PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Thursday, 30 October 2014

Saham Asia Naik, Memperpanjang Gain Mingguannya



BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/10) - Saham Asia naik pasca perekonomian AS tumbuh lebih cepat dari perkiraan dan di tengah laporan bahwa Pemerintah Pension Investment Fund Jepang akan meningkatkan kepemilikan ekuitas sebesar $ 1.2 triliun.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4 persen ke level 140,82 pukul 09:01 pagi di Tokyo, jelang dibukanya pasar di China dan Hong Kong. Indeks tersebut telah naik 2,4 persen pekan ini, merupakan keuntungan mingguan pertama back to back sejak Agustus lalu, pasca Federal Reserve mengatakan akan mengakhiri program pelonggaran kuantitatif terkait peekonomia terbesar dunia tersebut menguat.


Sementara perekonomian AS tumbuh lebih dari estimasi tingkat tahunan ini sebesar 3,5 persen pada kuartal terakhir, sehingga memangkas kenaikan  enam bulan dalam satu dekade terakhir, sementara data lain menunjukkan makin sedikitnya warga Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran sejak bulan lalu dalam 14 tahun terakhir.

Indeks Topix Jepang naik 1,1 persen. Sementara dana pensiun publik di Jepang, merupakan yang tertinggi di dunia, hari ini akan meningkatkan target alokasi untuk saham lokal dan asing untuk masing-masing sebesar 25 persen, sehingga dapat mengurangi utang dalam negeri sampai 35 persen, surat kabar Nikkei melaporkan.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,5 persen. Sedangkan Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,2 persen dan NZX 50 Indeks Selandia Baru naik 0,5 persen. (vck)

Sumber: Bloomberg

Laporan Dana Pensiun Jepang Tekan Yen Mendekati Level 6 Tahun Terendah


BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/10) - Yen ditransaksikan mendekati level terendahnya dalam enam tahun terakhir terhadap dolar pasca sebuah laporan dari dana pensiun terbesar di dunia akan meningkatkan kepemilikan surat berharga di luar Jepang. 

Dana Investasi Pensiun Jepang (GPIF) akan meningkatkan kepemilikan saham asing sampai 40 persen dari 23 persen dengan total investasi mencapai $1.2 triliun, kata koran Nikkei. Itu lebih tinggi dari perkiraan sebesar 29 persen dalam survei Bloomberg terhadap analis. Dolar menyentuh level tertingginya dalam tiga pekan terakhir terhadap mata uang utama kemarin karena ekonomi AS berkembang lebih dari perkiraan pada kuartal ketiga. 

Yen stagnan pada level 109,18 per dolar AS pukul 8:57 pagi di Tokyo dari kemarin, turun ke 109,47 yen di New York, 0,6 persen dari terendah dalam enam tahun terakhir dari level 110,09 yang dicapai pada 1 Oktober lalu. Yen ditransaksikan pada level 137,71 per euro. 

Dollar berada di level $1,2609 per euro pasca menguat menguat ke level $1,2548 di New York, level terkuat sejak 6 Oktober lalu. Indeks Spot Dolar Bloomberg, yang melacak dolar terhadap 10 mata uang utama, mendatar pada level 1,070.52. Dolar naik meningkat tajam sampai ke level 1,073.85 kemarin, tertinggi sejak 6 Oktober lalu. (izr)
 
Sumber: Bloomberg

Emas Menghapus Gain Di 2014, Perak Turun Ke 55 Bulan Terendah



BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/10) - Semakin membaiknya perekonomian AS mengakibatkan masalah bagi harga emas. Bullion jatuh di bawah level $ 1.200 per ons hari ini, menghapus gain untuk tahun ini, setelah pemerintah melaporkan bahwa perekonomian AS tumbuh pada laju yang lebih cepat dari perkiraan analis pada kuartal ketiga. Penguatan ekonomi mengesahkan akan optimisme yang mendorong Federal Reserve untuk menghentikan program pembelian utang, guna mengurangi daya tarik logam mulia sebagai lindung nilai inflasi. Sementara itu perak jatuh ke level terendah 55-bulan. 



Global holdings dalam produk yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh emas telah jatuh ke level terendahnya dalam lima tahun terakhir. Sementara di China, yang merupakan pembeli bullion tertinggi di dunia, mengirim penyelidik untuk meneliti lonjakan tujuh kali lipat dalam ekspor logam mulia, sehingga meningkatkan kekhawatiran permintaan dalam negeri yang akan mengalami penurunan. Impor di India, yang merupakan konsumen terbesar kedua dunia, siap turun di bulan ini, ungkap kelompok pengusaha perhiasan.

Emas berjangka untuk pengiriman Desember merosot 2,1% untuk menetap di level $ 1,198.60 pada 1:42 siang di New York Comex, meninggalkan penurunan harga sebesar 0,3% di tahun ini Agregat perdagangan adalah 64% di atas rata-rata untuk 100 hari, menurut data yang dihimpun oleh Bloomberg.(yds) 

Sumber: Bloomberg

Dolar Menyentuh Level 3 Pekan Tertinggi; Yen Melemah




BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/10) - Dolar menyentuh level tertinggi tiga pekan terhadap mitra utama karena ekonomi AS tumbuh lebih dari perkiraan pada kuartal ketiga guna menetapkan keputusan Federal Reserve kemarin untuk mengakhiri program pembelian obligasinya. 


Yen melemah setelah surat kabar Nikkei melaporkan pemerintah Pension Investment Fund Jepang akan meningkatkan alokasi saham domestik hingga 25% dan utang Jepang lebih rendah 35%. Euro menambahkan ke penurunan terbesar tahunan sejak tahun 2005 jelang laporan besok yang akan menunjukkan bahwa inflasi tetap di bawah target European Central Bank ECB) dikatakan oleh para analis. Mata uang real Brasil reli setelah kenaikan tarif tak terduga, sementara krone Norwegia menyentuh level terendah sejak 2009. Mata uang rubel Rusia meningkat. 

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri greenback terhadap 10 mata uang utama, menyentuh level 1,073.85, level terkuat sejak 6 Oktober, sebelum diperdagangkan naik 0,1% menjadi 1,070.28 pada 17:00 sore waktu New York. Ini naik 0,6% kemarin dan menuju peningkatan mingguan kedua. 

