PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Thursday, 30 April 2015

Dolar AS Melemah Angkat Harga Minyak Dunia

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Dolar Amerika Serikat (AS) melemah dan pasokan minyak Amerika Serikat (AS) menurun telah mendorong harga minyak acuan dunia menguat.
 
Harga minyak jenis Brent ditutup naik 85 sen menjadi US$ 66,69 per barel. Harga minyak ini telah naik 21 persen pada April 2015. Sementara itu, harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) menguat US$ 1,05 menjadi US$ 59,63. Harga minyak ini telah naik 25 persen sepanjang April 2015.

Kenaikan harga minyak dipicu dolar AS jatuh ke level terendah dalam dua bulan ini sehingga membuat minyak lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Selain itu, meski persediaan minyak AS terus meningkat selama berbulan-bulan tetapi mulai menurun dalam beberapa pekan terakhir. Hal itu seiring produksi dalam negeri menurun.


Harga minyak baik Brent dan West Texas Intermediate (WTI) cenderung menguat pada April 2015. Harga minyak masing-masing naik sekitar US$ 12. Ini keuntungan terbaik sejak Mei 2009. Akan tetapi, sejumlah pihak skeptis harga minyak terus reli.

Hal itu seiring pertumbuhan ekonomi AS melambat pada kuartal I 2015. Ekonomi AS hanya tumbuh 0,2 persen. Ditambah Organisai Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga tidak berniat untuk menurukan produksi minyak.

"Tampaknya kenaikan harga minyak ini sementara mengingat pasokan OPEC tak berhenti dan data ekonomi AS yang variatif. Ini juga berpengaruh ke dolar," kata John Kilduff, Partner New York Energy Hedge Fund Again Capital, seperti dikutip dari laman Reuters, Jumat (1/5/2015). 

(Ahm/)

Minyak Menuju Gain Bulanan Tertajam Sejak 2009


BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Minyak menuju gain bulanan tertajam sejak Mei 2009 seiring pertumbuhan produksi minyak mentah melambat dan persediaan menurun di pusat penyimpanan terbesar Amerika tersebut.

Minyak berjangka naik 0,9% di New York, membawa gain menuju bulanan sebesar 24%. Stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma, menyusut untuk pertama kalinya sejak November, sementara produksi mendekati enam pekan terendah, menurut EIA pada Rabu. Ini diikuti prediksi lembaga pada 13 April bahwa output dari formasi tight-rock akan menurun pada bulan Mei, yang merupakan perkiraan pertama untuk penurunan.

Minyak terus pulih dari level terendahnya enam tahun yang dicapai pada Maret seiring jumlah rig pengebor di AS mengurangi produksinya sejak Oktober 2010. Sementara reli mungkin masih goyah, dengan persediaan minyak mentah lokal berada di level tertinggi dalam 85 tahun, spekulan telah meninggalkan lindung nilai atas dana yang diperdagangkan di bursa pada rekornya.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik sebanyak 82 sen, atau 1,4%, ke level $ 59,40 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, yang merupakan harga tertinggi sejak 12 Desember. Diperdagangkan pada level $ 59,07 pada 12:04 siang waktu London . Kontrak naik $ 1,52 ke level $ 58,58 pada hari Rabu. Harga telah meningkat sekitar 11% pada tahun 2015.(yds)

Sumber: Bloomberg

Emas Melanjutkan Penurunan Dari Level 3 Pekan Tertinggi


BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Emas melanjutkan penurunan dari level tiga pekan tertinggi terkait prospek Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga acuan.

Emas untuk pengiriman Juni turun 0,6% menjadi $ 1,202.70 per ons pada 6:06 di Comex New York. Harga, yang mencapai tertinggi tiga pekan pada tanggal 28 April, naik 1,6% pada April, ditetapkan untuk kenaikan bulanan pertama ketiga kalinya. Bullion untuk pengiriman segera sedikit berubah pada level $ 1,205.92, menurut harga Bloomberg.

Perak untuk pengiriman segera naik 0,3% menjadi $ 16,6125 per ons di London, dan sedikit berubah bulan ini. Platinum turun 0,2% menjadi $ 1,151.88 per ons, dan naik 0,9% pada April. Palladium turun 0,1% menjadi $ 782 per ons. Ini naik 6,2% pada April, ditetapkan untuk kenaikan bulanan tertajam sejak Juli 2013.(yds)


Sumber: Bloomberg

Emas Turun 2% Pasca Data Pekerjaan Lebih Baik dari Proyeksi


BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Emas turun sebesar 2 persen pada perdagangan hari Kamis pasca data pekerjaan AS lebih baik dari perkiraan sehingga mendorong investor untuk menjual emas, menghidupkan kembali harapan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Data yang dirilis pada hari Kamis menunjukkan klaim untuk tunjangan pengangguran AS turun 34.000 ke penyesuaian musiman 262.000 pada pekan lalu, terendah sejak April 2000 lalu.
Secara terpisah, belanja konsumen AS juga naik 0,4 persen bulan lalu pasca naik 0,2 persen pada Februari lalu, sedangkan Indeks Manajemen Pembelian Chicago melonjak lebih dari yang diharapkan pada bulan April.

Spot emas menuju penurunan harian terbesar sejak 6 Maret lalu, pada sesi sebelumnya emas turun sebanyak 2,3 persen ke level $1,176.80 per ons. Kemudian kembali turun sebesar 1,8 persen ke level $1,183.03 per ons pukul 2:48 EDT (1848 GMT), di jalur penurunan menuju harga penyelesaian bulan April untuk bulan ketiga secata berturut-turut.

Harga penyelesaian emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun $27,60 per ons, atau 2,3 persen, ke level $1,182.40. (izr)


Sumber: Reuters

Euro Lanjutkan Tren Kenaikan Sejak 2013

BESTPROFIT FUTURES MALANG (1/5) - Euro naik untuk hari keenam terhadap dolar, penguatan beruntun terpanjang sejak Desember 2013 lalu terkait tanda-tanda membaiknya ekonomi Eropa seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi AS.

Euro menguat terhadap semua mata uang utama seiring laporan menunjukkan harga konsumen berakhir empat bulan turun dan obligasi imbal hasil Jerman meningkat untuk hari kedua, menambah daya tarik mereka. Sebuah indeks dolar naik dari level terendahnya dalam dua bulan terakhir pasca laporan pertumbuhan ekonomi AS meleset dari perkiraan pada Rabu kemarin, seiring Federal Reserve tengah mempertimbangkan kenaikan suku bunga. 

Euro menyentuh level $1,1249, level tertinggi sejak 26 Februari lalu, sebelum ditransaksikan naik sebesar 0,8 persen ke level $1,1220 pukul 16:06 di New York. Euro menguat sebesar 1,2 persen ke level 133,97 yen.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang mengukur mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, naik, pengupas penurunan bulanan pertama sejak Juni lalu. Indeks ditutup pada level terendah sejak 6 Februari lalu, kemarin. (izr)

Sumber: Bloomberg

Wednesday, 29 April 2015

Harga Minyak Sentuh Posisi Tertinggi di Tahun Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/4) - Harga minyak mentah dunia mencapai posisi tertingg di tahun ini pada Kamis (30/4/2015) usai laporan jika kelebihan stok minyak akan mulai berkurang.
Melansir laman Reuters, harga minyak mentah berjangka AS pada April berakhir naik hampir 23 persen dan Brent hampir 20 persen lebih tinggi, yang merupakan keuntungan bulanan terbesar sejak Mei 2009 ketika ekonomi global mulai pulih dari krisis keuangan.

Akhirnya, harga minyak mentah berjangka AS ditutup naik US$ 1,52 menjadi US$ 58,58 per barel, setelah mencapai posisi tertinggi di 2015 pada posisi US$ 59,33 per barel.

Adapun harga minyak berjangka Brent patokan yang lebih banyak digunakan, berakhir naik US$ 1,20 menjadi US$ 65,84 setelah mencapai posisi tertingginya tahun ini US$ 66,72 per barel.

Kenaikan dipicu data pemerintah menunjukkan persediaan pekan lalu lebih kecil dari yang diperkirakan di seluruh Amerika Serikat juga dibantu sentimen di mana beberapa pedagang merasa pasar mengabaikan unsur-unsur seperti produksi yang lebih tinggi.

Harga minyak sudah mulai pulih di bulan ini karena aksi jual yang dimulai pada Juni tahun lalu.

Kenaikan itu sebagian didorong gagasan kekenyangan pasokan yang menyebabkan harga jatuh hingga setengahnya sejak musim panas lalu kemungkinan berkurang dengan permintaan yang lebih tinggi proyeksi.

