PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Tuesday, 18 August 2015

Saham Asia Melemah Seiring Melambatnya Pertumbuhan Ekonomi China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (19/8) - Saham Asia turun untuk hari keempat seiring merosotnya sektor komoditas memperdalam aksi jual yang dapat meningkatkan kekhawatiran atas melambatnya perekonomian di China, dan terkait para investor menunggu petunjuk dari Federal Reserve untuk menentukkan waktu kenaikan suku bunga AS.
Indeks MSCI Asia Pasifik turun 0,1 % ke level 136,83 pada pukul 09:01 pagi waktu Tokyo, memperpanjang level 7 bulan terendah. Sementara itu, Minyak mentah kembali mengalami penurunan diikuti tembaga ke level terendahnya sejak 2009 lalu seiring kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi China melambat yang memicu penurunan permintaan untuk bahan baku. Risalah pertemuan terakhir Federal Reserve akan dirilis pada hari Rabu, dengan ekspektasi pasar untuk kenaikan suku bunga pada bulan September mendatang menjadi sekitar 48 % dari sebelumnya 50 % pada pekan lalu.
Indeks Topix Jepang turun 0,4 %. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,1 %. Indeks Australia S & P / ASX 200 menguat 0,1 %. Indeks NZX 50 Selandia Baru meningkat 0,2 %. Sedangkan pasar perdagangan di China dan Hong Kong belum dibuka.
Indeks Komoditi Bloomberg kemarin jatuh ke level terendahnya sejak Februari 2002. Indeks dari 22 bahan baku turun untuk hari keenam dalam penurunan terpanjangnya lebih dari satu tahun terakhir. China merupakan konsumen logam industri terbesar di dunia, kemarin anjlok sebesar 6,2 % di Indeks Shanghai Composite menekan para investor bahan baku.
Investor China memangkas ekspektasi stimulus setelah data menunjukkan meningkatnya penjualan perumahan dan bank sentral memberikan dana ke dalam sistem keuangan. Regulator sekuritas mengatakan pada Jumat kemarin bahwa China Securities Finance Corp, lembaga negara yang bertugas mendukung harga saham, akan mengurangi pembelian karena menurunnya volatilitas.
Kontrak pada Indeks Standard & Poor 500 naik kurang dari 0,1 %. Saham-saham yang mendasari kemarin merosot sebesar 0,3 %. (knc)
Sumber : Bloomberg