PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Thursday, 1 October 2015

Saham AS Turun ditengah Investor Waspada Pasca Penurunan Kuartalan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (2/10) - Saham AS terkoreksi karena para investor berhati-hati pasca ekuitas catat rally terkuat dalam tiga pekan terakhi kemarin menutup kuartalan terburuk sejak 2011.
Ekuitas gagal mempertahankan momentum dari kenaikan Rabu, pola umum seiring indeks Standard & Poor 500 mencatat penguatan selama tiga sesi hanya sekali sejak Juli lalu. Investor tetap berhati-hati jelang rilis laporan pekerjaan pemerintah pada hari Jumat besok, diperkirakan menunjukkan perekonomian menambahkan 200.000 pekerja bulan lalu, dan masukan ke depan keputusan suku bunga Federal Reserve pada 28 Oktober lalu
Indeks S&P 500 turun sebesar 0,9 persen ke level 1,903.71 pukul 12:15 siang di New York, pasca indeks melonjak sebesar 1,9 persen pada Rabu. Indeks Dow Jones Industrial Average turun 189,20 poin, atau sebesar 1,2 persen, ke level 16,095.50. Indeks Nasdaq Composite merosot sebesar 1,1 persen seiring penurunan saham biotechs dan Apple Inc sebesar 1,9 persen untuk menghapus penguatan sebesar 1,1 persen kemarin. Indeks Russell 200 turun sebesar 1,4 persen, membalikkan sebagian besar keuntungan pada hari Rabu.
Kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia, bersama dengan beragam pesan kebijakan Federal Reserve terkait suku bunga, mengirim indeks S&P 500 catat penurunan bulanan berturut-turut dan mendorong gejolak pasar. Rilis data hari ini menunjukkan indeks sektor manufaktur China berada di dekat level terendah dalam tiga tahun terakhir karena langkah-langkah stimulus pemerintah China yang menunjukkan tanda-tanda pelemahan di sektor manufaktur semakin mendalam.
Ekuitas acuan AS naik terbesar sejak 8 September kemarin karena investor tersentak penguatan saham beberapa perusahaan pada kuartal ketiga, didukung penguatan saham disektor energi, material dan saham perawatan kesehatan. Indeks S&P 500 ditutup turun 9,9 persen pada hari Rabu dari rekor tertingginya pada bulan Mei, dan kurang lima poin dari level penutupan pada hari Selasa 2015, level penutupan terendah sejak pada bulan Agustus lalu.
Sementara indeks 1.9 persen di atas level penutupan terburuk tahun ini, hampir 35 persen saham anggota indeks ini telah tergelincir kembali di bawah harga mereka pada 25 Agustus lalu. Saham perangkat keras seperti Apple Inc, Microsoft Corp dan Exxon Mobil Corp, tiga perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar, anjlok sebesar 10 persen akibat aksi jual selama empat hari.
Ketiga saham blue chip terkoreksi hari ini, turun sebesar 0,9 persen karena semua saham indeks S&P 500 mengalami koreksi. Saham Utilitas turun sebesar 1,5 persen pasca mencatat kenaikan pada kuartal ketiga sebesar 4,4 persen.
Aksi jual saham bioteknologi kembali berlanjut pasca terhenti selama satu hari, saham Bioteknologi Indeks Nasdaq kehilangan 1,3 persen. Saham Gilead Sciences Inc dan Biogen Inc turun setidaknya 1,2 persen. Saham Semikonduktor, salah satu pemimpin penguatan indeks kemarin, juga berbalik arah hari ini di antara perusahaan teknologi. Intel Corp turun sebesar 2 persen.
Sementara itu, investor terus memantau data untuk indikasi pada lintasan suku bunga, dengan pejabat The Fed menjaga bahwa ekonomi cukup kuat untuk menahan kenaikan suku bunga tahun ini. Pedagang harga melihat sekitar 43 persen peluang The Fed akan menaikkan suku bunga tahun ini, dan 51 persen peluang pada peningkatan Januari mendatang.
Data yang dirilis hari ini menunjukkan sektor manufaktur mengalami stagnasi pada bulan September akibat penguatan dolar dan gejolak pasar luar negeri menyebabkan melambatnya pesanan pada laju paling lambat sejak November 2012 lalu. Sebuah laporan terpisah hari ini menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran naik pekan lalu, mempertahankan pola keuntungan dan kerugian pad kisaran level terendah dalam satu dekade terakhir menandakan angkat pemecatan tetap rendah.
Laporan yang akan dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja besok diperkirakan akan menunjukkan ekonomi menambahkan 200.000 pekerjaan pada bulan September dengan tingkat pengangguran bertahan sebesar 5,1 persen, menurut ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. Ini akan menjadi laporan pekerjaan terakhir sebelum The Fed membuat keputusan terkait suku bunga berikutnya pada 28 Oktober mendatang. (izr)
Sumber: Bloomberg