PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Wednesday, 16 April 2014

The Fed Siapkan Regulasi Modal dan Likuiditas Baru Bagi Bank Besar di AS

BESTPROFIT FUTURES (16/04)The Fed sedang mempertimbangkan mengadopsi langkah-langkah lebih banyak untuk mengatasi sisa – risiko stabilitas keuangan  di pasar pendanaan jangka pendek, seperti yang disampaikan Gubernur Janet Yellen dalam pidato videonya dari kantor The Fed Atlanta .
Dalam pidato video tersebut, Yellen memuji standar likuiditas baru bagi perusahaan-perusahaan perbankan global , tetapi memperingatkan bahwa mereka bukan sebagai  bank bayangan atau sistem keuangan secara keseluruhan.
Karenanya Janet Yellen akan pertimbangkan langkah-langkah lebih lanjut untuk mewajibkan bank-bank besar untuk menahan modal lebih banyak dan mengambil langkah-langkah stabilitas lainnya untuk meningkatkan pasar perdagangan Wall Street.
The Fed mendorong bank untuk memperkuat neraca mereka sejak krisis keuangan 2007-2009, dan minggu lalu bersama dengan regulator lainnya mengharuskan 8 bank terbesar di AS untuk meningkatkan modal mereka menjadi USD 68 milyar secara keseluruhan.
Adanya kemungkinan untuk dana yang lebih kuat dan standard likuiditas untuk bank-bank besar yang sudah diterapkan selama ini. Ia mengutip sebuah studi tahun 2010 oleh Basel Committee, sebuah badan internasional yang menganjurkan standard yang lebih ketat yang akan memberikan manfaat ekonomi.
AS  sedang dalam proses untuk menerapkan standard pemberian modal terbaru dan likuiditas yang dikenal sebagai Basel III di mana akan diterapkan secara bertahap antara tahun 2015 hingga awal 2019. Peraturan-peraturan ini untuk membantu bank menangani  krisis pendanaan dalam jangka waktu yang pendek.
Yellen mengatakan Bank Sentral AS  terus aktif mempertimbangkan apakah hal ini perlu dilakukan untuk mengatasi resiko pendanaan secara jangka pendek, merupakan sumber signifikan dari dana perusahaan.
Perusahaan dapat saja berperan protagonist dalam situasi krisis ini yaitu ketika investor melarikan diri seperti Lehman Brothers atau saat reksadana pasar uang bergejolak padahal sebelumnya dinyatakan sangat aman.
Standar Bassel Internasional memang membutuhkan pemberi pinjaman untuk menahan buffer secara terpisah dari dana tunai and obligasi namun Yellen berpendapat bahwa hal ini tidak sepenuhnya mengatasi masalah stabilitas keuangan yang terkait dengan pendanaan jangka pendek.
Ia menambahkan bahwa penerapan peraturan untuk modal dan likuiditas ini kemungkinan hanya akan berlaku untuk bank terbesar. Namunlangkah-langkah lain, seperti aturan pada seberapa banyak perusahaan bisa mengandalkan pinjaman dalam transaksi efek, bisa memperpanjang perluasan pasar.
Setelah pidato gubernur the Fed ini analis menilai The Fed berusaha meyakinkan pasar akan stabilitas keuangan di AS namun pidato ini tidak memberikan pergerakan apapun di pasar seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Sumber : Vibiznews