PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Registrasi dilakukan dengan cara yang cepat, aman dan mudah

Tuesday, 23 September 2014

Nikkei Bergerak Melemah Akibat Kenaikan Yen, Turunnya Saham Retailer

Pada perdagangan di bursa saham Jepang hari Rabu pagi ini kembali terjadi penurunan yang cukup signifikan (24/9). Melemahnya bursa saham Jepang terjadi sekembalinya dari liburan hari Selasa kemarin, mengikuti sentiment negative yang berkembang pada perdagangan di bursa saham Eropa dan Amerika Serikat malam tadi.
Tadi malam indeks S&P 500 dan Nasdaq di bursa Wall Street melemah untuk tiga sesi berturut-turut dan ditutup pada level terendah dalam lima minggu. Indeks-indeks benchmark di bursa Eropa melemah lebih dari 1 persen setelah aktivitas bisnis di kawasan Euro mengalami penurunan ke level terendah dalam Sembilan bulan pada bulan September lalu.
Nikkei tampak melemah juga disebabkan oleh yen yang masih bergerak rebound terhadap dollar AS. Saham Aeon, perusahaan retailer terbesar di Jepang, pagi ini kehilangan lebih dari 1 persen di tengah laporan bahwa perusahaan ini berencana untuk membeli jaringan pasar swalayan Daiei yang belum dimilikinya. Saham Daiei sendiri tampak melejit 17 persen di tengah kabar tersebut.
Sementara itu saham Starbucks Coffee Japang mengalami lonjakan lebih dari 4 persen setelah perusahaan induknya di Amerika Serikat menyatakan rencana untuk membeli 60.5 persen sisa saham yang belum dimilikinya.
Hari ini indeks spot Nikkei tampak melemah dengan lumayan. Indeks spot tersebut alami penurunan sebesar 42.69 poin atau 0.26 persen dan berada pada posisi 16163.79 poin.
Indeks berjangka Nikkei pagi ini dibuka pada posisi 16020 poin. Indeks berjangka turun tipis 45 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka Nikkei tampak makin menguat hingga mencapai ke posisi 16130 poin.
Analyst Vibiz Research Centre memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 16000 – 16300 poin.

Sumber : Vibiznews