PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Thursday, 19 February 2015

Laju IHSG Dibayangi Sentimen The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/2) - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan secara teknikal pada perdagangan saham jelang akhir pekan ini. Sentimen suku bunga acuan/BI Rate turun 25 basis poin (bps) masih mempengaruhi laju IHSG.
Analis PT MNC Securities, Reza Nugraha menuturkan,IHSG masih dapat kembali menguat secara teknikal. IHSG akan bergerak di kisaran 5.360-5.410 pada perdagangan saham Jumat pekan ini. Meski demikian, menurut Reza, gerak IHSG itu juga tergantung dari sentimen The Federal Reserve.
"Sentimen The Federal Reserve dan penyelesaian utang Yunani dan bank sentral Eropa juga masih menjadi fokus perhatian pelaku pasar," ujar Reza, saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (20/2/2015).
Dari hasil rapat Bank sentral Amerika Serikat/The Federal Reserve terakhir menunjukkan banyak pejabat The Fed yang ingin suku bunga rendah tetap bertahan dalam waktu lama.
Sementara itu, dalam riset PT Bahana Securities menyebutkan, indeks saham akan bergerak variatif dengan kecenderungan menguat. IHSG akan berada di kisaran 5.350-5.450. Sedangkan rupiah akan melemah dengan kisaran 12.772-12.875 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip laman Bloomberg, Direktur Ashmore Asset Management Indonesia, Arief Wana mengatakan, suku bunga acuan/BI Rate turun akan berdampak positif untuk pasar saham. Sektor saham bank, properti dan barang konsumen dapat sentimen positif dari penurunan BI Rate. Bank Indonesia (BI) menurunkan BI Rate 25 bps menjadi 7,5 persen pada Selasa pekan ini.
Untuk rekomendasi saham, Reza memilih sejumlah saham yang dapat diperhatikan pelaku pasar yaitu saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). "Rekomendasi beli untuk saham tersebut," kata Reza.
Sedangkan riset PT Bahana Securities memilih saham yang dapat diperhatikan antara lain PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Surya Internusa Semesta Tbk (SSIA), PT Bank Jabar Banten Tbk (BJBR), dan PT Bank Jawa Timur Tbk (BJTM). (Ahm/)

Sumber : Liputan6