PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 1 February 2016

Saham Asia Jatuh Pertama Kalinya Terkait Penurunan Saham Energi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/2) - Saham Asia melemah, dengan indeks acuan regional menuju penurunan pertama dalam lima hari, seiring saham bahan baku dan energi memimpin penurunan pasca  minyak yang kembali pada aksi jual di tengah tanda-tanda memburuknya ekonomi China.
Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen menjadi 122,29 pada 09:01 pagi di Tokyo. Indeks Senin membukukan kenaikan beruntun terpanjangnya tahun ini, mendapatkan 4,1 persen dalam empat hari, karena optimisme yang tumbuh bahwa bank-bank sentral di seluruh dunia akan mendukung pasar keuangan. Minyak mentah merosot pada Senin kemarin setelah indeks pabrik resmi China mengisyaratkan  bulan keenam terburuknya.
Wakil ketua The Fed Stanley Fischer mengatakan pada hari Senin bahwa dampak dari gejolak terbaru pasar pada pertumbuhan AS bisa merupakan faktor dalam pengambilan keputusan, membantu saham AS menghindari kemerosotan minyak untuk ditutup dengan sedikit berubah. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 turun 0,4 persen pada Selasa.
Indeks Topix Jepang turun 0,8 persen, setelah menguat lebih dari 5 persen selama dua hari sebelumnya terkait dorongan stimulus yang tak terduga dari Bank of Jepang. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,6 persen. indeks acuan Selandia Baru naik 0,2 persen. Indeks S & P / ASX 200 Australia melemah 0,6 persen sebelum ulasan kebijakan moneter dari bank sentral negara tersebut.
Indeks berjangka pada FTSE China A50 naik 0,2 persen di sebagian besar perdagangan terakhir, sedangkan untuk indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2 persen. Indeks Shanghai Composite merosot 1,8 persen pada Senin  kemarin setelah indeks pabrik resmi mengisyaratkan catatatab terburuk bulan keenam, meningkatkan spekulasi bagi para pembuat kebijakan untuk berjuang menopang perekonomian di tengah Bear Market kedua di saham sejak Juni dan terendah lima tahun pada mata uang.(mrv)
Sumber: Bloomberg