Bakti BPF dengan Panti Asuhan Al-Ishlah 2016
PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah
Lunch Bestmalang SBC, Manager, Leader.

Thursday, 13 August 2015

Bursa Jepang Dibuka Turun Dipimpin oleh Saham Energi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (14/8) - Bursa saham Jepang jatuh, memperpanjang penurunan mingguan, karena investor menunggu keputusan kebijakan lebih lanjut dari China terhadap arah yuan dan minyak turun ke posisi terendah dalam enam tahun terakhir, memberi tekanan bagi saham-saham energi.
Indeks Topix melemah 0,2% ke level 1,664.84 pada pukul 09:01 pagi di Tokyo, berada di jalur untuk penurunan mingguan sebesar 0,8%. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,3% ke level 20,532.82. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun di bawah $ 42 per barel di New York untuk pertama kalinya sejak tahun 2009. Yen melemah terhadap yuan untuk pertama kalinya dalam empat hari di perdagangan luar negeri, memangkas keuntungan dari 4% sejak Selasa yang lalu, karena investor menunggu keputusan terkait suku bunga acuan hari ini untuk mata uang China.
Keputusan mengejutkan China untuk melonggarkan manajemen yuan memicu penurunan mata uang, menghilangkan titik stabilitas untuk pasar global dan memicu keprihatinan atas dampaknya pada timeline pengetatan moneter oleh pemerintah AS. Jaminan dari pejabat China bahwa mereka akan mengekang volatilitas yang berlebihan membantu kerugian dalam saham-saham global dan greenback, mengurangi permintaan untuk aset haven.
Devaluasi yuan minggu ini telah mendorong minyak dan logam industri lebih rendah di tengah spekulasi mata uang China yang lebih lemah akan merugikan permintaan dengan membuat impor dalam mata uang dolar lebih mahal dan kekhawatiran bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia sedang melambat lebih dari yang diperkirakan. Sementara itu, kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan dunia pada bulan lalu juga memicu spekulasi bahwa negara tersebut akan memompa lebih banyak minyak mentah, menambahkan berlimpahnya pasokan.
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 tergelincir 0,1% setelah indeks yang mendasari kehilangan 0,1% pada hari Kamis di New York.(frk)
Sumber: Bloomberg