Data pemerintah menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah AS pekan lalu naik dan mencapai rekor tertinggi untuk minggu ke-16. Tetapi stok 1,9 juta barel lebih kecil dari perkiraan 4,2 juta barel, menurut American Petroleum Institute.
Stok minyak mentah di Cushing, titik pengiriman untuk minyak mentah berjangka AS, turun 514.000 barel, penurunan pertama sejak November.
"Persediaan di Cushing itu akhirnya menarik ke bawah karena permintaan kilang yang kuat, dan yang mendukung, karena akan menghilangkan ketakutan tentang kapasitas penyimpanan operasional dapat tercapai," kata John Kilduff, Mitra Again Capital LLC di New York. (Nrm)

Sumber : Liputan6

PBOC Kembali Renovasi Sistem Keuangan Negaranya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/4) - Untuk mengatasi perlambatan ekonomi Tiongkok yang kerap melanda negara tersebut hingga hari ini, Bank sentral Tiongkok (PBOC) kembali melakukan cara untuk menumbuhkan ekonomi negaranya. Kali ini kembali bank sentral negara tersebut merenovasi sistem keuangannya dengan memperbolehkan bank-bank komersial menjadikan obligasi pemerintah daerah sebagai jaminan likuiditas.
Tindakan ini bagi PBOC diyakini  sebagai cara untuk menyalurkan lebih banyak uang ke dalam pasar uang Tiongkok. Saat ini isu tersebut sudah menyebar di pasar keuangan Tiongkok, berbagai spekulasi mulai jadi skenario pembicaraan para pelaku pasar bahwa PBOC akan menyuntikkan dana ke perekonomian Tiongkok melalui cara konvensional tersebut yang intinya menuju pada “pelonggaran kuantitatif”.
Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Tiongkok telah melambat, tapi tidak seperti Eropa dan Amerika Serikat (AS), karena sebenarnya ada ruang berlimpah di Tiongkok untuk melawan tekanan ekonomi global melalui cara konvensional selain dengan mengurangi suku bunga dan pemangkasan cadanagan rasio perbankan. Hingga saat inipun Tiongkok memang terkenal dengan kebijakan yang cukup “irasiona” bagi negara lain misalnya dengan program pembelian aset yang agresif.
Jika kita telaah kebelakang beberapa kebijakan yang konvensional PBOC antara lain, pertama, pada 19 April 2014 lalu, PBOC telah memompa dana sebesar 1,2 triliun yuan ($ 196.000.000.000) menjadi 1,5 triliun yuan ke pasar uang dengan mengurangi RRR. Kedua, segera setelah RRR dipangkas, PBOC menyuntikkan sejumlah besar dana ke bank-bank, yaitu sebesar $ 32.000.000.000 ke China Development Bank (CDB) dan $ 30 miliar ke Bank Ekspor-Impor Tiongkok. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pinjaman bank di sektor yang telah ditargetkan seperti pertanian, perumahan bersubsidi dan usaha kecil dan swasta.
Pada bulan Juli 2014, CDB kembali menerima 1 triliun yuan, yang merupakan pinjaman berjangka tiga tahun dari PBOC. Dengan adanya fasilitas ini maka memungkinkan bagi CDB untuk menggunakan pinjaman sebagai jaminan untuk mendapatkan dana yang diinvestasikan dalam proyek-proyek perumahan bersubsidi. Kali ini, CDB bisa menggunakan modal baru untuk membeli obligasi pemerintah daerah dan kemudian menggunakan efek tersebut sebagai jaminan untuk mendapatkan dana dari PBOC.
Ke depan kalangan ekonom berpendapat jika perlambatan ekonomi Tiongkok masih terus berlanjut maka bukan tidak mungkin jika PBOC kembali memangkas RRR perbankannya dan menyuntikkan dana lewat pembelian efek. Beberapa contoh diatas cukup memperkuat bagaiman adopsi kebijakan moneter Tiongkok ke depan.

Sumber : Liputan6

Inflasi Tinggi Persulit Indonesia Hadapi Kompetisi Pasar Bebas

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/4) - Pemerintahan Joko Widodo mematok target pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 mendatang diantara 6,4 persen – 6,6 persen. Target pertumbuhan ekonomi ini naik signifikan dibanding target pertumbuhan ekonomi dalam APBN Perubahan (APBN-P) 2015 yang dipatok di level 5,7 persen. 
Adapun target pemerintah pada tahun 2016 mendatang yaitu pertumbuhan ekonomi sebesar  6,4 persen – 6,6 persen, inflasi 4 persen, angka kemiskinan 9-10 persen, pengangguran 5,2 persen – 5,5 persen, rasio penerimaan pajak 13,3 persen. Untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tersebut tentunya pembangunan infrastruktur Indonesia jelas harus dilakukan dengan cepat dan tepat sasaran.
Meski demikian, sebelum jauh melihat target di tahun 2016 mendatang, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan kekhawatirannya bahwa dalam menghadapi kompetisi pasar bebas ASEAN di penghujung 2015 ini Indonesia bisa kalah bersaing dengan negara-negara di kawasan yang memiliki inflasi rendah. Yang dimaksud disini adalah produk yang dihasilkan negara dengan inflasi tinggi kemungkinan besar akan kalah saing dengan negara-negara yang inflasinya rendah.
Seperti diketahui, Indonesia memiliki indeks harga konsumen yang lebih tinggi dibanding beberapa negara di kawasan. Seperti diketahui, hingga bulan Maret lalu saja laju inflasi Indonesia sudah mencapai 6,38 persen (yoy).  Persentase inflasi ini jelas jauh lebih tinggi dibanding Filipina (0,1 persen), dan Malaysia (2,4 persen), apalagi dengan Thailand yang mengalami deflasi 0,57 persen dan juga Singapura yang deflasi 0,39 persen.
Pada dua tahun terakhir, inflasi di Indonesia telah mencapai 8,3 persen, jauh lebih tinggi dibanding Filipina yang sudah mampu mengendalikan inflasi di bawah 5 persen. Padahal, Indonesia dan Filipina merupakan sama-sama negara kepulauan. Harus dipahami bahwa inflasi yang rendah dan stabil penting untuk dicapai, karena kaitannya dengan daya saing negara lain. Dengan angka inflasi Indonesia yang di atas 5 persen maka diperkirakan akan menyulitkan posisi Indonesia dalam era MEA.

Sumber : Liputan6

Stevie Wonder Penasaran Naik Mobil "Iron Man"

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/4) - Tesla Model S menjadi sedan premium yang paling fenomenal beberapa waktu teakhir. Bagaimana tidak, mobil bertenaga listrik ini sanggup memamerkan performa gahar saat dikendarai.

Bahkan, keunggulan yang dimiliki Tesla Model S sanggup membuat seorang penyanyi sekaliber Stevie Wonder tergoda untuk mengendarainya. Melansir laman Autoevolution, Kamis (29/4/2015), Stevie mengungkapkan ketertarikannya tersebut dalam sebuah acara talkshow yang ingin meminjam Tesla Model S milik si pembawa acara.

Penyanyi tuna netra ini kepincut karena sempat merasakan keunggulan Tesla Model S sebagai penumpang. Cedric yang menjadi pembawa acara sebelumnya mempersilakan Stevie Wonder berkeliling beberapa blok menggunakan mobil listrik miliknya.

"Ini keren, Anda harus membiarkan saya mengemudikannya," ujar Stevie.

Cedric pun terperanjat karena Stevie menyangka jika Tesla Model S telah didukung fitur self-driving. Berhubung penyanyi jazz ini sudah menderita tuna netra sejak lahir, ia pun langsung menjelaskan jika kecanggihan pada sedan saloon ini baru sebatas motor listrik.

“Stevie, Stevie, ini mobil listrik, bukan suatu sihir,” ujar Cedric.


Sumber : Liputan6

Pernyataan The Fed Bikin Bursa AS Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/4) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup turun pada Kamis (Rabu) ini usai pernyataan The Federal Reserve (Fed) yang mengatakan data ekonomi menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara ini melambat lebih tajam dari perkiraan pada kuartal pertama.

Pernyataan The Fed ini menjadi sinyal jika mereka tidak siap untuk menaikkan suku bunga setidaknya sampai September, yang membuat pasar saham jatuh.

Dow Jones Industrial Average turun 74,61 poin atau 0,41 persen ke posisi 18.035,53. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 7,91 poin, atau 0,37 persen menjadi 2.106,85 dan Nasdaq Composite turun 31,78 poin atau 0,63 persen ke 5.023,64.

"Kita semua tahu Fed akan senang untuk memulai normalisasi suku, tetapi fakta sederhananya data ekonomi tidak menjamin tindakan itu sekarang ini," kata Wayne Kaufman, Kepala Analis Pasar di Phoenix Financial Services di New York melansir laman Reuters.

Selain khawatir dengan pelemahan ekonomi yang akan terus berlanjut, investor AS juga khawatir tentang kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga terlalu cepat.

