PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Tuesday, 8 September 2015

Sensor 250 Megapiksel dari Canon

BESTPROFIT FUTURES MALANG (9/9) - Raksasa elektronik Canon mengembangkan sensor 250 megapiksel untuk kamera digital.
Canon menyebutkan, sensor itu akan begitu sensitif sehingga bisa membaca huruf-huruf pada badan pesawat terbang dari jarak 18 km.
Namun, ditambahkan, kecil kemungkinan bahwa sensor itu bisa dipasang di telepon cerdas atau kamera biasa.
Peranti dengan sensor resolusi ultra tinggi itu diperuntukkan sistem pengintaian, pemantauan dan berbagai aplikasi khusus lainnya.
Sensor itu berukuran 29,2mm x 20,2mm, lebih kecil dari ukuran sensor yang biasa digunakan oleh kamera digital 35mm.
Setiap piksel pada sensor itu berukuran 1,5 mikron, hampir sama dengan yang digunakan untuk kamera digital biasa.
Dr Konstantin Stefanov, seorang periset senior di Centre for Electronic Imaging, Open University Inggris menyebut sensor itu sangat "mengesankan" secara teknis, namun tertarik untuk mengetahui seberapa akan bergunanya perangkat itu.
"Sensor bisa dibuat lebih besar, namun pertanyaannya, mengapa kita menginginkan yang lebih besar? Karena suatu sensor yang besar juga memunculkan persoalan besar pula," katanya.
Sensor resolusi yang begitu besar membuat kita membaca datanya sekali untuk beberapa detik, jadi hanya bisa bagus untuk aplikasi khusus seperti astronomi atau pemantauan.
Canon mengatakan, sensor itu bisa merekam video, tapi hanya lima bingkai per detik -jauh lebih lambat ketimbang tingkat yang dibutuhkan untuk sebuah film.
Betapapun, katanya, video yang direkam dengan kamera yang menggunalkan sensor itu, 125 lebih rapat ketimbang standar video resolusi tinggi (HD) dan sekitar 30 kali resolusi vudeo 4K.
Dr Stefanov mengatakan, kebanyakan sensor resolusi besar sangat berguna untuk mesin X-ray di rumah-rumah sakit, menggantikan plat film dalam merekam gambar.
Betapapun, katanya, kemajuan di elemen lain sistem pencitraan membuat sensor besar bisa tak terlalu diperlukan.
"Kita bisa menggunakan sensor lebih kecil namun mengunakan peralatan optik lebih bagus, katanya.
Sumber: BBC