Yen turun 0,3% menjadi 109,21 per dolar setelah menyentuh level 109,47, yang terlemah sejak 6 Oktober Mata uang Jepang turun 0,1% menjadi 137,75 per euro. Dolar naik 0,2% menjadi $ 1,2613 per euro setelah menguat ke level $ 1,2548, juga level terkuat sejak 6 Oktober.(yds)

Sumber: Bloomberg

Emas Bersiap Menuju Penurunan Dalam 2-Bulan Terakhir


BESTPROFIT FUTURES MALANG (31/10) - Emas bersiap menuju penurunan bulanan untuk pertama kalinya secara berturut-turut pada tahun 2014 pasca menghapus gain untuk tahun ini terkait Federal Reserve mengakhiri program pembelian obligasi di tengah tanda-tanda pemuluhan perekonomian AS, memangkas permintaan emas.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan di level $ 1,200.67 per ounce pada pukul 8:46 pagi di Singapura dari level $ 1,198.85 kemarin, menurut harga Bloomberg. Logam kemarin turun ke level $ 1,196.07, merupakan level terendah sejak 6 Oktober lalu, sementara produk domestik bruto AS mengalahkan perkiraan pada kuartal ketiga dan China menyelidiki kenaikan ekspor logam mulia. Sementara obligasi dalam produk yang diperdagangkan di bursa terbesar turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Emas di perdagangkan sebesar 0,6 persen lebih rendah pada bulan Oktober ini pasca turun sebesar 6,2 persen bulan lalu, dan logam kemarin menghapus kenaikan tahun ini terkait Indeks Bloomberg Dollar Spot naik ke level tertinggi dalam tiga pekan terakhir. Pejabat The Fed pekan ini akan mengatakan pasar kerja telah membaik sehingga memutuskan untuk mengakhiri pembelian obligasi, dengan tetap mempertahankan komitmen untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk waktu yang cukup. Sementara Bank sentral telah mempertahankan suku bunga utamanya pada nol hingga 0,25 persen sejak tahun 2008 silam. (vck)

Sumber: Bloomberg

Wednesday, 29 October 2014

Saham Jepang Meningkat Pasca The Fed Mengakhiri Pembelian Obligasi

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Saham Jepang naik mengirim indeks Topix memperpanjang gain kemarin, karena yen tertekan pasca Federal Reserve mengatakan akan mengakhiri program pembelian obligasi.
Indeks Topix naik sebesar 0,3 persen ke level 1,273.77 pukul 09:01 siang di Tokyo pasca melonjak sebesar 1,5 persen kemarin. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat sebesar 0,3 persen persen ke level 15,594.77. Yen ditransaksikan di level 108,85 per dolar setelah melemah sebesar 0,7 persen kemarin. Investor menunggu pengumuman kebijakan Bank of Japan (BOJ) besok
Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 turun sebesar 0,1 persen hari ini. Saham acuan AS melemah sebesar 0,1 persen kemarin pasca keputusan the Fed.
The Fed mempertahankan komitmennya untuk mempertahankan suku bunga ultra rendahnya rendah untuk "waktu yang cukup" seiring berakhirnya pertemuan kebijakan selama dua hari terakhir. Para pejabat mengatakan kondisi pasar tenaga kerja "agak membaik lebih lanjut," dan bahwa berbagai indikator menunjukkan bahwa "underutilization sumber daya tenaga kerja semakin berkurang," memodifikasi bahasa sebelumnya bahwa disebut "underutilization signifikan."
Indeks Topix rebound sebesar 7,9 persen dari level terendahnya pada 17 Oktober lalu melalui perdagangan kemarin pasca memasuki fase koreksi. Indeks ditransaksikan pada 1,2 kali nilai buku kemarin, dibandingkan dengan 2,7 untuk S&P 500 dan 1,8 untuk indeks Stoxx Europe 600.
Sementara itu, perusahaan yang tercatat pada indeks Topix yang merilis laba kuartalan dari awal bulan ini hingga kemarin dan yang memiliki estimasi Bloomberg, sebesar 54 persen harapan mengalahkan untuk keuntungan. (izr)
Sumber: Bloomberg

The Fed Akhiri QE Sambil Menjaga Ikrar Low-Rate untuk 'Waktu Yang Cukup'

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Federal Reserve menegaskan bahwa mereka akan mengakhiri program pembelian aset yang telah menambahkan $ 1.66 triliun untuk neraca dan mempertahankan janji mereka untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk "waktu yang cukup."
"Kondisi pasar tenaga kerja mengalami pemulihan, dengan kenaikan pekerjaan yang solid dan tingkat pengangguran yang lebih rendah," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) hari ini dalam sebuah pernyataan di Washington. "Berbagai indikator pasar tenaga kerja menunjukkan bahwa penurunan dalam sumber daya tenaga kerja semakin berkurang," kata panel tersebut, memodifikasi bahasa sebelumnya bahwa "masih ada penurunan yang signifikan dalam sumber daya tenaga kerja."
Para pembuat kebijakan mengatakan bahwa sementara ini inflasi dalam waktu dekat mungkin akan ditekan oleh harga energi yang lebih rendah, itu mengulang bahasa dari pernyataan di bulan September lalu bahwa "kemungkinan menjalankan tingkat inflasi di bawah 2% telah berkurang sedikit."
Ketua Janet Yellen sedang menyelesaikan pembelian obligasi selama dua tahun yang dimulai di bawah pendahulunya, Ben S. Bernanke, karena The Fed mendekati tujuannya untuk tenaga kerja penuh. Dia sekarang harus memetakan arah menuju kenaikan suku bunga pertama sejak tahun 2006 ketika menghadapi risiko dari perlambatan ekonomi global dan penurunan inflasi.
FOMC mengulangi akan mempertimbangkan berbagai informasi dalam memutuskan kapan harus menaikkan suku bunga federal fund, yang telah bertahan mendekati nol sejak Desember 2008. Kebanyakan Pejabat The Fed mengharapkan untuk menaikkan suku bunga tahun depan, menurut proyeksi yang dirilis bulan lalu.(frk)
Sumber : Bloomberg

Dolar Meningkat Tajam Dalam Empat Pekan Terkahir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Dolar naik tajam dalam hampir empat pekan terakhir pasca para otoritas The Fed menegaskan mereka akan mengakhiri program pembelian obligasi ditengah kondisi pasar tenaga kerja yang mengalami pemulihan.
Greenback naik ke level tiga pekan tertinggi terhadap yen, sementara mata uang emerging market menurun, karena para trader mendorong peluang untuk kenaikan suku bunga tahun depan bahkan seiring Federal Open Market Committee (FOMC) berjanji untuk mempertahankan biaya pinjaman rendah untuk "waktu yang cukup." krone Norwegia turun karena Indeks penjualan ritel tak terduga mengalami penurunan.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melnelusuri greenback terhadap 10 mata uang utama, naik 0,6% menjadi 1,069.40 pada 03:45 sore di New York, lonjakan tajam sejak 3 Oktober. Ini sebelumnya turun 0,2%.
Greenback naik 0,7% menjadi 108,89 ¥ dan menyentuh level 108,95, yang tertinggi sejak 7 Oktober . Mencatat reli sebesar 0,7% menjadi $ 1,2641 per euro setelah turun 0,7% dalam tiga hari sebelumnya. Mata uang Jepang naik 0,1% menjadi 137,64 per euro setelah menyentuh level 138,03, yang terlemah sejak 1 Oktober lalu.
Kemungkinan terjadi kenaikan pada biaya pinjaman pada Oktober 2015 mendatang menjadi 61%, dari 51% jelang hasil rapat The Fed, berdasarkan harga kontrak berjangka.(yds)
Sumber: Bloomberg

