PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Thursday, 25 June 2015

Wall Street Jatuh Tertekan Saham Energi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (26/6) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) melemah pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks S&P 500 tertekan di bawah level rata-rata dalam 50 hari terakhir.

Pelemahan tersebut akibat anjloknya saham energi di tengah penguatan saham sektor kesehatan. Sementara investor hingga kini masih mengamati terobosan untuk mencapai kesepakatan utang Yunani.

Dilansir dari Bloomberg, Jumat (26/6/2015), indeks S&P 500 tergelincir 0,3 persen menjadi 2.102,31, melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut.

Indeks Dow Jones terkikis 75,71 poin atau 0,4 persen menjadi 17.890,36, indeks Nasdaq kehilangan 0,2 persen.  Sekitar 5,9 miliar saham diperdagangkan di Wall Street pada hari ini, atau 4,7 persen di bawah rata-rata tiga bulan.

Saham Transocean Ltd dan Chesapeake Energy Corp merosot lebih dari tiga persen akibat pelemahan harga minyak. Caterpillar Inc anjlok 1,6 persen dan saham perusahaan tambang raksasa Freeport-McMoRan Inc tertekan 4 persen.

Berbeda dengan saham energi yang rontok, saham perusahaan di bidang kesehatan HCA Holding Inc, Tenet Healthcare Corp dan Universal Health Service Inc melompat 77 persen setelah pengadilan memperkuat komponen kunci Obama Care.

Hingga kini Investor masih menunggu sebuah resolusi dari penyelesaian uang Yunani yang akan digunakan sebagai petunjuk mengenai kapan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) akan menaikkan suku bunga acuan.

Perdana Menteri Yunani, Alexis Tsipras sedang berancang-ancang untuk melakukan pembicaraan kembali dengan para kreditor setelah sebelumnya Menteri Keuangan Zona Eropa menunda pembicaraan atau pembahasan mengenai utang Yunani pada Selasa 23 Juni 2015 kemarin. Tsipras akan bertemu dengan beberapa donor di Brussels, Belgia

"Pergerakan saham harian saat ini sangat sensitif terhadap berita positif atau negatif terkait dengan pembicaraan Yunani," kata Senior Equity Analyst dari Schaeffer’s Investment Research Inc, Joe Bell. (Ndw/Gdn)


Sumber : Liputan6