PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Monday, 19 January 2015

Harga Semen Turun Jadi Penekan Laju IHSG

BESTPROFIT FUTURES MALANG (20/1) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada di zona merah pada perdagangan saham Selasa pekan ini. Sentimen harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi turun belum menjadi katalis positif pasar saham.

"Harga BBM bersubsidi, belum terlalu banyak sentimennya," kata Analis PT Investa Saran Mandiri Kiswoyo Adi Joe kepada Liputan6.com, Jakarta, Selasa (20/1/2015).

Dia mengatakan, saat ini pelaku pasar masih terpaku  kebijakan pemerintah yang menurunkan harga semen sebanyak Rp 3.000 per sak.
Ia menambahkan, kebijakan itu direspons pasar sebagai sentimen negatif karena pemerintah dianggap  campur tangan dalam persaingan usaha.

"Soalnya penurunan harga semen yang diproduksi BUMN. Pasar berpikir apakah Pak Jokowi  mengatur harga pasar," lanjutnya.

Sementara itu, Kiswoyo juga mengatakan  saat ini para pemodal juga sedang mengantisipasi kebijakan Bank Sentral Amerika untuk menaikan suku bunga acuan. "Kenaikan suku bunga The Fed yang ditakutin sama pasar," imbuhnya.

Pada perdagangan saham kali ini, dia mengatakan IHSG berada pada rentan support 5.100. Sedangkan resistance pada level 5.200.

Sementara itu, Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, laju IHSG sempat berada di area resistance (5.155-5.206) meski belum cukup kuat mendekati target resistance berikutnya. IHSG juga sempat masuk di area target support 5.130-5.138.

"Jika melhat dari pembentukan pola seharusnya mengindikasikan ada potensi kenaikan kembali namun belum cukup kuatnya sentimen yang ada dapat membuat laju IHSG kembali variatif yang disertai pelemahan sesaat kembali," kata Reza.

Reza menuturkan, kondisi global diharapkan tidak terlalu negatif sehingga dapat memberi sentimen penguatan pada IHSG. "IHSG diperkirakan di rentang support 5.128-5.147 dan resistance 5.168-5.186," ujar Reza.

Untuk akumulasi saham, Kiswoyo merekomendasikan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). (Amd/Ahm)


Sumber : Liputan6