Harga Emas Menuju Penurunan Tertajam Dlm 3 Pekan Terakhir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Harga emas turun karena Federal Reserve mengakhiri program pembelian obligasinya sehingga memangkas permintaan untuk logam sebagai nilai lindung terhadap inflasi.
The Fed tetap mempertahankan suku bunga mendekati nol persen untuk "waktu yang cukup," sambil mengkaji kembali perbaikan dalam pasar tenaga kerja Amerika karena akhir dari pembelian aset pada akhir pertemuan kebijakan dua hari hari ini.
Bullion jatuh ke terendah tahun ini pada 6 Oktober ditengah permintaan untuk penyimpan nilai kehilangan momentumnya. Holdings pada produk yang diperdagangkan di bursa global yang didukung oleh emas berada di level terendah dalam lima tahun, dan langkah-langkah dari volatilitas untuk logam telah memangkas kenaikan baru-baru ini.
Emas untuk pengiriman segera turun 1% menjadi $ 1,215.69 per ons pada 2:16 siang waktu New York, menuju penurunan tertajam sejak 3 Oktober lalu. Harga menyentuh level $ 1,215.47, merupakan yang terendah sejak 8 Oktober.
Bullion naik 70% dari Desember 2008 sampai Juni 2011 karena bank sentral AS membeli utang dan mengadakan biaya pinjaman mendekati nol persen dalam upaya untuk menopang pertumbuhan ekonomi. Harga emas merosot 28% tahun lalu dikarenakan meningkatnya Indeks harga konsumen investor khawatir pasca gagalnya peningkatan pasokan uang.(yds)
Sumber: Bloomberg

The Fed Mengakhiri Program Pembelian Aset; Bursa AS Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (30/10) - Saham-saham AS melemah setelah Federal Reserve menegaskan bahwa mereka akan mengakhiri program pembelian aset, yang menunjukkan perekonomian AS berada pada jalur pertumbuhan yang stabil. Saham Facebook Inc. turun setelah meleset dari perkiraan.
Indeks S&P 500 tergelincir 0,1% menjadi 1,982.29 pada pukul 4 sore di New York, memangkas penurunan sebelumnya sebesar 0,8%. Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 31,38 poin, atau sekitar 0,2%, ke 16,974.37.
The Fed mempertahankan komitmennya untuk mempertahankan suku bunga rendah untuk "waktu yang cukup" setelah mereka mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari. Para pejabat mengatakan kondisi pasar tenaga kerja " lebih lanjut menunjukkan perbaikan," dan bahwa beberapa indikator menunjukkan bahwa "penurunan sumber daya tenaga kerja semakin berkurang," memodifikasi bahasa sebelumnya bahwa disebut "penurunan yang signifikan."(frk)
Sumber : Bloomberg

Tuesday, 28 October 2014

Investor Kaji Laba Jelang Keputusan The Fed Akibatkan Saham Jepang Rebound

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Saham Jepang rebound dari penurunan kemarin karena para investor mengkaji laba jelang keputusan kebijakan bank sentral dan terkait laporan yang  menunjukkan produksi industri naik pada bulan September lalu.
Indeks Topix naik 0,8 persen ke level 1,261.76 pukul 09:01 pagi di Tokyo pasca kemarin turun 0,2 persen. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,7 persen ke level 15,438.80. Pengumuman kebijakan Federal Reserve akan dilaksanakan hari ini sementara Bank of Japan akan melakukan pertemuan 31 Oktober besok.
Indeks Topix diperdagangkan sebesar 1,2 kali sejak kemarin, dibandingkan dengan indeks Standard & Poor 500 sebesar 2,7 untuk dan untuk Indeks Stoxx Europe 600 sebesar 1,8.
Indeks S&P 500 naik 1,2 persen kemarin terkait investor memangkas laba dan data ekonomi. Kontrak berjangka pada acuan ekuitas AS turun 0,2 persen hari ini jelang pengumuman Fed.
Ketua The Fed Janet Yellen dan para rekannya diharapkan untuk fokus pada prospek penguatan perekonomian AS dan mengakhiri program pembelian obligasi mereka seperti yang direncanakan sebelumnya, menurut para ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News.  (vck)
Sumber: Bloomberg

Laju IHSG Masih Lesu

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal itu dikarenakan pelaku pasar masih mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Analis PT Investa Saran Mandiri, Hans Kwee mengatakan, pelaku pasar sedang ragu program pemerintah bakal mulus karena imbas kenaikan BBM. Dia mengatakan, pelaku pasar menanti strategi pemerintah untuk menekan angka inflasi dan penyaluran dana subsidi untuk pembangunan infrastruktur seiring harga BBM naik.

"Naiknya BBM membawa kekhawatiran apakah pemerintah mampu memberikan kompensasi yang memadai kepada masyarakat menengah ke bawah yang terkena dampak," kata dia kepada Liputan6.com, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Dia menambahkan, kecenderungan indeks saham untuk turun didorong oleh sentimen regional. Pasar juga menanti keputusan bank sentral dalam FOMC. Selain itu kondisi, perekonomian zona Eropa yang belum membaik.

"Dari stress test perbankan sampai sentimen tingkat kepercayaan bisnis Jerman tidak baik," lanjutnya.

Pada perdagangan kali, Hans memperkirakan IHSG bergerak pada level support 5.000-4.979 dan resistance 5.028-5.060.

Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG masih bergerak melemah di kisaran 4.987-5.023 pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Sejumlah sentimen yang pengaruhi laju IHSG antara lain Jepang akan merilis data industrial production yang diperkirakan naik ke level 0,43 persen.
Selain itu, Amerika Serikat akan merilis data CB consumer confidence yang diprediksi naik 1 poin ke level 86. "Dari dalam negeri menantikan laporan keuangan emiten kuartal III 2014," tulis laporan tersebut.
Hans merekomendasi beli saat melemah untuk saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), PT PP Tbk (PTPP), PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP).

Sumber : Liputan6

Dolar Turun Jelang Rapat The Fed; Krona Swedia Tergelincir

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Indeks Spot Dollar Bloomberg jatuh untuk hari ketiga setelah pesanan untuk barang tahan lama AS secara tak terduga turun dikarenakan Federal Open Market Committee (FOMC) akan memulai pertemuan kebijakan selama dua hari.
Mata uang Krona Swedia jatuh ke level terlemah dalam empat tahun teakhir seiring keputusan bank sentral untuk memangkas suku bunga utamanya samapi nol sehingga permintaan untuk mata uang Nordic. Rubel Rusia jatuh karena spekulasi Negara tersebut akan bergerak lebih dekat untuk mengadopsi free float. Real Brasil membalikan penurunan kemarin. Para trader telah mendorong kembali spekulasi ketika FOMC akan menaikkan suku bunga.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menelusuri mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, turun 0,3% menjadi 1,063.50 pada 13:56 siang waktu New York dan telah menurun 0,6% dalam tiga hari terakhir. Menyentuh level 1,062.65, merupakan yang terendah sejak 21 Oktober lalu.
Dolar turun 0,4% menjadi $ 1,2743 per euro untuk penurunan ketiga berturut-turut. Naik sebanyak 0,2% menjadi 108,03 ¥. Mata uang Jepang turun 0,6% menjadi 137,66 per euro.(yds)
Sumber: Bloomberg