Pernyataan kebijakan bank sentral ini usai menggelar pertemuan-pertemuan membahas waktu kenaikan suku bunga pertama sejak Juni 2006, membuat keputusan seperti itu semata-mata tergantung pada data ekonomi yang masuk.

Adapun saham yang mengalami penurunan antara lain, saham Twitter (TWTR.N) yang susut 8,9 persen menjadi US$ 38,49, sehari setelah perusahaan memangkas proyeksi tahunan karena permintaan iklan baru yang lemah.

Decliners lainnya termasuk Wynn Resorts (WYNN.O), yang jatuh 16,6 persen menjadi US$ 108,77 setelah operator kasino melaporkan penurunan dari perkiraan laba kuartal pertama.

Sekitar 7,2 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di atas 6,3 miliar rata-rata harian untuk bulan sampai saat ini, menurut BATS Global Markets.(Nrm)


Sumber : Liputan6

Tuesday, 28 April 2015

Penjualan Mobil Astra Awal Tahun Merosot, Saham ASII Masih Dalam Tekanan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/4) - Tahun 2015 sudah melewati kuartal pertamanya dan tidak sedikit emiten di bursa yang sudah merilis laporan kuartalannya. Salah satu dari emiten tersebut yaitu PT Astra International, Tbk (ASII). Sepanjang Januari-Maret 2015, laba bersih ASII turun 15,46% secara year on year (yoy) menjadi 3,99 triliun. Hal tersebut dipengaruhi oleh menyusutnya pendapatan ASII kuartal I sebesar 9,29% menjadi Rp 45,19 triliun lantaran kinerja anak usaha bidang otomotif, agribisnis serta infrasktruktur, logistik dan lainnya tidak begitu baik.
Faktor melambatnya pertumbuhan ekonomi dan perang diskon turut membuat penjualan otomotif Astra menjadi merosot. Penjualan mobil Astra turun 21% menjadi 137.000 unit. Kondisi ini berbuntut penurunan pangsa pasar menjadi kendaraan roda empat dari 53% menjadi 49%. Sementara itu, penjualan sepeda motor melorot sebesar 13% menjadi 1,1 juta unit namun pangsa pasar ini naik menjadi 68%. Bisnis komponen otomotif memberikan kontribusi rendah akibat depresiasi rupiah terhadap dolar AS.
Begitu pula dengan laba bersih divisi manufaktur, logistik dan lainnya melempem sebesar 59% menjadi Rp 36 miliar. Penurunan tersebut diakibatkan oleh kerugian awal yang timbul dari pengoperasian seksi 1 jalan tol Kertosono-Mojokerto.
Di sisi lain ASII tertolong performa bisnis di sektor jasa keuangan. Laba bersih divisi ini meningkat 21 menjadi Rp 1,2 triliun. Beberapa anak usaha yang bergerak di sektor tersebut antara lain PT Asuransi Astra Buana, PT Bank Permata, Tbk (BNLI) dan PT Federal International Finance (FIF). Selain itu, sektor alat berat dan divisi teknologi informasi yang masing-masing menyumbang laba bersih sebesar Rp 983 miliar dan Rp 37 miliar turut menopang kinerja ASII yang sedang tidak begitu baik.
Melihat kinerja keuangan hingga Maret 2015, pendapatan ASII menjadi Rp 45,18 triliun atau turun 10,27% dari kuartal yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 49,82 triliun. Total aset ASII hingga Maret 2015 mencapai Rp 244,14 triliun atau naik dari kuartal I tahun lalu Rp 222,38 triliun.
ROA dan ROE ASII pada kuartal I 2015 mengalami penurunan dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu dimana ROA ASII pada kuartal pertama tahun ini menjadi 2,43%, dibandingkan kuartal yang sama pada tahun lalu sebesar 3,16% dan ROE pada kuartal pertama tahun ini menjadi 4,71% dibandingkan kuartal pertama tahun sebelumnya sebesar 6,22%.
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Selasa (28/4/2015), saham ASII turun pada level 7350 setelah pada penutupan sebelumnya berada pada level 7450 dan bergerak pada kisaran 7250-7400 dengan volume perdagangan saham ASII mencapai 185760 lot saham. 
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham ASII terpantau mengalami tren penguatan hingga mencapai level 8575 namun kemarin saham ASII terkoreksi cukup tajam ke level 7450 akibat aksi profit taking. Indikator Stochastic menunjukkan pergerakan ke area jenuh jual dan indikator ADX menunjukkan garis –DI di atas garis +DI serta garis ADX yang menanjak memperkirakan bahwa tren saham ASII akan cenderung downtrend secara terbatas. Dengan kondisi teknikalnya, ASII masih akan bergerak secara melemah terbatas dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakkan ASII. Rekomendasi trading hingga akhir hari ini berada pada target support di level 7283 hingga target resistence di level 7433.

Sumber : Vibiznews

Tiongkok Jadi Biang Kerok Kebijakan Moneter Bank Sentral se-Asia

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/4) - Perlambatan ekonomi yang tengah terjadi di Tiongkok saat ini disinyalir kerap memberi tekanan pada bank-bank sentral di Asia untuk menurunkan suku bunganya. Hingga saat ini hambatan terbesar pada prospek pertumbuhan ekonomi Asia ke depan masih berada di perekonomian Tiongkok.
Seperti diketahui, PDB Tiongkok pada kuartal pertama tahun ini melambat ke level terendahnya sejak 2009. Melambatnya PDB Tiongkok ini akhirnya memaksa Bank Rakyat China (PBOC) untuk memangkas rasio cadangan kas yang harus dimiliki perbankan untuk memacu penyaluran uang ke sektor riil.
Kebijakan moneter longgar dalam bentuk apapun diperkirakan masih akan terus menghiasi pergerakan arah kebijakan bank sentral negara-negara di Asia. Bahkan ke depan kebijakan moneter longgar ini diprediksi juga akan diikuti oleh Australia, Korea Selatan, Indonesia, India, dan juga Jepang.
Sebelumnya Gubernur Bank of Japan (BOJ), Haruhiko Kuroda mengatakan bahwa rekor pembelian utang pemerintah dinilai akan berhasil dalam meningkatkan laju inflasi Jepang. Namun yang terjadi justru tidak sesuai harapan, berdasarkan data yang baru rilis hari ini dilaporkan bahwa tingkat penjualan ritel Jepang bulan Maret merosot ke level terburukanya sejak tahun 1998 silam.
Prospek kebijakan moneter bank sentral di seluruh wilayah Asia diproyeksikan akan seragam. Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik pada tahun ini diprediksi akan tumbuh sebesar 5,6 persen atau tidak mengalami perubahan dari laju pertumbuhan di tahun 2014 lalu.

Sumber : Vibiznews

PDB AS Q1-2015 Diproyeksi Melambat, Kenaikan Fed Rate Terancam Lagi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/4) - Realisasi wacana kenaikan suku bunga The Fed yang sudah ditunggu-tunggu investor sejak tahun lalu diperkirakan tidakakan terjadi sampai September mendatang. Adapun alasan kuat yang mendukung perkiraan ini adalah karena para pejabat The Fed masih ingin memacu inflasi agar dapat menyentuh target yang diharapkan. Pasalnya pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) di kuartal pertama tahun ini cukup tergerus akibat musim dingin yang ekstrem.
Dampak dari musim dingin tersebut cukup menghambat aktivitas jual beli terutama properti dan rally dolar yang lebih kuat juga telah berkontribusi terhadap melambatnya laju pertumbuhan ekonomi AS ke level terendahnya dalam setahun terakhir. Sebagian besar ekonom menilai The Fed belum berani menaikkan suku bunganya dalam jangka waktu dekat ini karena masih ingin melihat bagaimana laju pertumbuhan ekonomi AS di kuartal kedua tahun ini.
Pada pekan ini PDB AS untuk kuartal I-2015 akan dirilis dan sebagian besar ekonom memroyeksikan pertumbuhan ekonomi AS akan melambat ke laju tahunan sebesar 1 persen dari 2,2 persen yang berhasil dicetak pada kuartal sebelumnya. Selain karena faktor cuaca, penurunan investasi yang berhubungan dengan energi yang disebabkan oleh turunnya harga minyak juga menjadi pemicu melambatnya pertumbuhan ekonomi AS di kuartal pertama ini. 
Seperti diketahui, The Fed telah mempertahankan suku bunga rendah yang mendekati nol sejak Desember 2008 silam. Tingkat pengangguran AS yang masih cukup tinggi dinilai masih harus ditekan agar akselerasi pertumbuhan ekonomi di negara dengan ekonomi terkuat di dunia ini dapat berjalan mulus. Seperti dilaporkan sebelumnya bahwa tingkat pengangguran AS tidak berubah di bulan Maret masih tercatat sebesar 5,5 persen demikin juga dengan keuntungan di non-farm payrolls melambat menjadi 126.000.
Hingga hari ini penurunan harga minyak masih menjadi pemicu tekanan deflasi di AS padahal target inflasi yang dipatok adalah sebesar 2 persen. Laju inflasi sendiri diperkirakan tidak akan meningkat dalam waktu dekat. Melihat kondisi pasar tenaga kerja dan laju inflasi AS yang masih belum sesuai harapan, maka sangat tidak mungkin The Fed menaikkan suku bunganya dalam jangka waktu dekat.

