PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Sunday, 28 February 2016

Harga Emas Akhir Pekan Terganjal Penguatan Dollar AS, Secara Mingguan Juga Lemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/2) - Harga Emas akhir pekan turun lebih dari 1 persen pada penutupan perdagangan Sabtu dinihari (27/02), terganjal penguatan dolar AS.

Harga emas spot turun 0,92 persen pada $ 1,222.96 per ons. Secara mingguan harga logam mulia ini turun sekitar -0,5 persen. Namun, untuk bulanan bukukan kenaikan sekitar 9 persen, terbesar sejak Januari 2012, setelah pembeli safe-haven mengangkat harga untuk satu tahun pada 11 Februari

Sedangkan untuk harga emas berjangka AS untuk pengiriman April berakhir turun 1,5 persen pada $ 1,220.40 per ons.

Kekhawatiran bahwa melambatnya ekonomi global akhirnya bisa diatasi Amerika Serikat dengan data yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS lebih cepat pada kuartal keempat 2015.

Hasil positif pertumbuhan ekonomi AS menguatkan dollar AS. Pada penutupan perdagangan mata uang akhir pekan, indeks dollar AS menguat 0,68 persen pada 98.07.

Meskipun melemah pada hari Jumat, emas telah menemukan kembali perannya sebagai tempat berlindung bagi investor untuk menghindari risiko. Aset SPDR Gold Trust, yang diperdagangkan di bursa dana emas, tetap stabil pada hari Kamis, setelah naik ke tertinggi sejak Maret 2015 pada hari Rabu.
Akumulasi aliran terbesar dana emas sejak 2009 terjadi pada minggu lalu karena gejolak pasar keuangan terus membuat kekuatiran investor, Bank of America Merrill Lynch mengatakan.

Sedangkan harga logam mulia lainnya, harga Platinum berjangka turun 1,2 persen menjadi $ 916 per ons, terendah dalam hampir tiga minggu, sementara harga perak berjangka turun 2,95 persen menjadi $ 14,75 per ons, yang merupakan tiga pekan penurunan.

Malam nanti akan dirilis data indikator ekonomi penting yaitu Pending Home Sales (MoM) Januari, yang diindikasikan berdasarkan hasil konsensus akan menguat. Jika hasil ini terealisir, akan berpotensi menguatkan dollar AS.


Sumber : Vibiznews