekor tertinggi.
West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni kehilangan $ 1,22 untuk menetap di level $ 43,44 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume yang diperdagangkan yakni 32 persen di atas 100-hari rata-rata.
Brent untuk pengiriman Juli merosot $ 1,74 untuk mengakhiri sesi di level $ 43,63 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. WTI untuk bulan Juli berada di premi 40 sen ke Brent. Terakhir kali premi melebar ke lebih dari 30 sen yakni pada bulan Maret. (sdm)
Sumber: Bloomberg