Emas Berjangka Dekati Level terendah Terkait Spekulasi Suku Bunga The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Emas berjangka diperdagangkan di dekat level terendah dua pekan karena investor menunggu kesimpulan dari pertemuan dua hari Federal Reserve besok.
Logam kuning naik sebanyak 0,5% pada hari ini sebelum menghapus gain setelah sebuah laporan pemerintah menunjukkan pesanan untuk barang tahan lama (durable goods) AS tak terduga turun pada bulan September. Volatilitas 30-hari logam telah naik dalam satu bulan terakhir karena investor mengikuti data ekonomi untuk memprediksi seberapa cepat The Fed akan mulai menaikkan biaya pinjaman.
Bullion rebound sebanyak 6,1 dari terendah tahun ini yang dicapai pada 6 Oktober setelah The Fed mengutip perlambatan ekonomi asing memberikan risiko terhadap AS. Pedagang telah memangkas kemungkinan bank sentral akan menaikkan suku bunga pada bulan Oktober 2015 untuk kesempatan 50% dari 79% peluang pada 30 September. Meningkatnya suku bunga mengurangi daya tarik emas karena logam umumnya hanya menawarkan investor pengembalian melalui kenaikan harga.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember naik kurang dari 0,1% untuk menetap di $ 1,229.40 per ons pada pukul 1:35 siang di Comex di New York. Harga emas mencapai $ 1,222.20 pada hari ini, merupakan level terendah untuk kontrak teraktif sejak 15 Oktober.
Bullion naik 70% dari Desember 2008 sampai Juni 2011 akibat bank sentral AS membeli utang dan mempertahankan biaya pinjaman mendekati nol persen dalam upaya untuk menopang pertumbuhan. The Fed diperkirakan akan mengakhiri pembelian aset bulanan pada pertemuan minggu ini.
Perak berjangka untuk pengiriman Desember naik 0,4% menjadi $ 17,226 per ons di bursa Comex.(frk)
Sumber : Bloomberg

Bursa Saham AS Ditutup Menguat Jelang Rapat The Fed

BESTPROFIT FUTURES MALANG (29/10) - Saham AS ditutup menguat, mengirim indeks Standard & Poor 500 naik 1,5% dari rekor terakhirnya, karena investor mengkaji laba perusahaan dan data ekonomi AS jelang pengumuman kebijakan Federal Reserve besok.
Indeks Standard & Poor 500 naik 1,2% menjadi 1,984.86 pada pukul 4 sore di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 188,42 poin, atau 1,1% ke level 17,006.36. Indeks Russell 2000 melonjak 2,9%, merupakan yang terbesar sejak 2012.
Para otoritas akan memulai pertemuan kebijakan hari ini setelah enam minggu volatilitas di pasar keuangan global. Ketua The Fed Janet Yellen dan rekan-rekannya akan berfokus pada pandangan AS yang kuat dan mengakhiri program pembelian obligasi seperti yang direncanakan sebelumnya, menurut 62 dari 64 ekonom yang disurvei Bloomberg News.(yds)
Sumber: Bloomberg

Monday, 27 October 2014

Sektor Saham Energi Tertekan Picu Bursa Saham AS Mendatar

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/10) - Bursa saham Amerika Serikat (AS) cenderung mendatar di awal pekan setelah indeks saham S&P 500 mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2013. Harga sektor saham energi tertekan karena harga minyak jatuh juga mempengaruhi indeks saham.
Pada penutupan perdagangan saham, Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones naik 12,53 poin atau 0,07 persen ke level 16.817,94. Indeks saham S&P 500 melemah tipis 2,95 poin atau 0,15 persen ke level 1.961,63. Sementara itu, indeks saham Nasdaq menguat 2,22 poin atau 0,05 persen ke level 4.485,93.
Volume perdagangan saham tercatat sekitar 6,1 miliar saham di bursa saham AS. Angka ini di bawah rata-rata bulanan sekitar 8 miliar saham.
Harga minyak melemah menyeret sektor saham energi turun 2 persen. Goldman Sachs memangkas perkiraan harga minyak mentah seiring pasokan berlimpah dan permintaan meningkat sehingga membuat harga minyak di bawah US$ 80 per barel.
Selain itu, indeks saham S&P 500 turun tipis setelah menutup minggu terbaik sejak awal Januari 2013. Indeks saham S&P naik 5,3 persen dari level terendah pada 15 Oktober.
"Setelah hampir koreksi 10 persen pada indeks saham S&P, tanda bullish kembali muncul. Sekarang indeks saham berada di jalur untuk menutup di atas level resistance, dan ini merupakan pertanda bullish. Namun kebijakan bank sentral global mesti akomodatif untuk saham," ujar Adam Sarhan, CEO Sarhan Capital, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (28/10/2014).
Di antara saham mencatatkan kenaikan besar, saham Gilead Sciences naik 1,7 persen menjadi US$ 112,59 seiring rencana rilis laporan keuangan. Saham Micro Technology melonjak 4 persen menjadi US$ 32,30 setelah mengumumkan rencana buyback saham sebesar US$ 1 miliar.
Sementara itu, saham Twitter Inc turun 9,6 persen ke level US$ 43,88 setelah melaporkan perkiraan penjualan yang mungkin kehilangan target. Sedangkan di S&P 500, saham turun tajam yaitu saham Nabors Industries melemah 6,7 persen menjadi US$ 17,48. Di bursa saham Nasdaq, saham Tesla Motors melemah 5,8 persen.
Terkait rilis kinerja, mayoritas perusahaan di AS mengalahkan harapan pelaku pasar. Dari 213 perusahaan yang sudah melaporkan kinerja, sekitar 71,4 persen mengalahkan perkiraan analis.

Sumber : Liputan6

Asia Berjangka Turun Ditengah Kemunduran Indeks S&P 500

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/10) - Indeks berjangka Asia melemah di tengah kemunduran dalam indeks Standard & Poor 500, sementara yen mempertahankan gain jelang rilis data penjualan ritel Jepang. Minyak mentah melanjutkan penurunan dan saham Twitter Inc. tergelincir diperpanjang perdagangan AS.
Kontrak pada Nikkei 225 Stock Average turun di Osaka akibat kontrak dalam indeks saham dari Australia hingga Hong Kong turun setidaknya 0,1%. S&P 500 berjangka sedikit berubah pada pukul 07:15 pagi di Tokyo setelah mengalami penurunan 0,2% dalam indeks melanjutkan minggu terbaiknya dalam tahun 2014. Saham Twitter Inc. anjlok setelah selesai perdagangan terkait perlambatan pertumbuhan pengguna. Yen stabil di 107,84 per dolar setelah naik 0,3% pada sesi terakhir. Minyak di New York turun untuk hari ketiga seiring tembaga berjangka juga turun.
Jepang diproyeksikan akan melaporkan pertumbuhan penjualan ritel yang lebih lambat untuk bulan September, dengan China dijadwalkan akan mengirim data laba perusahaan industri hari ini. Di AS, barang-barang tahan lama dan laporan kepercayaan konsumen telah jatuh tempo, dengan Federal Reserve direncanakan akan mengumumkan akhir dari program pembelian obligasi pekan ini. Goldman Sachs Group Inc. memangkas perkiraan harga minyak mentah dan Bank Sentral Eropa merilis rincian pembelian obligasi yang bertujuan menghidupkan kembali ekonomi kawasan Eropa kemarin.(frk)
Sumber : Bloomberg

