PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Sunday, 12 July 2015

Pabrik Baru Mandom Datangkan Musibah, Saham TCID Masih Belum Liquid

BESTPROFIT FUTURES MALANG (13/7) - Pada perdagangan saham akhir pekan lalu,  saham PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) yang tergolong saham tidur berakhir anjlok hingga 800 poin setelah terakhir diperdagangkan pada tanggal 16 Juni 2015.  Anjloknya saham ini disebabkan musibah yang terjadi pada perusahaan tersebut ketika  pabrik baru mereka meledak dan merenggut korban jiwa.
Pada hari minggu  (12/7) kemarin, dalam jumpa pers yang dilakukan perusahaan, Presiden Direktur PT Mandom Indonesia Tbk, Muhammad Makmun Arsyad menjelaskan peristiwa kebakaran yang terjadi pada pabrik baru yang baru diresmikan oleh Menteri Perdagangan Indonesia tanggal 12 Juni 2015 lalu. Dalam kebakaran tersebut perusahaan belum bisa memastikan jumlah kerugian secara fisik namun kebakaran tersebut menelan  korban jiwa karyawan produksi sebanyak 6 orang meninggal   dan 54 orang luka bakar.
Dalam penjelasannya kepada media, Muhammad Makmun Arsyad jelaskan perusahaan akan kembali beroperasi secara normal, namun tidak pada ruang produksi yang sudah terbakar. Pimpinan perusahaan tersebut sampaikan masih ada pabrik yang bisa beroperasi di blok yang berbeda.
Melihat  pergerakan saham TCID yang tidak liquid ini juga diperkuat oleh kurang mengesankannya fundamental perusahaan, khususnya kinerja keuangannya pada periode kuartal pertama tahun ini. Dalam laporan keuangan yang pernah disampaikan perusahaan ke publik, sepanjang kuartal pertama TCID mengalami penurunan laba bersih 0,72% dari Rp 62,75 miliar menjadi Rp 62,3 miliar padahal  penjualan perseroan mencapai Rp653.8 miliar atau naik 10.9% dari periode yang sama tahun lalu. Dengan perincian penjualan ekspor mencapai Rp217.7 miliar atau naik 12% dari tahun lalu sedangkan penjualan domestik naik 10% menjadi Rp437.9 miliar.
Pada perdagangan bursa saham akhir pekan lalu, saham TCID ditutup anjlok 4% atau 800 poin dari akhir perdagangan sebelumnya ke posisi 19000 yang bergerak dalam kisaran 17000 – 19025 dengan volume perdagangan mencapai 50ribu lot saham.
Untuk perdagangan selanjutnya, saham ini tidak terlalu menarik untuk diperdagangkan terlebih dahulu menunggu keputusan regulator bursa terhadap perdagangan saham yang berkode TCID ini. Selain itu secara teknikal saham ini sering tidak bergerak.

Sumber : Liputan6