PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Tuesday, 29 September 2015

Saham AS Berfluktuatif Seiring Penurunan Saham Consumer Imbangi Saham Biotech

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/9) - Saham AS berfluktuasi akibat penurunan saham konsumen diimbangi rebound saham perusahaan bioteknologi, karena investor berjuang untuk mendamaikan prospek kenaikan suku bunga dengan kekhawatiran tentang perlambatan pertumbuhan global.
Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1 persen ke level 1,882.09 pukul 12:21 di New York, pasca naik sebanyak 0,9 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 13,82 poin, atau 0,1 persen, ke level 15,988.07. Indeks Nasdaq Composite stagnan, dan indeks Russell 2000 melemah sebesar 0,2 persen pasca merosot ke level terendahnya dalam 11 bulan terakhir kemarin.
Saham bergerak stabil dalam beberapa pekan terakhir di tengah kebingungan tentang kebijakan pengetatan suku bunga Federal Reserve sementara kekhawatiran tetap membayangi bahwa perlambatan ekonomi di Asia akan menghambat permintaan untuk komoditas dan menghambat pertumbuhan global. Indeks S&P 500 bersiap catat kuartal terburuk sejak 2011, turun sebesar 8,6 persen. Indeks acuan turun 11 persen di bawah level tertingginya pada bulan Mei lalu.
Indeks Chicago Board Options Exchange Volatility telah ditutup di atas level 20 untuk 26 sesi terakhir, beruntun terpanjang sejak Januari 2012 lalu. Indeks gejolak pasar yang dikenal sebagai VIX turun 1,8 persen pada Selasa ke level 27,14 pasca mencapai level tertingginya dalam tiga pekan terakhir kemarin.
Sebuah laporan yang dirilis hari ini menunjukkan tingkat kepercayaan konsumen secara tak terduga naik bulan ini seiring peningkatan lapangan pekerjaan membantu Amerika menyingkirkan efek dari penurunan harga saham. Laporan lainnya menunjukkan harga rumah di 20 kota AS naik sebesar 5 persen pada Juli dari bulan yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan permintaan dan persediaan terbatas. (izr)
Sumber: Bloomberg