PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Thursday, 9 July 2015

Harga Minyak Naik Tajam Sambut Penguatan Saham China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (10/7) - Harga minyak naik tajam pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) usai anjlok ke level terendah dalam tiga bulan. Harga minyak naik hampir tiga persen menyambut kebangkitan pasar saham China. Tak hanya itu, pedagang minyak juga masih mencari arah negosiasi kesepakatan nuklir Iran yang memungkinkan negara itu mengekspor lebih banyak minyak mentah.

Dilansir dari Reuters, Jumat (10/7/2015), harga minyak mentah Brent ditutup naik US$ 1,56 atau 2,7 persen menjadi US$ 58,61 per barel. Pada hari Senin, harga minyak Brent mencapai titik terendah tiga bulan yaitu US$ 55,1 per barel.

Harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) yang jadi acuan di AS, naik US$ 1,13 atau 2,2 persen ke US$ 52,78 per barel. Harga minyak sempat menyentuh US$ 50,58 per barel berada di level terendah sejak April.  Pada awal perdagangan, harga minyak naik setelah saham China rebound 6 persen.

"China adalah benar-benar rumah untuk komoditas, terutama minyak dan logam. Keduanya dapat runtuh kapan saja jika ada masalah dengan ekonomi China," kata Chris Jarvis, analis dari Caprock Risk Management di Frederick, Maryland.

Harga minyak mentah AS dan tembaga anjlok masing-masing sekitar 8 persen antara Senin dan Selasa di puncak kehancuran pasar China.

Di Wina, negosiasiasi untuk kesepakatan nuklir antara Iran dan dengan Negara Barat menjadi fokus pembicaraan. Gedung Putih mengatakan tidak akan terburu-buru untuk membuat kesepakatan, tetapi memperingatkan bahwa Teheran harus membuat pilihan sulit atau risiko keruntuhan.

Iran berusaha untuk menghidupkan kembali ekspor minyak yang telah turun dari 2,5 juta barel per hari pada 2011 menjadi sekitar 1 juta barel per hari pada tahun 2014 karena sanksi Barat yang timbul dari program nuklirnya.

(Ndw/Gdn)


Sumber : Liputan6