PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Tuesday, 11 March 2014

Arus Dana Masuk Pengaruhi Penguatan Emas; didukung Kecemasan China, Ukraina

BESTPROFIT FUTURES (11/03)Singapura “ Komoditi emas menguat mendekati level $1,340 per ons pada Selasa disertai kecemasan terhadap melambatnya ekonomi China dan juga krisis geopolitik Ukraina yang membuat para investor mencari safe-haven pada bullion.

Dalam sebuah sinyal kepercayaan investor terhadap logam kuning yang berada ditengah ketidakpastian global, ETF berbasis bullion terbesar didunia melihat adanya arus dana masuk terbesar dalam sebulan terakhir pada sesi Senin kemarin. 

Sedangkan para trader memperkirakan bahwa logam tersebut mendapatkan support yang cukup diantara $1,330 dan $1,350, dengan pergerakan besar berikutnya diperkirakan akan muncul dari rapat kebijakan the Fed A.S minggu depan.

Spot emas naik 0.3% ke level $1,341.96 per ons pada pukul 10.21 WIB setelah berakhir datar pada Senin kemarin mengikuti kejatuhan sebanyak 0.8% sebelumnya.

Pedagang emas kini sedang mengamati perkembangan krisis di Ukraina, aksi protes terburuk yang sedang dihadapi oleh pihak Barat dan juga Russia sejak perang dingin lalu. 

Sedangkan lemahnya data ekspor China untuk Februari juga memberikan opsi kepada investor untuk memilih safe-haven emas dibandingkan ekuitas.

SPDR Gold Trust mengatakan bahwa tingkat kepemilikannya naik 7.50 ton ke level 812.70 ton Senin kemarin “ arus dana masuk terbesar sejak 13 Februari.

The Fed akan mengadakan rapat kebijakan berikutnya pada 18-19 Maret mendatang yang mana kemungkinan akan mengumumkan pemangkasan stimulus lanjutan sebesar $10 milyar pada pembelian obligasinya. 

Selain itu data ekonomi A.S telah menunjukkan bahwa pertumbuhan telah dipengaruhi oleh beratnya cuaca dingin.

Sedangkan pada pasar fisik, harga di China berlanjut diperdagangkan pada level diskon bagi harga spot sehubungan dengan lemahnya tingkat permintaan. Harga di Shanghai berada dilevel diskon $3 per ons dibandingkan harga London.(tito)

Sumber : Reuters