Bakti BPF dengan Panti Asuhan Al-Ishlah 2016
PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Kunjungan Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta dan Direktur Kliring Berjangka Indonesia (KBI)
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah
Lunch Bestmalang SBC, Manager, Leader.

Wednesday, 3 September 2014

Saham Apple Turun, Bursa Saham AS Bergerak Fluktuasi

BESTPROFIT FUTURES (4/9) - Saham AS berfluktuasi pasca Indeks Standard & Poor 500 naik ke rekor tertingginya, terkait penurunan saham Apple Inc sehingga menyeret saham teknologi mengalami koreksi dalam mengimbangi laporan gencatan senjata di Ukraina.
Saham Apple Inc turun sebesar 3,1 persen pasca saingan mereka yaitu Samsung Electronics Co memperkenalkan smartphone terbarunya. Saham teknologi turun, sehingga Indeks Nasdaq 100 turun sebesar 0,5 persen. Saham Delta Air Lines Inc turun sebesar 4,1 persen pasca menurunkan perkiraan mereka untuk beberapa target pada kuartal ketiga. Federal-Mogul Holdings Corp naik sebesar 2 persen setelah setuju untuk membagi perusahaan mereka menjadi dua perusahaan perdagangan publik.
Indeks S&P 500 turun kurang dari 0,1 persen ke level 2,002.27 pukul 11:32 pagi di New York, memangkas gain mereka sebelumnya yaitu sebesar 0,4 persen. Indeks Dow Jones Industrial Average naik ke level 634,96 poin, atau sebesar 0,2 persen, sehingga menyentuh level 17,102.52. Indeks Nasdaq Composite turun sebesar 0,4 persen. Apple sebagai anggota terbesar dengan nilai saham sebesar 8,7 persen. Perdagangan saham di S&P 500 sebesar 2,4 persen di bawah RSI 30-hari pada hari ini.
Indeks MSCI All-Country World naik sebesar 0,6 persen, diikuti Indeks Micex Rusia yang mengalami kenaikan paling tinggi di dunia. Presiden Vladimir Putin menguraikan rencananya dalam perdamaian dengan Ukraina pasca rekannya Petro Poroshenko menyetujui terhadap langkah-langkah tersebut menuju gencatan senjata dalam konflik yang telah berlangsung selama lebih dari lima bulan terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg