Bakti BPF dengan Panti Asuhan Al-Ishlah 2016
PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah
Lunch Bestmalang SBC, Manager, Leader.

Wednesday, 30 September 2015

Euro Jatuh Pasca Data Inflasi Dorong Spekulasi Penambahan Stimulus ECB

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/10) - Euro melemah untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir karena laju inflasi di kawasan euro tiba-tiba berbalik negatif untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir, menambah tekanan pada Bank Sentral Eropa untuk memperluas stimulus moneter.
Euro melemah terhadap semua mata uang utama seiring harga konsumen di zona euro turun 0,1 persen pada September dari tahun sebelumnya, menurut laporan dari kantor statistik Uni Eropa. Ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan tingkat inflasi nol persen.
Euro jatuh sebesar 0,6 persen ke level $1,1177 pada pukul 5 sore waktu New York, memangkas keuntungan sejak akhir Juni menjadi 0,3 persen. Dolar menguat 0,1 persen ke level 119,88 yen pada hari Rabu.
Sementara program pelonggaran kuantitatif ECB mendorong euro ke level terendah dalam 12-tahun terakhir dari level $1,0458 pada bulan Maret, mata uang euro telah rebounded. Penurunan euro menjadi tantangan bagi para pembuat kebijakan, karena penguatan euro mungkin meredam ekspor dan mengancam upaya mereka untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi di blok tersebut.
Presiden ECB Mario Draghi mengatakan pada 23 September lalu bahwa itu terlalu dini untuk mengatakan risiko terhadap prospek ekonomi dibenarkan untuk menambah stimulus. Bank sentral, memulai rencana pembelian aset pada bulan Maret senilai 1,1 triliun euro ($1.23 triliun), bertujuan menahan laju inflasi hanya di bawah 2 persen.
Setiap dorongan untuk program ini, baik melalui memperpanjang durasi atau skala pembelian yang ada, akan datang karena Federal Reserve bergerak lebih dekat menaikkan suku bunga AS dari rekor terendahnya, yang dapat melemahkan euro lebih jauh terhadap dolar.
Estimasi analis euro jatuh ke level $ 1,08 pada akhir tahun ini, menurut survei Bloomberg. (izr)
Sumber: Bloomberg