PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 6 July 2015

Ketidakpastian Krisis Yunani Tekan Wall Street

BESTPROFIT FUTURES MALANG (7/7) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) jatuh di awal pekan seiring hasil refendum pemilih Yunani mendukung pemerintah untuk menolak syarat kreditor internasional soal dana talangan. Ditambah sentimen China menerapkan langkah-langkah darurat untuk menghentikan aksi jual di pasar saham Shanghai.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 46,53 poin (0,26 persen) ke level 17.683,58. Indeks saham S&P 500 tergelincir 8,02 poin (0,39 persen) ke level 2.068,76. Pelemahan ini diikuti indeks saham Nasdaq susut 17,27 poin (0,34 persen) ke level 4.991,94.

Sentimen global dari Yunani dan China mempengaruhi laju bursa saham AS. Setelah mayoritas pemilih Yunani mendukung pemerintah menolak syarat yang diajukan kreditor, Perdana Menteri Alexis Tsipras dikabarkan berjanji kepada Kanselir Jerman Angela Merkel untuk membawa proposal dalam pertemuan puncak para pemimpin zona Euro pada Selasa pekan ini.

Analis Voya Invesment Management, Karyn Cavanaugh menuturkan, meski Yunani menyebabkan ketidakpastian tetapi kesepakatan harus dilakukan untuk menjaga Yunani tetap di zona Euro.

"Yunani tidak dapat membayar utangnya, tidak ada jalan tengah di sana dan negara-negara lain akan harus membayar tagihan, dan mereka marah. Akan tetapi, sejumlah utang sedang diperhitungkan. Yunani adalah pintu gerbang selatan ke Eropa. Nilai strategis tidak sedang dihitung," ujar Karyn, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (7/7/2015).

Sementara itu, indeks saham China terus tertekan membuat para broker dan fund manager membeli saham dalam jumlah besar. Langkah ini belum pernah terjadi sebelumnya, dan ini sebagai upaya mendukung untuk menahan penurunan indeks saham hampir 30 persen dalam tiga minggu.

"Orang melihat langkah darurat dan mereka berpikir yang tidak bisa baik," kata Karyn.

Di awal pekan ini, indeks saham Shanghai telah naik 2,4 persen. Akan tetapi, saham China yang diperdagangkan di bursa saham AS atau disebut BKCN turun tajam dalam 19 bulan. Hal ini menunjukkan investor di luar China cenderung hati-hati terhadap efektivitas kebijakan pemerintah.

Sedangkan sentimen domestik yang menekan laju IHSG didorong dari penurunan sektor saham energi. Sektor saham ini turun hampir 8 persen karena kekhawatiran atas pertumbuhan China dan ketidakpastian Yunani. Indeks sektor saham energi S&P turun 1,3 persen.

Selain itu, saham Aetna susut 6,4 persen menjadi US$ 117,43 setelah menyatakan akan membeli saham Humana sekitar US$ 37 miliar. Saham Humana ditutup naik 0,8 persen menjadi US$ 188,96.

Adapun volume perdagangan saham di bursa saham AS sekitar 6,6 miliar saham. Angka ini di bawah rata-rata perdagangan saham sekitar 7,6 miliar saham selama lima sesi terakhir. (Ahm/)


Sumber : Liputan6