PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Thursday, 24 April 2014

Indeks Topix Terkoreksi Pagi ini Seiring Kenaikan Yen Merespon Ketegangan di Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (25/04) - Saham-saham Jepang turun pagi ini, dengan indeks Topix menuju penurunan ke empat dalam minggu ini setelah yen kemarin menguat ditengah meningkatnya ketegangan di Ukraina.

Topix kehilangan 0.1 persen level 1,164.22 pada 09:01 pagi di Tokyo, bersiap untuk kerugian sebesar 0.8 persen selama minggu ini dan 0.7 persen penurunan sejak awal bulan. Pagi ini juga, Nikkei 225 Stock Average turun 0.3 persen ke level 14,360.99. Yen bertahan di 102.29 per dolar Amerika setelah kemarin naik 0.2 persen.

Presiden Rusia, Vladimir Putin memberikan peringatan kepada Ukraina atas kelanjutannya serangan terhadap pasukan anti-separatis. Kesepakatan untuk melucuti para pemberontak yang di tanda tangani minggu lalu di Geneva antara Ukraina, Rusia, Uni Eropa dan Amerika Serikat berada di ambang pembatalan. Menlu A.S. John Kerry memperingatkan bahwa Rusia sudah kehabisan waktu untuk mematuhi kesepakan tersebut, pasca militer Rusia mulai menggelar latihan militer kembali di perbatasan Ukraina.

Data hari ini menunjukkan inflasi Jepang mengalami lonjakan terbesar sejak 1992, terangkat oleh meningkatnya pajak penjualan dan satu tahun stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh Bank of Japan (BoJ). Index Harga Konsumen tidak termasuk fresh food naik 2.7 persen di bulan April dari tahun sebelumnya, kurang dari 2.8 persen yang diperkiraan oleh rata-rata dari 27 ekonom yang di survey oleh Bloomberg News. Secara nasional, indeks yang sama naik 1.3 persen di bulan Maret, sama dengan bulan sebelumnya, menurut data biro statistik hari ini. Yen memangkas gain terhadap dolar Amerika setelah angka-angka tersebut dirilis.

Index S&P 500 sedikit berubah pada hari ini. Index tersebut mendekati rekor kemarin setelah perusahaan teknologi reli pasca hasil penjualan dari saham Apple Inc. melampaui perkiraan dan mengimbangi penurunan di saham-saham telekomunikasi.(frk)

Sumber : Bloomberg