PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 7 December 2015

Emas Turun seiring Pedagang Fokus Kembali ke Fed Rate, Dolar Menguat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (8/12) - Emas melemah dari reli mingguan terbesar sejak September seiring dolar naik dan pedagang memfokuskan kembali perhatian mereka pada prospek kenaikan suku bunga AS.
Presiden Federal Reserve Atlanta Dennis Lockhart mengatakan kondisi untuk kenaikan suku bunga yang sangat memungkinkan dan bahwa ekonomi AS sedang berada di jalur pertumbuhan moderat yang solid. Indeks Bloomberg Dollar Spot menuju kenaikan terbesar dalam satu bulan. Level suku bunga yang lebih tinggi memotong daya tarik logam seiring penguatan mata uang AS berbeda dengan yang bullion tidak mampu membayar bunga, tidak seperti aset bersaing lainnya.
Emas melonjak 2,6 persen pekan lalu, terkait pada spekulasi bahwa prospek meningkatnya biaya pinjaman sudah diperhitungkan dalam harga. Bank termasuk Citigroup Inc dan Goldman Sachs Group Inc telah meramalkan bahwa bullion akan terus menurun selama tahun depan. Logam ini menuju kerugian tahunan ketiga berturut-turut sejak tahun 1998. Para pembuat kebijakan Fed akan bertemu pekan depan.
Emas berjangka untuk pengiriman Februari turun 0,8 persen untuk menetap di level $ 1,075.20 per ounce pada pukul 1:45 siang waktu New York di Comex, jatuh untuk pertama kalinya dalam tiga sesi.
Posisi net-bearish dalam emas berjangka dan opsi mencapai 17.949 kontrak pada pekan yang berakhir pada 1 Desember, menurut data Commodity Futures Trading Commission yang dirilis tiga hari kemudian. Posisi itu merupakan posisi tertinggi dari data yang dimulai pada tahun 2006.
Perak untuk pengiriman Maret turun 1,3 persen ke level $ 14,332 per ounce di Comex. Di New York Mercantile Exchange, platinum berjangka untuk pengiriman Januari turun 2 persen ke level $ 863,20 per ounce, yang merupakan penurunan terbesar dalam empat minggu, dan paladium untuk pengiriman Maret turun 2 persen ke level $ 555,45 per ounce. (Sdm)
Sumber: Bloomberg