PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Thursday, 3 September 2015

Saham AS Naik Di Tengah Jeda Pasar China, Langkah Stimulus ECB

BESTPROFIT FUTURES MALANG (4/9) - Bursa saham AS menguat pada sesi break ikuti reli kemarin, karena investor mendapat waktu jeda dari volatilitas yang didorong oleh China dan perubahan stimulus ECB.
Saham energi reli dengan minyak setelah ECB mengambil langkah untuk mendukung perekonomian kawasan euro. Saham Diamond Offshore Drilling Inc dan Murphy Oil Corp naik lebih dari 1,7 persen. Alcoa Inc dan Freeport-McMoRan Inc maju setidaknya 1,3 persen seiring menguatnya komoditas. Intel Corp naik 2,5 persen untuk memimpin sektor semikonduktor yang lebih tinggi. Sementara Netflix Inc melemah 2,8 persen, turun untuk hari kelima.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,6 persen menjadi 1,960.73 pada 12:56 siang di New York, setelah sebelumnya naik sebesar 1,3 persen dan menghapus sebesar 3 persen aksi selloff dalam waktu singkat pada hari Selasa. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 90,76 poin, atau 0,6 persen, ke 16,442.14. Sementara indeks Nasdaq Composite  naik 0,2 persen.
Presiden ECB Mario Draghi sebelumnya mengungkapkan sebuah perubahan pelonggaran kuantitatif untuk memungkinkan pembelian lebih dari hutang masing-masing anggota euro karena prospek global yang melemah hingga memicu pengurangan penjualan secara besar-besaran pada prakiraan ekonomi resmi sampai 2017 nanti. Draghi mengatakan bahwa pelemahan pasar-negara berkembang terancam oleh ekspansi global dan bahwa harga konsumen hampir tidak mungkin tumbuh pada tahun ini.
Tindakan oleh ECB datang terkait beberapa kepastian kepada investor yang telah ketakutan oleh kekhawatiran pertumbuhan global. Kejutan devaluasi mata uang China pada 11 Agustus memicu kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar kedua dunia tersebut telah menuju perlambatan yang lebih lanjut, sehingga mengguncang pasar di seluruh dunia. Spekulasi bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga setelah bulan ini, bahkan ketika pertumbuhan luar negeri melambat, semakin menambah kecemasan.(mrv)
Sumber: Bloomberg