Spekulasi Suku Bunga The Fed Tekan Dolar Untuk Hari Kedua

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/10) - Dolar jatuh untuk hari kedua terhadap mata uang utama Terkait spekulasi Federal Reserve yang akan mempertahankan suku bunga pada rekor terendah untuk jangka waktu yang panjang pasca memangkas program pembelian obligasi nya.
Mata uang AS memperpanjang penurunan karena data menunjukkan kontrak untuk membeli rumah naik kurang dari perkiraan, sehari sebelum bank sentral memulai rapat kebijakan selama dua hari. Euro naik terhadap mata uang AS karena meredanya hasil stress test European Central Bank  (ECB) pada kekhawatiran bahwa neraca di beberapa perusahaan pemberi pinjaman yang terlalu lemah. Mata uang real Brasil jatuh ke level terendah dalam hampir enam tahun terakhir setelah Presiden Dilma Rousseff menang tipis untuk masa jabatan keduanya. Rubel tergelincir.
Indeks Spot Dollar Bloomberg yang menelusuri greenback terhadap 10 mata uang utama, turun 0,2% menjadi 1,066.03 pada 14:31 siang waktu New York. Mencatat penurunan sebesar 0,5% di bulan ini setelah menyentuh level 1,080.05 pada tanggal 3 Oktober, merupakan yang tertinggi pada penutupan sejak Juni 2010.
Mata uang AS melemah 0,5% menjadi 107,67 ¥, dan turun 0,3% menjadi $ 1,2709 per euro. Yen menguat 0,2% menjadi 136,84 terhadap euro, setelah menyentuh level 137,47 sebelumnya, yang terlemah sejak 9 Oktober.
"Euro-dolar memiliki kapasitas untuk mengakhiri tahun ini di level $ 1,30," Ungkap Borthwick.(yds)
Suber: Bloomberg

Emas Turun; Kepemilikan dalam ETP Perpanjang Penurunan ke Level Terendah 5 Thn

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/10) - Emas berjangka turun untuk ketiga kalinya dalam empat sesi akibat kepemilikan dalam ETP yang berbasis logam turun ke level terendah dalam lebih dari lima tahun.
Pekan lalu, aset di ETPS global turun 0,8% menjadi 1,654.2 metrik ton, terendah sejak September 2009. 30-hari volatilitas historis logam telah naik dalam satu bulan terakhir karena investor mengikuti data ekonomi untuk memprediksi seberapa cepat Federal Reserve akan mulai menaikkan biaya pinjaman. Para pembuat kebijakan akan memulai pertemuan dua hari besok.
Emas berjangka merosot 8,4% pada kuartal ketiga, menyentuh level termurah dalam tahun ini pada 6 Oktober lalu, akibat ekuitas AS melonjak ke rekor di tengah tanda-tanda pemulihan mulai menguat. Harga mengalami rebound sebanyak 6,1 dari level terendah setelah The Fed mengutip perlambatan ekonomi asing sebagai risiko bagi AS. Hal tersebut membuat beberapa investor untuk mendorong kembali perkiraan untuk kenaikan suku bunga.
Di bursa Comex, emas berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,2% untuk menetap di $ 1,229.30 per ons pada pukul 1:36 siang di New York. Perdagangan adalah 37% di bawah rata-rata 100-hari, data yang dikumpulkan oleh Bloomberg menunjukkan.(frk)
Sumber : Bloomberg

Saham AS Ditutup Stagnan Pasca Perusahaan Energi Turun Diikuti Minyak Mentah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (28/10) - Saham AS stagnan, mengikuti reli mingguan terbesar sejak Januari 2013, dikarenakan Saham perusahaan energi memimpin pelemahan pasca harga minyak mentah mengalami penurunan di bawah level $ 80 per barel sementara saham telekomunikasi telepon dan kebutuhan pokok konsumen meningkat.
Indeks Standard & Poor 500 tergelincir kurang dari 0,2% menjadi 1,961.54 pada pukul 4 sore di New York. Indeks saham memangkas penurunan pasca European Central Bank  (ECB) mengatakan menetapkan pembelian obligasi tertutup senilai รข‚¬ 1.704 miliar ($ 2.2 miliar) pada pekan lalu saat dimulainya upaya terbaru untuk menopang kembali perekonomian kawasan. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 12,08 poin di level 16,817.49. Indeks Russell 2000 turun 0,1%.
Pekan lalu Indeks S&P 500 naik 4,1% merupakan performa terbaiknya sejak Januari 2013, menghentikan penurunan empat minggunya.(yds)
Sumber: Bloomberg

Sunday, 26 October 2014

Kinerja Perusahaan Positif, Bursa Saham Asia Menghijau

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/10) - Bursa saham Asia menguat di awal pekan ini didorong sentimen hasil stress test sebagian besar bank Eropa dan tanda-tanda pemulihan di wilayah tersebut.
Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5 persen menjadi 138,22 pada pukul 09.01 waktu Tokyo, dan ini level intraday tertinggi sejak 10 Oktober. Indeks saham acuan regional ini melonjak 2,9 persen pada pekan lalu setelah hasil kinerja perusahaan Amerika Serikat mengalahkan estimasi dan ukuran manufaktur Eropa yang secara tak terduga menunjukkan ekspansi bulan ini.
Sementara itu, indeks saham Jepang Topix naik 0,6 persen dan indeks saham Australia menguat 0,5 persen. Penguatan indeks saham ini juga diikuti indeks saham Korea Selatan kospi menguat 0,5 persen. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei mendaki 0,7 persen ke level 15.404,28.
Sentimen global terutama dari Eropa mempengaruhi laju IHSG. Dalam studi bank sentral Eropa tak satu pun dari bank terbesar di Eropa yang ditemukan kurang.
"Kebanyakan orang mengharapkan pasar melanjutkan aksi ambil untung. Namun pihak berwenang di Eropa telah membuang begitu banyak masalah dan akan terus membanjiri pasar dengan likuiditas. Masalah utama Eropa beberapa tahun terakhir merupakan berita lama," ujar Donald Williams, Chief Investment Officer Platypus Asset Management Ltd, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (27/10/2014).
Sementara itu, sentimen lainnya yaitu pertumbuhan ekonomi China. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi China akan melambat menjadi 7,3 persen pada 2015.  Hal itu disampaikan anggota Akademis dari Komite Penasihat Kebijakan Moneter Bank Rakyat China, Song Quoqing.
Pernyataan ini berlawanan dengan prediksi Fan Jiangping, Chief Economist di sebuah lembaga penelitian negara yang menyatakan, pertumbuhan ekonomi China 7 persen kecuali pemerintah pusat memberlakukan langkah-langkah stimulus lebih kuat.
Sejumlah perusahaan di Amerika Serikat (AS) pun melaporkan pendapatan yang melampaui perkiraan analis. Sekitar 79 persen dari S&P 500 telah melaporkan pendapatan kuartalan musim ini. Caterpillar Inc dan Yahoo Inc melonjak pekan lalu setelah membukukan pendapatan kuartal III lebih baik dari perkiraan.

