PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 4 May 2015

Proyeksi Teknikal Sektoral IHSG Bulan Mei 2015

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/5) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada bulan April ditutup dengan aksi profit taking secara massal di penghujung bulan. Sebelumnya IHSG pada bulan tersebut sempat mencapai level 5515 akibat aksi bargain hunting yang terjadi dalam beberapa hari berturut. Sepanjang April, IHSG anjlok 7,83% dan menghapus penguatan 5,48% yang dicapai pada tiga bulan sebelumnya.
IHSG Kamis pekan lalu ditutup melemah 19,14 poin atau 0,37% ke posisi 5086,425 dengan mencapai tertinggi pada level 5141,494 dan terendah pada level 5030.256 sepanjang sesi perdagangan hari ini berlangsung. Sepanjang perdagangan IHSG bergerak dalam pola konsolidasi. Tekanan jual sendiri masih cukup besar namun dengan mulai adanya aksi beli, potensi terjadinya penguatan diperkirakan akan terbuka dalam waktu dekat. Saat ini indeks sudah berada dalam area jenuh jual sehingga peluang indeks untuk menguat kembali masih dimungkinkan terjadi.
Pada akhir bulan April lalu, IHSG mencatat foreign sell sebanyak Rp 5,87 triliun dan foreign buy sebanyak Rp 4,54 triliun sehingga tercatat foreign net sell sebesar Rp 1,32 triliun.
Berikut proyeksi teknikal bulan Mei untuk setiap  sektor :
  1. Sektor Agribisnis
Indeks ini ditutup menguat 0,27% menjadi 2004,78 pada akhir April lalu dengan mencapai tertinggi pada level 2006,25 dan terendah pada 1979,62. Indeks Agribisnis menjelang berakhirnya bulan April kemarin cukup tertekan hebat akibat imbas IHSG secara keseluruhan yang mengalami penurunan drastis. Namun saat ini ada indikasi penguatan yang berusaha mengangkat indeks untuk rebound kembali. AALI merupakan salah satu emiten yang menopang indeks agribisnis. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks agribisnis diperkirakan masih berpotensi melemah pada bulan Mei ini. Level support yang akan dites berada pada level 1969 hingga 1986 sedangkan level resistence yang akan dites berada di level 2013 hingga 2023.
  1. Sektor Pertambangan
Indeks pertambangan pada akhir April lalu ditutup melemah 0,37% menjadi 1197,95 dengan mencapai tertinggi pada level 1203,74 dan terendah pada 1180,52. Indeks Pertambangan mengalami tren pelemahan dari awal tahun hingga sekarang dan pada akhir bulan lalu, indeks semakin anjlok akibat imbas IHSG yang menurun. INCO merupakan emiten yang menjadi top gainer dalam indeks pertambangan meskipun harga sahamnya juga ditutup melemah pada sesi penutupan Kamis lalu. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks pertambangan diperkirakan masih melanjutkan tren pelemahannya pada bulan Mei ini. Level support yang akan dites berada pada level 1170 hingga 1183 sedangkan level resistence yang akan dites berada di level 1206 hingga 1216.
  1. Sektor Industri Dasar
Indeks industri dasar pada akhir April lalu ditutup melemah 2,14% menjadi 433,87 dengan mencapai tertinggi pada level 443,43 dan terendah pada 430,71. Indeks Industri Dasar mengalami tren yang fluktuatif dari awal tahun hingga sekarang dan pada pekan lalu indeks melemah selama 5 hari berturut-turut. Sektor industri dasar merupakan satu dari dua sektor dominan yang melemahkan IHSG pada April lalu. CPIN merupakan emiten yang cukup berpengaruh terhadap melemahnya indeks industri dasar. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks ini berpotensi masih melanjutkan pelemahan dari minggu lalu dan menunggu sentimen fundamental dari emiten-emiten blue chip industri besar yang bisa membuat indeks terangkat kembali. Level support yang akan dites berada pada level 422 hingga 427 sedangkan level resistence yang akan dites berada pada level 440 hingga 448.
  1. Sektor  Konsumer
Indeks  Konsumer pada akhir April lalu ditutup menguat 0,60% menjadi 2319,25 dengan mencapai tertinggi pada level 2361,3 dan mencapai terendah di 2248,70. Indeks Barang Konsumer mengalami gerakan yang fluktuatif sejak awal tahun hingga sekarang. Menjelang akhir April kemarin, indeks sempat anjlok akibat aksi profit taking namun diiringi dengan aksi bargain hunting pada sesi perdagangan selanjutnya sehingga pelemahan indeks tidak berlangsung lama. ICBP merupakan top gainer yang menguatkan indeks barang konsumer di tengah derasnya aksi jual di bursa yang menyebabkan IHSG hampir kembali ke posisi 5000. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks barang konsumer diperkirakan berpotensi menguat secara terbatas meskipun secara harian, potensi pelemahan masih mungkin terjadi. Level resistence yang akan dites berada pada posisi 2370 hingga 2422 sedangkan level support yang akan dites berada pada 2196 hingga 2257.
  1. Sektor Properti
Indeks Properti pada akhir April lalu ditutup melemah 0,78% menjadi 538,48 dengan mencapai tertinggi pada level 547,16 dan terendah pada 535,80. Indeks Properti mengalami tren penguatan dari awal tahun namun sempat menurun pada pertengahan Maret lalu kemudian rebound kembali. Pada minggu terakhir April kemarin, indeks melemah selama 4 hari berturut-turut. Walaupun indeks properti ditutup melemah, saham ASRI ditutup menguat di atas 1% sehingga pelemahan indeks tidak begitu signifikan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks properti berpotensi untuk menguat secara terbatas namun secara harian, potensi pelemahan masih dimungkinkan terjadi. Level resistence yang akan dites berada di kisaran 545 hingga 552 sedangkan level support yang akan dites berada di kisaran 528 hingga 533.
