Bakti BPF dengan Panti Asuhan Al-Ishlah 2016
PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah
Lunch Bestmalang SBC, Manager, Leader.

Tuesday, 19 April 2016

Indeks S&P 500 Berakhir di Zona Hijau Ditengah Laba yang Bervariasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/4) - Indeks Standard & Poor 500 naik pada Selasa ini, memperpanjang kenaikan dalam empat bulan terakhir karena rally pada produsen komoditas di tengah laba perusahaan yang bervariasi.
Perusahaan material melonjak ke level tertinggi dalam sembilan bulan terakhir, sedangkan saham energi menguat pada kenaikan untuk pertama kalinya pada minyak mentah dalam lima hari. Saham Johnson & Johnson, Goldman Sachs Group Inc dan UnitedHealth Group Inc naik setidaknya 1,5 % di tengah laba yang lebih baik dari estimasi, menahan penurunan terbesar pada saham Netflix Inc sejak tahun 2014 dan penurunan tajam pada saham International Business Machines Corp sejak bulan Oktober seiring laba yang mengecewakan. Saham Illumina Inc anjlok 23 % setelah laba pada perusahaan gen-sequencing yang tidak sesuai dengan prediksi.
Indeks S&P 500 naik 0,3 % ke level 2,100.78 pada pukul 16:00 sore waktu New York, penutupan di atas level 2.100 tanda-tanda untuk pertama kalinya sejak 1 Desember. Indeks Nasdaq Composite turun 0,4 % menyeret saham Netflix dan Illumina.
Indeks S&P 500 telah kembali pulih 14 % sejak menyentuh level terendah pada bulan Februari, dibantu oleh reboundnya harga minyak, tanda-tanda stabilisasi dalam melambatnya kebijakan bank sentral dan optimisme China akan tetap mendukung pertumbuhan perekonomian. Setelah menghapus kerugian di tahun 2016, indeks acuan kurang dari 2 % dari rekornya yang dicapai pada Mei lalu. Indeks Russell 2000, pada hari Senin menghentikan penurunan untuk tahun ini, menghapus kemerosotan sebanyak 16 %. (knc)
Sumber : Bloomberg