Sumber : Liputan6

Dilma Rousseff Terpilih Lagi!

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/10) - Presiden Brasil Dilma Rousseff kembali terpilih untuk masa jabatan kedua, untuk memimpin bangsa terbesar kelima di dunia itu.
Hasil resmi Pemilu Brasil dirilis pada Minggu (26/10/2014) waktu setempat. Roussef mengalahkan kompetitornya dari kubu oposisi, Aetius Neves.

Dengan 98 persen suara telah dihitung pada Minggu, Rousseff mengantungi 51,5 persen suara. Jumlah suara yang dihitung tak memungkinkan lagi bagi Neves mengejar ketertinggalan dukungan dari Rousseff.

Kemenangan Roussef memperpanjang kekuasaan Partai Pekerja di Brasil, yang sudah menggenggam pemerintahan sejak 2003. Selama rentang waktu itu, pemerintahan partai ini memberlakukan program sosial yang luas, untuk mengangkat warga miskin menjadi kelas menengah. 


Sumber : Kompas

Harga Emas Kian Terpukul Pekan Ini

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/10) - Setelah melemah pekan lalu, para partisipan kembali memprediksi harga emas turun pekan ini. Kekuatan dolar AS diprediksi masih akan terus menekan harga emas pekan ini.
Mengutip laman Kitco.com, Senin (27/10/2014), sembilan dari 21 partisipan yakin harga emas akan melemah sementara enam lainnya memprediksi nilai logam mulia tersebut akan menguat.
Sementara enam partisipan lain melihat tak banyak pergerakan harga emas pekan ini. Para partisipan terdiri dari para pedagang, pialang emas, bankir investasi dan sejumlah analis pergerakan harga emas.
Pekan lalu, para partisipan memprediksi harga emas melemah. Benar saja, sepanjang pekan lalu harga emas menurun US$ 9 per ounce.
Para partisipan yang melihat adanya kemungkinan pelemahan mengatakan penguatan dolar akan menekan harga emas.
"Harga emas sempat menguat lantaran pelemahan dolar dan suku bunga AS yang sangat rendah. Tapi sekarang ekonomi Eropa mulai membaik dan kemungkinan suku bunga AS naik akan menekan emas kembeli ke bawah level US$ 1.200 per ounce lagi," terang ahli strategi pasar senior di RJO Futures Philip Streible.
Sementara para partisipan yang melihat harga emas berpotensi menguat mengatakan, pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pekan ini akan membuat para pelaku pasar melakukan aksi wait and see. Pada saat itulah, harga emas dapat mencoba menguat kembali.

Sumber : Liputan6

Bambang Brodjonegoro: Jadi Menkeu Adalah Tugas Berat

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/10) -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menunjuk Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) periode 2014-2019. Sebagai bendahara negara, setumpuk tugas dan tanggung jawab sudah ada di depan mata terutama mengelola fiskal Indonesia.
Lalu bagaimana perasaan mantan Wakil Menteri Keuangan itu saat dirinya tahu diamanahkan menjadi pemimpin di Kementerian Keuangan?
Menjawab pertanyaan ini, Bambang hanya menuliskan kalimat singkat dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com. "Ini tugas berat yang memerlukan kesiapan mental," kata dia di Jakarta, Minggu (26/10/2014) malam.
Dia mengaku memperoleh pesan khusus dari Presiden Jokowi dalam mengembang tanggung jawab ini. "Pesannya amanah, menjaga kebijakan fiskal yang baik dan mensejahterakan rakyat," papar Bambang 
Bambang rencananya akan melakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) hari ini (27/10/2014) pukul 16.00 WIB. "Iya, hari Senin Sertijab jam 4 sore," katanya.
Eks Menkeu di era Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Chatib Basri menyebutkan tantangan yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) Bambang Brodjonegoro.
"Tantangan ke depan tidaklah mudah karena ada isu normalisasi kebijakan The Fed, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan stabilitas makro," katanya.
Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Bambang Brodjonegoro akhirnya naik jabatan. Dalam kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi), pria bernama lengkap Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro ini resmi menjadi Menteri Keuangan.

Bambang merupakan anak bungsu dari rektor Universitas Indonesia (UI) periode 1964-1973, Prof. Dr. Ir. Soemantri Brodjonegoro. Sejak muda, Pria kelahiran Jakarta, 3 Oktober 1966 ini telah menunjukan ketertarikannya pada bidang ekonomi banyak berkarya saat duduk di bangku kuliah.

Bambang  menyelesaikan studi di FEUI Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan pada 1990. Dia kemudian meraih gelar Master of Urban Planing (1995) dan Ph.D in Regional Planning (1997) dari University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika Serikat.

Nama Bambang dikenal baik di dalam maupun di luar kalangan akademik. Dia tercatat menjadi satu-satu Dekan di lingkungan UI yang diangkat saat usianya belum menginjak 40 tahun.

Selain itu, Bambang juga ikut merintis program Pascasarjana Fakultas Ekonomi UI dan menjadikannya program double degree yang bekerja sama dengan Australian National University.

Sebelum menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, Bambang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Ketua Penentu Inflasi Regional di Indonesia Bank Indonesia, Ketua Strategi Pengentasan Kemiskinan Kota Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Ketua Pembangunan Regional dan Desentralisasi di Indonesia Bank Mandiri dan lain-lain.


Sumber : Liputan6

Kabinet Kerja Jokowi-JK Picu IHSG Bergerak Variatif

BESTPROFIT FUTURES MALANG (27/10) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal bergerak variatif pada perdagangan saham sepekan.

Analis PT Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan gerak indeks saham mendapat tenaga dari pengumuman kabinet Presiden Joko Widodo/Kabinet Jokowi. "Pasar didukung faktor pengumuman kabinet Minggu 26 Oktober 2014 sore," kata dia pada Liputan6.com, Jakarta, Senin (27/10/2014).

Dia mengatakan, nama-nama yang menjadi menteri mendapatkan respons positif karena dinilai pro pada pasar modal.

Namun begitu, tutur dia indeks saham bakal tertahan karena pasar juga menanti kepastian kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan nominal jumlah kenaikannya. Seperti diketahui, Presiden Jokowi akan menaikan BBM sebesar Rp 3.000 per liter.

"Kenaikan kalau Rp 3.000 mungkin akan membuat IHSG menyesuaikan 1 sampai 2 bulan," lanjutnya.

Pada perdagangan saham pekan ini, dia memprediksi IHSG bergerak pada level support 5.048-5.016 dan resistante pada level 5.174-5.200.

