PT.BESTPROFIT FUTURES Jl. Letjen S Parman No.59 Kav.1,3-5 Malang
Register on your mobile device . make your move easier

Thursday, 3 October 2013

Index Asia Berjangka Tergelincir ditengah Kekhawatiran Batas Utang seiring Minyak Mentah Jatuh

Bloomberg (04/10) - Indeks berjangka Jepang sampai Australia jatuh, menandakan saham Asia mungkin menuju penurunan mingguan pertamanya di lebih dari satu bulan, seiring kekhawatiran perseteruan atas anggaran AS akan menghambat negosiasi menaikkan batas utang. Minyak mentah memperpanjang penurunan sementara tembaga berjangka naik.

Nikkei 225 Stock Average berjangka turun 0,1% pada pukul 03:00 di Osaka dan turun 0,8% di Chicago. Kontrak pada Indeks Australia S&P/ASX 200 turun 0,6%, sedangkan indeks berjangka pada Kong Hong juga turun. Indeks Standard & Poor 500 berjangka sedikit berubah setelah mengukur tergelincir 0,9% di AS. Dolar diadakan mendekati level terendahnya dalam delapan bulan terakhir terhadap euro. Minyak mentah (WTI) West Texas Intermediate turun untuk kelima kalinya dalam enam hari terakhir. Tembaga berjangka naik 0,3%.

Indeks MSCI Asia Pacific ditetapkan penurunan sebesar 0,9% pada minggu ini seiring kegagalan anggota parlemen AS untuk meluluskan anggaran dan mencegah shutdown pemerintah kekhawatiran mereka tidak akan bisa menyetujui menaikkan plafon utang $16.7 miliar. Default pemerintah AS bisa memiliki konsekuensi bencana yang mungkin berlangsung beberapa dekade, Departemen Keuangan mengatakan dalam sebuah laporan kemarin. Sementara Bank of Japan mengulas kebijakan moneternya pada saat ini, data yang payrolls AS tidak akan dirilis sesuai jadwal karena shutdown di AS.

Kontrak pada Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,2% pada sesi perdagangan terakhir mereka, sementara kontrak di Indeks Hang Seng China Enterprises turun 0,4%. Hang Seng sedikit berubah pada minggu ini dan pasar China daratan ditutup sampai 8 Oktober untuk liburan. Indeks Bloomberg China-AS Ekuitas saham Cina yang paling diperdagangkan di New York naik 0,4% pada hari ketiga keuntungan kemarin.

Indeks Topix Jepang telah turun 3,6% pada minggu ini, ditetapkan penurunan beruntun selama lima hari beruntun terburuk sejak awal Agustus. Indeks S&P/ASX 200 turun 1,4% di Sydney, menuju penurunan minguan sebesar 1,4%, yang pertama sejak lima hari terakhir untuk 9 Agustus. Indeks itu mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 27September.

Dolar sedikit berubah pada level $1,3625 per euro setelah menyentuh level intraday terlemahnya sejak 4 Februari kemarin. The Bloomberg US Dollar Index yang melacak dolar terhadap 10 mata uang utama, termasuk euro dan yen Jepang yang menuju penurunan sebesar 0,5% dalam seminggu, penurunan mingguan kelima berturut-turut. (izr)