  1. Sektor Keuangan
Indeks Keuangan pada April lalu ditutup menguat 0,12% menjadi 745,35 dengan mencapai tertinggi di posisi 754,6 dan terendah di 732,37. Indeks Keuangan mengalami tren penguatan yang cukup signifikan sejak awal tahun hingga sekarang. Namun tren penguatan tersebut berbalik melemah pada minggu keempat April lalu akibat aksi profit taking. Meski demikian, saat ini indeks berusaha untuk rebound secara teknikal. Penguatan indeks ini didukung oleh saham BMRI yang ditutup menguat cukup signifikan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks keuangan diperkirakan masih akan melemah terbatas melanjutkan pelemahan pada minggu lalu dan menunggu sentimen fundamental emiten-emiten utama yang bisa mengangkat indeks. Level support yag akan dites berada pada kisaran 721 hingga 733 sedangkan level resistence yang akan dites berada di kisaran 755 hingga 765/
  1. Sektor Perdagangan
Indeks Perdagangan pada April lalu ditutup menguat 0,78% dengan mencapai tertinggi pada level 948,7 dan terendah pada 927,16. Indeks perdagangan mengalami tren penguatan dari awal tahun namun pada awal Maret lalu berbalik melemah dan bergerak fluktuatif hingga saat ini. Saham LPPF yang ditutup menguat hampir 3% pada akhir April lalu mampu menguatkan indeks setelah sebelumnya ditekan oleh aksi profit taking di bursa. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks perdagangan diperkirakan mencoba menguat terbatas meskipun secara harian indeks masih berpotensi melemah terbatas. Level support yang akan dites berada pada kisaran 920 hingga 934 sedangkan level resistence yang akan dites diperkirakan berada di kisaran 955 hingga 962.
  1. Sektor Manufaktur
Indeks Manufaktur pekan lalu ditutup melemah 0,75% menjadi 1281,48 dengan mencapai tertinggi pada level 1299,93 dan terendah pada 1254,63. Indeks manufaktur mengalami tren yang cukup fluktuatif cenderung sideways sejak awal tahun hingga saat ini yang disebabkan oleh daya beli dan jual yang cukup intensif dalam kuartal pertama tahun ini. Saham ASII yang ditutup melemah pada perdagangan minggu lalu menjadi pemberat utama indeks manufaktur yang disebabkan kinerja awal tahun ASII yang kurang begitu baik pada kuartal pertama tahun ini sehingga indeks manufaktur menjadi tertekan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks manufaktur berpotensi melemah pada bulan Mei ini dan menunggu sentimen fundamental dari emiten-emiten utama yang menggerakkan indeks manufaktur. Level support yang akan dites berada di kisaran 1233 hingga 1257 sedangkan level resistence yang akan dites barada pada kisaran 1302 hingga 1323.
  1. Sektor Aneka Industri
Indeks Aneka Industri akhir April lalu ditutup melemah signifikan 2,39% menjadi 1207,9 dengan mencapai tertinggi pada level 1237,49 dan terendah pada 1180,48. Indeks Aneka Industri merupakan sektor yang mengalami pelemahan yang paling signifikan pada akhir April lalu sehingga IHSG cukup tertekan hebat menjelang berakhirnya bulan April lalu. Indeks Aneka Industri mengalami tren penguatan secara terbatas sejak awal tahun namun pada pertengahan April lalu indeks berbalik melemah akibat aksi profit taking yang masih dilakukan investor di bursa hingga akhir bulan. Saham ASII yang ditutup melemah signifikan pada perdagangan Kamis lalu turut membuat indeks Aneka Industri menjadi semakin tertekan hingga membuat IHSG anjlok ke posisi 5086. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks Aneka Industri masih berpotensi untuk melanjutkan pelemahan dan menunggu sentimen fundamental dari saham-saham utama yang dapat membuat indeks menguat kembali. Level support yang akan dites berada di kisaran 1322 hingga 1339 sedangkan level resistence yang akan dites diperkirakan berada pada kisaran 1378 hingga 1400.
  1. Sektor Infrastruktur
 Indeks Infrastruktur pada akhir April lalu ditutup melemah 1,7% menjadi 1002,11 dengan mencapai tertinggi pada level 1026,38 dan terendah pada 1002,11. Indeks Infrastruktur mengalami tren pelemahan dalam pola sideways sejak awal tahun karena intensitas perdagangan di indeks ini yang cukup tinggi namun indeks terjun bebas menjelang berakhirnya bulan April lalu akibat aksi profit taking. Saham PGAS yang merupakan salah satu emiten infrakstruktur utama ditutup melemah signifikan pada akhir April lalu turut menyebabkan indeks infrastruktur menjadi tertekan. Secara teknikal mingguan dan bulanan, indeks infrastruktur diperkirakan masih akan melanjutkan tren pelemahannya dan menunggu sentimen fundamental positif dari emiten utama sehingga indeks dapat kembali menguat. Level support yang akan dites diperkirakan berada di kisaran 986 hingga 994 sedangkan resistence yang akan dites diperkirakan berada pada kisaran 1018 hingga 1034.

Untuk perdagangan bulan Mei, IHSG diperkirakan akan mencoba rebound mengingat saat ini indeks sudah berada di area jenuh jual sehingga potensi indeks untuk menguat kembali bisa dimungkinkan terjadi. Perkiraan pergerakan IHSG pada bulan Mei 2015 berada pada kisaran support 4974 – 5030 dan resistence pada kisaran 5141 – 5196.

Sumber : Vibiznews