Sumber : Vibiznews

Indeks S&P 500 Terangkat Laba IBM & Merck, Nasdaq Rontok

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/4) - Indeks saham S&P 500 naik ditopang cerahnya prospek laba  tahunan Merck & Co dan IBM Corp meningkatkan pembagian dividennya sebelum keputusan Bank Sentral Amerika SErikat (The Fed) pada hari ini. Indeks Nasdaq 100 turun 0,2 persen karena laporan laba Apple Inc.

Dillansir dari Bloomberg, Rabu (29/4/2015), saham Merck menguat 5 persen setelah perseroan memutuskan untuk mendongkrak proyeksi laba tahunannya.

Saham International Business Machines Corp naik 1,9 persen. Sementara Twitter Inc anjlok 18 persen setelah rilis laporan keuangan yang menunjukkan anjloknya pendapatan pada kuartal I 2015, bahkan setelah merilis produk dan fitur baru demi menarik banyak pengguna.

Apple tergelincir 1,6 persen di tengah kekhawatiran pertumbuhan iPhone yang cepat mungkin tidak akan berlanjut. Whirlpool Corp turun 7,1 persen setelah memangkas proyeksi kinerja tahunan.

Indeks S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 2.114,76 pada pukul 4 sore waktu New York. Dow Jones Industrial Average menguat 72,17 poin atau 0,4 persen, ke 18.110,14.  Indeks Nasdaq turun 0,1 persen, sedangkan Indeks Russell 2000 naik 0,5 persen. Sekitar 6,7 miliar saham berpindah tangan di Bursa AS, sekitar 1 persen di atas rata-rata tiga bulan.

"Laporan laba emiten menjadi penentu pergerakan pasar modal saat ini," kata analis investasi senior Chemung Canal Trust Co, Tom Wirth, yang mengelola US$ 1,9 miliar.

Di tengah rilis laporan keuangan emiten pada kuartal I 2015, investor juga menunggu hasil pertemuan The Fed, yang dimulai hari ini yang akan menjadi  petunjuk lebih lanjut mengenai waktu kenaikan suku bunga acuan.

The Fed tidak akan menaikkan suku bunga sampai pertemuan September, menurut 73 persen dari 59 ekonom dalam survei Bloomberg News. Angka ini naik dari 37 persen pada survei Maret, ketika mayoritas mengatakan, kenaikan pertama kemungkinan akan datang pada bulan Juni atau Juli. (Ndw)


Sumber : Liputan6

Harga Minyak Anjlok Akibat Kebanjiran Stok

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/4) - Harga minyak dunia masih di bawah tekanan pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), dengan Brent menetap lebih rendah dan minyak mentah Amerika Serikat (AS) cenderung mendatar.
Pelemahan ini akibat kekhawatiran tentang membengkaknya stok minyak mentah AS yang telah  memangkas kenaikan harga di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah dan pelemahan dolar AS.
Sempat reli di awal  perdagangan, tekanan jual tumbuh karena investor khawatir tentang catatan stok minyak AS yang tinggi. Setelah pasar ditutup, American Petroleum Institute (API), sebuah kelompok industri perminyakan, melaporkan persediaan minyak mentah AS naik ke rekor tinggi untuk minggu ke-16.

Dilansir dari Reuters, Rabu (29/4/2015), harga minyak mentah AS  jenis West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik US$ 7 sen menjadi US$ 57,06 per barel, setelah menyentuh level US$ 57,83 per barel.

Minyak Brent, yang lebih banyak digunakan patokan minyak dunia, tercatat turun US$ 19 sen, atau 0,3 persen menjadi US$ 64,64 per barel, usai menguat sampai US$ 65,49 per barel.

Sebelumnya, harga minyak naik karena pasukan Iran naik kapal berbendera Marshall Islands, MV Maersk Tigris, di Teluk usai menembakkan tembakan peringatan. Televisi Al Arabiya awalnya mengatakan kapal itu adalah kapal AS.

Penurunan dolar AS ke level terendah dalam delapan minggu juga mendukung harga minyak. Pelemahan dolar AS setelah laporan keyakinan konsumen AS yang melemah pada bulan April, membuat  investor berhati-hati tentang pertemuan Federal Reserve minggu ini.

Harga minyak telah naik sekitar 20 persen bulan ini untuk pemulihan terkuat sejak aksi jual minyak antara Juni  2014 dan Januari 2015. Namun kebanjiran stok minyak telah menahan kenaikan harga.

API melaporkan, persediaan minyak mentah AS naik 4,2 juta barel pekan lalu, hampir 2 juta barel lebih  tinggi dari perkiraan dalam jajak pendapat Reuters, ke rekor 485,4 juta barel. (Ndw)

Sumber : Liputan6

Monday, 27 April 2015

Raup Kenaikan Pendapatan Bunga di Awal Tahun, Laju Saham BJTM Diuji Level Support

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/4) - Hingga akhir Maret 2015, Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (BJTM) berhasil meraih pendapatan bunga sebesar Rp1,04 triliun, atau naik dibandingkan pendapatan bunga periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp930,96 miliar. Adapun beban bunga naik menjadi Rp288,98 miliar dari beban bunga tahun sebelumnya Rp218,37 miliar. Sehingga Laba bersih turun jadi Rp257,45 miliar dari laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp312,19 miliar.
Sementara untuk pendapatan operasional selain bunga turun jadi Rp100,13 miliar dari Rp120,23 miliar dan beban operasional selain bunga naik jadi Rp539,01 miliar dari Rp413,79 miliar. Laba operasional turun jadi Rp321,03 miliar dari laba operasional tahun sebelumnya Rp419,03 miliar. Laba sebelum pajak turun menjadi Rp358,22 miliar dari laba sebelum pajak tahun sebelumnya Rp426,56 miliar. Sementara dari posisi neraca perseroan, total aset per Maret 2015 mencapai Rp45,82 triliun, naik dari total aset per Desember 2014 yang sebesar Rp37,99 triliun
Menilik kabar dari lantai bursa perdagangan saham pada Senin (27/4/15) saham BJTM ditutup turun 2,9%  pada level 476 setelah pada penutupan perdagangan sebelumnya berada pada level 490 dan bergerak dalam kisaran 474 – 492 dengan volume perdagangan saham mencapai 27,4 juta lembar saham.                     
Analyst Vibiz Research Center melihat sisi indikator teknikal, harga saham BJTM sejak awal bulan Januari terlihat terus mengalami penguatan dan mengkonfirmasi breakout namun saat ini dalam potensi koreksi teknikal. Terpantau indikator MA sudah bergerak naik dan pola Shooting Star menembus Middle Bolinger Band. Selain itu indikator Stochastic mulai bergerak ke area tengah.
Sementara indikator Average Directional Index terpantau bergerak naik didukung oleh +DI yang juga bergerak naik yang menunjukan pergerakan BJTM dalam potensi pergerakan terbatas. Dengan kondisi teknikalnya dan didukung fundamentalnya, diprediksi laju BJTM masih akan dalam tren melemah dan menunggu sentimen fundamental yang menggerakan BJTM. Rekomendasai Trading pada target level support di level Rp480 hingga target resistance di level Rp575.

Sumber : Vibiznews

Pemerintah Tiongkok Pangkas Jumlah BUMN Di Negaranya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/4) - Ekonomi Tiongkok masih diragukan akselerasi pertumbuhannya menjelang kuartal kedua tahun ini. Seperti diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada kuartal pertama tahun ini berada pada jalur terburuknya selama enam tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Negeri Tirai Bambu tersebut pada kuartal pertama tertahan oleh jatuhnya pasar properti, melambatnya permintaan dari luar negeri dan juga industri yang kelebihan kapasitas.
Untuk mengatasi masalah utang dan efisiensi aktivitas ekonominya, pemerintah Tiongkok dikabarkan akan memangkas jumlah konglomerasi badan usaha milik negara (BUMN) sehingga menjadi hanya sebanyak 40 perusahaan BUMN saja yang akan beroperasi di negara tersebut. Pemerintah setempat dikabarkan akan melakukan merger besar-besaran untuk merombak sektor yang berkinerja buruk.
Adapun yang menjadi target petama konsolidasi tersebut adalah perusahaan di sektor komersial, khususnya di industri yang kompetitif, seperti yang dilakukan oleh CSR Corp Ltd dan China CNR Corp Ltd ketika saling bersaing untuk proyek-proyek di luar negeri. Rencana restrukturisasi ini terlihat cukup penting bagi Presiden Tiongkok, Xi Jinping, untuk meningkatkan performa ekonomi Tiongkok yang masih melempem hingga kuartal pertama lalu.
Pemerintah Tiongkok juga tengah meningkatkan upaya transparansi untuk menghindari tindakan korupsi, terutama di sektor-sektor strategis. Sebagai informasi saat ini, Tiongkok memiliki perusahaan BUMN sebanyak 112 konglomerasi, termasuk 277 perusahaan publik yang melantai di bursa saham Shanghai maupun Shenzhen. Kapitalisasi pasar perusahaan publik tersebut mencapai 10 triliun yuan.
Diketahui bahwa hingga hari ini sudah cukup banyak upaya yang dilakukan oleh bank sentral Tiongkok (PBOC) dan pemerintah Tiongkok untuk menangkal perlambatan ekonomi yang lebih parah. Pada bulan ini misalnya PBOC sudah memangkas kembali rasio cadangan minimun perbankan untuk menggenjot aktivitas penyaluran uang ke publik oleh sektor perbankan.

