PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Thursday, 11 February 2016

Bursa AS Turun Dengan Ekuiitas Global Karena Nasdaq 100 Pangkas Penurunan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (12/2) - Bursa saham AS jatuh, dengan Dow Jones Industrial Average jatuh lebih dari 250 poin, di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa upaya bank sentral untuk mendukung pertumbuhan kehilangan potensi mereka.
Indeks Standard & Poor 500 memangkas kerugian dalam satu setengah jam terakhir dari perdagangan, setelah sebelumnya jatuh sebanyak 2,3 persen, sedangkan Indeks Nasdaq 100 menghapus sebagian besar penurunan. Perbankan memimpin pelemahan, dengan Citigroup Inc. dan Bank of America Corp. jatuh lebih dari 6,5 persen. Boeing Co. anjlok 6,8 persen setelah orang yang akrab dengan masalah ini mengatakan regulator sedang menyelidiki akuntansinya.
Indeks S&P 500 turun 1,2 persen menjadi 1,829.06 pada pukul 04:00 pagi di New York, memperpanjang penurunan untuk hari kelima, kehilangan beruntun terpanjang sejak September. Indeks acuan jatuh ke sekitar level 1.810 sebelum rebound. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 255,17 poin, atau 1,6 persen, ke 15,659.57, karena penurunan saham Boeing mengurangi 54 poin dari indeks.
Sinyal oleh bank sentral dari Eropa hingga Jepang bahwa stimulus tambahan telah di siapkan gagal untuk meredakan kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonommi global akan terus melambat. Reli awal di saham AS menguap di jam terakhir perdagangan pada hari Rabu, karena spekulasi bahwa Federal Reserve akan menahan lagi dalam menaikkan suku bunga memberi jalan untuk kekhawatiran baru atas kekuatan ekonomi AS. Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan kepada Kongres kemarin bahwa gejolak pasar baru-baru ini mungkin membebani prospek untuk ekonomi jika terus berlanjut.
Indeks S&P 500 14 persen di bawah semua waktu tertinggi yang ditetapkan pada bulan Mei, mendekati level terendah dalam dua tahun. Indeks Komposit Nasdaq sekitar 18 persen di bawah rekor yang ditetapkan pada bulan Juli di tengah penurunan lebih dari 15 persen sepanjang tahun ini.(frk)
Sumber: Bloomberg