PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Tuesday, 8 April 2014

Saham Hong Kong menuju 5-Pekan Tertinggi dipimpin Tencent

BESTPROFIT FUTURES (09/04)Saham-saham Hong Kong naik, beserta dengan index acuan yang bergerak menuju lima pekan tertinggi, seiring dengan perolehan gain Tencent Holdings Ltd. setelah reli saham teknologi A.S.

Index Hang Seng naik 0.7% ke level 22,764.66 pada 9:32 pagi di Hong Kong. Index The Hang Seng China Enterprises atau H-share, bertambah 0.7% ke level 10,396.41, perusahaan internet terbesar di Asia, Tencent naik 2.5%.

Index S&P 500 Index sedikit berubah setelah kenaikan acuan ekuitas sebesar 0.4% kemarin. Google Inc. hingga Facebook Inc. reli seiring dengan rebound saham perusahaan teknologi kelas berat index Nasdaq 100 dari tiga hari penurunan terburuknya sejak 2011, sementara produsen alumunium A.S, Alcoa Inc.secara tidak resin telah menggebrak musim laba dengan melaporkan laba kuartal pertama pasca penutupan yang melebihi ekspektasi.

Index Hang Seng merupakan performer kedua terburuk diantara market berkembang tahun ini yang berada ditengah sinyal perlambatan ekonomi yang mengancam target pertumbuhan China sebesar 7.5%. acuan tersebut kemarin diperdagangkan pada level 10.4 kali estimasi laba, dibandingkan dengan level 15.7 kali untuk index S&P 500.

Kondisi ekonomi terbesar Asia kemungkinan besok akan memberikan laporan bahwa bulan lalu ekspor mengalami kenaikan 4.8% dari setahun sebelumnya, berdasarkan estimasi median analis dalam survey Bloomberg.

Sementara pertumbuhan A.S yang lebih kuat tahun ini dan juga berikutnya akan membantu kondisi ekonomi dunia bertahan menghadapi pemulihan yang lebih lemah dalam market negara berkembang meliputi Brazil dan Rusia, berdasarkan laporan dari pihak IMF (International Monetary Fund) Selasa kemarin. 

IMF memprediksi pertumbuhan global tahun ini sebesar 3.6%, dibandingkan dengan estimasi Januari sebesar 3.7%. sementara tahun depan, ekspansi akan berakselerasi menjadi 3.9%, tidak mengalami perubahan dari perkiraan sebelumnya. (tito)

Sumber: Bloomberg