Analis PT Woori Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG akan bergerak di rentang support 5.000-5.050 dan resistance 5.087-5.115 pada pekan ini. Laju IHSG dinilai dapat bertahan di atas target support 4.910-4.950 dan kembali mampu melampaui target area resistance 5.038-5.065.
"Aksi jual dapat kembali terjadi namun masih dapat ditahan dan diimbangi dengan aksi beli. Untuk itu tetap cermati sentimen yang ada dan diharapkan tidak langsung dimanfaatkan untuk aksi ambil untung," kata Reza.
Ia menambahkan, pelaku pasar juga diharapkan tidak terlalu menjadikan susunan nama menteri menjadi satu-satunya sentimen penggerak pasar dan menjadi keputusan bertindak dalam melakukan trading saham maupun obligasi.
Sejumlah data ekonomi pun akan dirilis pada pekan ini seperti data ekonomi Amerika Serikat (AS) yaitu keputusan suku bunga acuan The Fed, pertumbuhan ekonomi, initial jobless claims, markit composite PMI, markit services PMI, pending home sales.
Lalu ada Dallas Fed Manufacturing index, chain store sales, durable goods orders, redbook, home price index, consumer cofindence, dan richmond fed manufacturing index.
Untuk akumulasi saham, dia memilih PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Sumber : Liputan6

Thursday, 23 October 2014

Dollar Melemah dari Level 2 Pekan Tertinggi Terhadap Yen

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/10) - Dollar melemah sebesar 0,2 persen dari level 2 pekan tertingginya terhadap yen jelang Federal Reserve akan bertemu pekan depan dan seiring indeks ekuitas AS naik pada tanda-tanda ekonomi terbesar dunia akan menahan pertumbuhan ekonomi global yang melemah.
Indeks Spot Dollar Bloomberg menguat selama 3 hari terakhir seiring laba dari Caterpillar Inc sebesar 3M Co melampaui perkiraan analis, memacu kenaikan di Indeks Standard & Poor 500. Imbal obligasi tenor 10 tahun naik tajam hampir 6 pekan terakhir. Sementara mata uang yen bersiap untuk merosot terhadap 15 dari 16 mata uang utama pekan ini di tengah meredamnya permintaan untuk aset haven.
Dolar diperdagangkan pada level 108,18 yen pada pukul 08:56 pagi waktu Tokyo setelah kemarin naik sebesar 1,1 persen dan mencapai level 108,35, yang merupakan level tertingginya sejak 8 Oktober lalu. Dollar stagnan pada level $ 1,2652 per euro bertahan untuk kenaikan sebesar 0,9 persen pekan ini. Mata uang yen diperdagangkan di level 136,86 per euro dari level 136,92 kemarin dan level 136,38 pekan lalu.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada level 1,069.65, meningkat 0,6 persen sejak 17 Oktober lalu dalam 3 pekan terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg

Kadin Minta Jokowi Atasi Infrastruktur

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/10) - WE Online, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta Presiden Joko Widodo untuk mengatasi kendala struktural infrastruktur yang menghambat gairah investasi yang selama ini masih sangat tergantung swasta.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koordinator Wilayah Tengah Iwan Dermawan Hanafi menyebutkan kendala struktural yang dimaksud adalah pengadaan lahan, perizinan oleh pemerintah daerah, birokrasi, kesadaran warga terhadap urgensi pembangunan, koordinasi antarsektor, serta masalah korupsi.
"Saya minta Pemerintahan Jokowi dapat mengatasi kendala-kendala tersebut," katanya dalam Focus Group Discussion di Jakarta, Kamis (23/10/2014).
Selain itu, lanjut Iwan, masalah lain adalah pembangunan infrastruktur yang masih tergantung pada investasi swasta. Ia mengatakan bahwa menurut perkiraan Bank Dunia seharusnya besaran investasi infrastruktur adalah satu persen dari produk domestik bruto (PDB). Artinya, dia menyebutkan Indonesia seharusnya menyediakan sekitar Rp 908 triliun atau satu persen dari PDB Rp 9.080 triliun.
Akan tetapi, lanjut dia, alokasi anggaran untuk infrastruktur hanya sebesar Rp 169 triliun dalam APBN 2015 dan Rp 206 triliun dalam APBN 2014.
"Akibatnya, investasi infrastruktur dalam 2013 dan 2014 lebih banyak dilaksanakan oleh BUMN," katanya.
Iwan mengatakan bahwa sebetulnya Bank Dunia akan mengambil inisiatif menggalang dana swasta untuk pembangunan infrastruktur di negara berkembang dan emerging markets atau pasar yang sedang tumbuh.
"Selama ini di dunia ketiga dan negara-negara emerging markets telah menggunakan dana sebesar 1 triliun dolar AS untuk pembangunan infrastruktur," katanya.
Namun, Iwan mengatakan karena berbagai kendala dan tidak tersedianya pendanaan maka Bank Dunia melihat bahwa investasi di negara berkembang terus menurun. Dia menyebutkan bahwa pada 2013 hanya terlaksana investasi sebesar 150 miliar dolar AS atau menurun dari 186 miliar dolar AS pada 2012.
Di lain pihak, lanjut dia, tersedia dana pensiun dan dana asuransi dari Bank Dunia sebesar 80 triliun dolar AS yang hanya digunakan sebesar lima persen untuk infrastruktur di negara berkembang.
"Yang menjadi tantangan bagi kita adalah apakah Indonesia yang masih terbelenggu kendala struktural akan mampu merebut dana investasi infrastruktur tambahan dari inisiatif Bank Dunia?" katanya. (Ant)

Dolar Perpanjang Reli Sejak Agustus Versus Yen; Kiwi Turun

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/10) - Dolar memperpanjang reli versus yen selama enam hari terakhir, ini merupakan yang terpanjang sejak Agustus lalu, terkait laporan sedikitnya klaim pengangguran di AS dalam 14 tahun terakhir membalikan spekulasi bahwa ekonomi AS akan mengalami perlambatan dikarenakan pertumbuhan global yang lesu.
Indeks Spot Dollar Bloomberg naik untuk hari ketiga karena Indeks Federal Reserve Bank of Chicago™s national menunjukan kegiatan ekonomi meningkat lebih dari perkiraan sebelumnya, pasca laporan kemarin yang menunjukkan kenaikan tak terduga pada consumer prices. Euro naik terhadap mata uang Jepang. Dolar Selandia Baru turun. Krone Norwegia menguat.
Dolar naik 1% menjadi 108,25 ¥ pada 14:56 siang waktu New York. Reli yang telah mendorong dolar menguat sebanyak 2,2%, merupakan yang terpanjang sejak kenaikan tujuh hari secara beruntunya yang berakhir pada 26 Agustus flat pada level $ 1,2648. Mata uang bersama menguat 1% menjadi 136,85 ¥ setelah menambahkan 1,1%, kenaikan tertajam sejak 6 Maret.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang menulusuri mata uang terhadap 10 mata uang lainnya, naik 0,3% menjadi 1,070.21, mendorong kenaikan di tahun ini menjadi 5%, ini merupakan yang tertajam sejak 2008.(yds)
Sumber: Bloomberg