Sumber : Vibiznews

Ini Rincian Harga Moge Honda di Indonesia


BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/4) - Kabar mengenai kehadiran motor gede (moge) Honda sudah tersiar sejak tahun lalu. Namun hingga saat ini kepastian lahirnya moge Honda masih menjadi tanda tanya.
Kini keberadaannya mulai terkuak karena beberapa waktu lalu salah satu dealer sepeda motor Honda menggelar soft launching 'Honda Big Bike' di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Acara ini merupakan bagian dari woro-woro sebelum moge-moge tersebut resmi diluncurkan ke pasar nasional oleh PT Astra Honda Motor (AHM) pada pertengahan 2015.


Informasi yang Liputan6.com dapatkan, keenam moge tersebut adalah Honda NM 4 Vultus, Honda CBR 1000RR SP, Honda CBR 650F, Honda CB650F, Honda CB500F, dan Honda CB500X.

Yang mengejutkan harga keenam moge ini sudah tersebar. Disebutkan pula banderol berstatus on the road Jakarta.

Berikut rinciannya:
1. NM4 Vultus  Rp 430 juta
2. CB500F Rp 120 Juta
3. CB500X Rp 130 Juta
4. CB650F Rp 230 Juta
5. CBR650F Rp 235 Juta
6. CBR1000RR ( SP) Rp 575 juta.

(ian/sts)

Sumber : Liputan6

Marilyn Manson Perangi Bajakan Pakai Playstation One

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/4) - Apakah kamu sudah terlanjur membuang konsol Playstation One kamu? Kalau iya, sayang sekali, karena maestro musik metal, Marilyn Manson baru saja merilis album terbarunya, The Pale Emperor dalam bentuk cakram polycarbonate hitam.
Alasannya, selain sulit dibajak dan jauh lebih tebal dari CD biasa, cakram polycarbonate hitam juga punya warna kontras hitam putih yang dianggapnya mampu merefleksikan gambaran dari The Pale Emperor.
Bahkan, menurut manajer produksi, Brian Schuman, CD yang dipakai Marilyn Manson di album The Pale Emperor tersebut dapat pula disetel di Playstation One.
Harapannya, dengan dipakainya CD jenis ini, para pembajak akan berpikir dua kali untuk mengkopi album Marilyn Manson. Cara alternatif ini juga dapat dipakai musisi lain yang berniat merilis karyanya dalam bentuk fisik.
Lantas, dengan semakin terbatasnya Playstation One di pasar game dunia, apakah Marilyn bakal mendaur ulang konsol tersebut sebagai alat jualan di masa depan? Hmm, kita tunggu saja gebrakan berikutnya dari bapak metal ini.
Seperti diketahui, pada awal Januari 2015 kemarin, Marilyn Manson merilis album ketiga belasnya lewat tajuk The Pale of Emperor.
Single andalan dari album tersebut, sebuah lagu ngepunk dan depresi Third Day of a Seven Day Binge, sudah bisa didengar. Album ini berisi 10 track pada edisi standar, namun pada deluxe edition-nya berisi tiga lagu bonus: Day 3, Fated, Faithful, Fatal, dan Fall of The House of Death.(Feb/Ade)

Sumber : Liputan6

Bursa AS Melemah Dipimpin Saham Biotek

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/4) - Bursa Amerika ditutup melemah pada Selasa (senin) ini dipimpin penurunan saham biotek usai adanya berita mengecewakan dari sektor ini.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 42,17 poin atau 0,23 persen menjadi 18.037,97 poin.

Kemudian indeks S & P 500 kehilangan 8,77 poin atau 0,41 persen ke posisi 2.108,92 dan Nasdaq Composite turun 31,84 poin atau 0,63 persen menjadi 5.060,25 poin.
Pelemahan bursa AS ini dipicu penurunan harga saham perusahaan biotek. Saham Amgen (AMGN.O) memimpin penurunan indeks S&P 500 yang turun 3,3 persen menjadi US$ 162,38 per saham, setelah regulator AS mengatakan imunoterapi kanker kulit Amgen belum dapat dipertimbangkan untuk dikaji saat ini.


Saham biotek lain yang menurun adalah Celladon Corp (CLDN.O) yang susut 80,7 persen menjadi US$ 2,64 dan mencapai rekor terendahnya dari posisi US$ 2,59.
Sebelumnya, perusahaan kesehatan telah menjadi top performer sepanjang 2015, membantu mendorong indeks saham utama. Biotechs misalnya, telah didorong Nasdaq, yang pekan lalu mencapai penutupan tertinggi dalam 15 tahun.

"Sektor ini sedang terseret laporan dari harga tinggi oleh perusahaan farmasi khusus serta berita mengecewakan seperti yang melanda Celladon dan Amgen," kata Paul Yook, Manajer Portofolio LifeSci Partners di New York.
Dia mengatakan, harga obat telah menjadi perhatian nyata bagi investor. (Nrm)


Sumber : Liputan6

Sunday, 26 April 2015

Acer Luncurkan Monitor Lengkung Khusus Gamer

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/4) - Pasar gamer tampaknya mulai terlihat seksi bagi divisi monitor milik Acer. Peluang bisnis yang ada di industri game itu dimanfaatkan Acer dengan meluncurkan sebuah monitor layar lengkung yang disediakan khusus bagi para penggila game.

Mengusung nama Acer XR341CKA, monitor berbentuk layar lengkung ini menyasar pasar premium. Acer mengklaim berusaha memenuhi tuntutan para gamer yang menginginkan kemampuan dan performa optimal GPU di komputer mereka bisa tampil secara nyata di layar monitor.

Mengutip laman Digital Trends, salah satu nilai jual utama yang  ada di monitor besutan perusahaan asal Taiwan ini berupa dukungan fitur G-Sync yang disediakan pada GPU Nvidia.

Kehadiran G-Sync akan membuat monitor dapat melakukan penyesuaian antara refresh rate miliknya dengan render rate dari GPU yang membuat game berjalan lebih mulus tanpa kehilangan kualitas tampilannya. Metode G-Sync ini juga merupakan penyempurnaan dari VSync yang sudah ada lebih dulu.

Acer XR341CKA dibuat berukuruan 34 inci dengan menawarkan resolusi 4K dan dilengkapi panel IPS, monitor ini disebutkan memiliki refresh rate 144Mhz serta aspect-ratio 21:9. Teknologi layar lengkung yang ada di di monitor ini diklaim Acer bakalan membuat pengguna bisa melihat gambar dengan jelas dari sudut 178 derajat.

Fitur lain yang ada di Acer XR341CKA ialah dukungan port koneksi yang terbilang cukup lengkap meliputi USB 3.0, HDMI, DisplayPort dan terdapat sepasang speaker 7 watt sebagai pelengkap kebutuhan audio para gamer ketika menikmati permainan kesukaannya.

Acer memasarkan XR341CKA dengan banderol US$ 1.300 atau hampir Rp 17 juta, harga yang sangat tinggi untuk monitor gaming seluas 34 inci. Meski begitu, Acer tetap percaya diri untuk memasarkan produknya itu ke pasar monitor premium pada September mendatang.

(den/dew)


Sumber : Liputan6

Sepi Sentimen, Waspadai Gerak IHSG

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/4) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan sedang melewati proses konsolidasi, dan berpeluang menguat di awal pekan perdagangan saham.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya menuturkan, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan menuju ke level resistance 5.485. Hal itu dapat terjadi jika support dapat bertahan di level 5.401.
"Kenaikan IHSG menjadi kokoh jika IHSG mampu menembus level resistance dan berhasil bertahan di atas resistance. Secara jangka panjang, IHSG masih berada dalam jalur uptren," ujar William dalam ulasannya, Senin (27/4/2015).
Sementara itu, Analis PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG berpotensi sideways masih dimungkinkan jika aksi beli dan jual masih sama kuat. Selain itu, laju bursa saham global diharapkan dapat memberi sentimen positif sehingga dapat membalikkan IHSG ke zona hijau.
"IHSG akan berada di rentang support 5.400-5.417 dan resistance 5.450-5.470 pada perdagangan saham Senin pekan ini," kata Reza.
Laju IHSG sempat berada di area target resistance 5.448-5.468, dan juga sempat di area target support 5.411-5.426 sehingga mampu ditutup di atas area itu. Aksi jual masih terjadi sehingga menyebabkan laju IHSG belum dapat keluar dari zona merahnya.
Pada perdagangan saham Jumat 24 April 2015, IHSG melemah tipis 0,85 poin ke level 5.435,35. Investor asing melakukan aksi jual mencapai Rp 261,1 miliar pada akhir pekan lalu.
Adapun rekomendasi saham untuk awal pekan ini, Reza memilih saham PT United Tractors Tbk (UNTR), PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), dan PT Siloam Hospital Tbk (SILO).
Sedangkan William memilih saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). (Ahm/)

Sumber : Liputan6

Laju IHSG Bakal Mendatar Selama Sepekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/4) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperoyeksi bergerak mendatar pada perdagangan saham selama sepekan. Hal itu disebabkan masih minim sentimen pendorong indeks saham.
"Belum ada fundamental yang bagus," kata Analis PT Waterfront Securities Oktavianus Marbun kepada Liputan6.com, Jakarta, Senin (27/4/2015).
Dia mengatakan, perdagangan saham seharusnya relatif baik pada pekan ini. Lantaran mendapat imbas dari Konferensi Asia Afrika (KAA) sehingga diharapkan dapat menarik investor. Namun demikian, kenyataan pekan lalu IHSG tak menunjukan pergerakan yang berarti. IHSG hanya naik 0,46 persen pada pekan lalu dengan ditutup ke level 5.435,35 pada Jumat 24 April 2015.
"Harusnya KAA ada respons positif, mengenalkan investor," ujar dia.
Dia menambahkan, IHSG juga tak terlalu positif mengingat perdagangan saham pada pekan ini yang relatif pendek. Perdagangan saham hanya memanfaatkan empat hari kerja.
"Awal Mei libur, 1 Mei itu Jumat berarti posisinya 4 hari trading, paling sideways," tambah Oktavianus.
Pekan ini, Oktavianus memprediksi indeks saham bergerak pada level support 5.405-5.407. Kemudian resistance pada 5.464-5.484.
Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada memperkirakan, IHSG berada pada level support 5.378-5.395 dan resistance pada level 5.455-5.478. Saat ini, gerak indeks saham berharap pada rilis data-data global.
Untuk Amerika Serikat sendiri, data yang bakal rilis pekan ini seperti markit composite PMI, markit services PMI, home price index, CB consumer, GDP growth rate, initial jobless claim.
"Kita harapkan adanya rilis data-data global yang dapat positif, setidaknya dapat membuat adanya kenaikan lanjutan maupun menahan pelemahan," ujar dia dalam ulasannya.
Untuk pilihan saham, Oktavianus merekomendasikan PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), PT PP Tbk (PTPP), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). (Amd/Ahm)

 Sumber : Liputan6

Harga Emas Tak Banyak Bergerak Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/4) - Para analis tampaknya masih belum melihat kepastian bagaimana harga emas akan bergerak pada pekan ini. Saat ini, sebagian besar para pelaku pasar masih menanti pernyataan kebijakan moneter The Fed pada 29 April dan berharap The Fed akan memberikan kepastian kapan pihaknya menaikkan suku bunga AS tahun ini.

Mengutip laman International Business Times, Senin (26/4/2015), dari 20 analis yang disurvei Kitco News Survey, delapan  partisipan merasa harga emas akan bergerak stagnan. Sementara itu, masing-masing enam responden memprediksi harga emas akan naik dan turun pekan ini.

Para analis memperingatkan para pelaku pasar untuk memperhatikan pernyataan The Fed pekan ini. Pasalnya, The Fed diprediksi tak akan menyediakan informasi yang jelas mengenai agenda tepat kenaikkan suku bunga AS.

Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek memprediksi The Fed akan memberikan petunjuk yang tak jauh berbeda mengenai kemungkinan waktu menaikkan suku bunga AS.

Sementara itu Analis Komoditas BMO Capital Markets Jessica Fung mengatakan, dirinya melihat harga emas akan begerak stagnan pekan ini. Tapi dia juga menjelaskan bias yang terjadi di pasar akan membuat harganya turun.

"Saat ini semua tentang The Fed. Setiap orang ingin melihat ke mana arah kebijakan kenaikkan suku bunga AS. Tak ada yang akan membeli emas jika harganya mengarah ke level lebih rendah," terang Fung.

Para analis juga kini tengah menelusuri data PDB AS pada kuartal pertama guna mendapatkan petunjuk keputusan The Fed pekan ini. Minimnya pertumbuhan ekonomi AS di kurun waktu tersebut, dapat memicu kenaikkan harga emas dalam waktu dekat. (Sis/Ndw)


Sumber : Liputan6

Sentimen Global Tinggikan Bursa Asia Pekan Ketiga April

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/4) - Secara keseluruhan dipergerakan bursa saham Asia pada pekan ketiga bulan April lalu tampak masih melanjutkan tren positif diperdagangan pekan sebelumnya, dengan mencapai pencapaian posisi tertinggi pada beberapa indeks  seperti Nikkei, Shanghai dan Hang Seng. Positifnya data fundamental dalam negeri serta penguatan harga minyak dunia  turut mengangkat pergerakan bursa saham Asia selama pekan ketiga tersebut.
Nikkei
Pergerakan indeks Nikkei selama pekan ketiga bulan April tampak berhasil berbalik menguat dari pelemahan diperdagangan sebelumnya dengan memangkas pelemahan serta kembali mencapai posisi tertinggi dalam lima belas tahun. Data fundamental dalam negeri yang positif serta kembali melemahnya Yen Jepang terhadap dolar AS turut menguatkan bursa saham Tokyo Jepang.
Secara keseluruhan indeks Nikkei selama pekan ketiga tersebut bergerak menguat signifikan sebesar 519.02 poin atau 2.59% yang menjadi 20.020,04 poin dengan mencapai tertinggi pada 20.252,12 poin serta terendah pada 19.474,23 poin dengan merespon pada hasil rilis data laporan neraca perdagangan Jepang yang secara mengejutkan menunjukan peningkatan signifikan dari perkiraan beberapa ekonom serta hasil rilis sebelumnya dengan disertai meningkatnya nilai ekspor serta menurunnya nilai impor Jepang.
Pelemahan Yen Jepang terhadap dolar AS juga turut memberikan sentimen positif terhadap pergerakan indeks Nikkei dengan merespon pada hasil rilis Tankan Index yang menunjukan pada seluruh sektor industry Jepang yang menunjukan penurunan signifikan yang menjadi 12 basis poin  dari hasil rilis sebelumnya pada 16 basis poin.
Selama satu pekan tersebut, saham eksportir tampak turut memberikan kontribusi penguatan diperdagangan bursa saham Tokyo Jepang seperti saham Bridgestone, saham Denso, saham Hino Motor, saham Hitachi, saham Honda Motor, saham Isuzu Motor, saham Canon, saham Konica Minolta, saham Mazda Motor, saham Panasonic, saham Sharp. saham Sony, Saham Toyota Motor serta saham Toshiba.

Kospi
Pergerakan indeks Kospi selama pekan ketiga lalu tampak masih melanjutkan penguatan diperdagangan pekan sebelumnya dengan mencapai tertinggi dalam sembilan bulan dengan menopang pada data fundamental positif dalam negeri.
Hasil yang mengejutkan pada PDB Korea Selatan dikuartal pertama tahun ini yang menunjukan peningkatan signifikan dengan menjadi 0.8% dari hasil rilis sebelumnya pada 0.3% dengan harapan oleh ekonom yang akan menunjukan peningkatan menjadi 0.7%, serta data Consumer Confidence Korsel untuk kinerja bulan April yang juga secara mengejutkan menunjukan peningkatan signifikan dari hasil rilis sebelumnya dengan menjadi 104 basis poin dari hasil rilis sebelumnya pada 101 basis poin dengan harapan oleh ekonom akan meningkat menjadi 102 basis poin.
Dari hasil rilis tersebut, pergerakan indeks Kospi selama pekan Ketiga tampak menguat signifikan sebesar 2.78 poin atau 1% yang menjadi 271.05 poin dari posisi penutupan sebelumnya pada 268.28 poin dengan mencapai tertinggi pada 275.10 poin serta terendah pada 266.14 poin.
Saham-saham yang turut menguatkan diselama pekan ketiga perdagangan bursa saham Korsel adalah saham Samsung Electronics, saham Hyundai Motor, saham LG, saham KIA Motor, saham Daewoo Securities, saham Samsung Securities, saham Hyundai Securities, saham KEPCO dan saham POSCO.

Bursa Shanghai
Pegerakan bursa saham Tiongkok selama pekan ketiga bulan April lalu juga turut melanjutkan tren positif diakhir perdagangan sebelumnya yang positif dengan hampir keseluruhan pergerakan bursa saham Tiongkok ditopang oleh dorongan fundamental kawasan Asia yang dikarenakan sepinya arahan fundamental dalam negeri.
Secara keseluruhan pergerakan indeks Shanghai selama pekan ketiga tersebut adalah menguat signifikan sebesar 105,78 poin atau 2.40% yang menjadi 4.394,13 poin dari posisi penutupan sebelumnya pada 4.288,35 poin dengan mencapai posisi tertinggi pada 4.442,37 poin serta terendah pada 4.190,80 poin.
Sepinya arahan fundamental dalam negeri tidak menyurutkan kinerja bursa saham Tiongkok, dimana hampir selama satu pekan bursa saham Tiongkok merespon pada pergerakan fundamental kawasan Asia dan global seperti pada pegerakan minyak dunia serta data fundamental Hongkong. Harga minyak dunia yang masih melanjutkan tren penguatannya dari perdagangan sebelumnya dengan menguat sebesar $ 1.01/barel atau 1.80% yang menjadi $ 57.18/barel dari posisi harga pembukaan pada $ 56.17/barel yang merespon pada memanasnya konflik di Yaman, demikian juga dengan data fundamental Tiongkok yang turut menguatkan bursa saham Tiongkok seperti data inflasi Tiongkok serta data tingkat pengangguran Tiongkok yang menunjukan hasil yang positif.
Saham-saham yang turut menguatkan adalah saham Bank of China, Industrial & Comercial Bank Of China, saham Yunnan Coal Energy, saham Harbin Air conditioner, saham Shanghai Oriental Pearl Group, saham Jinghan Development,  saham Shanxi Antai Group.

Hang Seng
Pergerakan indeks Hang Seng selama pekan ketiga bulan April lalu tampak pasi melanjutkan penguatan diperdagangan sebelumnya yang kembali mencapai posisi tertinggi dalam tujuh tahun dengan merespon pada positifnya data fundamental dalam negeri serta global seperti penguatan minyak dunia.
Secara keseluruhan pergerakan indeks Hang Seng berhasil ditutup menguat signifikan sebesar 408 poin atau 1.45% yang menjadi 28.061 poin dari posisi penutupan sebelumnya pada 27.653 poin dengan mencapai posisi tertinggi pada 28.207 poin serta terendah pada 26.985 poin dengan merespon pada data inflasi Hongkong pada bulan Maret yang menunjukan adanya penurunan yang menjadi 4.5% dari hasil rilis sebelumnya pada 4.6% serta pada tingkat pengangguran Hongkong yang berhasil bertahan pada hasil rilis sebelumnya pada 3.3% sehingga turut menjadi sentimen positif dalam satu pekan perdagangan.
Hampir seluruh sektor saham dibursa Hongkong turut menguatkan selama satu pekan tersebut, dimana saham tersebut adalah saham Bank of China, HSBC, AIA Group, Hang Seng Bank, Construction Bank, saham Kunlun Energy, saham CNOOC, saham CITIC, saham Kunlun Energy, Saham China Resources Land & Development serta saham PetroChina.

Sumber : Vibiznews

Thursday, 23 April 2015

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi di 2015

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Harga minyak dunia ditutup naik 3 persen pada penutupan Kamis (Jumat pagi WIB) sentuh level tertinggi pada 2015, setelah Arab Saudi dan sekutunya memutuskan melanjutkan serangan ke Yaman. Hal ini meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan pasokan minyak Timur Tengah.

Dilansir dari Reuters, Jumat (24/4/2015), pelemahan dolar AS  juga menopang harga minyak dan komoditas lainnya yang dijual dengan mata uang dolar. Euro naik lebih dari 1 persen terhadap dolar, mendorong kenaikan permintaan minyak dari pemegang mata uang Eropa.

Harga minyak mentah AS ditutup naik US$ 1,58 atau 2,8 persen menjadi US$ 58,02 per barel. Minyak sempat sentuh US$ 58,41, level tertinggi 2.015.

Sementara harga minyak jenis Brent yang menjadi patokan global menguat US$ 2,12 atau 3,3 persen pada US$ 64,85 per barel. Sesi tinggi yang merupakan puncak 2015 dari US$ 65,58 per barel.

Harga bensin AS pada bulan depan ditutup naik 7 sen atau 4 persen, setelah mencapai intraday tinggi di atas US$ 2 per galon, puncak sejak 26 November.

"Meningkatnya ketegangan geopolitik di Yaman mendorong penguatan harga minyak," kata Gene McGillian, analis senior di Tradition Energy, Stamford, Connecticut.

"Anda juga memiliki asumsi produksi AS akan terus menurun dari penghematan jumlah rig minyak dan biaya eksplorasi. Meski saya tidak terlalu yakin dalam meningkatkan fundamental seperti itu," lanjut dia.

Pesawat-pesawat tempur dari koalisi Saudi menyerang pangkalan militer di Yaman, dua hari setelah Arab Saudi mengumumkan bakal menghentikan serangan.

Harga minyak telah meningkat sebanyak US$ 10 pada bulan ini karena kekhawatiran tentang pasokan Timur Tengah dan tanda-tanda permintaan global yang lebih kuat, terutama untuk bahan bakar otomotif.

Namun sejauh ini, pasokan minyak mentah dunia masih melimpah. Perkiraan terbaru menempatkan produksi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC)  hampir 2 juta barel per hari di atas permintaan minyak pada semester pertama.

Data pemerintah AS pada hari Rabu menunjukkan stok minyak mentah domestik naik 5,3 juta barel pekan lalu, jauh di atas perkiraan 2,9 juta barel, mencapai rekor 489 juta barel. (Ndw)


Sumber : Liputan6

Wall Street Menguat, Nasdaq Cetak Rekor Tertinggi 15 Tahun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan indeks Nasdaq mencetak rekor tertinggi dalam 15 tahun.

DIlansir dari Reuters, Jumat (24/4/2015), indeks Dow Jones Industrial Average naik 20,42 poin atau 0,11 persen menjadi 18.058.69, indeks S&P 500 naik 4,97 poin atau 0,24 persen ke 2.112.93 dan Nasdaq Composite menambahkan 20,89 poin atau 0,41 persen menjadi 5.056,06.

Indeks Nasdaq sempat menyentuh level tertinggi 5.073,091 pada perdagangan hari ini dipimpin saham Apple, yang memberi pengaruh positif terbesar ke indeks dalam beberapa tahun terakhir.

Rekor penutupan berakhir lebih tinggi dari 5.048,62 yang dicetak pada 10 Maret 2000. Indeks S&P 500 juga menguat namun, belum cetak rekor baru.

Pertumbuhan yang cepat di perusahaan bioteknologi seperti Gilead dan perusahaan media sosial seperti Facebook, didorong oleh popularitas komputasi komputasi bergerak atau mobile computing, juga membantu mengangkat Nasdaq ke level saat ini.

Analis memprediksi masih ada peluang untuk indeks Nasdaq untuk terus menguat.

"Saya tidak berpikir penguatan indeks hanya sampai di level. Ini memiliki potensi untuk naik, kecuali ada beberapa peristiwa eksternal yang saya tidak bisa memprediksi," kata Walter Price, Senior Portfolio Manager and Managing Director AllianzGI Global Technology Fund di San Francisco.

Pada perdagangan hari ini, saham Gilead naik 1 persen menjadi US$ 105,21 per saham, sementara Facebook, yang Rabu membukukan pendapatan kuartalan yang meleset dari estimasi analis, turun 2,6 persen menjadi US$ 82,41 per saham.

Saham Apple naik 0,8 persen menjadi US$ 129,67, sedangkan Google naik 1,5 persen menjadi US$ 557,46. Kedua emiten ini menjadi komponen utama dengan kapitalisasi pasar di Nasdaq. Microsoft, yang merupakan komponen utama pada Maret 2000, kini berada di posisi ketiga, diikuti oleh Facebook. (Ndw)


Sumber : Liputan6

Dolar Melemah Menuju Level Terendah dalam Tiga Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Dolar mencapai level terendahnya dalam hampir tiga pekan terakhir terhadap mata uang utama pasca meningkatnya klaim pengangguran AS dan lemahnya data perumahan yang meragukan prospek ekonomi AS.
Dolar melemah pasca rilis laporan yang menunjukkan aplikasi untuk tunjangan pengangguran pekan lalu mengalami kenaikan dan penjualan rumah baru merosot, menambah bukti bahwa pertumbuhan ekonomi AS masih tidak merata. Parar pembuat kebijakan Federal Reserve ingin melihat tanda-tanda pertumbuhan dan laju inflasi meningkat sebelum menaikan suku bunga pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.
Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, turun sebesar 0,7 persen ke level 1,183.96 pukul 14:46 waktu New York. Level terendah sejak penutupan pada 3 April lalu. Dolar merosot sebesar 1,1 persen ke level $1,0842 per euro dan turun sebesar 0,3 persen ke level 119,51 yen.
Indeks dolar telah merosot 1,4 persen pada April pasca menguat selama sembilan bulan terakhir. (izr)
Sumber: Bloomberg

Emas Rebound dari Penurunan Terbesar dalam Enam Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Emas berjangka rebound dari penurunan terbesar dalam enam pekan terakhir seiring tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi dari China hingga AS yang mendorong permintaan untuk aset haven.
Pembelian rumah baru AS merosot lebih dari perkiraan pada Maret lalu, sementara kinerja sektor manufaktur melambat di kawasan euro dan China pada bulan April, menurut laporan terpisah yang dirilis pada hari Kamis. Lemahnya data ekonomi menghidupkan kembali permintaan terhadap emas pasca Rabu lalu harga emas anjlok tajam dalam enam terakhir di tengah angka positif untuk sektor perumahan Amerika.
Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata di AS telah mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda lebih lama untuk menaikkan suku bunga, sementara bank sentral di Eropa dan Asia telah memperluas upaya stimulus untuk memerangi perlambatan. Investor meningkatkan kepemilikan reksadana berbasis emas mereka yang diperdagangkan di bursa selama empat sesi berturut-turut, dan emas ETF bersiap untuk naik pada bulan April untuk ketiga kalinya dalam empat bulan terakhir.
Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik sebesar 0,6 persen untuk menetap di level $1,194.30 per ons pukul 13:45 di Comex di New York. Logam ini menuju kenaikan bulanan pertama sejak Januari lalu di tengah kekhawatiran ekonomi global.
Emas Berjangka turun sebesar 29 persen dalam dua tahun sebelumnya akibat penguatan dolar dan laju inflasi tetap tidak berubah. Harga emas naik sebesar 70 persen dari Desember 2008 sampai Juni 2011 lalu sebagian didorong oleh the Fed yang mempertahankan suku bunga dekat rekor terendahnya. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan daya tarik aset dengan prospek hasil yang lebih baik seperti obligasi dan ekuitas, sementara mengurangi daya tarik emas, yang umumnya menawarkan keuntungan hanya melalui kenaikan harga.
Emas telah turun sebesar 2,5 persen pada Maret lalu akibat penguatan doalr untuk bulan kesembilan. Dolar turun sebanyak 0,7 persen terhadap 10 mata uang utama pada hari Kamis. (izr)
Sumber: Bloomberg

Indeks Nasdaq Berakhir Pada Rekor Tertinggi Dalam 15 Tahun Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/4) - Indeks Nasdaq Composite naik ke level tertingginya dalam 15 tahun terakhir, melampaui penutupan tertinggi, seiring dengan saham AS mengabaikan laba yang bervariasi dan data manufaktur yang mengecewakan dari seluruh dunia. Sementara itu, minyak mentah mengalami kenaikan ke level 4 bulan tertinggi.
Indeks Nasdaq Composite naik 0,4 % pada pukul 4 sore waktu New York, berakhir pada rekor tertinggi untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir. Indeks Standard & Poor 500 menguat 0,2 %, secara singkat melewati level tertingginya pada 2 Maret lalu di sesi penutupan. Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,4 %. Sedangkan mata uang euro naik pada spekulasi bahwa Yunani dan para kreditur akan mencapai kesepakatan untuk menerima pembayaran bantuan. Minyak mentah melonjak sebesar 2,8 % untuk menetap di level $ 57,74 di New York.
Pada hari Kamis, kenaikan pada saham Microsoft Inc dan EBay Inc mendorong Indeks Nasdaq ditutup pada rekornya, sementara Indeks S&P 500 naik ke level intraday tertinggi terkait laba dari perusahaan besar melampaui perkiraan diikuti penguatan dolar membebani penjualan di luar negeri. Ekspansi manufaktur yang lebih lambat di zona euro dan penurunan data pabrik di China mengisyaratkan langkah stimulus Asia dan pembelian obligasi Bank Sentral Eropa belum dapat membantu pertumbuhan ekonomi. (knc)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, 22 April 2015

Serangan Saudi ke Yaman Angkat Kembali Harga Minyak

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) - Harga minyak mentah dunia bergerak variatif antara Brent dan Minyak AS. Harga minyak Brent tercatat naik dipicu terjadinya pertempuran di Yaman, sementara minyak mentah AS turun usai adanya kenaikan pasokan minyak meskipun produksi melambat.

Melansir laman Reuters, harga minyak Brent ditutup naik 65 sen menjadi US$ 62,73 per barel setelah Gedung Putih mengatakan situasi di Yaman tidak stabil dan lebih perlu dilakukan pengamanan di wilayah tersebut.

Sedangkan minyak mentah AS ditutup melemah 45 sen ke posisi US$ 56,16 per barel.
Harga minyak berjangka North Sea Brent, yang menjadi patokan global ditutup naik 1 persen, usai pesawat tempur dari koalisi yang dipimpin Arab Saudi membom Yaman sehari setelah Riyadh mengatakan serangan udara terhadap pemberontak Iran-sekutu Houthi berakhir di negara tersebut.

Sedangkan harga minyak mentah berjangka AS di New York ditutup lebih rendah hampir 1 persen setelah data pemerintah menunjukkan penurunan produksi dibandingkan stok yang lebih tinggi.

Harga minyak bergerak cepat dalam dua minggu pertama bulan April di tengah kekhawatiran tentang dampak dari pertempuran di Yaman. Tanda-tanda penurunan produksi minyak AS akan menambah keuntungan pada komoditas ini.

Minyak mentah AS awalnya rebound dari sesi harga terendahnya setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan output minyak dari 18 ribu barel per hari (bph) pekan lalu, dan menjadi produksi yang lebih rendah untuk minggu kedua berturut-turut.

"Ini penurunan lain dalam produksi dan pasar tentu cemas menunggunya," kata Dominick Chirichella, Partner Senior di New York's Energy Management Institute.

Namun EIA juga mengatakan stok minyak mentah AS naik 5,3 juta barel pekan lalu, lebih tinggi dari perkiraan analis 2,9 juta barel, dalam survei Reuters.(Nrm)


Sumber : Liputan6

Bursa AS Menguat Didorong Rencana Aturan Baru Perbankan di China

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/4) - Pasar saham Amerika Serikat (AS) berakhir menguat dipicu aksi ekspansi Visa ke Cina dan rencana McDonald merubah strategi penjualannya yang membuat investor melihat kenaikan laba kuartalan perusahaan-perusahaan di negara tersebut.

Melansir laman Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 88,68 poin atau 0,49 persen menjadi 18.038,27 poin. Indeks S & P 500 naik 10,67 poin atau 0,51 persen ke posisi 2.107,96 dan Nasdaq Composite bertambah 21,07 poin atau 0,42 persen menjadi 5.035,17.

Semua 10 besar saham yang masuk dalam indeks S & P 500 tercatat naik, dengan indeks teknologi memperoleh kenaikan 1,09 persen, didorong Visa dan MasterCard.

Saham Visa naik 4,07 persen menjadi US$ 68,01 setelah mencapai rekor tertinggi di US$ 69,98 per saham. Sementara saham MasterCard ditutup naik 3,91 persen. Ini terjadi setelah China mengatakan akan membuka pasar untuk perusahaan-perusahaan asing bertransaksi kliring di bank domestik.

Sementara saham McDonald melonjak 3,13 persen setelah perusahaan mengatakan rencana untuk menaikkan kembali penjualan yang menyusut.

Seminggu yang lalu, lebih dari 80 persen sektor saham perusahaan dalam indeks S & P 500 membukukan laba kuartalan yang melebihi perkiraan. Namun, kini terjadi penurunan, karena terjadinya penguatan dolar AS.

"Kami mencermati pendapatan tersebut. Ini merupakan campuran, tetapi tidak ada perubahan drastis untuk pemulihan ekonomi secara umum," ujar Michael Sansoterra, Manajer Portofolio RidgeWorth Large Cap Growth Fund di Atlanta.

Sementara itu, Derek Hoyt, Kepala Investasi KDV Wealth Management mengaku khawatir ada valuasi, dan beberapa perusahaan teknologi diperdagangkan pada kelipatan yang sangat tinggi.

Di luar pendapatan, investor Wall Street tetap termotivasi untuk berinvestasi di saham karena kebijakan suku bunga rendah oleh Federal Reserve.

Sekitar 6,0 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, di bawah rata-rata harian 6,2 miliar di bulan ini, menurut BATS Global Markets.(Nrm)


Sumber : Liputan6