PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Thursday, 5 May 2016

Harga Emas Berakhir Turun Tertekan Penguatan Dollar AS

BESTPROFIT FUTURES MALANG (6/5) - Harga Emas berbalik lebih rendah pada akhir perdagangan hari Kamis, tertekan penguatan dollar AS menjelang laporan payrolls AS Jumat, yang akan memberikan petunjuk tentang apakah Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga atau tidak.

Pada akhir perdagangan mata uang kemarin, indeks Dollar AS berakhir naik o,54 persen pada 93.74. Dolar AS naik terhadap mata uang utama karena para pedagang menutup taruhan menguntungkan yang menentangnya menjelang data payrolls, sementara pasar saham AS dan Eropa juga naik.

Harga emas berakhir turun 0,16 persen pada $ 1,277.04 per ons. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,2 persen pada $ 1,272.30 per ons, dan terakhir diperdagangkan di $ 1,279.10.

ebelumnya, harga emas sempat naik setelah kenaikan lebih besar dari yang diharapkan pada klaim pengangguran mingguan di Amerika Serikat.

Jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran naik 17.000 ke penyesuaian musiman 274.000 minggu lalu, kenaikan terbesar dalam lebih dari satu tahun, kata Departemen Tenaga Kerja.

Logam mulia ini naik 20 persen tahun ini setelah harapan The Fed akan mendorong maju dengan kenaikan suku bunga memudar.

Namun minat investor pada emas tetap kuat. Aset di SPDR Gold Trust, kepemilikan emas yang terbesar di dunia yang didukung exchange-traded fund, naik 0,07 persen menjadi 825,54 ton pada Rabu, tertinggi dalam lebih dari dua tahun.

Di antara logam mulia lainnya, harga perak berjangka berbalik naik 0,5 persen menjadi $ 17,39 per ons, di bawah tertinggi Senin 15-bulan di $ 18. Melambungnya harga perak pada tahun 2016 berarti pembeli melakukan bargain-hunting, sebuah survei Silver Institute menunjukkan.

Harga Platinum berjangka naik 0,8 persen pada $ 1,064.40 dan harga paladium berjangka naik 0,54 persen menjadi $ 599,65 per ons.

Malam nanti akan dirilis data Non Fam Payroll April yang diindikasikan turun. Jika terealisir akan berpotensi melemahkan dollar AS.


Sumber : Vibiznews