PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Wednesday, 14 October 2015

Harga Minyak Kembali Melemah ke US$ 46,64 per Barel

BESTPROFIT FUTURES MALANG (15/10) - Harga minyak kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Jakarta) karena kekhawatiran pelaku pasar akan tingginya pasokan minyak mentah.

Mengutip CNBC, Kamis (15/10/2015), di Amerika Serikat(AS), harga minyak mentah ditutup turun 2 sen ke level US$ 46,64 per barel. Sedangkan minyak Brent yang merupakan patokan harga minyak dunia ditutup di angka US$ 49,10 per barel.

Sejak awal pekan, harga minyak mentah telah mengalami penurunan kurang lebih 6 persen. Penurunan harga minyak mentah pada pekan ini bukan tanpa sebab. Penurunan tersebut terjadi setelah keluarnya khabar dari kelompok negara-negara pengeskpor minyak (OPEC) mengenai jumlah produksi.

Berita yang beredar mengungkapkan bahwa OPEC telah memompa produksi cukup tinggi Sejak Agustus hingga September kemarin. Produksi minyak OPEC di 110 ribu barel per hari, lebih tinggi dibanding permintaan pada 2015 ini. Selain itu, pendorong tertekannya harga minyak juga karena stok minyak mentah di AS naik hampir 3 juta barel pada pekan lalu.

Selain itu, OPEC juga memperkirakan kalau permintaan minyak belum tentu jauh lebih tinggi pada 2016 dari pada yang diperkirakan sebelumnya. Hal itu juga sebagai strategi untuk membuat harga minyak kembali tertekan sehingga memukul persediaan minyak AS.

Menteri perminyakan Kuwait Ali al-Omair mengatakan, pihaknya tidak ada niat untuk mengubah kebijakan produksi lebih rendah untuk mendukung harga pada 2016. Hal itu membuat sinyal kalau negara produsen minyak ingin tetap menjaga pangsa pasar.

"Lepasnya sanksi yang diberikan kepada Iran juga memberikan tekanan kepada harga minyak," jelas Broker Minyak dari PVM, David Hufton.

Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga minyak juga tertekan seiring pelaku pasar mempertimbangkan prospek persediaan dan permintaan minyak dari laporan terbaru negara produsen minyak. Ditambah data perdagangan China merosot. (Gdn/Ahm)


Sumber : Liputan6