Meredanya Kekhawatiran Ekonomi Tekan Emas Dalam 2-Pekan

BESTPROFIT FUTURES (24/10) - Emas berjangka turun tajam lebih dari dua pekan terakhir pasca meredanya kekhawatiran perekonomian global, meredam permintaan untuk logam mulia sebagai aset safe haven.
Saham global yang diperdagangkan di bursa yang di dukung oleh emas kemarin memperpanjang penurunan ke level terendah dalam lima tahun terakhir. Sebuah indeks manufaktur di zona euro secara tidak terduga naik pada Oktober ini, sementara perekonomian Spanyol menunjukkan tanda-tanda pemulihan lebih lanjut. Data pemerintah menunjukkan Di AS, rata-rata dalam empat pekan klaim pengangguran turun ke level terendah dalam 14-tahun terakhir. Mata uang dolar naik ke level tertinggi dalam dua pekan terakhir terhadap sekumpulan 10 mata uang utama lainnya.
Emas turun ke level terendah dalam satu pekan terakhir karena ekuitas rebound dan inflasi tetap diredam. Pada tanggal 6 Oktober kemarin, logam turun ke level terendah di tahun ini. Kemudian harga emas naik sebesar 6,1 dari level terendah pasca Federal Reserve mengatakan perlambatan perekonomian asing sangat berpengaruh kepada perekonomian AS sehingga membuat beberapa analis mendorong kembali perkiraan untuk kenaikan tingakat suku bunga AS.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 1,3 persen ke level $ 1,229.10 per ounce pukul 1:47 siang di Comex New York,merupakan  penurunan tertajam terhadap kontrak teraktif sejak 3Oktober kemarin. Sebelumnya, logam menyentuh level $ 1,226.30, merupakan level terendah sejak 15 Oktober kemarin. (vck)
Sumber: Bloomberg

Laba 3M, Caterpillar Lampaui Perkiraan Angkat Bursa AS Di Sesi Penutupan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (24/10) - Bursa Saham AS ditutup naik, pulih dari penurunan kemarin, dikarenakan laba dari Caterpillar Inc dan 3M Co melampaui perkiraan analis serta data yang mengisyaratkan menguatnya pertumbuhan ekonomi di Eropa.
Indeks acuan memangkas gain menyusul sebuah laporan New York Post yang memberitakan seorang dokter yang merawat pasien penderita virus Ebola di Afrika dilarikan ke sebuah rumah sakit di New York yang terindikasi virus tersebut.
Indeks S&P 500 naik 1,2% menjadi 1,950.68 pada pukul 4 sore di New York setelah melonjak sebelumnya sebanyak 1,8%. Indeks ditutup turun dari kemarin, tergelincir sebanyak 0,7%. Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 215,3 poin, atau 1,3%, ke level 16,676.62 hari ini. Indeks Nasdaq Composite naik 1,6%.
Indeks S&P 500 telah mengalami penigkatan sebanyak lima kali dalam enam hari terakhir, mendorong indeks naik 4,9% sejak 15 Oktober dan menutup penurunan sekitar setengah kerugian dari aksi jual yang dimulai pada pertengahan September. Indeks ekuitas masih turun sekitar 3% dari rekornya.(yds)
Sumber: Bloomberg

Wednesday, 22 October 2014

Mayoritas Indeks Berjangka Asia Turun, S&P 500 Menghentikan Relinya

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/10) - Saham Australia melemah diikuti indeks berjangka Korea pasca saham AS menghentikan rally empat harinya. Mata uang Selandia Baru turun karena inflasi melambat lebih dari yang diperkirakan, sementara minyak mentah memperpanjang penurunan.
Indeks S&P / ASX 200 turun 0,3% pada 10:05 pagi di Sydney, menghentikan penguatan tujuh harinya, sedangkan indeks berjangka Kospi Seoul turun 0,4% dalam perdagangan baru-baru ini. Kontrak pada Nikkei 225 Stock Average naik di Chicago. Indeks Standard & Poor 500 berjangka naik 0,1% setelah Indeks tersebut turun 0,7% , setelah kenaikan empat hari tertajamnya sejak Januari tahun lalu. Minyak di New York turun 0,2% setelah jatuh 2,4% kemarin, mengirim indeks saham energi AS turun sebanyak 1,7%. Dolar Selandia Baru tergelincir 0,7%.(yds)
Sumber : Bloomberg

Dolar Naik Ke Level Tertinggi Sepekan; Euro Melemah

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/10) - Dolar naik ke level tertinggi sepekan terhadap rekan-rekan utama dikarenankan kenaikan tak terduga dalam biaya hidup di AS pada bulan September sehingga mendorong kekuatan ekonomi terbesar di dunia ditengah perlambatan pertumbuhan global.
Mata uang AS menguat untuk hari kelima terhadap yen, secara beruntun di lebih dari sebulan terakhir. Euro jatuh terhadap sebagian besar mata uang utama karena investor menimbang outlook pertemuan kebijakan pelonggaran tambahan dari European Central Bank (ECB). Pound tergelincir terkait hasil rilisah terbaru dari Bank of England yang menunjukkan para otoritas melihat resiko yang lebih besar di Inggris dari pelemahan di zona euro. Won Korea Selatan mengalami penguatan.
Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang mengukur mata uang terhadap sekumpulan 10 mata uang utama, naik 0,3%  menjadi 1,067.67 pada 03:20 sore waktu New York. Menyentyh level 1,067.70, yang terkuat dalam sepekan terakhir.
Indeks tersebut turun 1,4% dalam dua minggu terakhir karena para trader mendorong kembali harapan mengenai kenaikan suku bunga AS akibat kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global mengalmi perlambatan.
Euro turun 0,6% menjadi $ 1,2645 setelah sebelumnya naik sebanyak 0,2%. Kemarin mengalami penurunan sebanyak 0,7%, merupakan yang tertajam sejak 14 Oktober. Mata uang region melemah 0,4% menjadi 135,56 ¥. Yen turun 0,2% menjadi 107,20 per dolar, membukukan penurunan lima hari untuk pertama kalinya sejak 12 September.(yds)
Sumber: Bloomberg

Rendahnya Inflasi Tekan Emas Dalam Dua Pekan

BESTPROFIT FUTURES MALANG (23/10) - Emas berjangka turun tajam dalam dua pekan terakhir terkait mata uang dolar reli dan meredamnya inflasi AS sehingga memangkas permintaan untuk logam mulia sebagai penyimpan nilai.
Emas turun sebesar 8,4 persen pada kuartal ketiga karena ekuitas AS meningkat ke level tertinggi, memangkas permintaan untuk komoditas sebagai penyimpanan nilai. Pada tanggal 6 Oktober kemarin, logam turun ke level terendah pada tahun ini. Harga naik sebesar  6,1 dari level terendah pasca Federal Reserve menyebutkan perlambatan perekonomian asing dapat berimbas kepada perekonomian AS sehingga dapat mendorong beberapa investor untuk melakukan kembali perkiraan dalam kenaikan tingkat suku bunga.
Emas berjangka untuk pengiriman Desember turun sebesar 0,5 persen ke level $ 1,245.50 per ounce pada pukul 1:35 siang di Comex New York, merupakan penurunan tertajamnya untuk kontrak teraktif sejak 8 Oktober kemarin.
Logam naik sebesar 3,9 persen dalam dua pekan terakhir yang berakhir pada 17 Oktober kemarin, mencatat gain secara berturut-turut pertama sejak Juli lalu. Harga naik di tengah penurunan dalam ekuitas AS. Sementara spekulasi bahwa bank sentral global akan meningkatkan stimulus moneter sehingga dapat membantu saham pulih. Kemarin, indeks Standard & Poor 500 naik tajam dalam setahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg