Bakti BPF dengan Panti Asuhan Al-Ishlah 2016
PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah
Lunch Bestmalang SBC, Manager, Leader.

Wednesday, 4 February 2015

Euro Terkoreksi Pasca ECB Perketat Syarat Yunani

BESTPROFIT FUTURES MALANG (5/2) - Euro gelar penurunan terhadap mata uang utama dan indeks berjangka Jepang turun pasca Bank Sentral Eropa (BOE) memperketat persyaratan bailout Yunani dengan meningkatkan batas pendanaan untuk bank kreditur. Obligasi Australia naik, sedangkan indeks saham berjangka China melonjak setelah penurunan rasio cadangan bank.
Euro stagnan pada level $1,1330 pukul 07:44 pagi di Tokyo, pasca turun sebesar 1,4 persen pada Rabu kemarin. Indeks Nikkei 225 Stock Average berjangka turun sebesar 0,3 persen di Chicago seiring indeks Standard & Poor 500 hentikan penurunan untuk ditutup sebesar 0,4 persen pasca kebijakan ECB. Obligasi imbal hasil Australia tenor sepuluh tahun turun tujuh basis poin di tengah penurunan empat basis poin suku bunga obligasi, sementara Indeks NZX 50 Selandia Baru turun sebesar 0,1 persen setelah harga minyak mentah kembali turun setelah reli selama empat hari terakhir. Kontrak pada indeks FTSE China A50 melonjak sebesar 5,1 persen dalam perdagangan baru-baru ini.
ECB mengatakan tidak akan lagi menunda aturan agunan sendiri untuk hutang pemerintah Yunani, mengutip keraguan atas komitmen pemerintah baru untuk janji reformasi sebelumnya. Keputusan, yang terjadi beberapa jam setelah Menteri Keuangan Yunani Yanis Varoufakis bertemu dengan Presiden ECB Mario Draghi, akan memaksa bank kreditur Yunani untuk mencari dana dari bank sentral mereka sendiri dengan bunga kurang menguntungkan daripada yang ditawarkan oleh ECB. China bergabung dengan gelombang global pelonggaran moneter Rabu kemarin dengan memotong memangkas pinjaman tunai untuk meningkatkan pasokan kredit. (izr)
Sumber: Bloomberg